top of page

5 Tip Psikologi Trading untuk Tingkatkan Potensi Sukses

Perdagangan (trading*) di dunia pasar saham tak hanya sebatas melakukan jual beli berdasarkan pergerakan indeks, tetapi juga strategi pengelolaan psikis yang baik. Istilah psikologi trading mengacu pada kondisi mental seorang pedagang (trader**) ketika mereka harus mengambil keputusan yang kemudian berujung pada keuntungan atau kerugian.


Aspek trading satu ini sering kali terabaikan, padahal manajemen psikologi sama pentingnya dengan atribut lain seperti analisis teknikal dan fundamental. Ketika emosi dibiarkan meluap begitu saja, trader cenderung bakal mengalami kegagalan sekalipun memiliki keterampilan yang mumpuni.


Psikologi trading

Manajemen Psikologi Trading

Seorang trader harus mampu untuk mengelola rasa panik, stres, frustrasi, bahkan iming-iming serta euforia. Bias-bias emosi seperti itu dikhawatirkan dapat menghambat trader meraih tujuan investasi mereka.


Berikut 5 tips psikologi trading untuk meningkatkan potensi kesuksesan.

1. Kembangkan Rencana Trading


Penting bagi trader untuk membuat kerangka kerja pengambilan keputusan yang tepat. Rencana trading menguraikan pendekatan trader saat melakukan aktivitas trading, mencakup manajemen risiko dan faktor-faktor utama lain yang memengaruhi performa. Pengembangan rencana trading jangka panjang dapat mencegah tindakan impulsif supaya trader tidak terjerumus dalam kekeliruan.


2. Ciptakan Target yang Realistis


Kepercayaan diri menjadi hal penting untuk berani mengambil risiko dan menerima hasil dari risiko tersebut. Untuk menciptakan target yang realistis, trader bisa melakukan riset sebanyak-banyaknya dan berlatih melalui akun demo trading. Hal ini juga termasuk pola pikir yang berorientasi menghasilkan keuntungan, bukan menghindari kerugian.


3. Jangan Terlalu Percaya Diri


Sedikit bertentangan dengan poin sebelumnya, terlalu percaya diri justru akan menjadikan trader selalu merasa benar. Trader yang baik harus senantiasa berhati-hati agar tidak terjebak dalam bias, opini publik, maupun pandangan subjektifnya sendiri. Untuk mengatasi masalah ini, trader perlu memperoleh bimbingan dari trader lain yang lebih ahli guna tetap menumbuhkan asumsi realistis terhadap pasar.


4. Belajar dari Kesalahan


Trader yang memahami psikologi trading tak akan terpuruk pada kesalahan mereka, melainkan belajar dari kesalahan itu. Setelah merugi, ada baiknya bagi seorang trader untuk rehat sejenak daripada terburu-buru mengambil keputusan baru. Mereka bisa mengendalikan emosi terlebih dahulu dan mulai menganalisis aktivitas trading sebelumnya untuk diterapkan di kemudian hari.


5. Tetaplah Disiplin


Aktivitas trading membutuhkan disiplin dan kontrol diri yang tinggi karena kerap dihadapkan dengan tantangan emosional dan psikologis. Cara utama untuk menjadi tetap disiplin adalah berpegang teguh kepada rencana trading yang telah dibuat. Sekali melenceng dari panduan tersebut, trader boleh jadi membuat keputusan irasional nan merugikan.


* Trading merupakan kata yang saat ini sudah sering digunakan di pasar keuangan, termasuk pasar saham ataupun pasar komoditi yang bermakna aktivitas bertransaksi (beli dan jual) yang aktif di dalam satu hari perdagangan. Frekuensi transaksi tersebut umumnya di atas 3 kali.


** Trader diartikan sebagai pelaku yang melakukan aktivitas perdagangan tersebut.

 

Disclaimer: Konten dibuat untuk tujuan edukasi, bukan rekomendasi membeli atau menjual saham tertentu. PT KAF Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).



20 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Comments


bottom of page