Apakah BYAN dan JARR Termasuk Daftar Saham Haji Isam? Ini Update terbarunya (Update Agustus 2026)

Saham Haji Isam adalah sebutan pasar untuk emiten yang dikendalikan langsung oleh Andi Syamsuddin Arsyad, pengusaha asal Kalimantan Selatan yang akrab disapa Haji Isam, lewat Jhonlin Group dan entitas keluarganya.
Berdasarkan data kepemilikan resmi, JARR benar termasuk dalam list daftar saham Haji Isam karena mayoritas sahamnya dikuasai perusahaan miliknya. Sebaliknya, BYAN sampai saat ini tidak termasuk saham Haji Isam.
Kabar yang mengaitkan kedua ticker ini muncul dari rumor akuisisi 62,2 persen saham BYAN oleh Haji Isam yang sempat menggerakkan harga saham secara ekstrem pada pertengahan Agustus 2026, namun rumor tersebut sudah dibantah resmi oleh kedua perusahaan.
Key Takeaways
JARR adalah saham Haji Isam yang terkonfirmasi, dikuasai PT Eshan Agro Sentosa (bagian Jhonlin Group) sebesar 86,64 persen per laporan Mei 2026.
BYAN bukan saham Haji Isam. Pengendali BYAN saat ini adalah Low Tuck Kwong (40,25 persen) dan putrinya Elaine Low (22 persen), totalnya 62,25 persen.
Rumor akuisisi BYAN oleh Haji Isam sudah dibantah resmi lewat keterbukaan informasi BEI oleh BYAN pada 18 Agustus 2026 dan JARR pada 19 Agustus 2026.
Selain JARR, dua saham lain yang terkonfirmasi terafiliasi Haji Isam adalah PGUN (76,69 persen lewat putrinya, Liana Saputri) dan TEBE (76,91 persen lewat PT Dua Samudera).
Klarifikasi BYAN menyisakan celah interpretasi: pemegang saham pengendali disebut tidak menutup kemungkinan mempertimbangkan peluang investasi di masa depan, sehingga status ini tetap perlu dipantau, bukan dianggap final selamanya.
Daftar Isi
Kenapa Pertanyaan Ini Muncul Sekarang
Pertanyaan soal status BYAN sebagai saham Haji Isam mencuat setelah rumor akuisisi 62,2 persen saham BYAN oleh Haji Isam beredar mulai 15 Agustus 2026, dipicu foto pertemuan Haji Isam dengan Low Tuck Kwong dan Norman Joesoef saat meninjau tambang BYAN di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Rumor ini mendorong harga BYAN melonjak dua kali auto rejection atas (ARA) dalam sepekan, sekaligus menyeret naik JARR yang memang saham Haji Isam terkonfirmasi. Wajar jika investor jadi bingung membedakan mana saham yang benar terafiliasi Haji Isam dan mana yang cuma ikut naik karena sentimen rumor semata.
JARR: Benar Saham Haji Isam
PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) adalah emiten sawit yang pengendali sahamnya dipegang oleh PT Eshan Agro Sentosa, perusahaan yang berada di bawah naungan Jhonlin Group milik Haji Isam. Berdasarkan laporan registrasi pemegang saham per Mei 2026, PT Eshan Agro Sentosa menguasai 86,64 persen saham JARR, sementara sisanya sebesar 11,67 persen merupakan saham beredar bebas atau free float.
Status JARR termasuk daftar saham Haji Isam ini juga diperkuat oleh perkembangan terbaru: JARR menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 21 September 2026, dan pihak manajemen JARR sendiri yang mengeluarkan klarifikasi resmi soal rumor akuisisi BYAN, menandakan JARR memang berada dalam struktur pengambilan keputusan yang sama dengan Jhonlin Group.
BYAN: Bukan Saham Haji Isam, Meski Sempat Dirumorkan
PT Bayan Resources Tbk (BYAN) adalah emiten batu bara yang sampai saat ini dikendalikan oleh Dato Low Tuck Kwong dan keluarganya, bukan oleh Haji Isam. Berdasarkan data kepemilikan, Low Tuck Kwong menguasai 40,25 persen saham BYAN, sementara putrinya, Elaine Low, memiliki 22 persen. Gabungan kepemilikan keduanya mencapai 62,25 persen, angka yang hampir identik dengan porsi 62,2 persen yang disebut-sebut dalam rumor akuisisi.
Kedua perusahaan sudah memberikan klarifikasi resmi soal rumor ini lewat keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI):
BYAN, Selasa (18/8/2026) pukul 18.56 WIB, lewat Corporate Secretary Jenny Quantero, menyatakan perseroan tidak mengetahui adanya rencana pengambilalihan atau akuisisi 62,2 persen saham BYAN oleh Haji Isam maupun pihak terafiliasinya.
JARR, Rabu (19/8/2026), lewat Direktur Utama Indra Irawan, menegaskan sampai tanggal surat tersebut disampaikan, perseroan maupun grup tidak memiliki rencana melakukan akuisisi atas saham BYAN, dan manajemen juga belum menerima konfirmasi resmi dari pemegang saham pengendali soal rencana akuisisi tersebut.
Meski demikian, klarifikasi BYAN menyertakan satu kalimat yang perlu dibaca cermat: pemegang saham pengendali telah menyampaikan bahwa dari waktu ke waktu, sebagai investor, mereka dapat saja mempertimbangkan berbagai kesempatan dan peluang untuk memaksimalkan investasi mereka di perseroan.
Kalimat ini bukan konfirmasi penjualan saham dan bukan bukti ada negosiasi dengan Haji Isam, tapi juga tidak sepenuhnya menutup kemungkinan transaksi di masa depan. Dengan kata lain, berdasarkan informasi resmi yang tersedia saat ini, BYAN bukan saham Haji Isam, tapi statusnya tetap layak dipantau ke depan.
Daftar Saham Haji Isam dan yang Terkonfirmasi Terafiliasi dengannya
Selain JARR, dua emiten lain juga terkonfirmasi berada dalam kendali Haji Isam atau keluarganya:
Ticker | Nama Perusahaan | Pengendali | Persentase Kepemilikan |
JARR | PT Jhonlin Agro Raya Tbk | PT Eshan Agro Sentosa (Jhonlin Group) | 86,64% |
PGUN | PT Pradiksi Gunatama Tbk | Liana Saputri (putri Haji Isam) | 76,69% |
TEBE | PT Dana Brata Luhur Tbk | PT Dua Samudera | 76,91% |
Haji Isam juga tercatat memiliki 21,11 persen saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK), perusahaan nikel, hasil pembelian pada Mei 2026 senilai sekitar Rp936,65 miliar.
Namun kepemilikan ini bersifat minoritas, bukan pengendali, sehingga PACK berbeda karakter dari JARR, PGUN, dan TEBE yang dikuasai mayoritas.
Kenapa Rumor Ini Sempat Begitu Kuat Dipercaya Pasar
Ada beberapa faktor yang membuat rumor akuisisi BYAN oleh Haji Isam sempat sangat dipercaya pasar meski belum ada keterbukaan informasi resmi:
Angka kepemilikan yang cocok.Ā Porsi 62,2 persen yang beredar dalam rumor nyaris identik dengan gabungan kepemilikan Low Tuck Kwong dan Elaine Low sebesar 62,25 persen, sehingga terkesan sangat spesifik dan bukan asal sebut.
Rekam jejak ekspansi Haji Isam.Ā Pembelian 21,11 persen saham PACK pada Mei 2026 menunjukkan Haji Isam memang aktif melakukan ekspansi lewat pasar modal, sehingga rumor akuisisi lebih besar terasa masuk akal.
Pertemuan yang terekam kamera.Ā Foto pertemuan Haji Isam dengan Low Tuck Kwong dan Norman Joesoef di lokasi tambang BYAN memperkuat spekulasi, meski pertemuan semacam ini tidak otomatis membuktikan adanya negosiasi akuisisi.
Kebetulan waktu pengumuman RUPSLB JARR.Ā JARR mengumumkan RUPSLB persis di tengah santernya rumor, membuat pasar mengaitkan kedua peristiwa meski belum ada konfirmasi keterkaitan langsung.
Pelajaran untuk Investor tentang saham Haji Isam
Cek kepemilikan resmi, jangan hanya ikut sebutan pasar.Ā Sebutan "saham Haji Isam" di media sosial atau grup chat tidak selalu akurat. Verifikasi lewat data kepemilikan resmi di keterbukaan informasi BEI atau laporan KSEI.
Bantahan resmi bukan berarti isu selesai total.Ā Seperti kasus BYAN, klarifikasi perusahaan bisa saja menyisakan celah interpretasi yang tetap perlu dipantau, bukan langsung dianggap final.
Waspadai efek ikut-ikutan pada saham terafiliasi.Ā JARR, PGUN, dan TEBE ikut melonjak akibat sentimen rumor BYAN, padahal secara fundamental tidak ada perubahan langsung pada bisnis ketiga perusahaan tersebut.
Jangan beli saham hanya karena "katanya milik orang kaya."Ā Nama besar pemilik bukan jaminan kinerja bisnis. Tetap lakukan analisis fundamental sebelum mengambil keputusan investasi.
Pantau sumber resmi, yaitu keterbukaan informasi di situs BEI dan situs perseroan, untuk memastikan status kepemilikan sebuah saham sebelum memutuskan membeli atau menjual.
Baca juga:
ulasan lengkap RUPSLB JARR dan agenda terbarunyaĀ untuk memahami langkah korporasi JARR pasca-bantahan ini, serta
artikel "9 Haji" yang membahas grup konglomerat serupaĀ untuk konteks lebih luas soal taipan-taipan lain dengan pola kepemilikan sejenis.
FAQ Seputar Saham Haji Isam
Apakah BYAN termasuk saham Haji Isam?
Tidak. Berdasarkan data kepemilikan resmi dan klarifikasi kedua perusahaan pada 18-19 Agustus 2026, BYAN masih dikendalikan oleh Low Tuck Kwong dan Elaine Low, bukan oleh Haji Isam.
Apakah JARR termasuk list daftar saham Haji Isam?
Ya. JARR dikuasai mayoritas oleh PT Eshan Agro Sentosa yang merupakan bagian dari Jhonlin Group milik Haji Isam, dengan kepemilikan 86,64 persen per laporan Mei 2026.
Selain JARR, saham apa saja yang benar terafiliasi Haji Isam?
PGUN (dikuasai 76,69 persen oleh Liana Saputri, putri Haji Isam) dan TEBE (dikuasai 76,91 persen oleh PT Dua Samudera). Haji Isam juga punya kepemilikan minoritas 21,11 persen di PACK.
Apakah rumor akuisisi BYAN oleh Haji Isam sudah pasti tidak benar?
Kedua perusahaan sudah membantah resmi lewat keterbukaan informasi BEI, tapi klarifikasi BYAN menyertakan kalimat bahwa pemegang saham pengendali tidak menutup kemungkinan mempertimbangkan peluang investasi di masa depan, sehingga status ini tetap perlu dipantau.
Kenapa harga JARR, PGUN, dan TEBE ikut naik meski rumornya soal BYAN? Karena ketiganya dianggap berada dalam satu ekosistem bisnis Haji Isam, sehingga sentimen positif atau negatif terhadap satu perusahaan dalam grup cenderung menular ke perusahaan lain yang dianggap terafiliasi, meski secara fundamental tidak ada perubahan langsung.
Disclaimer
Konten dibuat untuk edukasi atau promosi layanan, bukan rekomendasi jual beli Efek tertentu. Setiap risiko dari keputusan investasi yang diambil dari informasi pada publikasi ini menjadi tanggung jawab masing-masing audiens. PT KAF Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Referensi
IDNFinancials, "JARR milik Haji Isam bantah kabar akuisisi saham Bayan Resources", https://www.idnfinancials.com/id/news/67657/jarr-milik-haji-isam-bantah-kabar-akuisisi-saham-bayan-resources
Bisnis.com, "Bayan (BYAN) Buka Suara Rumor Akuisisi 62,2% Saham oleh Haji Isam", https://market.bisnis.com/read/20260818/192/1997217/bayan-byan-buka-suara-rumor-akuisisi-622-saham-oleh-haji-isam
Detik Finance, "Saham BYAN Rontok Usai Rumor Mau Diborong Haji Isam", https://finance.detik.com/bursa-dan-valas/d-8625406/saham-byan-rontok-usai-rumor-mau-diborong-haji-isam
CNBC Indonesia, "Digosipkan Mau Caplok Bayan (BYAN), Segini Harta Kekayaan Haji Isam", https://www.cnbcindonesia.com/market/20260819091900-17-760501/digosipkan-mau-caplok-bayan--byan--segini-harta-kekayaan-haji-isam
IDNFinancials, "Haji Isam targets 62.2% of BYAN shares worth US$5.5 billion?", https://www.idnfinancials.com/news/67520/haji-isam-targets-62-2-of-byan-shares-worth-us5-5-billion
Dunia Energi, "Haji Isam Bidik Bayan Resources US$5,5 Miliar", https://www.dunia-energi.com/haji-isam-bidik-bayan-resources-us55-miliar/
EmitenNews, "Emiten Haji Isam (JARR) Bakal Gelar RUPS, Agenda 3 Ditunggu Investor", https://emitennews.com/news/emiten-haji-isam-jarr-bakal-gelar-rups-agenda-3-ditunggu-investor




Komentar