Kenapa Keputusan The Fed Berpengaruh ke IHSG?

Keputusan The Fed berpengaruh ke IHSG karena suku bunga Amerika Serikat menentukan ke mana dana investor global mengalir. Saat suku bunga The Fed naik atau ditahan tinggi, aset dolar AS jadi lebih menarik, dana asing cenderung keluar dari pasar negara berkembang, rupiah tertekan, dan IHSG ikut melemah.
Ringkasan Poin
Keputusan The Fed memengaruhi IHSG melalui empat jalur utama: daya tarik aset dolar AS, aliran dana asing, nilai tukar rupiah, dan sentimen risiko global.
The Fed menaikkan suku bunga acuan 25 bps ke kisaran 3,75%-4,00% pada 16 September 2026, kenaikan pertama sejak Juli 2023.
Keputusan FOMC Oktober 2026 diumumkan Kamis, 29 Oktober 2026, sekitar pukul 01.00 WIB, dan pasar secara luas memperkirakan suku bunga ditahan.
IHSG ditutup anjlok 1,99% ke level 5.266,13 pada 27 Oktober 2026, salah satunya karena kekhawatiran kenaikan suku bunga The Fed pada Desember 2026.
Investor asing mencatat net sell Rp94,87 triliun di pasar saham Indonesia sepanjang 1 Januari hingga 23 Oktober 2026.
Daftar Isi:
Apa Itu Keputusan The Fed dan Kapan Diumumkan?
Sebelum kita masuk lebih jauh terkait Kenapa Keputusan The Fed Berpengaruh ke IHSG, kita harus pahami dulu bahwa Keputusan The Fed adalah hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC), komite bank sentral Amerika Serikat yang menetapkan suku bunga acuan Fed Funds Rate. FOMC menggelar rapat terjadwal delapan kali dalam setahun, dan setiap keputusannya menjadi salah satu sentimen global paling diperhatikan pelaku pasar saham Indonesia.
Rapat FOMC Oktober 2026 berlangsung pada 27-28 Oktober 2026. Keputusan suku bunga diumumkan Rabu, 28 Oktober 2026 pukul 14.00 waktu New York, atau Kamis, 29 Oktober 2026 sekitar pukul 01.00 WIB. Konferensi pers Ketua The Fed Kevin Warsh menyusul sekitar 30 menit setelahnya.
Selain angka suku bunga, pasar juga membaca tiga hal dari setiap keputusan The Fed:
Pernyataan resmi (statement): pilihan kata yang menunjukkan arah kebijakan berikutnya.
Konferensi pers Ketua The Fed: jawaban atas pertanyaan wartawan sering menggerakkan pasar lebih kuat dari keputusannya sendiri.
Dot plot: proyeksi suku bunga dari setiap pejabat The Fed, yang dirilis empat kali setahun (Maret, Juni, September, Desember).
Kenapa Keputusan The Fed Berpengaruh ke IHSG?
Keputusan The Fed berpengaruh ke IHSG karena suku bunga AS adalah acuan biaya uang global, sehingga perubahannya menggeser aliran modal, nilai tukar, dan selera risiko investor di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Pengaruh suku bunga The Fed terhadap IHSG bekerja lewat empat jalur berikut.
Aset dolar AS jadi lebih menarik. Saat suku bunga The Fed tinggi, obligasi pemerintah AS dan deposito dolar menawarkan imbal hasil yang lebih menarik dengan risiko relatif rendah. Investor global jadi punya alasan untuk memindahkan dana dari negara berkembang ke AS.
Dana asing berpotensi keluar dari pasar saham Indonesia. Ketika pasar memperkirakan suku bunga AS bertahan tinggi lebih lama (higher for longer), aliran modal ke saham dan obligasi negara berkembang cenderung tertahan atau keluar. Investor asing memegang porsi besar di saham berkapitalisasi besar, sehingga aksi jual mereka langsung terasa di IHSG.
Rupiah tertekan. Dolar AS yang menguat membuat mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, cenderung melemah. Rupiah yang lemah menambah beban emiten yang punya utang atau bahan baku dalam dolar, dan bisa memicu aksi jual lanjutan dari investor asing.
Sentimen risiko global bergerak. Sinyal The Fed yang lebih hawkish dari perkiraan pasar menekan aset berisiko secara global, termasuk saham Indonesia. Sebaliknya, sinyal yang lebih dovish bisa meredakan tekanan tersebut.
Tabel 1. Jalur Pengaruh Keputusan The Fed ke IHSG
Jalur | Saat The Fed Hawkish (naik/tahan tinggi) | Saat The Fed Dovish (turun/sinyal longgar) |
Aset dolar AS | Imbal hasil lebih menarik, dana pindah ke AS | Imbal hasil turun, dana mencari aset lain |
Dana asing di BEI | Cenderung net sell | Berpeluang kembali net buy |
Rupiah | Cenderung melemah | Berpeluang menguat |
Sentimen risiko | Investor menghindari aset berisiko | Selera risiko membaik |
Arah IHSG | Cenderung tertekan | Berpeluang naik |
Sumber: rangkuman mekanisme transmisi kebijakan moneter. Arah pada tabel adalah kecenderungan umum, bukan kepastian, karena IHSG juga dipengaruhi faktor domestik.
Bagaimana Posisi Suku Bunga The Fed per Oktober 2026?
Suku bunga The Fed per Oktober 2026 berada di kisaran 3,75%-4,00%, setelah The Fed menaikkannya 25 bps pada 16 September 2026. Kenaikan ini disepakati bulat 12-0 dan menjadi yang pertama sejak Juli 2023, dengan alasan inflasi yang masih tinggi.
Dot plot September 2026 menunjukkan 12 dari 18 pejabat The Fed memproyeksikan suku bunga di sekitar 4,1% pada akhir 2026. Artinya, mayoritas pejabat masih melihat ruang untuk satu kali kenaikan 25 bps lagi sebelum akhir tahun.
Untuk suku bunga The Fed Oktober 2026, ekspektasi pasar bergeser ke arah "tahan". Menurut data CME FedWatch yang dikutip IDX Channel pada awal Oktober 2026, probabilitas kenaikan pada Oktober turun dari 68,6% menjadi 26,0% dalam sepekan. Pada periode yang sama, probabilitas kenaikan 25 bps di rapat Desember naik dari 39,0% menjadi 63,2%. Pergeseran ini terjadi setelah Wakil Ketua Bidang Pengawasan Michelle Bowman, Wakil Ketua Philip Jefferson, dan Presiden The Fed New York John Williams mengisyaratkan tidak terburu-buru menaikkan suku bunga.
Tabel 2. Data Kunci Suku Bunga The Fed Menjelang FOMC Oktober 2026
Indikator | Data | Periode |
Fed Funds Rate | 3,75%-4,00% | Sejak 16 September 2026 |
Kenaikan terakhir | +25 bps (voting 12-0) | 16 September 2026 |
Proyeksi mayoritas akhir 2026 (dot plot) | Sekitar 4,1% (12 dari 18 pejabat) | Dot plot September 2026 |
Proyeksi inflasi PCE 2026 | 3,7% | Proyeksi September 2026 |
Probabilitas naik di Oktober (CME FedWatch) | 26,0% (dari 68,6%) | Awal Oktober 2026 |
Probabilitas naik di Desember (CME FedWatch) | 63,2% (dari 39,0%) | Awal Oktober 2026 |
Rapat FOMC berikutnya | 8-9 Desember 2026 | Jadwal resmi |
Sumber: Fortune IDN (17 September 2026), KuCoin News (September 2026), IDX Channel via RCTI+ (Oktober 2026).
Bagaimana Kondisi IHSG dan Rupiah Menjelang Keputusan The Fed Oktober 2026?
IHSG ditutup anjlok 1,99% atau 106,96 poin ke level 5.266,13 pada Selasa, 27 Oktober 2026, dari posisi 5.373,09 sehari sebelumnya. Salah satu pemicunya adalah kekhawatiran pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga The Fed pada Desember 2026.
Pada perdagangan 27 Oktober 2026 tersebut, 611 saham melemah, 100 saham menguat, dan 82 saham stagnan, dengan nilai transaksi Rp17,94 triliun. Sektor energi turun paling dalam sebesar 3,33%, sementara sektor industrial menjadi satu-satunya yang menguat (1,43%). Selain faktor The Fed, IHSG turun karena harga minyak yang masih tinggi, pelemahan rupiah, kenaikan Credit Default Swap (CDS) 5 tahun Indonesia, kenaikan yield SBN, dan antisipasi rebalancing indeks MSCI pada November 2026.
Tekanan dari investor asing juga terlihat sepanjang 2026. Data BEI menunjukkan net sell asing mencapai Rp94,87 triliun sejak awal tahun hingga 23 Oktober 2026. Pada September 2026, bulan ketika The Fed menaikkan suku bunga, OJK mencatat net sell asing Rp10,24 triliun dan IHSG turun 6,96% dalam sebulan ke level 6.071,14. OJK menyebut kenaikan suku bunga global sebagai salah satu penyebabnya.
Dari sisi nilai tukar, rupiah spot ditutup melemah 0,11% ke Rp18.080 per dolar AS pada Jumat, 23 Oktober 2026, dan turun 0,29% dalam sepekan. Pelemahan ini terjadi bersamaan dengan penguatan Indeks Dolar AS ke 101,78.
Apa Bedanya Sinyal Hawkish dan Dovish bagi IHSG?
Sinyal hawkish berarti The Fed condong mengetatkan kebijakan (menaikkan atau menahan suku bunga tinggi), sedangkan sinyal dovish berarti The Fed condong melonggarkan kebijakan. Bagi IHSG, nada komunikasi The Fed sering lebih penting daripada angka suku bunganya, karena pasar biasanya sudah memperhitungkan keputusan yang sesuai ekspektasi.
Tabel 3. Skenario Keputusan The Fed Oktober 2026 dan Kecenderungan Dampaknya
Skenario | Yang Terjadi | Kecenderungan Dampak ke IHSG dan Rupiah |
Tahan + nada dovish | Suku bunga tetap 3,75%-4,00%, The Fed memberi sinyal tidak terburu-buru naik di Desember | Tekanan jual asing berpeluang mereda, rupiah berpeluang stabil |
Tahan + nada hawkish | Suku bunga tetap, tetapi The Fed menegaskan kenaikan Desember masih terbuka lebar | Tekanan pada IHSG dan rupiah berpotensi berlanjut |
Naik 25 bps | Suku bunga naik ke 4,00%-4,25%, di luar ekspektasi mayoritas pasar | Berpotensi memicu aksi jual lebih dalam karena mengejutkan pasar |
Sumber: olahan dari ekspektasi pasar per CME FedWatch (Oktober 2026). Skenario ini bersifat ilustratif, bukan prediksi.
Sektor Saham Apa yang Paling Sensitif terhadap Keputusan The Fed?
Sektor saham yang paling sensitif terhadap keputusan The Fed adalah sektor yang kinerjanya bergantung pada biaya dana, nilai tukar, atau kepemilikan investor asing. Berikut kecenderungan umumnya:
Perbankan berkapitalisasi besar. Saham bank besar banyak dimiliki investor asing, sehingga paling cepat terkena saat asing keluar. Pada pertengahan Oktober 2026, saham bank besar seperti BBCA dan BMRI tercatat menjadi sasaran net sell asing dalam jumlah besar.
Properti. Sektor properti sensitif terhadap suku bunga karena permintaan banyak ditopang kredit pemilikan rumah. Suku bunga global yang tinggi dapat menahan ruang penurunan suku bunga domestik.
Emiten dengan utang atau bahan baku dalam dolar AS. Pelemahan rupiah menambah beban bunga, cicilan, dan biaya impor emiten tersebut.
Eksportir komoditas. Sektor ini relatif lebih tahan karena pendapatannya dalam dolar AS, walaupun tetap terpengaruh harga komoditas global dan sentimen risiko.
Apa yang Perlu Dicermati Investor Setelah Keputusan The Fed?
Investor perlu mencermati tiga hal setelah keputusan The Fed diumumkan: nada komunikasi The Fed, respons rupiah dan yield SBN, serta arah aliran dana asing di Bursa Efek Indonesia.
Ketiga indikator ini membantu menjawab pertanyaan yang banyak dicari investor, yaitu arah IHSG besok dan beberapa hari ke depan.
Nada pernyataan dan konferensi pers Kevin Warsh. Perhatikan apakah The Fed menegaskan, melunakkan, atau menutup peluang kenaikan pada rapat 8-9 Desember 2026.
Respons rupiah dan yield SBN. Rupiah yang stabil dan yield SBN yang turun biasanya menandakan tekanan dari luar mulai mereda.
Data net buy/net sell asing harian. Perubahan arah dari net sell ke net buy menjadi salah satu tanda awal kembalinya minat investor global.
Sentimen domestik. Rilis laporan keuangan kuartal III/2026 dan rebalancing indeks MSCI pada November 2026 juga ikut menentukan arah IHSG.
Pelajaran untuk Investor
Keputusan The Fed bukan satu-satunya penggerak IHSG, tetapi menjadi salah satu sentimen eksternal terbesar, terutama di tengah net sell asing yang sudah mencapai Rp94,87 triliun hingga 23 Oktober 2026.
Beberapa langkah praktis yang bisa dipertimbangkan investor:
Pahami jadwal FOMC. Catat tanggal rapat The Fed berikutnya (8-9 Desember 2026) supaya tidak kaget dengan volatilitas di sekitar tanggal tersebut.
Fokus pada nada, bukan hanya angka. Keputusan yang sesuai ekspektasi biasanya sudah diperhitungkan pasar; yang menggerakkan IHSG adalah sinyal untuk rapat berikutnya.
Pantau rupiah dan aliran dana asing. Dua indikator ini sering lebih cepat menunjukkan dampak keputusan The Fed dibandingkan IHSG.
Kelola risiko saat volatilitas tinggi. Saat IHSG anjlok tajam, hindari keputusan impulsif, sesuaikan ukuran posisi, dan pastikan setiap transaksi punya batas risiko yang jelas.
Kenali sektor yang sensitif. Pahami seberapa besar eksposur portofolio Anda ke sektor yang paling terdampak suku bunga dan nilai tukar.
Baca Juga:
FAQ
Kapan keputusan The Fed Oktober 2026 diumumkan? Keputusan The Fed Oktober 2026 diumumkan Kamis, 29 Oktober 2026 sekitar pukul 01.00 WIB, atau Rabu, 28 Oktober 2026 pukul 14.00 waktu New York. Konferensi pers Ketua The Fed Kevin Warsh menyusul sekitar 30 menit kemudian.
Kenapa IHSG turun saat suku bunga The Fed naik? IHSG cenderung turun saat suku bunga The Fed naik karena aset dolar AS jadi lebih menarik, sehingga investor asing menarik dana dari pasar saham Indonesia. Aksi jual asing dan pelemahan rupiah kemudian menekan IHSG.
Berapa suku bunga The Fed saat ini? Suku bunga The Fed berada di kisaran 3,75%-4,00% sejak 16 September 2026, setelah naik 25 bps. Angka ini berlaku hingga ada keputusan baru dari rapat FOMC.
Apa itu dot plot The Fed? Dot plot The Fed adalah grafik proyeksi suku bunga dari setiap pejabat FOMC, yang dirilis empat kali setahun. Dot plot September 2026 menunjukkan mayoritas pejabat memproyeksikan suku bunga sekitar 4,1% pada akhir 2026.
Apakah IHSG pasti naik kalau The Fed menurunkan suku bunga? IHSG tidak pasti naik saat The Fed menurunkan suku bunga, karena IHSG juga dipengaruhi faktor domestik seperti kinerja emiten, nilai tukar rupiah, dan kebijakan Bank Indonesia. Penurunan suku bunga The Fed umumnya hanya memperbaiki sentimen dan peluang masuknya dana asing.
Ditinjau oleh
Tasrul Tanar, CSA Senior Analyst KAF Sekuritas Indonesia
Tasrul Tanar, CSA adalah Senior Analyst KAF Sekuritas Indonesia dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di dunia riset dan pasar modal Indonesia. Memegang sertifikasi Certified Securities Analyst (CSA) dan Wakil Penjamin Emisi Efek (WPEE), ia berfokus pada riset saham, analisis fundamental dan teknikal, analisis emiten, IHSG, strategi investasi, dan perkembangan pasar modal Indonesia.
Melalui riset berbasis data dan pengalaman panjang di industri pasar modal, Tasrul Tanar menghadirkan analisis saham Indonesia, prospek saham, berita pasar saham, dan strategi investasi untuk membantu investor memahami peluang dan risiko di pasar modal secara lebih terukur.
Seputar KAF Sekuritas Indonesia
KAF Sekuritas Indonesia adalah perusahaan sekuritas di Indonesia yang menyediakan layanan investasi dan perdagangan saham bagi investor ritel maupun institusi. Didukung pengalaman di industri pasar modal, KAF Sekuritas Indonesia menghadirkan akses online trading saham, data pasar, riset saham, analisis emiten, sesi konsultasi langsung dengan senior analyst, dan informasi pasar modal Indonesia untuk membantu investor mengambil keputusan investasi secara lebih percaya diri.
Disclaimer
Keputusan investasi dan trading sepenuhnya ada di tangan investor. Artikel ini bersifat edukasi dan informasi, bukan rekomendasi beli/jual.
Referensi
Fortune IDN, "The Fed Naikkan Suku Bunga 25 Bps, Sinyalkan Kenaikan Lagi" (17 September 2026): https://www.fortuneidn.com/finance/the-fed-naikkan-suku-bunga-25-bps-sinyalkan-kenaikan-lagi-d7w02-00-lflgw-qytm66
KuCoin News, "Fed Dot Plot Shows 4.1% Rate Forecast by End of 2026" (September 2026): https://www.kucoin.com/news/flash/fed-dot-plot-shows-4-1-rate-forecast-by-end-of-2026
IDX Channel via RCTI+, "Tiga Petinggi The Fed Kecilkan Peluang Kenaikan Suku Bunga pada Oktober 2026": https://www.rctiplus.com/news/detail/idxchannel/5485054/tiga-petinggi-the-fed-kecilkan-peluang-kenaikan-suku-bunga-pada-oktober-2026
Infobanknews, "IHSG Ditutup Ambles Hampir 2 Persen, Dipicu Sentimen Ini" (27 Oktober 2026): https://infobanknews.com/ihsg-ditutup-ambles-hampir-2-persen-dipicu-sentimen-ini
Kompas.com, "IHSG Hari Ini (27/10) Ditutup Melemah 1,99 Persen ke Level 5.266,13" (27 Oktober 2026): https://money.kompas.com/read/2026/10/27/175349626/ihsg-hari-ini-27-10-ditutup-melemah-199-persen-ke-level-526613
IDX Channel via RCTI+, "Aksi Jual Investor Asing Tembus Rp94,87 Triliun Sepanjang 2026" (24 Oktober 2026): https://www.rctiplus.com/news/detail/ekonomi/5500807/aksi-jual-investor-asing-tembus-rp94-87-triliun-sepanjang-2026
Katadata, "Asing Berbalik Net Sell Jumbo Rp 10,24 Triliun, IHSG September Anjlok 6,96%" (5 Oktober 2026): https://katadata.co.id/finansial/bursa/6ac361850687a/asing-berbalik-net-sell-jumbo-rp-10-24-triliun-ihsg-september-anjlok-6-96
Kontan, "Rupiah Spot Ditutup Melemah 0,11% ke Rp 18.080 per Dolar AS pada Jumat (23/10)": https://investasi.kontan.co.id/news/rupiah-spot-ditutup-melemah-011-ke-rp-18080-per-dolar-as-pada-jumat-2310
Bisnis.com, "IHSG Ambruk, Asing Net Sell Jumbo di Saham Big Banks BBCA-BMRI" (18 Oktober 2026): https://market.bisnis.com/read/20261018/7/2013517/ihsg-ambruk-asing-net-sell-jumbo-di-saham-big-banks-bbca-bmri
Raillynews, "Announcement Date for Fed Interest Rate Decision Set for October 28" (Oktober 2026): https://raillynews.com/2026/10/announcement-date-for-fed-interest-rate-decision-set-for-october-28/


Komentar