top of page

Apa Itu Treasury Stock dan Dampaknya ke Harga Saham? Studi Kasus DSSA, Investor Wajib Tahu!

  • 14 Agu
  • 6 menit membaca
Treasury Stock
Treasury Stock

Sebelum membahas lebih dalam terkait treasury stock dan dampaknya ke saham, pertama kita harus mengetahui dahulu bahwa Treasury stock atau saham treasuri adalah saham yang sebelumnya sudah diterbitkan dan beredar di publik, kemudian dibeli kembali oleh perusahaan penerbitnya sendiri lewat aksi buyback, sehingga tidak lagi diperhitungkan dalam pembagian dividen, hak suara, maupun perhitungan laba per saham (EPS).


Topik ini kembali relevan pada Agustus 2026 setelah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), emiten Grup Sinar Mas, mulai mengalihkan hingga 9,63 miliar saham treasurinya ke pasar demi memenuhi ketentuan free float sekaligus kewajiban regulasi OJK. Bagi investor, memahami mekanisme saham treasuri penting karena aksi pengalihannya bisa memengaruhi suplai saham di pasar dan pada akhirnya berdampak ke pergerakan harga.

Key Takeaways

  • Saham treasuri (treasury stock)Ā adalah saham hasil buyback yang disimpan perusahaan sendiri, tidak dihitung dalam dividen, hak suara, maupun EPS.

  • Di Indonesia, POJK 29/2023Ā mewajibkan emiten mengalihkan kembali saham treasuri paling lama 3 tahunĀ sejak buyback selesai dilaksanakan.

  • DSSA melakukan buyback jumbo pada 2023 (154 juta saham, Rp7,4 triliun), yang setelah dua kali stock split kini setara 38,5 miliar sahamĀ dengan cost basis sekitar Rp192 sampai Rp195/saham.

  • Sejak 10 Agustus 2026, DSSA mulai mengalihkan hingga 9,63 miliar saham treasuriĀ (5% dari total saham) untuk memenuhi tenggat regulasi sekaligus memperbaiki free float di tengah status HSC.

  • Spread antara cost basis dan harga pasar (sekitar Rp970 sampai Rp1.000/saham) mencapai ~398%, menunjukkan potensi keuntungan buku besar bagi DSSA dari pelepasan saham treasuri ini.

Daftar Isi

Kenapa Saham Treasuri DSSA Ramai Dibicarakan Agustus 2026

DSSA memulai proses pengalihan saham treasuri dalam jumlah besar pada 10 Agustus 2026, tepat menjelang tenggat waktu tiga tahun yang diwajibkan regulasi OJK sejak buyback besar-besaran perseroan rampung pada 15 September 2023.


Momentum ini juga bersinggungan dengan dua isu besar lain yang sedang membayangi DSSA sepanjang 2026: status High Shareholding Concentration (HSC) di BEI dan pendepakan dari indeks global MSCI serta FTSE Russell akibat free float yang dinilai terlalu tipis.


Dengan kata lain, pengalihan saham treasuri DSSA bukan sekadar rutinitas kepatuhan regulasi, tapi juga jadi salah satu langkah konkret perseroan untuk memperbesar porsi saham publik dan memperbaiki citra likuiditasnya di mata investor institusi dan penyedia indeks global.


Apa Itu Treasury Stock dan Bagaimana Prosesnya Terbentuk

Secara sederhana, saham treasuri terbentuk lewat dua tahap:

  1. Buyback (pembelian kembali saham).Ā Perusahaan membeli kembali sahamnya sendiri yang beredar di pasar terbuka, biasanya karena manajemen menilai harga saham sedang undervalued, ingin menjaga stabilitas harga, atau ingin meningkatkan kepercayaan pasar.

  2. Penyimpanan sebagai treasury stock.Ā Saham hasil buyback tersebut disimpan oleh perusahaan sebagai saham treasuri. Saham ini secara teknis masih tercatat sebagai saham yang diterbitkan, tapi tidak dihitung sebagai saham beredar (outstanding shares) untuk keperluan dividen, voting, maupun perhitungan EPS.


Di Indonesia, mekanisme buyback dan saham treasuri diatur ketat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), salah satunya lewat POJK Nomor 29 Tahun 2023 tentang Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh Perusahaan Terbuka.


Aturan ini mewajibkan emiten mengalihkan kembali saham hasil buyback paling lama tiga tahun sejak buyback tersebut selesai dilaksanakan. Saham treasuri bisa dialihkan lewat beberapa cara, di antaranya:

  • Dijual kembali di Bursa Efek Indonesia (BEI) maupun di luar bursa.

  • Ditarik kembali secara permanen lewat pengurangan modal disetor (cancellation).

  • Dipakai untuk program kepemilikan saham karyawan, direksi, atau dewan komisaris (stock option).

  • Dikonversi menjadi efek bersifat ekuitas lainnya.


Kronologi Program Buyback dan Pengalihan Saham Treasuri DSSA

Periode

Peristiwa

19 Juni sampai 15 September 2023

DSSA melaksanakan program buyback jumbo sebanyak 154.105.327 saham senilai sekitar Rp7,4 triliun, dengan harga rata-rata sekitar Rp48.000 per saham.

2024

DSSA melaksanakan stock split I dengan rasio 1:10, sehingga jumlah saham treasuri hasil buyback 2023 menjadi setara 1,54 miliar saham.

Agustus 2024

DSSA merealisasikan pengalihan sebagian saham treasuri sebanyak 24.815.000 saham (harga sebelum split) senilai sekitar Rp794 miliar, dengan harga rata-rata sekitar Rp32.000 per saham saat itu.

2026

DSSA melaksanakan stock split II dengan rasio 1:25, sehingga total saham hasil buyback 2023 menjadi setara 38.526.331.750 saham, dan cost basis (harga perolehan yang disesuaikan) turun menjadi sekitar Rp192 sampai Rp195 per saham.

Per 13 Juli 2026

Total saham treasuri yang telah dialihkan sejak 2024 tercatat 620.375.000 saham (setelah penyesuaian dua kali stock split), menyisakan 37.905.956.750 saham treasuri (setara sekitar 19,68 persen dari total saham beredar).

6 Agustus 2026

Direktur DSSA David Fernando Audy mengumumkan lewat keterbukaan informasi BEI rencana pengalihan hingga 9.631.904.000 saham treasuri (5 persen dari total saham diterbitkan), lewat mekanisme penjualan di BEI.

10 Agustus 2026

Proses pengalihan resmi dimulai, dengan PT Sinarmas Sekuritas ditunjuk sebagai anggota bursa pelaksana. Pada hari yang sama, tercatat transaksi 13.300.000 lot saham DSSA di pasar negosiasi pada harga Rp975 per saham, senilai total Rp1,3 triliun.


Bagaimana Saham Treasuri Bisa Memengaruhi Harga Saham

Dampak saham treasuri terhadap harga saham bisa dilihat dari beberapa sisi:

  1. Dampak mekanis ke EPS saat dibeli.Ā Saat buyback dilakukan, jumlah saham beredar berkurang, sehingga laba per saham (EPS) otomatis meningkat meski total laba perusahaan tidak berubah, yang sering membuat saham terlihat lebih menarik secara valuasi.

  2. Potensi tekanan suplai saat dialihkan kembali.Ā Sebaliknya, saat saham treasuri dilepas kembali ke pasar (seperti yang dilakukan DSSA), jumlah saham beredar bertambah, yang secara teori bisa menambah tekanan jual jika permintaan pasar tidak mengimbangi.

  3. Insentif manajemen menjaga harga stabil selama masa pengalihan.Ā Regulasi OJK memberi batas diskon maksimal 7,5 persen dari rata-rata harga penutupan 90 hari terakhir untuk transaksi saham treasuri di pasar negosiasi. Artinya, manajemen punya insentif menjaga harga saham tidak jatuh terlalu dalam selama periode pengalihan berlangsung, karena harga pasar yang lebih tinggi memungkinkan pelepasan saham treasuri pada harga jual yang lebih menguntungkan.

  4. Selisih besar antara cost basis dan harga pasar bisa jadi indikator keuntungan buku perusahaan.Ā Pada kasus DSSA, dengan cost basis tersesuaikan sekitar Rp192 hingga Rp195 per saham dan harga pasar sekitar Rp970 hingga Rp1.000 per saham pada pertengahan Agustus 2026, spread antara keduanya mencapai sekitar 398 persen atau hampir lima kali lipat, jauh di atas preseden pengalihan Agustus 2024 yang saat itu tercatat sekitar 6,67 kali di atas cost basis penyesuaian.


Penting dicatat, hubungan sebab-akibat antara aksi pengalihan saham treasuri dan pergerakan harga saham tidak selalu satu arah dan bisa dipengaruhi banyak faktor lain secara bersamaan, termasuk sentimen terhadap status HSC DSSA, perkembangan proyek data center SMX01, serta kondisi pasar modal secara umum.


Pelajaran untuk Investor Terkait Saham treasury

  • Pahami tahap siklus saham treasuri sebelum bereaksi terhadap pengumumannya.Ā Buyback (pembelian) dan pengalihan (pelepasan kembali) adalah dua peristiwa dengan dampak mekanis yang berlawanan terhadap suplai saham di pasar, jadi jangan menyamakan reaksi terhadap keduanya.

  • Cek kewajiban regulasi di balik aksi korporasi.Ā Pengalihan saham treasuri DSSA sebagian didorong tenggat waktu wajib POJK 29/2023, bukan semata keputusan strategis sukarela, sehingga penting membedakan aksi yang "dipaksa" tenggat waktu regulasi dengan aksi yang murni pilihan manajemen.

  • Perhatikan mekanisme harga transaksi di pasar negosiasi.Ā Batas diskon maksimal 7,5 persen dari rata-rata harga 90 hari memberi gambaran kasar seberapa jauh harga pengalihan saham treasuri bisa menyimpang dari harga pasar reguler.

  • Jangan menyimpulkan sinyal bullish atau bearish semata dari satu aksi korporasi.Ā Kombinasikan informasi soal saham treasuri dengan konteks lain yang sedang membayangi emiten, seperti status HSC, kinerja fundamental, dan sentimen sektor terkait.


FAQ Section

  1. Apa itu treasury stock atau saham treasuri?

    Treasury stock atau saham treasuri adalah saham yang sebelumnya beredar di publik, kemudian dibeli kembali oleh perusahaan penerbitnya lewat aksi buyback, dan tidak lagi diperhitungkan dalam dividen, hak suara, maupun perhitungan EPS.

  2. Berapa lama batas waktu perusahaan wajib mengalihkan saham treasurinya?

    Berdasarkan POJK Nomor 29 Tahun 2023, perusahaan terbuka wajib mengalihkan kembali saham hasil buyback paling lama tiga tahun sejak buyback tersebut selesai dilaksanakan.

  3. Kenapa DSSA mengalihkan 9,63 miliar saham treasurinya pada Agustus 2026?

    DSSA mengalihkan saham treasuri tersebut untuk memenuhi kewajiban regulasi OJK sekaligus memperbesar porsi saham publik (free float) di tengah sorotan status High Shareholding Concentration dan pendepakan dari indeks MSCI serta FTSE Russell.

  4. Apakah pelepasan saham treasuri selalu membuat harga saham turun?

    Tidak selalu. Meski secara teori menambah suplai saham beredar, dampak nyata ke harga saham bergantung pada banyak faktor lain, termasuk permintaan pasar, sentimen terhadap emiten, dan bagaimana mekanisme penjualannya dilakukan.

  5. Apa bedanya saham treasuri dengan saham baru yang diterbitkan perusahaan?

    Saham treasuri adalah saham lama yang sudah pernah beredar lalu dibeli kembali perusahaan, sedangkan saham baru adalah penerbitan tambahan saham yang belum pernah ada sebelumnya, sehingga keduanya punya dampak berbeda terhadap struktur modal dan dilusi kepemilikan.


Disclaimer : Konten dibuat untuk edukasi atau promosi layanan, bukan rekomendasi jual beli Efek tertentu. Setiap risiko dari keputusan investasi yang diambil dari informasi pada publikasi ini menjadi tanggung jawab masing-masing audiens. PT KAF Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).


Referensi

  1. Katadata.co.id: "Membaca Arah Baru DSSA di Balik Perubahan Pemegang Saham, Bersiap Lepas Treasuri", https://katadata.co.id/finansial/bursa/6a712a82b39b5/membaca-arah-baru-dssa-di-balik-perubahan-pemegang-saham-bersiap-lepas-treasuri

  2. CNBC Indonesia: "DSSA Bakal Lepas 9,63 Miliar Saham Treasuri Mulai 10 Agustus 2026", https://www.cnbcindonesia.com/market/20260803084150-17-755917/dssa-bakal-lepas-963-miliar-saham-treasuri-mulai-10-agustus-2026

  3. CNBC Indonesia: "DSSA Alihkan hingga 9,63 Miliar Saham Treasuri per 10 Agustus 2026", https://www.cnbcindonesia.com/market/20260810082702-17-757801/dssa-alihkan-hingga-963-miliar-saham-treasuri-per-10-agustus-2026

  4. Ajaib.co.id: "DSSA Lepas 9,63 Miliar Saham Treasury Mulai 10 Agustus, Ini yang Perlu Dicermati Investor", https://ajaib.co.id/belajar/saham/dssa-lepas-saham-treasury-mulai-10-agustus

  5. Kompas.com: "DSSA Bakal Lepas 9,63 Miliar Saham Treasuri, Berlaku Mulai 10 Agustus 2026", https://money.kompas.com/read/2026/08/02/130700526/dssa-bakal-lepas-9-63-miliar-saham-treasuri-berlaku-mulai-10-agustus-2026

  6. Kontan.co.id: "Dian Swastatika (DSSA) Alihkan 9,63 Miliar Saham Treasuri per 10 Agustus, Saham Naik", https://investasi.kontan.co.id/news/dian-swastatika-dssa-alihkan-963-miliar-saham-treasuri-per-10-agustus-saham-naik

  7. Achmadnurhidayat.id (mengutip Investor Daily): "Saham DSSA Ditransaksikan Rp1,3 Triliun di Pasar Nego", https://achmadnurhidayat.id/saham-dssa-ditransaksikan-1-triliun-pasar-nego

  8. Bareksa.com: "Buyback Saham: Pengertian, Tujuan dan Manfaatnya", https://www.bareksa.com/berita/saham/2025-11-28/buyback-saham-pengertian-tujuan-dan-manfaatnya

  9. Pluang.com (Kamus Investasi): "Buyback (Pembelian Kembali Saham)", https://pluang.com/akademi/kamus/buyback

  10. Makmur.id: "Sejumlah Emiten Besar Akan Lakukan Buyback, Pertanda Baik Untuk IHSG?", https://www.makmur.id/id/blog/artikel/sejumlah-emiten-besar-akan-lakukan-buyback-pertanda-baik-untuk-ihsg

Komentar


KAF Sekuritas Indonesia

Kontak

Treasury Tower Lantai 28, Unit D, District 8, SCBD Lot 28,
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-54, Jakarta - 12190, Indonesia

Pelayanan Nasabah:

(+62) 21 5012 3175 ext. 002
(+62) 811 8853 175
cs@kafsekuritas.co.id

  • Instagram
  • TikTok
  • LinkedIn
  • YouTube

Pelaporan:

(+62) 81 1853 185
wbs@kafsekuritas.co.id

Tautan Langsung

Saluran Utama:

(+62) 21 50123 175

(+62) 21 50123 185

toko bermain
toko aplikasi
OJK_Logo.png
Logo IDX BEI
Logo KSEI
Logo IDClear KPEI
Logo SIPF
Logo LAPS SJK
Logo Inklusi Keuangan

Copyright 2023 oleh KAF Group

bottom of page