top of page

Daftar Saham Emas di BEI 2026: Data Lengkap PBV, Dividen, dan Statusnya

21 Agu
9 menit membaca
Daftar Saham Emas di BEI
Daftar Saham Emas di BEI

Daftar saham emas di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencakup delapan emiten utama yang bisnis intinya berada di sektor pertambangan, eksplorasi, atau pengolahan emas dan logam mulia lainnya, yaitu ANTM, MDKA, ARCI, BRMS, PSAB, EMAS, UNTR, dan MEDC.


Kedelapan saham ini memiliki karakter bisnis, valuasi, dan tingkat risiko yang sangat berbeda satu sama lain, sehingga menyamaratakannya sebagai "satu kelompok yang bergerak searah dengan harga emas" justru berisiko menyesatkan keputusan investasi. Artikel ini menyusun daftar saham emas tersebut lengkap dengan data kuantitatif (PBV, kapitalisasi pasar, histori dividen, status Daftar Efek Syariah) yang jarang disajikan bersamaan di satu tempat.

Key Takeaways

  • Ada 8 emiten yang lazim dikategorikan sebagai saham emas di BEI, tapi hanya sebagian yang murni perusahaan tambang emas (kategori hulu); sisanya punya eksposur emas sebagai bagian dari bisnis yang lebih besar.

  • Valuasi antar-emiten saham emas sangat bervariasi. Berdasarkan catatan analis di sepanjang 2026, ANTM dan MDKA cenderung dinilai berada di level wajar hingga premium (PBV dan EV/EBITDA di atas rata-rata historis), sementara BRMS dan ARCI dipandang masih dalam fase pertumbuhan awal dengan valuasi yang lebih beragam.

  • Tidak semua saham emas rutin membagikan dividen. ANTM dan UNTR punya rekam jejak dividen yang lebih konsisten dibanding MDKA yang selama ini lebih fokus reinvestasi untuk ekspansi tambang.

  • Kebijakan bea keluar emas melalui PMK 80/2025 (berlaku efektif 23 Desember 2025) berdampak berbeda ke tiap emiten tergantung porsi penjualan ekspor vs domestik.

  • Status masuk Daftar Efek Syariah (DES) OJK juga berbeda antar-emiten dan wajib dicek ulang tiap periode review (Mei dan November).

Daftar Isi

Apa Itu Saham Emas dan Kenapa Perlu Dikategorikan Ulang

Saham emas adalah saham perusahaan tercatat di BEI yang memiliki kegiatan usaha utama atau eksposur signifikan di sektor pertambangan, eksplorasi, pengolahan, atau perdagangan emas dan logam mulia. Istilah ini kerap dipakai secara longgar untuk menyebut delapan emiten yang sama, padahal kedelapannya punya model bisnis yang jauh berbeda.


Kenapa ini penting sekarang? Sepanjang 2025-2026, harga emas dunia mengalami rekor kenaikan berkali-kali, mendorong minat investor ritel Indonesia terhadap sektor ini melonjak. Sayangnya, lonjakan minat itu sering diiringi asumsi keliru bahwa "kalau harga emas naik, semua saham emas pasti ikut naik proporsional".


Faktanya, performa saham ANTM, MDKA, BRMS, ARCI, PSAB, EMAS, UNTR, dan MEDC dalam periode yang sama bisa berbeda puluhan persen satu sama lain, karena dipengaruhi faktor internal seperti cadangan tambang, biaya produksi, dan struktur ekspor-domestik masing-masing perusahaan.


Kategori Hulu vs Eksposur Tidak Langsung

Untuk memahami daftar saham emas secara lebih akurat, kategorikan berdasarkan seberapa langsung eksposur bisnisnya ke emas, bukan cuma nama sektor di aplikasi trading.


Kategori 1: Pure gold play (bisnis inti murni tambang/pengolahan emas): ANTM, MDKA, ARCI, BRMS, PSAB, EMAS


Kategori 2: Eksposur tidak langsung (emas bukan bisnis inti, tapi berkontribusi ke kinerja): UNTR (lewat investasi tambang emas termasuk eks-tambang Martabe dan akuisisi tambang Doup), MEDC (lewat kepemilikan sekitar 20% saham PT Amman Mineral Internasional Tbk/AMMN yang memproduksi emas dan tembaga)

Pembedaan ini penting karena saham Kategori 2 pergerakannya dipengaruhi banyak faktor lain di luar emas (harga batu bara, harga migas, kinerja alat berat), sehingga korelasinya ke harga emas dunia jauh lebih lemah dibanding Kategori 1.


Daftar Saham Emas di BEI : Data Lengkap 8 Saham

Kode

Nama Emiten

Kategori

Kapitalisasi Pasar (per data terkini)

PBV/PER (per data terkini)

Histori Dividen

Ekspor vs Domestik

Status DES

ANTM

PT Aneka Tambang Tbk

Hulu (multikomoditas: emas, nikel)

±Rp86,5 triliun (per 16 Sep 2025)

PER ±9,2x (H1 2025); PBV ±1,4x (per Okt 2024, historis)

Rutin bagi dividen, rekam jejak konsisten

Mayoritas domestik untuk logam mulia; impor emas ±78% kebutuhan (H1 2025) untuk penuhi permintaan dalam negeri

Termasuk kategori "Barang Baku" dalam DES per data yang tersedia (1)

MDKA

PT Merdeka Copper Gold Tbk

Hulu (emas & tembaga)

Data kapitalisasi bervariasi mengikuti harga saham

PBV ±4x (per Okt 2024, historis, tertinggi di antara 4 saham yang dibandingkan sebelum EMAS melantai)

Belum rutin membagikan dividen, fokus reinvestasi ekspansi termasuk pendanaan proyek Pani lewat anak usaha EMAS

Struktur ekspor-domestik mengikuti kebijakan grup, dengan porsi signifikan diarahkan ke penyerapan domestik lewat perjanjian jual-beli emas dengan ANTM

Disebut sebagai bagian universe saham syariah pilihan Ramadan 2026 (2), status resmi periode berjalan tetap perlu dicek di lampiran DES OJK karena berubah tiap enam bulan

ARCI

PT Archi Indonesia Tbk

Hulu (emas & perak)

±Rp28,01 triliun (data terkini, TradingView per 21 Jul 2026)

Laba bersih 2025 melonjak menjadi US$102,52 juta (naik hampir 10x YoY), laba bersih Q1 2026 tercatat Rp502 miliar

Dividen tunai 2025 sebesar US$60 juta (payout ratio 58,5% dari laba bersih), dividend yield tercatat 2,50% untuk 2025

Penjualan didominasi pasar domestik, dengan kontribusi ekspor lebih kecil dibanding penjualan domestik pada laporan keuangan terbaru

Belum terverifikasi di lampiran resmi DES periode berjalan

BRMS

PT Bumi Resources Minerals Tbk

Hulu (emas)

±Rp109,17 triliun (per 15 Mei 2026)

PER TTM ±123x; PBV ±5,06x (per 15 Mei 2026): valuasi premium, laba Q1 2026 tumbuh 22% YoY

Belum jadi fokus utama, penekanan masih di ekspansi kapasitas produksi

100% penjualan emas ke pasar domestik (mayoritas ke HRTA), relatif imun dari bea keluar PMK 80/2025 (3)

Status resmi periode berjalan perlu dicek di lampiran DES OJK karena belum ditemukan konfirmasi eksplisit di sumber publik yang dianalisis

PSAB

PT J Resources Asia Pasifik Tbk

Hulu (emas, tambang di Indonesia & Malaysia)

±Rp14,9 triliun (per 16 Sep 2025), berubah mengikuti harga pasar

Laba bersih Q1 2026 melonjak sekitar 23 kali, didukung keuntungan divestasi anak usaha pengelola tambang emas Doup

Dividen tunai Rp2,77 triliun disetujui RUPST 3 Juni 2026, setara dividend yield sekitar 22,3% dari harga penutupan Rp470/saham (4 Jun 2026), meski nilai ini didorong keuntungan one-off dari divestasi Doup, bukan cerminan yield rutin

100% ekspor menurut catatan analis (3), sehingga lebih terdampak bea keluar PMK 80/2025

Belum terverifikasi di lampiran resmi DES periode berjalan

EMAS

PT Merdeka Gold Resources Tbk

Hulu (emas, anak usaha MDKA)

±Rp107,17 triliun (data terkini, TradingView), naik jauh dari ±Rp42,4 triliun saat IPO 23 September 2025 (4)

PBV sekitar 20,9 kali per harga penutupan 8 April 2026 (9), tergolong sangat premium karena pasar memberi ekspektasi tinggi terhadap potensi cadangan Tambang Pani meski perusahaan masih mencatat rugi bersih sehingga PER belum relevan dipakai

Emiten baru berstatus rugi bersih sepanjang 2025 (US$27,49 juta) dan masih rugi pada Q1 2026, belum ada rekam jejak dividen

Penjualan emas perdana 100% ke pasar domestik lewat Gold Sales & Purchase Agreement dengan ANTM sejak Februari 2026 (10)

Belum terverifikasi di lampiran resmi DES periode berjalan, mengingat emiten baru resmi mencatatkan pendapatan produksi emas pada 2026

UNTR

PT United Tractors Tbk

Eksposur tidak langsung (alat berat + tambang, termasuk akuisisi tambang Doup dari PSAB)

Kapitalisasi besar, salah satu blue chip Grup Astra

PER sekitar 6,5 kali dan PBV di bawah 1 kali per catatan analis Juni 2026, tergolong murah dibanding rata-rata sektor tambang emas

Rutin bagi dividen dengan estimasi yield sekitar 7-9%, salah satu paling konsisten di sektor terkait

80-90% ekspor menurut catatan analis (3), lebih terdampak bea keluar PMK 80/2025

Belum terverifikasi di lampiran resmi DES periode berjalan

MEDC

PT Medco Energi Internasional Tbk

Eksposur tidak langsung (energi + ±20% saham AMMN)

Kapitalisasi mengikuti kinerja segmen migas utama, eksposur emas hanya kontribusi tidak langsung lewat kepemilikan AMMN

Rasio valuasi MEDC didominasi bisnis migas, belum ada pemisahan rasio khusus untuk kontribusi segmen emas dari AMMN di laporan keuangan publik

MEDC memiliki rekam jejak dividen dari bisnis energi utamanya, namun bukan indikator langsung kinerja emas

Eksposur emas MEDC bersifat tidak langsung lewat kepemilikan saham AMMN, bukan penjualan langsung, sehingga tidak relevan dibandingkan porsi ekspor emiten tambang emas murni

Belum terverifikasi di lampiran resmi DES periode berjalan

Catatan penting: Angka di atas adalah titik data historis dengan tanggal referensi eksplisit, bukan harga/rasio real-time hari ini. Harga saham dan rasio valuasi berubah setiap hari perdagangan. Sebelum mengambil keputusan investasi, cek data terkini langsung di aplikasi KAF ETRADE atau laporan keuangan resmi emiten.


Profil Ringkas Tiap Emiten

ANTM (Aneka Tambang)

BUMN pertambangan dengan lini bisnis emas, nikel, dan feronikel. Dikenal sebagai produsen produk emas Antam yang jadi acuan harga emas domestik. Punya rekam jejak dividen paling konsisten di antara saham emas BEI, tapi menghadapi tantangan struktural karena cadangan tambang emas utamanya (Pongkor) kian menipis: dibahas lebih detail di artikel terkait di bawah.


MDKA (Merdeka Copper Gold)

MDKA adalah Kode saham untuk Perusahaan tambang dengan aset utama Tambang Tujuh Bukit di Banyuwangi, plus proyek di Gorontalo dan Maluku. Dikenal agresif dalam ekspansi, sehingga volatilitas sahamnya cenderung lebih tinggi dibanding ANTM.


Salah satu produsen emas terbesar di Asia Tenggara dengan operasional utama di Sulawesi Utara, fokus pada efisiensi biaya produksi. Mencatat lonjakan laba bersih hampir 10 kali lipat pada 2025 seiring kenaikan harga emas global dan pertumbuhan produksi, kemudian membagikan dividen sebesar 58,5% dari laba bersihnya (6).


Emiten dengan narasi pertumbuhan produksi paling agresif di antara saham emas BEI saat ini, ditopang ekspansi kapasitas pabrik carbon-in-leach (CIL) dari 500 ton/hari menjadi 2.000 ton/hari yang ditargetkan rampung Oktober 2026, serta rencana tambang bawah tanah berkadar tinggi mulai berproduksi pada paruh kedua 2027 (3).


PSAB (J Resources Asia Pasifik)

PSAB Mengelola tambang di Penjom (Malaysia) dan Lanut/Bakan (Sulawesi Utara), pernah menghadapi tantangan struktur keuangan namun mencatat lonjakan laba bersih sekitar 23 kali pada Q1 2026 setelah mendivestasi anak usaha pengelola tambang emas Doup, yang kemudian diakuisisi UNTR (7).


Anak usaha MDKA yang resmi melantai di BEI melalui IPO pada 23 September 2025, mengelola Tambang Emas Pani di Gorontalo dengan potensi cadangan disebut lebih dari 7 juta ounces emas (4). Sedang mengembangkan fasilitas heap leach dan carbon-in-leach (CIL) untuk menaikkan kapasitas produksi.


UNTR (United Tractors)

Bagian dari Grup Astra, dikenal sebagai distributor alat berat, tapi memiliki eksposur tambang emas melalui investasi strategis termasuk akuisisi tambang Doup dari PSAB. Diversifikasi ke tambang emas dan nikel mulai menyumbang lebih dari 30% pendapatan total perusahaan pada 2026 (8). Saham blue chip dengan dividen relatif stabil dan valuasi yang tergolong murah (PER sekitar 6,5 kali, PBV di bawah 1 kali) dibanding rata-rata sektor tambang emas.


Perusahaan energi dan migas dengan eksposur tidak langsung ke emas melalui kepemilikan sekitar 20% saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), yang menjadi katalis tambahan bagi kinerja MEDC ketika AMMN mencatat profitabilitas.


Faktor yang Membuat Valuasi Antar-Saham Emas Berbeda Jauh

Analis pasar modal secara konsisten mencatat bahwa performa saham emas tidak semata mengikuti harga emas dunia. Beberapa faktor yang membuat valuasi ANTM, MDKA, BRMS, dan ARCI bisa sangat berbeda meski sama-sama "saham emas":

  1. Fase pertumbuhan perusahaan.Ā Emiten yang sudah mapan seperti ANTM dan MDKA cenderung dinilai pada level wajar hingga premium (PBV dan EV/EBITDA di atas rata-rata historis), sementara emiten lapis kedua seperti BRMS dan ARCI dipandang masih dalam fase pertumbuhan awal dan optimalisasi cadangan (5).

  2. Struktur ekspor vs domestik.Ā Sejak PMK 80/2025 tentang bea keluar emas berlaku efektif 23 Desember 2025, emiten dengan porsi ekspor besar seperti UNTR (80-90% ekspor) dan PSAB (100% ekspor) menghadapi tekanan biaya tambahan, sementara BRMS yang 100% menjual ke pasar domestik relatif imun dari kebijakan ini (3).

  3. Visibilitas cadangan dan umur tambang.Ā Investor cenderung memberikan valuasi premium kepada emiten dengan visibilitas cadangan dan umur tambang yang panjang (5): ini jadi tantangan tersendiri bagi ANTM terkait tambang Pongkor (lihat artikel terkait).

  4. Ekspansi kapasitas produksi yang sedang berjalan.Ā BRMS dan EMAS sama-sama sedang dalam fase ekspansi agresif kapasitas produksi, yang membuat valuasinya lebih dipengaruhi ekspektasi masa depan (forward looking) dibanding posisi harga emas spot saat ini (3)(5).


Pelajaran untuk Investor

Jangan memperlakukan "saham emas" sebagai satu keranjang homogen. Sebelum membeli salah satu dari kedelapan saham ini, tentukan dulu apakah tujuan Anda mengejar stabilitas dan dividen (cenderung mengarah ke ANTM atau UNTR), atau mengejar pertumbuhan produksi dengan risiko lebih tinggi (cenderung mengarah ke BRMS atau EMAS).


Cek juga kategori hulu vs eksposur tidak langsung, karena saham Kategori 2 seperti UNTR dan MEDC pergerakannya dipengaruhi banyak faktor bisnis lain di luar harga emas. Untuk kerangka penilaian yang lebih detail (PBV, PER, cost of production), baca artikel Cara Menilai Saham EmasĀ yang membahas metodologi screening secara khusus.


Menipisnya cadangan salah satu emiten juga bisa jadi alasan kenapa performanya tertinggal meski harga emas dunia sedang naik, seperti dibahas di Cadangan Tambang Emas Pongkor ANTM, atau lihat Kenapa Saham Emas Bisa Turun Padahal Harga Emas Dunia NaikĀ untuk penjelasan lebih luas.


Jika Anda ingin mempelajari lebih lanjut tentang saham emas, ikuti terus Mid-Week Outlook bersama Senior Analyst KAF Sekuritas Tasrul Tanar:

FAQ

  • Saham emas apa saja yang terdaftar di BEI?

    Delapan emiten yang paling lazim dikategorikan sebagai saham emas di BEI adalah ANTM, MDKA, ARCI, BRMS, PSAB, EMAS, UNTR, dan MEDC. Enam yang pertama merupakan pure gold play (bisnis inti murni tambang/pengolahan emas), sementara UNTR dan MEDC punya eksposur tidak langsung.

  • Saham emas mana yang paling stabil dan rutin bagi dividen?

    Berdasarkan rekam jejak historis, ANTM dan UNTR lebih dikenal konsisten membagikan dividen dibanding emiten lapis kedua seperti MDKA dan BRMS yang lebih fokus reinvestasi untuk ekspansi tambang.

  • Apakah semua saham emas bergerak searah dengan harga emas dunia? Tidak. Meski harga emas dunia jadi faktor utama, kinerja operasional, cadangan tambang, struktur ekspor-domestik, dan fase pertumbuhan masing-masing perusahaan turut menentukan arah harga sahamnya, sehingga performanya bisa berbeda jauh satu sama lain meski harga emas bergerak dalam arah yang sama.

  • Apa bedanya saham emas kategori hulu dan eksposur tidak langsung? Saham kategori hulu (ANTM, MDKA, ARCI, BRMS, PSAB, EMAS) bisnis intinya murni pertambangan/pengolahan emas, sehingga korelasinya ke harga emas dunia lebih kuat. Saham eksposur tidak langsung (UNTR, MEDC) punya bisnis inti di luar emas, sehingga pergerakannya lebih banyak dipengaruhi faktor lain.

  • Apakah saham emas di BEI masuk kategori saham syariah?

    Sebagian ya, sebagian perlu diverifikasi ulang. Daftar Efek Syariah (DES) diterbitkan OJK setiap Mei dan November, sehingga status kesyariahan tiap emiten bisa berubah antar-periode review. Pembahasan lebih detail ada di artikel terpisah tentang saham emas syariah.


Referensi

  1. Kompasiana. "622 Saham Masuk Daftar Efek Syariah 2026 OJK: Ini 5 Hal yang Wajib Dipahami Investor." https://www.kompasiana.com/ronalembayung0819/6a211ddcc925c40d9671a482/622-saham-masuk-daftar-efek-syariah-2026-ojk-ini-5-hal-yang-wajib-dipahami-investor

  2. CNBC Indonesia. "Berburu Berkah & Cuan, Ini Deretan Saham Syariah Pilihan di Ramadan." https://www.cnbcindonesia.com/research/20260224053834-128-713250/berburu-berkah-cuan-ini-deretan-saham-syariah-pilihan-di-ramadan

  3. Prugress. "Analisis Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Mei 2026." https://prugress.com/blog/analisis-saham-brms-q1-2026/

  4. Indonesian Mining Association. "Valuasi Merdeka Copper Resources (EMAS) Lampaui ARCI, PSAB & HRTA." https://ima-api.org/valuasi-merdeka-copper-resources-emas-lampaui-arci-psab-hrta/

  5. Indonesian Mining Association. "Saham-Saham Produsen Emas Bangkit, Simak Prospeknya Menurut Analis." https://ima-api.org/saham-saham-produsen-emas-bangkit-simak-prospeknya-menurut-analis/

  6. Ajaib. "Laba Naik Saham ARCI Siap Tebar Dividen Rp1,04 Triliun!" https://ajaib.co.id/belajar/berita/laba-naik-saham-arci-siap-tebar-dividen-rp104-triliun

  7. IDNFinancials. "PSAB Declares IDR 2.77 Trillion Dividend, Yield at 22.3%." https://www.idnfinancials.com/news/64472/psab-declares-idr-2-77-trillion-dividend-yield-at-22-3

  8. Saham Syariah Berdividen Tinggi Masih Menarik, 8 Emiten Jadi Favorit 2026. https://psy.almaata.ac.id/saham-syariah-berdividen-tinggi-masih-menarik-8-emiten-jadi-favorit-2026/

  9. PintarSaham. "Kinerja Keuangan EMAS: Analisis Fundamental PT Merdeka Gold Resources Tbk Menuju Produksi Komersial." https://pintarsaham.id/kinerja-keuangan-emas-analisis-fundamental-pt-merdeka-gold-resources-tbk-menuju-produksi-komersial/

  10. CNBC Indonesia. "EMAS Catat Pendapatan US$2,6 Juta per Kuartal I-2026." https://www.cnbcindonesia.com/market/20260629155525-17-746590/emas-catat-pendapatan-us-26-juta-per-kuartal-i-2026/amp

Komentar


KAF Sekuritas Indonesia

Kontak

Treasury Tower Lantai 28, Unit D, District 8, SCBD Lot 28,
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-54, Jakarta - 12190, Indonesia

Pelayanan Nasabah:

(+62) 21 5012 3175 ext. 002
(+62) 811 8853 175
cs@kafsekuritas.co.id

  • Instagram
  • TikTok
  • LinkedIn
  • YouTube

Pelaporan:

(+62) 81 1853 185
wbs@kafsekuritas.co.id

Tautan Langsung

Saluran Utama:

(+62) 21 50123 175

(+62) 21 50123 185

toko bermain
toko aplikasi
OJK_Logo.png
Logo IDX BEI
Logo KSEI
Logo IDClear KPEI
Logo SIPF
Logo LAPS SJK
Logo Inklusi Keuangan

Copyright 2023 oleh KAF Group

bottom of page