Keputusan The Fed Terbaru 2026: Suku Bunga, Jadwal FOMC, Dot Plot, dan Dampaknya ke IHSG

The Fed memutuskan tidak mengubah suku bunga acuannya dan tetap berada di kisaran 3,75-4 persen lewat voting 10-2, dengan Lisa Cook dan Beth Hammack sebagai dua pejabat yang justru menginginkan kenaikan 25 basis poin. Gubernur The Fed Kevin Warsh menekankan bahwa bank sentral siap mengambil langkah bila situasi menuntut, meski belum memberi kepastian soal kemungkinan kenaikan pada rapat Desember.
Status halaman: Data di halaman ini berlaku per 29 Oktober 2026 pukul 05.00 WIB, sebelum pengumuman FOMC Oktober 2026. Halaman ini diperbarui setelah setiap keputusan The Fed.
Ringkasan Poin
Suku bunga ditahan: The Fed mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,75-4 persen lewat voting 10-2. Lisa Cook dan Beth Hammack berbeda suara karena menginginkan kenaikan 25 basis poin.
Siap bertindak: Gubernur The Fed Kevin Warsh menegaskan bank sentral siap mengambil langkah bila situasi menuntut, tetapi belum memberi kepastian soal kenaikan di rapat Desember.
Fokus pada inflasi: Ekonomi AS dinilai belum overheating, namun belanja konsumen dan investasi bisnis yang kuat membuat pembahasan FOMC banyak berkisar pada upaya mengembalikan inflasi ke target 2 persen.
Bergantung pada data: Keputusan berikutnya akan ditentukan oleh data ekonomi yang dirilis dalam beberapa pekan ke depan.
Kondisi keuangan mengetat: Warsh melihat investor makin berhati-hati dalam menyalurkan modal, meski kondisinya belum bisa disebut ketat.
Reaksi pasar obligasi: Yield Treasury tenor pendek turun, sementara tenor panjang naik setelah konferensi pers.
Ekspektasi pasar: Trader masih memperkirakan kenaikan di Desember, tetapi mengurangi taruhan untuk kenaikan lanjutan di 2027.
Konteks politik: Keputusan ini keluar beberapa hari sebelum pemilu paruh waktu AS, saat Partai Demokrat diunggulkan merebut mayoritas DPR di tengah ketidakpuasan publik terhadap ekonomi.
Bank Indonesia menahan BI-Rate di 5,75% pada 21 Oktober 2026 sambil menaikkan suku bunga Deposit Facility ke 5,00% untuk menjaga stabilitas rupiah.
Diterbitkan: 28 Oktober 2026 | Diperbarui: 28 Oktober 2026 | Ditulis Oleh : Andreas Noviano, WPPE
Apa Keputusan The Fed Terbaru?
Keputusan The Fed terbaru adalah The Fed mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,75-4 persen lewat voting 10-2. Lisa Cook dan Beth Hammack berbeda suara karena menginginkan kenaikan 25 basis poin.
Tabel 1. Ringkasan Keputusan The Fed Terbaru 29 Oktober 2026
Aspek | Ringkasan |
Suku bunga | Dipertahankan di kisaran 3,75-4 persen lewat voting 10-2 |
Dissenting vote | Lisa Cook dan Beth Hammack memilih kenaikan 25 basis poin |
Sikap The Fed | Kevin Warsh menegaskan kesiapan bertindak bila situasi menuntut, tanpa kepastian soal kenaikan di Desember |
Kondisi ekonomi | Belum dinilai overheating, tetapi belanja konsumen dan investasi bisnis tergolong kuat |
Fokus FOMC | Mengembalikan inflasi ke target 2 persen |
Langkah berikutnya | Bergantung pada data ekonomi yang dirilis dalam beberapa pekan ke depan |
Kondisi keuangan | Mulai mengetat karena investor makin selektif menyalurkan modal, meski belum tergolong ketat |
Pasar obligasi | Yield Treasury tenor pendek turun, tenor panjang naik |
Ekspektasi pasar | Kenaikan di Desember masih diperkirakan, tetapi taruhan kenaikan lanjutan di 2027 berkurang |
Konteks politik | Keputusan keluar menjelang pemilu paruh waktu AS, dengan Partai Demokrat diunggulkan merebut mayoritas DPR |
Sekilas kembali ke masa lalu di 16 September 2026, The Fed menaikkan suku bunga karena inflasi Amerika Serikat masih tinggi, sementara pertumbuhan ekonomi dan pasar tenaga kerja dinilai solid. Kenaikan ini mengakhiri periode penahanan suku bunga yang berlangsung sejak pemangkasan terakhir pada Desember 2025.
Tabel 1. Ringkasan Keputusan The Fed Terbaru 16 September 2026
Komponen | Keterangan |
Tanggal keputusan | 16 September 2026 (waktu AS) |
Keputusan | Naik 25 bps |
Fed Funds Rate baru | 3,75%-4,00% |
Fed Funds Rate sebelumnya | 3,50%-3,75% (sejak Desember 2025) |
Hasil voting | 12-0 |
Alasan utama | Inflasi masih tinggi, ekonomi dan tenaga kerja solid |
Keputusan berikutnya | 29 Oktober 2026, sekitar pukul 01.00 WIB |
Sumber: Fortune IDN (17 September 2026).
Kapan Jadwal Keputusan The Fed 2026?
Jadwal FOMC 2026 terdiri dari delapan rapat, dengan keputusan suku bunga diumumkan pada hari kedua setiap rapat pukul 14.00 waktu New York, atau sekitar dini hari keesokan harinya waktu Indonesia.
Empat di antaranya (Maret, Juni, September, Desember) disertai proyeksi ekonomi dan dot plot.
Tabel 2. Jadwal dan Hasil Rapat FOMC 2026
Rapat FOMC | Dot Plot | Hasil Keputusan | Fed Funds Rate Setelah Rapat |
27-28 Januari 2026 | Tidak | Ditahan | 3,50%-3,75% |
17-18 Maret 2026 | Ya | Ditahan | 3,50%-3,75% |
28-29 April 2026 | Tidak | Ditahan | 3,50%-3,75% |
16-17 Juni 2026 | Ya | Ditahan | 3,50%-3,75% |
28-29 Juli 2026 | Tidak | Ditahan | 3,50%-3,75% |
15-16 September 2026 | Ya | Naik 25 bps | 3,75%-4,00% |
27-28 Oktober 2026 | Tidak | Diumumkan 29 Oktober 2026, 01.00 WIB | Menunggu pengumuman |
8-9 Desember 2026 | Ya | Belum berlangsung | Belum berlangsung |
Sumber: jadwal rapat MEXC Learn (21 September 2026); status suku bunga dari Fortune IDN (17 September 2026), yang menyebut kisaran 3,50%-3,75% bertahan sejak pemangkasan Desember 2025 hingga kenaikan September 2026.
Pada Oktober 2026, waktu New York masih memakai jam musim panas (EDT), sehingga selisihnya dengan WIB adalah 11 jam. Mulai Desember 2026, selisihnya menjadi 12 jam, sehingga keputusan FOMC Desember diperkirakan diumumkan sekitar pukul 02.00 WIB, 10 Desember 2026.
Siapa Ketua The Fed Saat Ini?
Ketua The Fed saat ini adalah Kevin Warsh, yang dilantik pada Jumat, 22 Mei 2026, menggantikan Jerome Powell yang masa jabatannya sebagai ketua berakhir sepekan sebelumnya. Warsh dicalonkan Presiden AS Donald Trump pada akhir Januari 2026.
Konferensi pers Ketua The Fed setelah setiap rapat FOMC menjadi salah satu momen paling diperhatikan pasar. Jawaban Kevin Warsh atas pertanyaan wartawan sering memberi petunjuk arah kebijakan berikutnya, yang bisa menggerakkan pasar lebih kuat daripada keputusan suku bunganya sendiri.
Apa Isi Dot Plot dan Proyeksi The Fed Terbaru?
Dot plot The Fed terbaru (September 2026) menunjukkan mayoritas pejabat memproyeksikan suku bunga sekitar 4,1% di akhir 2026, yang berarti masih ada ruang satu kali kenaikan 25 bps sebelum tahun berakhir. Dot plot berikutnya dirilis bersama keputusan FOMC Desember 2026.
Tabel 3. Proyeksi The Fed September 2026 (Summary of Economic Projections)
Indikator | Proyeksi September 2026 |
Suku bunga akhir 2026 | 12 pejabat di 4,1%; 4 pejabat di sekitar 4,4%; 2 pejabat di 3,9% |
Median suku bunga akhir 2027 | 4,1% |
Median suku bunga akhir 2028 | 3,9% |
Suku bunga jangka panjang | 3,2% (sebelumnya 3,1%) |
Inflasi PCE 2026 | 3,7% (Juni: 3,6%) |
Inflasi inti PCE 2026 | 3,4% |
Pertumbuhan PDB AS 2026 | 2,3% (Juni: 2,2%) |
Tingkat pengangguran akhir 2026 | 4,1% (Juni: 4,3%) |
Inflasi kembali ke target 2% | Diperkirakan 2029 |
Sumber: KuCoin News (September 2026) dan Fortune IDN (17 September 2026).
Proyeksi ini menggambarkan kebijakan "higher for longer": suku bunga AS diperkirakan bertahan di atas 3,9% hingga 2028. Bagi pasar negara berkembang seperti Indonesia, proyeksi tersebut berarti tekanan dari dolar AS yang kuat berpotensi berlangsung lebih lama.
Bagaimana Ekspektasi Pasar terhadap Keputusan The Fed Oktober dan Desember 2026?
Ekspektasi pasar untuk keputusan The Fed Oktober 2026 condong ke arah suku bunga ditahan, sementara peluang kenaikan bergeser ke rapat Desember 2026. Menurut data CME FedWatch yang dikutip IDX Channel pada awal Oktober 2026, probabilitas kenaikan pada Oktober turun dari 68,6% menjadi 26,0% dalam sepekan.
Pada periode yang sama, probabilitas kenaikan 25 bps di rapat Desember 2026 naik dari 39,0% menjadi 63,2%. Pergeseran ini terjadi setelah Wakil Ketua Bidang Pengawasan Michelle Bowman, Wakil Ketua Philip Jefferson, dan Presiden The Fed New York John Williams mengisyaratkan tidak terburu-buru menaikkan suku bunga lagi.
Tabel 4. Ekspektasi Pasar terhadap Keputusan The Fed (CME FedWatch)
Rapat | Probabilitas Naik 25 bps (Sebelumnya) | Probabilitas Naik 25 bps (Terbaru) |
Oktober 2026 | 68,6% | 26,0% |
Desember 2026 | 39,0% | 63,2% |
Sumber: IDX Channel via RCTI+ (awal Oktober 2026), mengutip CME FedWatch. Probabilitas berubah setiap hari mengikuti harga kontrak berjangka Fed Funds.
Karena keputusan "tahan" di Oktober sudah banyak diperhitungkan pasar, fokus investor ada pada nada pernyataan dan konferensi pers The Fed: apakah peluang kenaikan Desember ditegaskan, dilunakkan, atau ditutup.
Bagaimana Keputusan The Fed Memengaruhi IHSG dan Rupiah?
Keputusan The Fed memengaruhi IHSG dan rupiah melalui empat jalur: aset dolar AS yang lebih menarik, aliran dana asing yang keluar dari pasar negara berkembang, pelemahan rupiah, dan perubahan sentimen risiko global. Saat The Fed hawkish, IHSG dan rupiah cenderung tertekan; saat dovish, tekanan cenderung mereda.
Dampak tersebut terlihat menjelang FOMC Oktober 2026. IHSG ditutup anjlok 1,99% ke level 5.266,13 pada 27 Oktober 2026, salah satunya karena kekhawatiran kenaikan suku bunga The Fed pada Desember 2026, ditambah harga minyak tinggi, pelemahan rupiah, kenaikan CDS 5 tahun, dan kenaikan yield SBN.
Tekanan juga terlihat dari aliran dana asing. Data BEI menunjukkan net sell asing di pasar saham Indonesia mencapai Rp94,87 triliun sepanjang 1 Januari hingga 23 Oktober 2026. Pada September 2026, bulan ketika The Fed menaikkan suku bunga, OJK mencatat net sell asing Rp10,24 triliun dan IHSG turun 6,96% dalam sebulan.
Penjelasan lengkap mekanisme ini, termasuk tabel skenario hawkish dan dovish serta sektor saham yang paling sensitif, dibahas di artikel Kenapa Keputusan The Fed Berpengaruh ke IHSG?
Bagaimana Bank Indonesia Merespons Kebijakan The Fed?
Bank Indonesia merespons kebijakan The Fed dengan menahan BI-Rate di 5,75% pada Rapat Dewan Gubernur 20-21 Oktober 2026, sekaligus menaikkan suku bunga Deposit Facility menjadi 5,00% untuk memperkuat stabilitas rupiah. Suku bunga Lending Facility tetap di 6,50%.
Bank Indonesia menyebut keputusan tersebut ditujukan untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global dan tekanan eksternal yang meningkat, dengan inflasi 2026 diperkirakan tetap dalam sasaran 2,5% ±1%. Bank Indonesia juga memperkuat insentif instrumen lindung nilai DNDF untuk menarik aliran modal asing.
Tabel 5. Perbandingan Suku Bunga The Fed dan Bank Indonesia (Oktober 2026)
Bank Sentral | Suku Bunga Acuan | Keputusan Terakhir | Tanggal |
The Fed (AS) | Fed Funds Rate 3,75%-4,00% | Naik 25 bps | 16 September 2026 |
Bank Indonesia | BI-Rate 5,75% | Ditahan, Deposit Facility naik ke 5,00% | 21 Oktober 2026 |
Sumber: Fortune IDN (17 September 2026) dan Bisnis.com (21 Oktober 2026).
Apa Arti Istilah yang Sering Muncul dalam Keputusan The Fed?
Istilah yang sering muncul dalam keputusan The Fed antara lain FOMC, Fed Funds Rate, bps, dot plot, hawkish, dovish, dan CME FedWatch. Memahami istilah ini membantu investor membaca berita keputusan The Fed terbaru dengan lebih cepat.
Tabel 6. Glosarium Keputusan The Fed
Istilah | Arti Singkat |
The Fed (Federal Reserve) | Bank sentral Amerika Serikat |
FOMC (Federal Open Market Committee) | Komite The Fed yang menetapkan suku bunga, rapat delapan kali setahun |
Fed Funds Rate | Suku bunga acuan The Fed, ditetapkan dalam bentuk kisaran |
bps (basis poin) | Satuan perubahan suku bunga; 25 bps sama dengan 0,25% |
Dot plot | Grafik proyeksi suku bunga dari setiap pejabat FOMC, rilis empat kali setahun |
Hawkish | Sikap condong mengetatkan kebijakan untuk menekan inflasi |
Dovish | Sikap condong melonggarkan kebijakan untuk mendorong ekonomi |
Higher for longer | Ekspektasi suku bunga bertahan tinggi dalam waktu lama |
CME FedWatch | Alat yang menghitung probabilitas keputusan The Fed dari harga kontrak berjangka |
FOMC Minutes | Notulen rapat FOMC, dirilis sekitar tiga pekan setelah rapat |
Sumber: rangkuman istilah kebijakan moneter The Fed.
Pelajaran untuk Investor
Keputusan The Fed terbaru menunjukkan bahwa siklus kenaikan suku bunga AS belum tentu selesai, sehingga sentimen dari The Fed kemungkinan tetap membayangi IHSG hingga rapat Desember 2026. Beberapa langkah praktis yang bisa dipertimbangkan investor:
Simpan jadwal FOMC. Rapat terdekat 27-28 Oktober 2026 (pengumuman 29 Oktober, 01.00 WIB) dan 8-9 Desember 2026 (pengumuman sekitar 10 Desember, 02.00 WIB).
Baca nada, bukan hanya angka. Keputusan yang sesuai ekspektasi biasanya sudah diperhitungkan; sinyal untuk rapat berikutnya yang lebih menggerakkan pasar.
Pantau tiga indikator setelah pengumuman. Pergerakan rupiah, yield SBN, dan data net buy/net sell asing di BEI.
Perhatikan respons Bank Indonesia. Kebijakan BI-Rate dan instrumen stabilisasi rupiah ikut menentukan seberapa besar dampak The Fed ke pasar domestik.
Kelola risiko di sekitar tanggal FOMC. Volatilitas biasanya meningkat menjelang dan setelah pengumuman, jadi sesuaikan ukuran posisi dan tetapkan batas risiko yang jelas.
Untuk memantau dampak keputusan The Fed terhadap saham-saham pilihan, KAF Sekuritas Indonesia adalah perusahaan sekuritas di Indonesia yang menyediakan layanan investasi dan perdagangan saham bagi investor ritel maupun institusi. Pembukaan rekening dapat dilakukan secara online melalui
FAQ
Apa keputusan The Fed terbaru? Keputusan The Fed terbaru adalah kenaikan suku bunga 25 bps ke kisaran 3,75%-4,00% pada 16 September 2026. Keputusan berikutnya diumumkan 29 Oktober 2026 sekitar pukul 01.00 WIB.
Berapa suku bunga The Fed saat ini? Suku bunga The Fed saat ini berada di kisaran 3,75%-4,00%, berlaku sejak 16 September 2026. Sebelumnya, suku bunga The Fed bertahan di 3,50%-3,75% sejak Desember 2025.
Kapan rapat FOMC berikutnya? Rapat FOMC berikutnya setelah Oktober 2026 dijadwalkan 8-9 Desember 2026 dan akan disertai dot plot baru. Keputusannya diperkirakan diumumkan sekitar pukul 02.00 WIB, 10 Desember 2026.
Siapa Ketua The Fed sekarang? Ketua The Fed sekarang adalah Kevin Warsh, yang dilantik pada 22 Mei 2026 menggantikan Jerome Powell.
Apakah keputusan The Fed selalu membuat IHSG turun? Keputusan The Fed tidak selalu membuat IHSG turun, karena dampaknya bergantung pada apakah keputusan dan nada komunikasinya sesuai ekspektasi pasar. Sinyal hawkish cenderung menekan IHSG, sedangkan sinyal dovish cenderung meredakan tekanan.
Ditinjau oleh: Tasrul Tanar, CSA Senior Analyst KAF Sekuritas Indonesia
Tasrul Tanar, CSA adalah Senior Analyst KAF Sekuritas Indonesia dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di dunia riset dan pasar modal Indonesia. Memegang sertifikasi Certified Securities Analyst (CSA) dan Wakil Penjamin Emisi Efek (WPEE), ia berfokus pada riset saham, analisis fundamental dan teknikal, analisis emiten, IHSG, strategi investasi, dan perkembangan pasar modal Indonesia.
Melalui riset berbasis data dan pengalaman panjang di industri pasar modal, Tasrul Tanar menghadirkan analisis saham Indonesia, prospek saham, berita pasar saham, dan strategi investasi untuk membantu investor memahami peluang dan risiko di pasar modal secara lebih terukur.
Disclaimer
Konten dibuat untuk edukasi atau promosi layanan, bukan rekomendasi jual beli Efek tertentu. Setiap risiko dari keputusan investasi yang diambil dari informasi pada publikasi ini menjadi tanggung jawab masing-masing audiens. PT KAF Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Seputar KAF Sekuritas Indonesia
KAF Sekuritas Indonesia adalah perusahaan sekuritas di Indonesia yang menyediakan layanan investasi dan perdagangan saham bagi investor ritel maupun institusi.
Didukung pengalaman di industri pasar modal, KAF Sekuritas Indonesia menghadirkan akses online trading saham, data pasar, riset saham, analisis emiten, sesi konsultasi langsung dengan senior analyst, dan informasi pasar modal Indonesia untuk membantu investor mengambil keputusan investasi secara lebih percaya diri.
Referensi
Fortune IDN, "The Fed Naikkan Suku Bunga 25 Bps, Sinyalkan Kenaikan Lagi" (17 September 2026): https://www.fortuneidn.com/finance/the-fed-naikkan-suku-bunga-25-bps-sinyalkan-kenaikan-lagi-d7w02-00-lflgw-qytm66
KuCoin News, "Fed Dot Plot Shows 4.1% Rate Forecast by End of 2026" (September 2026): https://www.kucoin.com/news/flash/fed-dot-plot-shows-4-1-rate-forecast-by-end-of-2026
MEXC Learn, "FOMC Meeting Schedule 2026: Every Fed Decision Date, Dot Plot Release, and What to Expect" (21 September 2026): https://www.mexc.com/learn/article/fomc-meeting-schedule-2026-every-fed-decision-date-dot-plot-release-and-what-to-expect/1
Fortune IDN, "Kevin Warsh Resmi Pimpin The Fed, Ini Profilnya" (28 Mei 2026): https://www.fortuneidn.com/finance/kevin-warsh-resmi-pimpin-the-fed-ini-profilnya-d7w02-00-lflgw-f9srrt
Bisnis.com, "Trump Resmi Mencalonkan Kevin Warsh Jadi Bos The Fed" (30 Januari 2026): https://kabar24.bisnis.com/read/20260130/19/1948814/trump-resmi-mencalonkan-kevin-warsh-jadi-bos-the-fed
IDX Channel via RCTI+, "Tiga Petinggi The Fed Kecilkan Peluang Kenaikan Suku Bunga pada Oktober 2026": https://www.rctiplus.com/news/detail/idxchannel/5485054/tiga-petinggi-the-fed-kecilkan-peluang-kenaikan-suku-bunga-pada-oktober-2026
Infobanknews, "IHSG Ditutup Ambles Hampir 2 Persen, Dipicu Sentimen Ini" (27 Oktober 2026): https://infobanknews.com/ihsg-ditutup-ambles-hampir-2-persen-dipicu-sentimen-ini
IDX Channel via RCTI+, "Aksi Jual Investor Asing Tembus Rp94,87 Triliun Sepanjang 2026" (24 Oktober 2026): https://www.rctiplus.com/news/detail/ekonomi/5500807/aksi-jual-investor-asing-tembus-rp94-87-triliun-sepanjang-2026
Katadata, "Asing Berbalik Net Sell Jumbo Rp 10,24 Triliun, IHSG September Anjlok 6,96%" (5 Oktober 2026): https://katadata.co.id/finansial/bursa/6ac361850687a/asing-berbalik-net-sell-jumbo-rp-10-24-triliun-ihsg-september-anjlok-6-96
Bisnis.com, "Breaking: Bank Indonesia Tahan BI Rate 5,75% pada RDG Oktober 2026" (21 Oktober 2026): https://finansial.bisnis.com/read/20261021/11/2014413/breaking-bank-indonesia-tahan-bi-rate-575-pada-rdg-oktober-2026

Komentar