top of page

High Risk High Return, Apa Maksudnya dalam Investasi?

  • 5 hari yang lalu
  • 4 menit membaca

Investasi adalah kegiatan menempatkan dana pada suatu aset atau instrumen keuangan dengan tujuan memperoleh manfaat ekonomi di masa depan. Manfaat tersebut dapat berupa kenaikan nilai aset, pendapatan berkala, atau bentuk keuntungan lain sesuai karakteristik instrumen yang dimiliki.


Secara umum, investasi dapat dibedakan menjadi aset fisik dan aset finansial. Aset fisik memiliki bentuk nyata, seperti tanah, bangunan, mesin, atau peralatan produksi. Sementara itu, aset finansial berbentuk instrumen keuangan, seperti saham, obligasi, deposito, atau surat utang, yang memberikan hak kepemilikan atau klaim atas pendapatan di masa mendatang.


Perbedaan karakteristik tersebut membuat setiap instrumen investasi memiliki potensi imbal hasil dan risiko yang tidak sama. Karena itu, sebelum berinvestasi, investor perlu memahami tujuan keuangan, jangka waktu investasi, profil risiko, serta cara kerja instrumen yang dipilih.


Risiko dalam Investasi Pasar Modal


risiko
Sumber Gambar: Magnific/rawpixel

Setiap investasi memiliki risiko. Dalam pasar modal, risiko muncul karena nilai investasi dapat berubah mengikuti kondisi ekonomi, kinerja aset, tingkat suku bunga, inflasi, likuiditas, serta sentimen pasar.


Pada investasi saham, risiko utama berasal dari ketidakpastian return. Harga saham dapat naik ketika pasar menilai prospek perusahaan membaik, tetapi juga dapat turun ketika kinerja perusahaan melemah atau sentimen pasar memburuk. Perubahan harga inilah yang membuat saham memiliki peluang keuntungan sekaligus potensi kerugian.


Secara umum, risiko saham terbagi menjadi risiko sistematis dan risiko tidak sistematis. Risiko sistematis berasal dari faktor eksternal yang memengaruhi pasar secara luas, seperti perubahan suku bunga, inflasi, nilai tukar, kebijakan pemerintah, dan kondisi ekonomi global. Risiko ini tidak dapat dihilangkan sepenuhnya melalui diversifikasi karena dampaknya dapat dirasakan oleh banyak aset di pasar.


Sementara itu, risiko tidak sistematis berasal dari faktor spesifik perusahaan atau sektor tertentu. Contohnya adalah penurunan kinerja keuangan, masalah operasional, perubahan manajemen, atau tekanan pada industri tertentu. Risiko ini dapat dikurangi melalui diversifikasi karena tidak semua saham dipengaruhi oleh faktor internal yang sama.


Apa Itu High Risk High Return?


Dari berbagai risiko tersebut, muncul prinsip yang dikenal sebagai high risk high return. Prinsip ini menjelaskan bahwa instrumen dengan potensi imbal hasil lebih tinggi umumnya memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi pula.


Namun, high risk high return bukan berarti risiko tinggi pasti menghasilkan keuntungan tinggi. Konsep ini lebih tepat dipahami sebagai hubungan antara potensi return dan risiko yang harus ditanggung investor. Semakin tinggi potensi return suatu instrumen, semakin besar pula kemungkinan fluktuasi nilai dan potensi kerugiannya.


Dengan kata lain, high risk high return bukan jaminan keuntungan, melainkan pengingat bahwa potensi return tinggi selalu perlu dilihat bersama dengan potensi risiko.


Saham sebagai Contoh Instrumen High Risk High Return


Saham merupakan salah satu instrumen pasar modal yang sering dikaitkan dengan prinsip high risk high return. Ketika membeli saham, investor memiliki bagian kepemilikan atas suatu perusahaan. Return saham dapat berasal dari kenaikan harga saham atau capital gain dan pembagian dividen apabila perusahaan membagikan laba kepada pemegang saham.


Di sisi lain, harga saham dapat bergerak naik maupun turun karena dipengaruhi oleh kinerja perusahaan, prospek industri, kondisi ekonomi, suku bunga, nilai tukar, dan sentimen pasar. Berbeda dengan instrumen pendapatan tetap, return saham tidak bersifat tetap dan tidak memiliki kepastian nominal pada periode tertentu.


Karakteristik tersebut membuat saham memiliki potensi imbal hasil lebih tinggi, tetapi juga risiko fluktuasi harga yang lebih besar dibandingkan beberapa instrumen pasar modal lainnya.


Perbandingan Return Historis Saham, Obligasi, dan Reksa Dana


Untuk memahami konsep high risk high return secara lebih konkret, investor dapat melihat perbandingan return historis beberapa benchmark pasar modal Indonesia. Data berikut diolah dari Infovesta untuk periode Januari 2023 sampai Desember 2025.

Indeks Acuan

Nama Indeks

Representasi

Return Kumulatif

Return p.a.

IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan

Saham

26,21%

8,07%

IGBI

Infovesta Government Bond Index

Obligasi Pemerintah

16,89%

5,34%

ICBI

Infovesta Corporate Bond Index

Obligasi Korporasi

11,55%

3,71%

IRDPT

Infovesta Fixed Income Fund Index

Reksa Dana Pendapatan Tetap

16,42%

5,20%

IRDCP

Infovesta Balanced Fund Index

Reksa Dana Campuran

19,41%

6,09%

Berdasarkan data tersebut, IHSG sebagai benchmark saham mencatatkan return historis lebih tinggi dibandingkan benchmark obligasi dan reksa dana pada periode Januari 2023 sampai Desember 2025. Hal ini sejalan dengan karakteristik saham yang memiliki potensi return lebih tinggi, tetapi juga memiliki risiko fluktuasi harga yang lebih besar.


Data historis tidak dapat digunakan sebagai jaminan return di masa depan. Return aktual dapat berubah sesuai kondisi pasar, periode investasi, dan karakteristik masing-masing instrumen.


Memahami LQ45 untuk Mengenal Saham Berlikuiditas Tinggi


Karena saham memiliki fluktuasi harga yang lebih besar, investor perlu memahami cara membaca karakteristik saham secara lebih terukur. Salah satu referensi yang dapat digunakan untuk tujuan edukasi adalah indeks LQ45.


LQ45 adalah indeks yang mengukur kinerja harga dari 45 saham dengan likuiditas tinggi, kapitalisasi pasar relatif besar, dan fundamental yang baik. Indeks ini dapat membantu investor mengenali saham-saham besar dan aktif diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.


Namun, masuknya suatu saham ke dalam indeks LQ45 bukan jaminan bahwa saham tersebut akan selalu naik atau bebas risiko. Harga saham tetap dapat turun apabila kondisi pasar, industri, atau kinerja perusahaan mengalami tekanan.


Bagi investor pemula, memahami LQ45 dapat menjadi bahan edukasi awal untuk mengenali konsep likuiditas, kapitalisasi pasar, fundamental perusahaan, dan risiko harga saham. Keputusan investasi tetap perlu disesuaikan dengan tujuan keuangan, profil risiko, dan pemahaman masing-masing investor.


Mulai #InvestasiSehat Bersama KAF Sekuritas


Investasi yang sehat dimulai dari pemahaman terhadap produk, risiko, dan tujuan keuangan pribadi. Prinsip high risk high return membantu investor memahami bahwa potensi return tidak dapat dipisahkan dari potensi risiko.


Sebelum mengambil keputusan investasi, investor perlu memahami karakteristik instrumen, membaca informasi resmi, dan menyesuaikan pilihan dengan profil risiko.


Mulai kebiasaan #InvestasiSehat bersama KAF Sekuritas melalui edukasi pasar modal, pemahaman risiko, dan pengambilan keputusan investasi yang lebih rasional.


Disclaimer: Konten dibuat untuk edukasi atau promosi layanan, bukan rekomendasi jual beli Efek tertentu. Setiap risiko dari keputusan investasi yang diambil dari informasi pada publikasi ini menjadi tanggung jawab masing-masing audiens. PT KAF Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Komentar


KAF Sekuritas Indonesia

Kontak

Treasury Tower Lantai 28, Unit D, District 8, SCBD Lot 28,
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-54, Jakarta - 12190, Indonesia

Pelayanan Nasabah:

(+62) 21 5012 3175 ext. 002
(+62) 811 8853 175
cs@kafsekuritas.co.id

  • Instagram
  • TikTok
  • LinkedIn
  • YouTube

Pelaporan:

(+62) 81 1853 185
wbs@kafsekuritas.co.id

Tautan Langsung

Saluran Utama:

(+62) 21 50123 175

(+62) 21 50123 185

toko bermain
toko aplikasi
OJK_Logo.png
Logo IDX BEI
Logo KSEI
Logo IDClear KPEI
Logo SIPF
Logo LAPS SJK
Logo Inklusi Keuangan

Copyright 2023 oleh KAF Group

bottom of page