top of page

Kartu Kredit Indonesia: Alternatif Domestik Berbasis QRIS

5 hari yang lalu
5 menit membaca

Pada 17 Agustus 2026, Bank Indonesia bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) meluncurkan Kartu Kredit Indonesia (KKI) untuk masyarakat umum. Instrumen ini tetap memberikan fasilitas penundaan pembayaran seperti kartu kredit konvensional, tetapi otorisasi dan pemrosesan transaksinya menggunakan infrastruktur domestik. Pada tahap awal, transaksi dilakukan melalui QRIS Scan dan QRIS Tap, sehingga ponsel dan aplikasi bank menjadi antarmuka utama pengguna [1].


Delapan penerbit awalnya adalah para emiten perbankan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia:


  1. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA)

  2. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI)

  3. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI)

  4. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI)

  5. PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA)

  6. PT Bank Permata Tbk. (BNLI)

  7. PT Bank Mega Tbk. (MEGA)

  8. PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS) dengan skema pembiayaan syariah


Proses pengajuan dan ketersediaan produk tetap berbeda pada tiap bank.


Dari Kartu Pemerintah Menuju Produk Ritel


KKI bukan proyek yang dimulai dari nol. Fondasinya dibangun dari Kartu Kredit Pemerintah Domestik yang diluncurkan pada 29 Agustus 2022 dan efektif diterapkan mulai 1 September 2022. Pada tahap awal, BNI, BRI, dan Bank Mandiri menerbitkan fasilitas kredit untuk belanja pemerintah pusat dan daerah melalui ekosistem QRIS dan GPN (Gerbang Pembayaran Nasional). Sistem tersebut dirancang untuk mengurangi penggunaan uang tunai, memperbaiki akuntabilitas belanja, mengurangi risiko fraud, serta memperluas akses UMKM terhadap transaksi pemerintah [2].


Peluncuran ritel pada 2026 membawa prinsip yang sama ke konsumen dan korporasi. Namun, bentuk produknya masih berkembang. KKI ritel saat ini terutama tersedia sebagai virtual credit card di aplikasi perbankan. Karena belum tersedia secara luas sebagai kartu fisik dan penggunaan awal berfokus pada QRIS, KKI belum menawarkan penarikan tunai langsung melalui ATM. Pengembangan berikutnya diarahkan ke pembayaran dan transaksi luring (offline) memakai kartu fisik [3].


Kartu Kredit Indonesia Dibandingkan Visa dan Mastercard


desain kartu kredit indonesia

Perbedaan terbesar bukan pada fungsi kredit, melainkan jaringan, wilayah penggunaan, dan struktur biaya. KKI ditujukan untuk transaksi domestik yang diproses melalui GPN dan diterima melalui QRIS. Visa dan Mastercard memiliki jaringan internasional, mendukung pembayaran lintas negara, transaksi daring (online) global, dan penarikan tunai melalui ATM. Lantas, KKI lebih tepat dipandang sebagai pelengkap domestik: cocok untuk belanja sehari-hari di Indonesia, tetapi belum menggantikan kartu internasional untuk perjalanan atau transaksi valuta asing.

Aspek

KKI

Visa dan Mastercard

Cakupan

Domestik melalui QRIS/GPN

Domestik dan internasional

Bentuk saat ini

Kartu virtual di aplikasi

Kartu fisik dan digital

Tarik tunai

Belum tersedia secara langsung

Umumnya tersedia

Biaya merchant

MDR QRIS 0%–0,7%

Menurut acquirer, sekitar 1%–3%

Iuran tahunan KKI juga cenderung lebih rendah daripada Visa dan Mastercard di masing-masing bank penerbit. BCA KKI mencantumkan pembebasan iuran tahunan; BNI memberikan bebas iuran tahun pertama dan tahun kedua apabila terdapat transaksi pada tahun sebelumnya; sedangkan BRI mencantumkan gratis pada tahun pertama dan Rp250.000 per tahun setelahnya [4]. Ketentuan umum kartu kredit tetap berlaku. Hingga akhir 2026, batas minimum pembayaran ditetapkan 5% dari total tagihan dan denda keterlambatan maksimum 1% atau paling tinggi Rp100.000 [5].


Integrasi QRIS: Keunggulan Utama, tetapi Bukan Monopoli


Keunggulan desain KKI adalah fasilitas kreditnya menjadi sumber dana bawaan untuk transaksi QRIS. Pengguna cukup memindai kode merchant dan memilih KKI pada aplikasi penerbit, tanpa merchant perlu menyediakan mesin EDC khusus untuk jaringan kartu. Struktur ini mempertemukan produk kredit dengan jaringan penerimaan QRIS yang luas.


Meski demikian, pernyataan bahwa Visa dan Mastercard sama sekali tidak dapat dipakai melalui QRIS perlu diperhalus. Misal, sejak 13 Maret 2026, BNI telah menjadikan kartu kredit aktif sebagai salah satu sumber dana utama ketika nasabah membayar QRIS melalui wondr, dan pengguna tetap dapat menggantinya dengan rekening tabungan [6]. Artinya, kartu kredit internasional dapat terhubung ke QRIS pada bank tertentu. Bedanya, integrasi tersebut bergantung pada kebijakan penerbit, sedangkan KKI sejak awal dirancang sebagai skema kredit domestik berbasis QRIS.


QRIS juga tidak dimiliki oleh satu perusahaan komersial. QRIS merupakan standar nasional yang ditetapkan Bank Indonesia dan dikembangkan bersama industri melalui ASPI. Pemrosesan transaksi melibatkan lembaga switching domestik, sedangkan rekonsiliasi, kliring, setelmen, dan layanan pendukung dijalankan dalam infrastruktur sistem pembayaran nasional [7]. Struktur ini menjelaskan mengapa KKI diposisikan bukan sekadar produk kartu baru, tetapi juga instrumen untuk memperkuat kedaulatan data dan efisiensi pembayaran domestik.


Perubahan MDR QRIS dan Dampaknya bagi Merchant


Peluncuran KKI disertai perluasan kebijakan Merchant Discount Rate (MDR) QRIS. Mulai 1 Oktober 2026, MDR 0% berlaku bagi seluruh kategori merchant untuk transaksi sampai Rp100.000. Merchant usaha mikro tetap memperoleh MDR 0% hingga Rp500.000 dan dikenakan 0,3% untuk transaksi di atas batas tersebut. Usaha kecil, menengah, dan besar dikenakan 0,7% ketika nilai transaksi melebihi Rp100.000 [8]. Biaya ini ditanggung oleh merchant dan tidak boleh dialihkan kepada konsumen.


Sebagai ilustrasi, tarif reguler merchant BCA mencantumkan MDR 2% untuk Visa dan Mastercard [9]. Pada pembayaran Rp1 juta, biaya 2% setara Rp20.000, sedangkan MDR QRIS 0,7% setara Rp7.000. Selisihnya Rp13.000 per transaksi. Namun, angka 2% bukan tarif universal seluruh bank karena MDR kartu internasional dapat berbeda menurut acquirer, jenis usaha, volume transaksi, dan hasil negosiasi merchant.


Skala Potensi Penghematan dan Batasannya


Nilai transaksi kartu kredit Indonesia pada 2024 mencapai Rp454,82 triliun. Ketua ASPI memperkirakan KKI dapat mengalihkan sekitar 10% volume kartu kredit konvensional [10, 11]. Jika sekitar Rp45,5 triliun berpindah ke KKI dan selisih MDR diasumsikan 1,3 poin persentase, penghematan biaya merchant secara ilustratif mencapai sekitar Rp591 miliar per tahun. Nilai aktual akan bergantung pada komposisi nilai transaksi, kategori merchant, promosi bank, dan tarif yang sebelumnya dibayar setiap merchant.


Penghematan merchant juga tidak identik dengan penghematan devisa. Sebagian MDR kartu internasional tetap menjadi pendapatan bank penerbit dan acquirer di Indonesia. Arus devisa keluar hanya berasal dari komponen jaringan, lisensi, dan pemrosesan yang dibayarkan kepada prinsipal asing. Karena kontrak tersebut tidak dipublikasikan, perhitungan devisa harus dinyatakan sebagai skenario, bukan angka resmi. Dengan asumsi komponen luar negeri sebesar 0,1%–0,3% dari transaksi yang beralih, kisaran indikatifnya sekitar Rp45–Rp136 miliar per tahun.


Nilai strategis KKI terletak pada kombinasi kredit, penerimaan QRIS, biaya merchant yang rendah, dan pemrosesan domestik. Tantangannya adalah memperluas penerbitan, menjaga pengalaman pengguna yang konsisten, mengembangkan kartu fisik dan pembayaran daring, serta memastikan kualitas kredit tetap terkelola. Selama keterbatasan itu masih ada, KKI dan kartu internasional akan berjalan berdampingan: KKI untuk efisiensi transaksi domestik, Visa dan Mastercard untuk fleksibilitas global.


Referensi


[1] Bank Indonesia. Kartu Kredit Indonesia dan Kebijakan MDR 0%: Sinergi dan Inovasi Perkuat Ekonomi Keuangan Digital Indonesia. 17 August 2026. https://www.bi.go.id/id/publikasi/ruang-media/news-release/Pages/sp_2815926.aspx

[2] Bank Indonesia. Inisiasi Kartu Kredit Pemerintah Domestik untuk Tingkatkan Efisiensi Transaksi Pemerintah. 29 August 2022. https://www.bi.go.id/id/publikasi/ruang-media/news-release/Pages/sp_2423122.aspx

[3] ANTARA. BI meluncurkan Kartu Kredit Indonesia untuk segmen masyarakat umum. 17 August 2026. https://jogja.antaranews.com/berita/848428/bi-meluncurkan-kartu-kredit-indonesia-untuk-segmen-masyarakat-umum

[5] Bank Indonesia and KSSK. Credit-card policy and payment-system measures. 3 August 2026. https://www.bi.go.id/id/publikasi/ruang-media/news-release/Pages/Rapat-Berkala-KSSK-III-2026.aspx

[6] BNI. Sekarang Bayar QRIS di wondr Lebih Praktis, Kartu Kredit Jadi Sumber Dana Utama. 17 March 2026. https://www.bni.co.id/id-id/beranda/kabar-bni/tips-edukasi/articleid/26244

[7] Bank Indonesia. QRIS and national retail-payment infrastructure. 2026. https://www.bi.go.id/id/fungsi-utama/sistem-pembayaran/ritel/kanal-layanan/qris/default.aspx; https://www.bi.go.id/id/fungsi-utama/sistem-pembayaran/ritel/infrastruktur/default.aspx

[8] Bank Indonesia. Kartu Kredit Indonesia dan Kebijakan MDR 0%; MDR QRIS Bagi Merchant. 2025-2026. https://www.bi.go.id/id/publikasi/ruang-media/news-release/Pages/sp_2815926.aspx; https://www.bi.go.id/id/publikasi/ruang-media/cerita-bi/Pages/mdr-qris.aspx

[9] BCA. Aplikasi Merchant BCA: Tarif MDR. 2026. https://www.bca.co.id/id/bisnis/produk/penerimaan-bisnis/merchant-bca

[10] Kontan. Pertumbuhan Kartu Kredit Melandai pada 2025, Perbankan Andalkan Inovasi Digital. 17 February 2026. https://keuangan.kontan.co.id/news/pertumbuhan-kartu-kredit-melandai-pada-2025-perbankan-andalkan-inovasi-digital

[11] DealStreetAsia. Bank Indonesia launches domestic credit card; puts Visa, Mastercard on notice. 18 August 2026. https://www.dealstreetasia.com/stories/bank-indonesia-domestic-credit-card-492423


Disclaimer: Konten dibuat untuk edukasi atau promosi layanan, bukan rekomendasi jual beli Efek tertentu. Setiap risiko dari keputusan investasi yang diambil dari informasi pada publikasi ini menjadi tanggung jawab masing-masing audiens. PT KAF Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Komentar


KAF Sekuritas Indonesia

Kontak

Treasury Tower Lantai 28, Unit D, District 8, SCBD Lot 28,
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-54, Jakarta - 12190, Indonesia

Pelayanan Nasabah:

(+62) 21 5012 3175 ext. 002
(+62) 811 8853 175
cs@kafsekuritas.co.id

  • Instagram
  • TikTok
  • LinkedIn
  • YouTube

Pelaporan:

(+62) 81 1853 185
wbs@kafsekuritas.co.id

Tautan Langsung

Saluran Utama:

(+62) 21 50123 175

(+62) 21 50123 185

toko bermain
toko aplikasi
OJK_Logo.png
Logo IDX BEI
Logo KSEI
Logo IDClear KPEI
Logo SIPF
Logo LAPS SJK
Logo Inklusi Keuangan

Copyright 2023 oleh KAF Group

bottom of page