Mengenal Pasar Reguler, Pasar Negosiasi, dan Pasar Tunai di dalam Bursa Saham
- 17 Jan 2024
- 2 menit membaca
Diperbarui: 26 Feb
Setelah melalui proses initial public offering (IPO) di pasar perdana, saham akan diperdagangkan di pasar sekunder. Hasil penjualan saham di pasar sekunder tidak lagi masuk ke emiten seperti halnya pasar perdana, tetapi ke sesama investor yang melakukan transaksi melalui proses bid dan offer.
Harga saham di pasar sekunder akan mengalami kenaikan dan penurunan dari harga awal ketika IPO sesuai aturan auto rejection Jakarta Automated Trading System (JATS). Selain berdasarkan angka bid dan offer, dinamika harga saham juga dipengaruhi oleh sejumlah faktor seperti kinerja perusahaan dan sentimen pasar.

Segmen Pasar Sekunder
Pasar sekunder terbagi menjadi beberapa jenis yang memiliki kriteria sesuai ketentuan Bursa Efek Indonesia. Perbedaan mendasar dari masing-masing segmen ada pada tujuan penggunaan, satuan perdagangan, jam perdagangan, serta mekanisme penyelesaian transaksi.
1. Pasar Reguler (RG)
Pasar reguler digunakan sehari-hari oleh investor retail (individu) maupun institusi. Satuan perdagangan di pasar reguler adalah lot yang mana 1 lot sama dengan 100 lembar saham.
Pasar ini berlangsung pada sesi I dan II perdagangan setiap hari bursa dengan mekanisme penyelesaian transaksi T+2 (dua hari bursa setelah terjadinya transaksi).
2. Pasar Negosiasi (NG)
Pasar negosiasi digunakan oleh investor yang hendak membeli atau menjual saham dengan sistem tawar-menawar, biasanya saham seharga Rp50 dan berjumlah besar. Satuan perdagangan sahamnya adalah lembar (tidak harus dalam lot).
Sama seperti pasar reguler, jam perdagangan pasar negosiasi ada di sesi I dan II. Namun, mekanisme penyelesaian transaksinya tidak T+2, melainkan sesuai kesepakatan penjual dan pembeli yang tetap dalam pengawasan bursa.
3. Pasar Tunai (TN)
Pasar tunai pada umumnya digunakan untuk menyelesaikan kegagalan transaksi di pasar reguler atau negosiasi. Karakteristiknya mirip seperti pasar reguler, tetapi jam perdagangan hanya di sesi I dengan mekanisme penyelesaian transaksi di diselesaikan di hari yang sama (T+0). Selain itu, pasar tunai juga digunakan untuk transaksi Hak Membeli Efek Terlebih Dahulu (HMETD alias right issue) dan waran.
Ringkasan Perbedaan Karakteristik Pasar Reguler, Negosiasi, dan Tunai
Pasar Reguler | Pasar Negosiasi | Pasar Tunai |
Digunakan sehari-hari oleh investor retail maupun institusi. | Digunakan oleh investor yang hendak membeli atau menjual saham dengan sistem tawar-menawar. | Biasa digunakan untuk transaksi HMETD, waran, dan menyelesaikan kegagalan transaksi di pasar reguler atau negosiasi. |
Satuan perdagangannya adalah lot saham. | Satuan perdagangannya adalah lembar saham. | Satuan perdagangannya adalah lot saham. |
Jam perdagangan di sesi I & II | Jam perdagangan di sesi I & II | Jam perdagangan hanya di sesi I |
Mekanisme penyelesaian T+2 | Mekanisme penyelesaian sesuai kesepakatan penjual dan pembeli di bawah pengawasan bursa. | Mekanisme penyelesaian T+0 |
Sobat KAF lebih suka transaksi saham di pasar reguler, pasar negosiasi, atau pasar tunai? Semuanya bisa pakai KAF ETRADE, lho.
KAF Sekuritas menyediakan platform online trading KAF ETRADE (powered by Neo BOFIS) guna mendukung peluang #InvestasiSehat setiap nasabah. Transaksi saham jadi lebih mudah dengan segudang fitur profesional untuk pengambilan keputusan investasi yang tepat.
Unduh aplikasi Neo BOFIS di Play Store dan App Store, sekarang!
Disclaimer: Konten dibuat untuk tujuan edukasi, bukan rekomendasi membeli atau menjual saham tertentu. PT KAF Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).





A prop firm pass rate calculator helps traders estimate their chances of successfully passing a funded trading challenge based on their trading performance. It provides a quick and simple way to review important metrics, improve risk management, and understand where adjustments may be needed. Fundedfirm offers traders valuable insights to evaluate their progress and prepare for upcoming challenges with greater confidence. By analyzing your results before taking the next challenge, you can identify strengths, reduce common mistakes, and improve your consistency for better long-term trading performance.
Georgia has become one of the popular destinations for Indian students who want to study MBBS abroad. MBBS colleges in Georgia offer globally recognized medical education, modern infrastructure, English-medium programs, and affordable tuition fees compared to many private medical colleges in India. Many universities also follow international teaching standards and provide clinical exposure to help students build strong medical careers. For students planning to study medicine overseas, Georgia can be a good option with proper university selection and guidance.
This is a clear and helpful explanation of the regular, negotiated, and cash markets in the Indonesian stock exchange. It simplifies a complex system and makes it easier to understand how different trading mechanisms serve different purposes, from standard retail trading to large negotiated transactions and same-day settlements.
Overall, a very useful read for anyone trying to understand market structure better.
Just like financial concepts need clarity, students also benefit from support such as physics assignment help services to simplify complex academic topics.
Mình có lần lướt đọc mấy trao đổi trên mạng شيخ روحاني thì thấy nhắc nên cũng tò mò mở ra xem thử cho biết. Mình không tìm hiểu sâu rauhane chỉ xem qua trong thời gian ngắn để quan sát bố cục s3udy cách sắp xếp các mục và trình bày nội dung tổng thể. Cảm giác là các phần được trình bày khá gọn, các mục rõ ràng nên đọc lướt cũng không bị rối Berlinintim, với mình như vậy là đủ để nắm tin cơ bản rồi. q8yat
MBBS in Nepal can be a good option for students who want a nearby country with a familiar education pattern, but proper verification of college recognition is very important.