Riset dan Stock Pick Tasrul Tanar, CSA 23 September 2026: Rekomendasi Saham Hari Ini AADI, JPFA & NRCA Saat IHSG Oversold

Mengawali Rekomendasi Saham Hari ini dari IHSG berada di level 6.277, turun 1,69%, berdasarkan data penutupan terakhir dalam Technical Daily KAF Sekuritas edisi 23 September 2026, dan kini masuk zona oversold dengan target konsolidasi di 6.450.
Dalam stock pick Tasrul Tanar hari ini, tiga saham yang menjadi sorotan adalah AADI, JPFA, dan NRCA. Ketiganya sama-sama berada di zona Buy on Weakness setelah terkoreksi di bawah lower line, dengan indikator momentum yang sudah oversold, sekaligus mendapat rekomendasi Buy secara fundamental dari Tim Riset KAF Sekuritas.
Seluruh angka di artikel ini bersumber dari riset first-party KAF Sekuritas, bukan dari pihak ketiga.
Key Takeaways Stock Pick 23 September 2026 AADIĀ (Adaro Andalan Indonesia): entry Rp11.025, TP1 Rp11.450, TP2 Rp11.650, cut loss Rp10.800. JPFAĀ (Japfa Comfeed Indonesia): entry Rp2.210, TP1 Rp2.300, TP2 Rp2.350, cut loss Rp2.150. NRCAĀ (Nusa Raya Cipta): entry Rp535, TP1 Rp570, TP2 Rp585, cut loss Rp515. Ketiga saham berstatus Buy on Weakness, sehingga entry dilakukan di area Support 1, bukan di harga terakhir. IHSG di 6.277 (-1,69%): Support 1 di 6.225, Resistance 1 di 6.375, critical level 6.125. Hari ini pasar menanti keputusan BI Rate; konsensus memperkirakan BI Rate tetap 5,75%.
Daftar Isi
Konteks Pasar Hari Ini
Tekanan di pasar modal Indonesia berasal dari sisi makro menjelang pengumuman keputusan BI Rate. Pada Selasa, 22 September 2026, pasar Surat Berharga Negara (SBN) mengalami tekanan jual di mayoritas tenor. Yield SBN 10 tahun naik 1 bps menjadi 7,12%, sementara yield tenor 5 tahun naik 3,5 bps menjadi 6,98%. Kondisi ini berlawanan dengan yield obligasi negara lain yang cenderung turun, termasuk US Treasury yang turun 3,5 bps menjadi 4,95%.
Rupiah pada perdagangan yang sama melemah hingga Rp17.872/US$, level terendah sekitar empat pekan terakhir. Tekanan eksternal masih bersumber dari kenaikan suku bunga global, penguatan dolar AS, serta harga minyak di sekitar US$100 per barel. Konsensus Bloomberg menunjukkan 32 dari 35 ekonom dan analis memperkirakan BI Rate tetap di 5,75%, sementara 3 ekonom memperkirakan kenaikan 25 bps menjadi 6%.
Dari sisi fiskal, pemerintah telah melunasi seluruh utang obligasi BLBI kepada Bank Indonesia senilai Rp218,3 triliun, dengan pembayaran terakhir pada 24 Agustus 2026. Sementara itu, IMF memperkirakan utang luar negeri Indonesia sekitar 29,7% PDB pada 2026 dan menilai risiko sovereign stress Indonesia dalam jangka menengah relatif rendah, meski biaya pinjaman dan rasio pembayaran utang terhadap penerimaan pajak dinilai relatif tinggi.
Data performa sektoral tidak tersedia dalam riset yang diberikan, sehingga sektor terkuat dan terlemah tidak dicantumkan dalam riset saham hari ini.
Prediksi IHSG Hari Ini 23 September 2026
Berdasarkan analisa teknikal saham dari Technical Daily KAF Sekuritas edisi 23 September 2026, IHSG diproyeksikan bergerak konsolidasi dengan target 6.450 (+2,76%).
IHSG berada di zona Buy on Weakness untuk horizon jangka pendek. Harga terakhir 6.277 (-1,69%) berada di bawah lower line, yang menandakan pullback cukup dalam dan mulai mengancam tren. Tim Riset KAF menilai kondisi ini belum ideal untuk akumulasi dan masih memerlukan konfirmasi pemulihan. R-squared 0,778 menunjukkan tren masih cukup kuat dan valid.
Dari sisi momentum, z-score -1,22 menunjukkan kondisi oversold, sementara slope 12,92 menandakan tren naik masih punya momentum positif. Volume tercatat 282.625.433 dibanding rata-rata 272.932.429 (volume ratio 1,04x), dengan indikasi net buy asing. Momentum bearish masih kuat (MACD -18,62, signal -12,78, histogram -5,84), namun MFI 16,82, RSI 5,29, W%R -90,14, dan CMO -89,42 sudah berada di zona oversold sehingga peluang rebound tetap terbuka.
Level IHSG | Angka | Jarak dari Harga Terakhir |
Resistance 2 | 6.450 | +2,76% |
Resistance 1 | 6.375 | +1,56% |
Harga Terakhir | 6.277 | -1,69% (perubahan harian) |
Support 1 | 6.225 | -0,83% |
Support 2 | 6.150 | -2,02% |
Critical Level | 6.125 | -2,48% |
Peluang penguatan muncul jika IHSG menembus Resistance 1 di 6.375, sedangkan risiko meningkat jika Support 2 di 6.150 tertembus.
Selebihnya Anda bisa mendownload file ini:
Tabel Rekomendasi Saham Hari Ini
Stock pick hari ini dari KAF Sekuritas untuk perdagangan 23 September 2026 (data harga per penutupan 22 September 2026):
Kode Saham | Nama Perusahaan | Sinyal | Harga Terakhir | Entry (Support 1) | TP1 | TP2 | Batas Rugi | Target Fundamental 12 Bulan |
AADI | Adaro Andalan Indonesia | Buy on Weakness | Rp11.150 | Rp11.025 | Rp11.450 | Rp11.650 | Rp10.800 | Rp13.030 |
JPFA | Japfa Comfeed Indonesia | Buy on Weakness | Rp2.230 | Rp2.210 | Rp2.300 | Rp2.350 | Rp2.150 | Rp2.790 |
NRCA | Nusa Raya Cipta | Buy on Weakness | Rp550 | Rp535 | Rp570 | Rp585 | Rp515 | Rp670 |
Catatan: TP1 dan TP2 adalah target teknikal jangka pendek dari Technical Daily. Target Fundamental 12 Bulan berasal dari Fundamental Snapshot KAF Sekuritas dengan horizon dan metodologi berbeda (valuasi P/E), sehingga keduanya tidak untuk dibandingkan langsung.
1. AADI ā Adaro Andalan Indonesia
Stock pick hari ini yang pertama dari AADI, yang mana Data per 22 September 2026:
Harga Terakhir:Ā Rp11.150 (-3,87%)
Sinyal:Ā Buy on Weakness
Entry (Support 1):Ā Rp11.025
Target Harga 1 (Resistance 1):Ā Rp11.450
Target Harga 2 (Resistance 2):Ā Rp11.650
Batas Rugi / Cut Loss:Ā Rp10.800
Target Fundamental 12 Bulan (KAF Sekuritas):Ā Rp13.030 (Buy)
Analisa saham AADI hari ini
Adaro Andalan Indonesia saham turun 3,87% dan kini berada di bawah lower line, namun tren jangka pendeknya masih tergolong sangat kuat dengan R-squared 0,897 dan slope 77,51. Kondisi oversold terlihat dari z-score -1,64, RSI 3,17, MFI 2,41, dan CMO -93,66, sementara volume naik ke 12.207.700 (volume ratio 1,19x) dengan indikasi net buy asing. Momentum bearish masih kuat (MACD -91,38, histogram -76,58), sehingga Tim Riset KAF menilai saham AADI hari ini belum menjadi area akumulasi dan masih memerlukan konfirmasi pemulihan.
Sisi fundamental:Ā Laba bersih AADI semester I-2026 naik 10,52% YoY menjadi US$473,77 juta, melampaui pertumbuhan pendapatan 6,13% YoY menjadi sekitar US$2,55 miliar. Penjualan domestik melonjak 34,2% YoY menjadi US$721 juta, sehingga porsinya naik menjadi 28,3% dari total pendapatan. KAF Sekuritas menetapkan target harga saham AADI secara fundamental di Rp13.030 untuk horizon 12 bulan (P/E 6,0x atas estimasi EPS FY2026E), dengan valuasi saat ini di P/E implisit sekitar 5,1x.
Level AADI | Harga | Jarak dari Harga Terakhir |
Resistance 2 (TP2) | Rp11.650 | +4,48% |
Resistance 1 (TP1) | Rp11.450 | +2,69% |
Support 1 (Entry) | Rp11.025 | -1,12% |
Support 2 | Rp10.825 | -2,91% |
Cut Loss | Rp10.800 | -3,24% |
Selebihnya Anda bisa mendownload file ini :
2. JPFA ā Japfa Comfeed Indonesia
Stock pick hari ini yang kedua dari JPFA, Data per 22 September 2026:
Harga Terakhir:Ā Rp2.230 (-1,76%)
Sinyal:Ā Buy on Weakness
Entry (Support 1):Ā Rp2.210
Target Harga 1 (Resistance 1):Ā Rp2.300
Target Harga 2 (Resistance 2):Ā Rp2.350
Batas Rugi / Cut Loss:Ā Rp2.150
Target Fundamental 12 Bulan (KAF Sekuritas):Ā Rp2.790 (Buy)
Analisa saham JPFA hari ini
Saham JPFA hari ini terkoreksi 1,76% dan berada di bawah lower line, namun tren masih sangat kuat dengan R-squared 0,881 dan beta 0,89 yang menunjukkan pergerakan relatif moderat searah pasar. Z-score -1,56, RSI 6,06, MFI 8,78, dan W%R -91,73 mengindikasikan kondisi oversold dengan peluang rebound teknikal. Catatannya, volume hanya 6.096.100 dibanding rata-rata 16.296.891 (volume ratio 0,37x) dan terdapat indikasi net sell asing, sehingga minat transaksi masih lemah dan distribusi asing masih berlangsung.
Sisi fundamental:Ā Laba bersih JPFA semester I-2026 melonjak ke Rp2,48 triliun dari Rp1,24 triliun pada periode sama 2025, dengan pendapatan tumbuh 29% YoY menjadi Rp35,36 triliun. Namun, laba Q2 2026 standalone yang terimplikasi hanya sekitar Rp0,66 hingga Rp0,67 triliun, jauh di bawah Q1 2026 yang mencapai Rp1,81 hingga Rp1,82 triliun. Rekomendasi saham JPFA dari KAF Sekuritas secara fundamental adalah Buy dengan target Rp2.790 untuk horizon 12 bulan, pada valuasi P/E implisit sekitar 4,8x.
Level JPFA | Harga | Jarak dari Harga Terakhir |
Resistance 2 (TP2) | Rp2.350 | +5,38% |
Resistance 1 (TP1) | Rp2.300 | +3,14% |
Support 1 (Entry) | Rp2.210 | -0,90% |
Support 2 | Rp2.160 | -3,14% |
Cut Loss | Rp2.150 | -3,72% |
Selebihnya Anda bisa mendownload file ini:
3. NRCA ā Nusa Raya Cipta
Data per 22 September 2026:
Harga Terakhir:Ā Rp550 (-1,78%)
Sinyal:Ā Buy on Weakness
Entry (Support 1):Ā Rp535
Target Harga 1 (Resistance 1):Ā Rp570
Target Harga 2 (Resistance 2):Ā Rp585
Batas Rugi / Cut Loss:Ā Rp515
Target Fundamental 12 Bulan (KAF Sekuritas):Ā Rp670 (Buy)
Analisa saham NRCA hari ini
NRCA terkoreksi 1,78% ke bawah lower line dengan R-squared 0,812 dan korelasi 0,94 terhadap pasar. Yang perlu dicatat, beta 1,80 menunjukkan pergerakan saham ini jauh lebih agresif dan volatil dibanding pasar. Secara teknikal terjadi bearish crossover (MACD -0,10 menembus ke bawah signal 0,42), namun RSI 7,93, MFI 7,45, dan CMO -84,14 sudah berada di zona oversold, didukung indikasi net buy asing di tengah volume yang relatif pasif (volume ratio 0,98x).
Sisi fundamental:Ā Manajemen NRCA menargetkan kontrak baru Rp4 triliun pada 2026, naik 29% dari realisasi Rp3,1 triliun pada 2025, dengan target pendapatan Rp3,8 triliun yang ditopang sisa kontrak (order book) Rp3,34 triliun per akhir 2025.
NRCA juga membagikan dividen sekitar Rp40 per saham untuk tahun buku 2025, setara estimasi dividend yield sekitar 7,3% pada harga 22 September 2026. Target harga saham NRCA secara fundamental dari KAF Sekuritas adalah Rp670 untuk horizon 12 bulan (P/E 9,0x atas estimasi EPS FY2026E).
Level NRCA | Harga | Jarak dari Harga Terakhir |
Resistance 2 (TP2) | Rp585 | +6,36% |
Resistance 1 (TP1) | Rp570 | +3,64% |
Support 1 (Entry) | Rp535 | -2,73% |
Support 2 | Rp520 | -5,45% |
Cut Loss | Rp515 | -6,80% |
Selebihnya Anda bisa mendownload file ini:
Faktor Risiko Utama Stock Pick Hari Ini
Stock pick Tasrul Tanar hari ini tetap memiliki risiko yang perlu diperhitungkan sebelum mengambil posisi.
Risiko pasar umum:Ā Seluruh saham berada di bawah lower line dengan momentum bearish yang masih kuat, dan Tim Riset KAF menegaskan kondisinya belum menjadi area akumulasi karena masih memerlukan konfirmasi pemulihan. Keputusan BI Rate, pelemahan rupiah ke Rp17.872/US$, dan tekanan di pasar SBN berpotensi menambah volatilitas IHSG. Jika IHSG menembus Support 2 di 6.150, risiko pelemahan lanjutan meningkat.
AADI:Ā Harga Batu Bara Acuan (HBA) periode kedua September 2026 mayoritas turun dan menjadi faktor risiko utama bagi margin. Ekspor ke China dan India juga melemah masing-masing 8,6% dan 2,5% YoY. Secara teknikal, pelemahan berlanjut jika Support 2 di Rp10.825 tertembus.
JPFA:Ā Laba Q2 2026 standalone melambat tajam dibanding Q1 2026, dan realisasi H2 2026 berpotensi lebih rendah jika tren ini berlanjut. JPFA juga bergantung pada impor jagung dan bungkil kedelai, sehingga sensitif terhadap pelemahan rupiah. Dari sisi teknikal, volume yang sangat rendah (0,37x) dan indikasi net sell asing menunjukkan tekanan distribusi yang masih berlangsung.
NRCA:Ā Beta 1,80 membuat NRCA sangat volatil, dan jarak cut loss di Rp515 mencapai -6,80% dari harga terakhir, paling lebar di antara tiga saham ini. Bearish crossover MACD menandakan momentum jual mulai menguat. Secara fundamental, persaingan tender proyek non-tol pasca berakhirnya era tol besar-besaran berpotensi menekan margin, dan kegagalan mencapai target kontrak baru Rp4 triliun dapat menekan proyeksi pertumbuhan.
Kesimpulan
Stock pick Tasrul Tanar untuk 23 September 2026 menempatkan AADI, JPFA, dan NRCA di zona Buy on Weakness setelah ketiganya terkoreksi ke bawah lower line dengan indikator yang sudah oversold, didukung rekomendasi Buy secara fundamental dari KAF Sekuritas.
AADI disorot karena perbaikan margin dan diversifikasi pasar domestik (entry Rp11.025, TP1 Rp11.450, TP2 Rp11.650, cut loss Rp10.800), JPFA karena kinerja H1 2026 yang solid dan valuasi murah (entry Rp2.210, TP1 Rp2.300, TP2 Rp2.350, cut loss Rp2.150), serta NRCA karena visibilitas order book dan target ekspansi kontrak (entry Rp535, TP1 Rp570, TP2 Rp585, cut loss Rp515). Karena konfirmasi pemulihan belum terjadi, disiplin menunggu harga di area Support 1 dan menjaga batas cut loss menjadi kunci.
Pertanyaan Umum
Apa bisnis utama Adaro Andalan Indonesia (AADI)?
AADI merupakan entitas hasil spin-off lini bisnis batu bara termal PT Adaro Energy Indonesia Tbk yang tercatat di BEI sejak akhir 2024. AADI adalah produsen dan eksportir batu bara termal dengan basis tambang utama di Kalimantan Selatan, didukung infrastruktur logistik terintegrasi dan pembangkit listrik captive.
Apa bisnis utama Japfa Comfeed Indonesia (JPFA)?
JPFA adalah perusahaan agribisnis terintegrasi yang mencakup produksi pakan ternak, pembibitan ayam (DOC), peternakan ayam pedaging, pemrosesan daging ayam, hingga produk konsumen bermerek seperti So Good dan So Nice.
Apa bisnis utama Nusa Raya Cipta (NRCA)?
NRCA adalah kontraktor konstruksi sipil dan bangunan skala menengah-besar yang merupakan anak usaha PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA). Sekitar 99,75% pendapatannya berasal dari jasa konstruksi.
Apa arti sinyal Buy on Weakness dan kenapa entry di Support 1?
Buy on Weakness berarti pembelian dilakukan saat harga melemah ke area support, bukan langsung di harga terakhir. Dalam stock pick ini, entry ditempatkan di Support 1 agar posisi diambil di harga yang lebih rendah, dengan TP1 di Resistance 1 dan TP2 di Resistance 2. Jika harga tidak turun ke Support 1, order tidak perlu dikejar.
Apa bedanya TP1, TP2, dan target fundamental 12 bulan?
TP1 dan TP2 adalah target harga saham jangka pendek berbasis analisa teknikal (Resistance 1 dan Resistance 2). Target fundamental 12 bulan berasal dari valuasi P/E Tim Riset KAF dengan horizon yang jauh lebih panjang, sehingga lebih relevan untuk investor jangka menengah dibanding untuk saham untuk trading hari ini.
Kapan harus cut loss?
Batas rugi dalam riset ini adalah Rp10.800 untuk AADI, Rp2.150 untuk JPFA, dan Rp515 untuk NRCA. Jika harga menembus level tersebut, posisi sebaiknya dievaluasi ulang untuk membatasi kerugian.
Bagaimana prediksi IHSG hari ini menurut KAF Sekuritas?
Technical Daily KAF Sekuritas edisi 23 September 2026 memproyeksikan IHSG bergerak konsolidasi dengan target 6.450, Support 1 di 6.225, Resistance 1 di 6.375, dan critical level di 6.125.
Apa itu stock pick Tasrul Tanar?
Stock pick Tasrul Tanar adalah seri riset saham harian dari Tim Riset KAF Sekuritas yang berisi pilihan saham, level entry, target harga, dan batas rugi, lengkap dengan konteks teknikal dan fundamental. Seluruh edisi dapat diakses di halaman Stock Pick by Tasrul Tanar.
Author Box
Ditulis oleh Tasrul Tanar, CSA, Senior Analyst KAF Sekuritas
Tasrul Tanar memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di dunia riset dan pasar modal Indonesia. Memegang sertifikasi Certified Securities Analyst (CSA) dan Wakil Penjamin Emisi Efek (WPEE), ia berfokus pada riset saham, analisis fundamental dan teknikal, analisis emiten, IHSG, strategi investasi, dan perkembangan pasar modal Indonesia.
Rekomendasi dalam artikel ini disusun berdasarkan Technical Daily dan Fundamental Snapshot KAF Sekuritas edisi 23 September 2026, hasil analisis independen Tim Riset KAF Sekuritas.
Tentang KAF Sekuritas Indonesia
KAF Sekuritas adalah perusahaan sekuritas di Indonesia yang menyediakan layanan investasi dan perdagangan saham bagi investor ritel maupun institusi, dengan akses online trading saham, data pasar, riset saham, analisis emiten, dan informasi pasar modal Indonesia.
Disclaimer
Konten dibuat untuk edukasi atau promosi layanan, bukan rekomendasi jual beli Efek tertentu. Setiap risiko dari keputusan investasi yang diambil dari informasi pada publikasi ini menjadi tanggung jawab masing-masing audiens. PT KAF Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Komentar