top of page

Waran Terstruktur: Cuan dari Saham Tanpa Punya Sahamnya

  • 18 jam yang lalu
  • 4 menit membaca

Structured Warrant alias Waran Terstruktur (WT) dalam pasar modal adalah efek yang diterbitkan oleh perusahaan sekuritas (broker) untuk memberikan hak kepada pemiliknya untuk membeli (tipe Call) atau menjual (tipe Put) saham tertentu pada harga dan tanggal yang telah ditentukan.


Pada saat jatuh tempo, WT diselesaikan secara otomatis dalam bentuk uang tunai (cash settlement), tanpa menerima atau menyerahkan saham fisik, jika posisi In The Money (ITM). Investor juga bisa memperdagangkan WT di pasar sekunder hingga T-3 tanggal pelaksanaan.


ilustrasi bullish dan bearish

Strategi Dasar Waran Terstruktur


  1. Beli Call Warrant di pasar bullish (prediksi harga saham underlying naik) → Incar posisi ITM di mana Harga Penyelesaian ditargetkan lebih tinggi dari Harga Pelaksanaan.


  1. Beli Put Warrant di pasar bearish (prediksi harga saham underlying turun) → Incar posisi ITM di mana Harga Penyelesaian ditargetkan lebih rendah dari Harga Pelaksanaan.


  1. Perhatikan kode WT → Awas tertukar! Kode antara Call Warrant dan Put Warrant mirip, hanya berbeda satu huruf di posisi ke-7 (C atau P). Pastikan beli yang sesuai dengan arah pasar berdasarkan hasil analisis.


  1. Ketahui profil risiko → Sebagai derivatif, WT berpotensi melipatgandakan keuntungan, tetapi risikonya juga jauh lebih besar dari saham biasa. Produk ini lebih ditujukan untuk tujuan trading, tetapi jika ingin digunakan untuk investasi jangka panjang, pilih WT yang underlying-nya sedang berada dalam tren jangka panjang pula.


  1. Perhatikan nilai waktu (time decay) → Makin mendekati kedaluwarsa (kurang dari 30 hari), nilai waktu WT bisa turun hingga nol terutama jika WT berada di ambang posisi Out of The Money (OTM).


  1. Siapkan exit plan → WT tidak wajib ditahan sampai jatuh tempo sehingga dapat diperjualbelikan di pasar sekunder untuk take profit atau cut loss. Broker penerbit wajib menjadi Liquidity Provider (LP) untuk menyediakan kuotasi bid dan offer selama jam perdagangan serta menjaga harga wajar WT hingga kedaluwarsanya.


Simulasi Penyelesaian Waran Terstruktur


Investor A membeli WT 100 lot seharga 200 (total Rp2.000.000) dengan spesifikasi:


Kode Efek: [ABCD] [XX] [C] [N] [6] [A] *

Tipe: Call Warrant

Underlying: Saham ABCD

Tanggal Pencatatan: 17 Juli 2025

Tanggal Jatuh Tempo: 17 Juli 2026

Harga Pelaksanaan (X): 7.500

Rasio: 2:1


Pada saat jatuh tempo, ternyata Harga Penyelesaian (S)** berada di angka 8.000 → posisi ITM karena lebih tinggi daripada Harga Pelaksanaan (X).


* Kode WT terdiri atas kode saham underlying, kode broker penerbit, kode C atau P untuk CallĀ atau Put, kode format internasional untuk bulan diterbitkannya efek, tahun diterbitkannya efek, dan kode unik pembeda antara efek dengan spesifikasi yang mirip.
** Harga Penyelesaian diambil dari rata-rata harga underlyingĀ selama 5 hari terakhir sebelum WT jatuh tempo.

Maka saat penyelesaian, investor akan memperoleh:


= ( [S-X] Ć· Rasio ) Ɨ Lot

= ( [8.000-7.500] Ć· 2 ) Ɨ 100

= Rp2.500.000


Perolehan Penyelesaian WT = Rp2.500.000

Modal Pembelian WT = Rp2.000.000

(-)

Keuntungan = Rp500.000


Namun, perlu dicatat bahwa posisi ITM (S > X untuk Call Warrant atau S < X untuk Put Warrant), tidak selalu berakhir menghasilkan keuntungan, tergantung pada harga beli WT dan rasionya.


Sementara itu, posisi lain seperti At The Money atau ATM (S = X) dan OTM (S < X untuk Call Warrant atau S > X untuk Put Warrant) tidak akan membuat investor memperoleh atau berutang apa pun pada saat penyelesaian.


Faktor Penentu Pergerakan Harga Waran Terstruktur


Pergerakan harga Waran Terstruktur tidak hanya dipengaruhi oleh harga underlying-nya saja, tetapi juga beberapa faktor lain yang sering kali disimbolkan dengan ā€œgreekā€. Secara umum, terdapat beberapa faktor yang memengaruhi pergerakan harga WT.


Faktor

Greek Terkait

Dampak terhadap Call Warrant

Dampak terhadap Put Warrant

Harga Underlying

Delta (Ī”), Gamma (Ī“)

Positif

Negatif

Harga Pelaksanaan


Negatif

Positif

Dividen


Negatif

Positif

Volatilitas UnderlyingĀ (Ī“)

Vega (ν)

Positif

Positif

Suku Bunga (Risk Free Rate)

Rho (ρ)

Positif

Negatif

Jangka Waktu Kedaluwarsa

Theta (Īø)

Secara umum positif (makin mendekati jatuh tempo, time valueĀ akan

menuju nol)

Secara umum positif (makin mendekati jatuh tempo, time valueĀ akan

menuju nol)

N.b. Positif artinya bergerak searah (contoh: semakin tinggi harga underlying, semakin tinggi nilai atau harga Call Warrant). Negatif artinya bergerak berlawanan (contoh semakin tinggi harga underlying, maka semakin rendah nilai atau harga Put Warrant).

Apa Itu Greek pada Waran Terstruktur?


Greek melambangkan sensitivitas tertentu dari harga WT terhadap berbagai faktor. Berikut daftar greeks yang kerap digunakan dalam perhitungannya.


  1. Delta (Ī”)


Fungsi: Mengukur sensitivitas harga WT terhadap perubahan harga underlying.


Rumus: (Perubahan Harga WT Ɨ Rasio) Ć· Perubahan Harga Underlying


Call Warrant: Nilai Maksimum = 1, Nilai Minimum = 0

Put Warrant: Nilai Maksimum = -1, Nilai Minimum = 0


2. Gamma (Ī“)


Fungsi: Memberikan gambaran perubahan Delta terhadap sensitivitas terhadap perubahan harga underlying.


Prinsip Dasar:

  • Gamma tertinggi saat kondisi At The Money (ATM) dan menurun saat bergerak dalam posisi In The Money (ITM) atau Out of The Money (OTM).

  • Gamma selalu positif untuk Call dan Put Warrant untuk posisi beli (investor).

  • Gamma tertinggi untuk WT dengan jatuh tempo lebih dekat dengan kondisi ATM.


3. Theta (Īø)


Fungsi: Memberikan gambaran berapa estimasi penurunan harga atau nilai WT setiap harinya sampai dengan jatuh tempo.


Prinsip Dasar:

  • Theta tertinggi saat WT ATM.

  • Theta lebih rendah untuk WT ITM dan OTM.

  • Theta meningkat saat jatuh tempo mendekat, artinya WT kehilangan nilai lebih cepat ketika mendekati jatuh tempo.

  • Volatilitas yang lebih tinggi dapat memperlambat penurunan Theta nilai WT.


4. Vega (ν)


Fungsi: Memberikan gambaran sensitivitas perubahan harga WT terhadap volatilitas underlying. Semakin tinggi volatilitas underlying, semakin tinggi harga WT baik itu Call Warrant maupun Put Warrant.


Prinsip Dasar:

  • Semakin tinggi volatilitas underlying, semakin tinggi Vega.

  • Vega tertinggi saat WT ATM karena pada saat ATM, harga WT sangat bergantung volatilitas untuk menjadi ITM ataupun OTM.

  • Vega akan semakin turun saat WT semakin deep ITM atau deep OTM.

  • Vega akan semakin turun saat WT mendekati saat jatuh tempo karena semakin dekat jatuh tempo, perubahan harga WT akan semakin terbatas.

  • Perubahan volatilitas underlying menjadi meningkat dapat membuat harga WT meningkat dan juga sebaliknya.


5. Rho (ρ)


Fungsi: Memberikan gambaran sensitivitas perubahan harga WT terhadap perubahan suku bunga. Call Warrant memiliki rho positif, yang berarti harganya naik saat suku bunga naik. Put Warrant memiliki rho negatif, yang berarti harganya turun saat suku bunga naik.


Prinsip Dasar:

  • Rho lebih tinggi untuk jangka panjang dibandingkan jangka pendek.

  • Semakin ITM, rho akan semakin tinggi.


Disclaimer: Konten dibuat untuk tujuan edukasi, bukan rekomendasi membeli atau menjual saham tertentu. PT KAF Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).



Komentar


KAF Sekuritas Indonesia

Kontak

Treasury Tower Lantai 28, Unit D, District 8, SCBD Lot 28,
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-54, Jakarta - 12190, Indonesia

Pelayanan Nasabah:

(+62) 21 5012 3175 ext. 002
(+62) 811 8853 175
cs@kafsekuritas.co.id

  • Instagram
  • TikTok
  • LinkedIn
  • YouTube

Pelaporan:

(+62) 81 1853 185
wbs@kafsekuritas.co.id

Tautan Langsung

Saluran Utama:

(+62) 21 50123 175

(+62) 21 50123 185

toko bermain
toko aplikasi
Logo OJK
Logo IDX BEI
Logo KSEI
Logo IDClear KPEI
Logo SIPF
Logo LAPS SJK
Logo Inklusi Keuangan

Copyright 2023 oleh KAF Group

bottom of page