top of page

Industri Asuransi Indonesia Masuki Babak Baru

  • 6 hari yang lalu
  • 5 menit membaca

Indonesia memiliki pasar konsumen yang sangat besar, tetapi mengapa penetrasi asuransinya masih tertinggal dari sejumlah negara ASEAN? Justru di situlah cerita industri ini menjadi menarik. Dalam roadmap OJK, penetrasi asuransi Indonesia pada basis perbandingan ASEAN yang tidak memasukkan asuransi wajib atau sosial tercatat hanya 1,4% pada 2021, dibandingkan 3,8% di Malaysia, 4,6% di Thailand, dan 12,5% di Singapura. Jika pendapatan, kepemilikan aset, serta kesadaran terhadap perlindungan terus meningkat, bukankah ruang pertumbuhannya masih sangat besar? [1]


penetrasi asuransi asean
Sumber: ojk.go.id (2023)

Ruang itu perlahan mulai terlihat dalam angka. Per Juni 2026, total aset industri asuransi mencapai Rp1.184,72 triliun, naik 1,86% YoY, sementara premi komersial Januari sampai Juni mencapai Rp170,98 triliun atau tumbuh 2,84% YoY. Namun, pertumbuhannya tidak seragam. Premi asuransi jiwa naik 8,40% menjadi Rp94,83 triliun, sedangkan premi asuransi umum dan reasuransi turun 3,33% menjadi Rp76,15 triliun [2].


Pertumbuhan asuransi dan PDB bekerja dua arah. Kenaikan pendapatan serta kepemilikan aset mendorong kebutuhan proteksi, sementara insurer membantu rumah tangga dan perusahaan pulih dari guncangan serta menyalurkan premi ke investasi jangka panjang. Riset World Bank menunjukkan bahwa fungsi transfer risiko dan intermediasi keuangan tersebut dapat mendukung pertumbuhan ekonomi [3]. Data BPS menempatkan nilai tambah gabungan asuransi dan dana pensiun pada sekitar Rp184,75 triliun pada 2025, atau kurang lebih 0,78% dari PDB sebesar Rp23.821,1 triliun [4].


Kontribusi langsung itu berbeda dari penetrasi premi dan rasio aset. Untuk Indonesia Emas 2045, Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) menargetkan aset asuransi meningkat dari 9,1% terhadap PDB pada titik awal 2025 menjadi 20% pada 2045 [5]. Artinya, aset industri harus tumbuh jauh lebih cepat daripada ekonomi dengan tetap sehat, sehingga lebih banyak risiko terlindungi dan modal jangka panjang tersedia bagi pembangunan. Prospek ini juga menyentuh pekerjaan: meski belum ada angka yang mencakup seluruh karyawan, agen, broker, dan profesi penunjang, AAJI mencatat 267.117 tenaga pemasar asuransi jiwa pada Kuartal I-2025 [6]. Ekspansi dapat membuka peran formal di aktuaria, underwriting, klaim, kesehatan, data, keamanan siber, dan layanan nasabah.


target rasio aset asuransi terhadap pdb indonesia
Sumber: peraturan.bpk.go.id (2024)

Di titik ini, ada pertanyaan yang lebih penting daripada sekadar seberapa cepat premi bertumbuh: seberapa berkualitas pertumbuhan tersebut? Insurer tetap harus menentukan harga risiko dengan tepat, mengendalikan klaim dan biaya, serta mengelola investasi. Karena itu, claim ratio, underwriting result, combined ratio untuk asuransi umum, dan Risk-Based Capital atau RBC tetap perlu dibaca bersama. Pada Juni 2026, RBC industri asuransi jiwa mencapai 461,94%, sementara asuransi umum dan reasuransi 318,52%, keduanya jauh di atas minimum regulator 120% [2].


Kalau kita melihat lebih dalam, pola permintaan juga sedang bergeser. Jumlah tertanggung asuransi jiwa naik 8,6% menjadi 168,03 juta pada 2025. Walaupun total pendapatan premi turun 1,8%, premi bisnis baru dengan pembayaran reguler justru tumbuh sekitar 7,8% [7]. Di asuransi umum, premi industri mencapai Rp112,81 triliun, naik 4,8%, dengan property sebagai lini terbesar, diikuti credit, motor vehicle, dan health insurance [8]. Artinya, kebutuhan proteksi tidak hilang, tetapi produk, cara pembayaran, dan sumber pertumbuhannya semakin beragam.


Perubahan ini paling terasa di health insurance. Perusahaan asuransi jiwa membayar klaim kesehatan Rp26,74 triliun sepanjang 2025, naik 9,1% YoY [7]. POJK 36/2025 kemudian memperkuat persyaratan kapabilitas medis dan digital, telaah utilisasi, serta koordinasi antarpenyelenggara jaminan. Untuk produk dengan fitur pembagian risiko, co-payment ditetapkan 5% dari klaim dengan batas maksimum Rp300 ribu untuk rawat jalan dan Rp3 juta untuk rawat inap, sementara insurer juga wajib menawarkan produk tanpa fitur pembagian risiko [9]. Dengan demikian, peluang pertumbuhan health insurance datang bersama tuntutan underwriting dan pengendalian klaim yang lebih disiplin.


Tekanan berikutnya datang dari sisi modal. POJK 23/2023 mewajibkan insurer existing memiliki ekuitas minimum Rp250 miliar pada akhir 2026 dan reasuransi Rp500 miliar. Pada 2028, batas tersebut meningkat berdasarkan klasifikasi KPPE, termasuk Rp500 miliar untuk insurer KPPE 1 dan Rp1 triliun untuk KPPE 2 [10]. Per Mei 2026, 118 dari 145 perusahaan asuransi dan reasuransi telah memenuhi persyaratan minimum tahap pertama [11]. Bagi pemain yang belum memenuhi batas, opsi seperti capital injection, strategic investor, atau konsolidasi menjadi semakin relevan. Dengan kata lain, pertumbuhan industri ke depan mungkin bukan hanya soal menjual lebih banyak polis, tetapi juga soal siapa yang memiliki modal untuk tetap bersaing.


snapshot industri asuransi indonesia 2026
Pertumbuhan premi dan pemenuhan minimum ekuitas industri asuransi Indonesia, 2026. Sumber: ojk.go.id (2026)

Pada saat yang sama, cara investor membaca kinerja insurer juga berubah. PSAK 117 mengenai Kontrak Asuransi berlaku sejak 1 Januari 2025 dan mengadopsi IFRS 17 [12]. Standar ini mengubah pengakuan serta penyajian kontrak asuransi, sehingga perbandingan historis perlu dilakukan lebih hati-hati. PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk. (TUGU), misalnya, melakukan penyajian kembali laporan 2024 sehubungan dengan implementasi PSAK 117 pada 2025 [13].


Siapa Pemain Asuransi yang Patut Diperhatikan?


asuransi
Sumber Gambar: Magnific/rawpixel

Di asuransi jiwa, dua nama besar memberikan gambaran tentang skala yang dibutuhkan untuk bersaing. Prudential Indonesia membukukan premi Rp21,1 triliun, aset Rp64,3 triliun, dan laba bersih Rp2,4 triliun pada 2025 [14]. Allianz Life Indonesia memiliki aset Rp39,73 triliun, laba setelah pajak Rp510,22 miliar, dan RBC 260%, dengan agency dan bancassurance menyumbang sekitar 51% dan 46% dari gross written premium [15]. Keduanya tidak tercatat di IDX, tetapi skala, distribusi, dan kekuatan merek mereka tetap menjadi benchmark penting bagi industri.


Di asuransi umum, Asuransi Astra membukukan insurance revenue Rp8,88 triliun pada 2025, naik 10%, laba bersih Rp1,62 triliun, dan RBC 348%. Asuransi Astra sendiri tidak tercatat di IDX, tetapi merupakan bagian dari grup PT Astra International Tbk. (ASII) [16]. Sementara itu, bagi investor yang ingin melihat exposure langsung ke emiten asuransi, PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk. (TUGU) menjadi salah satu nama yang relevan, dengan portofolio pada risiko korporasi seperti property, energy, marine, dan aviation [13].


Jadi, apa yang sebaiknya kita perhatikan dari sini? Potensi industri memang besar karena penetrasi masih rendah, tetapi pemenangnya tidak otomatis perusahaan yang mengejar premi paling agresif. Modal kuat, distribusi luas, pricing dan underwriting yang disiplin, kemampuan mengelola klaim, serta kesiapan teknologi akan semakin menentukan. Dengan tenggat modal 2026 dan tahap berikutnya pada 2028, beberapa tahun ke depan layak dibaca sebagai periode seleksi sekaligus konsolidasi.


Referensi



[2] Otoritas Jasa Keuangan, RDKB Juli 2026, data industri asuransi per Juni 2026. URL: https://www.ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/siaran-pers/Pages/RDKB-Juli-2026.aspx


[3] World Bank, Does Insurance Market Activity Promote Economic Growth? A Cross-Country Study for Industrialized and Developing Countries. URL: https://openknowledge.worldbank.org/entities/publication/05c809c8-0009-51eb-860a-a6135eb4ab43



[5] Badan Pemeriksa Keuangan, Undang-Undang Nomor 59 Tahun 2024 tentang RPJPN 2025–2045. URL: https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/299728/uuno-59-tahun-2024


[6] Kontan, AAJI: Terdapat 267.117 Tenaga Pemasar di Industri Asuransi Jiwa pada Kuartal I-2025. URL: https://keuangan.kontan.co.id/news/aaji-terdapat-267117-tenaga-pemasar-di-industri-asuransi-jiwa-pada-kuartal-i-2025


[7. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia, Kinerja Industri Asuransi Jiwa FY2025. URL: https://aaji.or.id/file/uploads/content/file/Siaran%20Pers%20Kinerja%20IAJ%20FY%202025.pdf


[8] Asosiasi Asuransi Umum Indonesia, Asuransi Umum dan Reasuransi 2025. URL: https://aaui.or.id/wp-content/uploads/2026/03/Book-rev-2025_WEB.pdf


[9] Otoritas Jasa Keuangan, POJK 33/2025 dan POJK 36/2025, Penguatan Ekosistem Asuransi Kesehatan. URL: https://ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/siaran-pers/Pages/POJK-33-dan-POJK-36-Tahun-2025.aspx


[11] Otoritas Jasa Keuangan, RDKB Juni 2026, pemenuhan ekuitas minimum industri asuransi dan reasuransi. URL: https://ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/siaran-pers/Pages/RDKB-Juni-2026.aspx


[12] Ikatan Akuntan Indonesia, PSAK 117 Meningkatkan Keberlanjutan Industri Asuransi. URL: https://web.iaiglobal.or.id/Berita-IAI/detail/siaran_pers_-_psak_117_meningkatkan_keberlanjutan_industri_asuransi


[13] PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk, Annual Report 2025. URL: https://cms-tpi.tugu.com/files/2020/01/TUGU-AR-2025-260407e-Low-Fin.pdf


[14] Prudential Indonesia, Prudential Indonesia Tumbuh di 2025. URL: https://www.prudential.co.id/id/about-us/berita/siaran-pers/prudential-indonesia-kinerja-2025




Disclaimer: Konten dibuat untuk edukasi atau promosi layanan, bukan rekomendasi jual beli Efek tertentu. Setiap risiko dari keputusan investasi yang diambil dari informasi pada publikasi ini menjadi tanggung jawab masing-masing audiens. PT KAF Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Komentar


KAF Sekuritas Indonesia

Kontak

Treasury Tower Lantai 28, Unit D, District 8, SCBD Lot 28,
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-54, Jakarta - 12190, Indonesia

Pelayanan Nasabah:

(+62) 21 5012 3175 ext. 002
(+62) 811 8853 175
cs@kafsekuritas.co.id

  • Instagram
  • TikTok
  • LinkedIn
  • YouTube

Pelaporan:

(+62) 81 1853 185
wbs@kafsekuritas.co.id

Tautan Langsung

Saluran Utama:

(+62) 21 50123 175

(+62) 21 50123 185

toko bermain
toko aplikasi
OJK_Logo.png
Logo IDX BEI
Logo KSEI
Logo IDClear KPEI
Logo SIPF
Logo LAPS SJK
Logo Inklusi Keuangan

Copyright 2023 oleh KAF Group

bottom of page