Riset & Stock Pick Tasrul Tanar, CSA 9 Oktober 2026: APEX, AKRA, DSNG Buy on Weakness, Data Terbaru

Stock pick Tasrul Tanar adalah daftar saham pilihan harian yang disusun Tasrul Tanar, CSA, analis KAF Sekuritas, berbasis analisis teknikal dan fundamental lengkap dengan level entry, target harga, dan cut loss. Untuk stock pick hari ini, Jumat 9 Oktober 2026, tiga saham masuk radar dengan sinyal Buy on Weakness: APEX, AKRA, dan DSNG, sementara IHSG ditutup di 6.031 (-1,88%) dan sudah masuk zona oversold.
Key Takeaways IHSG ditutup 6.031 (-1,88%) dengan RSI 23,83 dan z-score -1,40 (oversold). Support 1 di 6.000, critical level 5.900, target teknikal 6.200. Rekomendasi saham hari ini: APEX entry 172 (TP1 182, TP2 187, CL 165), AKRA entry 1.440 (TP1 1.490, TP2 1.510, CL 1.410), DSNG entry 1.460 (TP1 1.525, TP2 1.555, CL 1.415). Ketiga saham berstatus Buy on Weakness, jadi antre di Support 1, bukan kejar harga terakhir. Secara fundamental, AKRA dan DSNG berstatus ACCUMULATE, sedangkan APEX berstatus HOLD dengan target fundamental Rp170. Setup APEX murni trading jangka pendek. Rasio reward/risk ke TP2 berada di kisaran 2,1x sampai 2,3x untuk ketiga saham.
Daftar Isi:
Kenapa Stock Pick Hari Ini Fokus pada Saham Oversold?
IHSG terkoreksi 1,88% ke level 6.031 pada Kamis (8/10/2026) dengan volume 539,43 juta lembar, atau 1,68 kali rata-rata 321,52 juta lembar. Volume setinggi ini di tengah koreksi menandakan tekanan jual yang serius. Secara teknikal, IHSG masih dalam fase bearish continuation: MACD Optimized di -3,58 menembus ke bawah center line, slope -23,03, dan R-squared 0,837 menunjukkan tren turun yang konsisten.
Namun ada sisi lain yang tidak boleh diabaikan. Indikator momentum sudah berada di area jenuh jual: RSI 23,83, MFI 20,55, W%R -84,22, dan CMO -52,33. Z-score -1,40 juga mengonfirmasi kondisi oversold. Menariknya, data Technical Daily KAF mencatat indikasi net buy asing sepanjang periode tren, karena rata-rata pembelian asing lebih besar daripada rata-rata penjualan.
Kombinasi inilah yang membuat rekomendasi saham hari ini memilih pendekatan Buy on Weakness: menunggu harga turun ke support terdekat, bukan mengejar harga. Warren Buffett merumuskan logikanya dalam surat kepada pemegang saham Berkshire Hathaway tahun 1986: "We simply attempt to be fearful when others are greedy and to be greedy only when others are fearful." Kuncinya tetap disiplin pada level support dan cut loss.
Level Kunci IHSG Hari Ini
Level | Harga | Jarak dari 6.031 |
Resistance 2 | 6.200 | +2,80% |
Resistance 1 | 6.150 | +1,97% |
Support 1 | 6.000 | -0,51% |
Support 2 | 5.925 | -1,76% |
Critical level | 5.900 | -2,22% |
Peluang technical rebound terbuka bila IHSG mampu menembus Resistance 1 di 6.150. Sebaliknya, penembusan Support 2 di 5.925 membuka risiko pelemahan lanjutan menuju critical level 5.900.
Konteks Makro yang Perlu Diperhatikan
Keyakinan konsumen masih optimistis. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Bank Indonesia September 2026 turun tipis ke 118,1 dari 118,5, tetapi masih jauh di atas ambang 100. Indeks Ekspektasi Konsumen justru naik ke 128,7 dari 127,6.
Cadangan devisa stabil. Posisi akhir September 2026 tercatat US$146,3 miliar, turun tipis US$0,2 miliar dari Agustus, setara pembiayaan 5,3 bulan impor.
Arus modal asing belum solid. Hingga September, asing mencatat net sell Rp81,04 triliun di pasar saham, dengan rupiah di sekitar Rp17.887 per dolar AS.
Selebihnya Anda bisa mendownload file ini:
Daftar Stock Pick Tasrul Tanar 9 Oktober 2026
Aturan entry yang dipakai: untuk sinyal Buy on Weakness, entry di Support 1, TP1 di Resistance 1, dan TP2 di Resistance 2. Untuk sinyal Trading Buy, entry langsung di harga terakhir. Hari ini ketiga saham berstatus Buy on Weakness.
Saham | Harga Terakhir | Sinyal | Entry (S1) | TP1 (R1) | TP2 (R2) | Cut Loss | Reward/Risk ke TP2 |
APEX | 175 (-2,23%) | Buy on Weakness | 172 | 182 (+5,81%) | 187 (+8,72%) | 165 (-4,07%) | 2,14x |
AKRA | 1.450 (-3,33%) | Buy on Weakness | 1.440 | 1.490 (+3,47%) | 1.510 (+4,86%) | 1.410 (-2,08%) | 2,33x |
DSNG | 1.500 (-0,99%) | Buy on Weakness | 1.460 | 1.525 (+4,45%) | 1.555 (+6,51%) | 1.415 (-3,08%) | 2,11x |
Persentase TP dan cut loss dihitung dari harga entry. Harga terakhir adalah harga penutupan Kamis, 8 Oktober 2026.
1. APEX (Apexindo Pratama Duta): Oversold Bertemu Momentum Bullish
Strategi: Buy on Weakness | Entry 172 | TP1 182 | TP2 187 | Cut Loss 165
Analisis Teknikal Saham APEX
APEX ditutup di 175 (-2,23%) dan berada di bawah lower line. Pergerakan negatif dalam tren positif mengindikasikan pullback dalam, sehingga harga perlu konfirmasi pemulihan sebelum layak diakumulasi. R-squared 0,736 menunjukkan tren kuat, korelasi 0,87 dengan pasar, dan beta 1,32 berarti APEX bergerak lebih agresif dibandingkan IHSG.
Momentum: MACD Optimized mengonfirmasi momentum bullish kuat (MACD 0,17, signal 0,07, histogram 0,10).
Oversold: RSI 21,42, W%R -90,08, CMO -57,17, dan z-score -1,11 berada di area jenuh jual.
Asing: Ada indikasi net buy asing sepanjang periode tren.
Catatan risiko: Volume hanya 6,85 juta lembar atau 0,35 kali rata-rata 19,30 juta lembar, sehingga aktivitas transaksi melemah. MFI 24,97 juga masih bergerak turun.
Fundamental APEX: Kenapa Hanya untuk Trading
Di sisi fundamental, Fundamental Snapshot KAF menempatkan APEX pada rekomendasi HOLD dengan target harga Rp170 dan area akumulasi spekulatif Rp140 sampai Rp150.
Artinya, TP2 teknikal di 187 berada di atas nilai wajar fundamental, sehingga posisi APEX sebaiknya diperlakukan murni sebagai trading jangka pendek dengan porsi kecil.
Kinerja S1-2026: laba bersih US$2,57 juta (+242%), tetapi pendapatan turun 21,7% menjadi US$33,57 juta.
Restrukturisasi utang: RUPSLB 7 Oktober 2026 menyetujui penerbitan 218,09 juta saham seri B di Rp325 untuk mengonversi utang US$4,11 juta kepada HSBC. Kewajiban kepada kreditur sindikasi asing turun dari US$36,25 juta menjadi US$8,67 juta.
Kontrak baru: kontrak pengeboran lepas pantai dari Pertamina Hulu Mahakam senilai sekitar US$74,3 juta (2 tahun pasti plus 1 tahun opsi).
Valuasi: PER FY26E 7,4x, P/BV sekitar 0,48x, liabilitas terhadap ekuitas 2,52x.
Dalam laporannya, Tasrul Tanar menulis: "P/BV ±0,48x tampak murah, tetapi diskon itu mencerminkan leverage tinggi, laba yang tipis, dan riwayat restrukturisasi berulang." Beta 1,32 juga berarti APEX bisa jatuh lebih dalam dari pasar, jadi disiplin cut loss di 165 bersifat wajib.
Selebihnya Anda bisa download file ini:
2. AKRA (AKR Corporindo): Oversold, tetapi Distribusi Asing Masih Berjalan
Strategi: Buy on Weakness | Entry 1.440 | TP1 1.490 | TP2 1.510 | Cut Loss 1.410
Analisis Teknikal Saham AKRA
AKRA terkoreksi 3,33% ke 1.450 dan berada di bawah lower line. R-squared 0,742 menunjukkan tren kuat, korelasi 0,68 dengan pasar, dan beta 0,52 mencerminkan karakter defensif dengan fluktuasi lebih rendah dari IHSG.
Oversold: z-score -1,13, W%R -87,22, RSI 22,12, MFI 26,33, dan CMO -55,75.
Tren dasar: slope 3,21 menunjukkan tren naik yang masih kuat, dengan volatilitas rendah (PVR 1,26).
Catatan risiko: MACD Optimized membentuk bearish crossover (MACD 0,05 di bawah signal line 1,82). Volume hanya 0,48 kali rata-rata dan terdapat net sell asing, menandakan distribusi asing masih berlangsung.
Karena sinyal MACD dan arus asing masih negatif, entry di Support 1 (1.440) lebih aman dibandingkan membeli di harga terakhir. Jarak ke cut loss hanya 2,08%, paling ketat di antara ketiga saham.
Fundamental AKRA: ACCUMULATE, Target Rp1.565
Fundamental Snapshot KAF mempertahankan rekomendasi ACCUMULATE dengan target harga Rp1.565 (+7,9% dari 1.450) dan area akumulasi bertahap Rp1.350 sampai Rp1.400.
Kinerja S1-2026: laba bersih Rp1,43 triliun (+21,2% YoY) dengan pendapatan Rp30,84 triliun (+44,0%).
JIIPE jadi motor: pendapatan kawasan industri JIIPE naik 102% menjadi Rp1,71 triliun, dan pendapatan utilitas yang berulang naik 37%.
Sinyal pengendali: PT Arthakencana Rayatama membeli 4,01 juta saham di Rp1.395 pada Agustus 2026.
Penahan sentimen: kebijakan dividen tahun buku 2026 diturunkan menjadi minimal 30% dari laba, jauh di bawah payout FY2025 sebesar 80,08%.
Valuasi: PER FY26E 10,2x dengan ROE sekitar 17,4%.
Selebihnya Anda bisa download file ini:
3. DSNG (Dharma Satya Nusantara): Oversold Ekstrem, Fundamental Paling Kuat
Strategi: Buy on Weakness | Entry 1.460 | TP1 1.525 | TP2 1.555 | Cut Loss 1.415
Analisis Teknikal DSNG
DSNG ditutup di 1.500 (-0,99%) dan berada di bawah lower line. R-squared 0,840 menunjukkan tren sangat kuat, korelasi 0,75 dengan pasar, dan beta 0,62 menandakan karakter defensif.
Oversold ekstrem: RSI 3,32, MFI 8,60, dan CMO -93,36. Z-score -1,41 menjadi yang terdalam di antara ketiga saham.
Tren dasar: slope 7,31 menunjukkan tren naik kuat, dengan volatilitas rendah (PVR 1,72).
Catatan risiko: MACD Optimized masih bearish sangat kuat (MACD -4,97, signal -2,58, histogram -2,39). Volume 0,51 kali rata-rata dan terdapat net sell asing.
Entry di 1.460 berjarak 2,67% di bawah harga terakhir. Kalau harga tidak turun ke level tersebut, lebih baik menunggu daripada mengejar.
Fundamental DSNG: ACCUMULATE, Target Rp1.700
Dari ketiga saham, DSNG punya kesesuaian paling baik antara teknikal dan fundamental. Fundamental Snapshot KAF memberi rekomendasi ACCUMULATE dengan target harga Rp1.700 (+13,3% dari 1.500) dan area akumulasi Rp1.420 sampai Rp1.480. Entry teknikal 1.460 berada tepat di dalam area tersebut.
Kinerja S1-2026: laba bersih Rp985,88 miliar (+7,8% YoY) dengan pendapatan Rp6,29 triliun (+3,4%).
Laba berkualitas: beban keuangan turun 26,9% menjadi Rp169,5 miliar, dan rendemen (OER) membaik ke 23,51%.
Katalis harga CPO: mandatori biodiesel B50 berlaku sejak 1 Juli 2026, dan harga referensi CPO Oktober naik 3,44% ke US$1.042,15 per ton.
Valuasi: PER FY26E 7,9x dan EV/EBITDA sekitar 4,5x untuk ROE sekitar 16%.
Risiko: TBS olah turun 4,5% dan segmen engineered flooring anjlok 64%.
Selebihnya Anda bisa download file ini:
Perbandingan Teknikal dan Fundamental Ketiga Saham
Saham | Sinyal Teknikal | Rekomendasi Fundamental | Target Fundamental | Area Akumulasi Fundamental | Arus Asing | Beta |
APEX | Buy on Weakness | HOLD | Rp170 | Rp140 sampai Rp150 | Net buy | 1,32 |
AKRA | Buy on Weakness | ACCUMULATE | Rp1.565 | Rp1.350 sampai Rp1.400 | Net sell | 0,52 |
DSNG | Buy on Weakness | ACCUMULATE | Rp1.700 | Rp1.420 sampai Rp1.480 | Net sell | 0,62 |
Kesimpulan untuk Para Investor
Pasang antrean, jangan kejar harga. Ketiga rekomendasi saham hari ini berstatus Buy on Weakness. Pasang order beli di Support 1 (APEX 172, AKRA 1.440, DSNG 1.460) dan biarkan harga yang datang.
Pantau IHSG di 6.000 dan 5.900. Selama IHSG bertahan di atas critical level 5.900, peluang technical rebound masih terbuka. Penembusan di bawahnya meningkatkan risiko semua posisi.
Ambil untung bertahap. Realisasikan sebagian posisi di TP1 dan sisanya di TP2. Setelah TP1 tercapai, geser cut loss ke harga entry agar posisi tidak berubah menjadi rugi.
Bedakan trading dan investasi. DSNG dan AKRA didukung fundamental ACCUMULATE, jadi cocok juga untuk investor jangka menengah. APEX berstatus HOLD secara fundamental, jadi perlakukan murni sebagai trading dengan porsi kecil.
Cut loss tanpa negosiasi. APEX di 165, AKRA di 1.410, DSNG di 1.415. Disiplin ini yang menjaga modal saat pasar masih dalam fase bearish continuation.
Arsip lengkap dan edisi sebelumnya bisa dibaca di halaman Stock Pick by Tasrul Tanar. Untuk memahami prospek sektor perkebunan di balik DSNG, baca juga analisis saham sawit KAF Sekuritas, dan Buka rekening saham online di KAF Sekuritas.
FAQ Seputar Stock Pick Hari Ini
1. Apa itu stock pick Tasrul Tanar? Ini adalah rekomendasi saham hari ini yang disusun Tasrul Tanar, CSA dari KAF Sekuritas. Setiap edisi memuat sinyal (Buy on Weakness atau Trading Buy), harga entry, TP1, TP2, dan cut loss berdasarkan analisis teknikal, dilengkapi data fundamental.
2. Apa beda Buy on Weakness dan Trading Buy? Buy on Weakness berarti menunggu harga turun ke Support 1 sebelum membeli, dengan TP1 di Resistance 1 dan TP2 di Resistance 2. Trading Buy berarti entry langsung di harga terakhir karena momentum sudah mendukung.
3. Saham mana yang paling menarik di stock pick hari ini? Dari sisi keselarasan teknikal dan fundamental, DSNG paling solid: entry 1.460 berada di dalam area akumulasi fundamental Rp1.420 sampai Rp1.480, dengan target fundamental Rp1.700. Untuk reward/risk teknikal, AKRA tertinggi di 2,33x.
4. Kenapa APEX masuk daftar padahal fundamentalnya HOLD? Sinyal teknikal APEX (MACD bullish, oversold, net buy asing) membuka peluang rebound jangka pendek. Namun karena target fundamental Rp170 lebih rendah dari TP2 teknikal 187, APEX cocok hanya untuk trading cepat dengan porsi kecil dan cut loss ketat di 165.
5. Apa yang harus dilakukan kalau harga tidak turun ke level entry? Jangan dikejar. Order Buy on Weakness yang tidak terisi berarti setup belum valid. Tunggu edisi stock pick Tasrul Tanar berikutnya untuk pembaruan level.
Author Box
Tasrul Tanar, CSA | Senior Analyst KAF Sekuritas
Tasrul Tanar adalah Senior Analyst KAF Sekuritas dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di dunia riset dan pasar modal Indonesia. Memegang sertifikasi Certified Securities Analyst (CSA) dan Wakil Perantara Pedagang Efek (WPEE), ia berfokus pada riset saham, analisis fundamental dan teknikal, analisis emiten, IHSG, strategi investasi, dan perkembangan pasar modal Indonesia. Seri stock pick Tasrul Tanar disusun berdasarkan riset first-party Tim Riset KAF Sekuritas, yaitu Technical Daily dan Fundamental Snapshot edisi 7 Oktober 2026.
Seputar KAF Sekuritas
KAF Sekuritas adalah perusahaan sekuritas di Indonesia yang menyediakan layanan investasi dan perdagangan saham bagi investor ritel maupun institusi. Didukung pengalaman di industri pasar modal, KAF Sekuritas menghadirkan akses online trading saham, data pasar, riset saham, analisis emiten, dan informasi pasar modal Indonesia untuk membantu investor mengambil keputusan investasi secara lebih percaya diri.
Disclaimer
Konten dibuat untuk edukasi atau promosi layanan, bukan rekomendasi jual beli Efek tertentu. Setiap risiko dari keputusan investasi yang diambil dari informasi pada publikasi ini menjadi tanggung jawab masing-masing audiens. PT KAF Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Referensi
KAF Sekuritas, Technical Daily 9 Oktober 2026 (data teknikal IHSG, APEX, AKRA, DSNG, dan berita ekonomi).
KAF Sekuritas, Fundamental Snapshot APEX, AKRA, dan DSNG, 9 Oktober 2026.
EmitenNews, "HSBC Masuk, Apexindo (APEX) Siapkan 218 Juta Saham Baru". https://emitennews.com/news/hsbc-masuk-apexindo-apex-siapkan-218-juta-saham-baru
Kontan, "Apexindo (APEX) Dapat Kontrak dari Pertamina, Nilainya US$74,3 Juta". https://investasi.kontan.co.id/news/apexindo-apex-dapat-kontrak-dari-pertamina-nilainya-us-743-juta
IDNFinancials, "Apexindo Pratama secures USD 74.3 million contract from Pertamina". https://www.idnfinancials.com/news/67615/apexindo-pratama-secures-usd-74-3-million-contract-from-pertamina
Bisnis.com, "AKRA Bagi Dividen Rp1 Triliun, Laba Tembus Rp1,43 Triliun" (23 Juli 2026). https://market.bisnis.com/read/20260723/192/1990566/akra-bagi-dividen-rp1-triliun-laba-tembus-rp143-triliun
Katadata, "Dividen AKR Corporindo (AKRA) Potensi Susut, Rasio Tahun Buku 2026 Jadi 30%" (8 September 2026). https://katadata.co.id/finansial/bursa/6a9fb06cd079d/dividen-akr-corporindo-akra-potensi-susut-rasio-tahun-buku-2026-jadi-30
Stockwatch, "DSNG Cetak Laba Rp985,88 Miliar di Semester I 2026, Bisnis Sawit Jadi Penopang". https://stockwatch.id/dsng-cetak-laba-rp98588-miliar-di-semester-i-2026-bisnis-sawit-jadi-penopang/
Kontan, "Pendapatan dan Laba Dharma Satya Nusantara (DSNG) Masih Tumbuh di Semester I 2026". https://industri.kontan.co.id/news/pendapatan-dan-laba-dharma-satya-nusantara-dsng-masih-tumbuh-di-semester-i-2026
Bank Indonesia, Siaran Pers Survei Konsumen dan Cadangan Devisa. https://www.bi.go.id/id/publikasi/ruang-media/news-release/
Warren Buffett, Berkshire Hathaway Shareholder Letter 1986. https://www.berkshirehathaway.com/letters/1986.html

Komentar