Perbedaan Trading Halt dan Trading Suspend: Aturan BEI Terbaru dan Data 2026

Trading halt adalah penghentian sementara seluruh perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama 30 menit ketika IHSG turun lebih dari 8% dalam satu hari bursa, sedangkan trading suspend adalah penghentian perdagangan seluruh pasar hingga akhir sesi atau lebih ketika penurunan IHSG berlanjut melewati 20%. Perbedaan trading halt dan trading suspend terletak pada pemicu, durasi, dan nasib order investor: saat halt order tetap tersimpan, sedangkan saat suspend order ditarik otomatis oleh sistem.
Ringkasan Kunci Trading halt:Ā IHSG turun lebih dari 8% ā jeda 30 menit. Jika turun lanjutan lebih dari 15% ā jeda 30 menit lagi. Trading suspend:Ā IHSG turun lanjutan lebih dari 20% ā perdagangan berhenti sampai akhir sesi, atau lebih dari satu sesi dengan persetujuan OJK. Order:Ā saat halt, order yang belum terlaksana tetap tersimpan dan masih bisa ditarik atau diubah. Saat suspend, order ditarik otomatis. Aturan terbaru:Ā ambang 8%, 15%, 20% berlaku sejak 8 April 2025, menggantikan aturan lama 5%, 10%, 15%. Kepemilikan saham tidak berubahĀ dalam kondisi halt maupun suspend.
Daftar Isi:
Mengapa Perbedaan Ini Penting Dipahami Investor di 2026
Tahun 2026 menjadi salah satu periode paling bergejolak bagi IHSG. BEI menerapkan trading halt dua hari berturut-turut pada 28 dan 29 Januari 2026, setelah MSCI membekukan sementara perubahan indeks untuk pasar Indonesia. Sejak itu, media beberapa kali memberitakan IHSG "nyaris trading halt", misalnya pada 2 Februari, 9 Maret, 21 Mei, dan 4 Juni 2026.
Hingga pekan kedua Oktober 2026, IHSG masih bergerak di kisaran 5.900 sampai 6.100 dengan volatilitas tinggi di tengah tekanan geopolitik dan harga minyak. Artinya, risiko pasar kembali menyentuh batas penghentian perdagangan belum hilang.
Masalahnya, banyak penjelasan yang beredar di internet masih memakai aturan lama ambang 5%. Investor yang tidak memahami perbedaan trading halt dan trading suspend versi aturan terbaru bisa salah membaca situasi, misalnya panik menjual karena mengira pasar akan segera dihentikan, atau tidak sadar order-nya sudah ditarik sistem.
Apa Itu Trading Halt dan Trading Suspend?
Keduanya sama-sama mekanisme darurat BEI untuk menjaga perdagangan tetap teratur, wajar, dan efisien. Bedanya ada pada tingkat keparahan kondisi pasar.
Trading haltĀ adalah jeda singkat perdagangan seluruh pasar. Semua transaksi di semua papan dihentikan selama 30 menit, lalu perdagangan dilanjutkan tanpa perubahan jadwal.
Trading suspendĀ adalah penghentian perdagangan seluruh pasar dalam waktu lebih lama, yaitu hingga akhir sesi perdagangan atau lebih dari satu sesi. Tahap ini menjadi "rem terakhir" setelah dua tahap trading halt.
Kedua istilah ini berbeda dari suspensi saham emiten, yaitu penghentian perdagangan pada satu saham tertentu karena alasan yang ditetapkan bursa, misalnya pergerakan harga yang tidak wajar. Suspensi emiten tidak memengaruhi saham lain.
Perbedaan Trading Halt dan Trading Suspend Secara Lengkap
Tabel berikut merangkum perbedaan trading halt dan trading suspend berdasarkan aturan BEI yang berlaku saat ini.
Aspek | Trading Halt | Trading Suspend |
Cakupan | Seluruh pasar | Seluruh pasar |
Pemicu | IHSG turun lebih dari 8% (tahap 1) atau lebih dari 15% (tahap 2) dalam satu hari bursa | IHSG turun lanjutan lebih dari 20% dalam satu hari bursa |
Durasi | 30 menit per tahap | Sampai akhir sesi, atau lebih dari satu sesi |
Persetujuan | Dijalankan BEI sesuai ketentuan | Lebih dari satu sesi memerlukan persetujuan atau perintah OJK |
Order yang belum terlaksana | Tetap tersimpan di sistem, masih bisa ditarik atau diubah oleh anggota bursa | Ditarik otomatis oleh sistem |
Jadwal perdagangan | Tidak berubah setelah dilanjutkan | Perdagangan baru dibuka lagi sesuai pengumuman BEI |
Pernah terjadi di BEI | Ya, termasuk 28 dan 29 Januari 2026 | Belum pernah terjadi di bawah aturan 20% |
Secara sederhana, perbedaan trading halt dan trading suspend bisa diingat seperti ini: halt adalah "lampu kuning" yang menyuruh pasar berhenti sejenak, sedangkan suspend adalah "lampu merah" yang menghentikan pasar untuk sisa sesi.
Soal order, perbedaan ini sangat praktis. Menurut penjelasan IDX Channel yang dikutip IDN Financials, saat trading halt order yang belum terealisasi tetap berada di sistem dan anggota bursa masih bisa menarik atau mengubahnya. Begitu masuk tahap trading suspend, seluruh order yang belum terealisasi otomatis dibatalkan, sehingga investor perlu memasukkan order baru ketika pasar dibuka kembali.
Aturan Trading Halt BEI Terbaru (Berlaku Sejak 8 April 2025)
Aturan trading halt BEI terbaru tertuang dalam Surat Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00002/BEI/04-2025 tentang Panduan Penanganan Kelangsungan Perdagangan dalam Kondisi Darurat. Rujukan ini juga yang dikutip BEI saat menerapkan trading halt pada Januari 2026, bersama Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas.
Tahap | Kondisi (dalam satu hari bursa) | Tindakan BEI | Durasi |
1 | IHSG turun lebih dari 8% | Trading halt | 30 menit |
2 | Penurunan lanjutan lebih dari 15% | Trading halt | 30 menit |
3 | Penurunan lanjutan lebih dari 20% | Trading suspend | Sampai akhir sesi, atau lebih dari satu sesi dengan persetujuan atau perintah OJK |
Sebagai perbandingan, aturan sebelumnya yang berlaku sejak pandemi Covid-19 pada 2020 menetapkan ambang 5%, 10%, dan 15%. Aturan lama inilah yang masih banyak muncul di artikel lain, sehingga investor perlu berhati-hati.
Beberapa catatan penting tentang aturan terbaru:
ARB ikut berubah.Ā Pada tanggal yang sama, BEI mengubah batas auto rejection bawah (ARB) menjadi 15%, tidak lagi simetris dengan auto rejection atas (ARA). ARB bekerja per saham, sedangkan trading halt bekerja pada seluruh pasar berdasarkan IHSG.
Disebut sebagai kebijakan sementara.Ā Saat aturan ini diumumkan, BEI menyatakan perubahan ambang bersifat sementara dan bisa dikembalikan ketika pasar normal. Standar "normal" itu akan ditentukan bersama regulator dan pelaku pasar.
Masih berlaku per 2026.Ā Pada awal Juni 2026, ketika IHSG sempat anjlok sekitar 5%, BEI menegaskan tidak mengubah aturan trading halt. Investor tetap disarankan memantau pengumuman resmi di situs BEI.
Ilustrasi level.Ā Dengan penutupan IHSG 9 Oktober 2026 di level 6.093,76, batas trading halt pertama (turun 8%) berada di sekitar 5.606, tahap kedua (turun 15%) sekitar 5.180, dan trading suspend (turun 20%) sekitar 4.875. Angka ini hanya ilustrasi hitungan dari penutupan hari sebelumnya.
Berapa Lama Trading Halt Berlangsung?
Setiap tahap trading halt berlangsung 30 menit. Jika IHSG terus turun hingga memicu tahap kedua pada hari yang sama, akan ada jeda 30 menit berikutnya. Jadi dalam satu hari bursa, total trading halt maksimal 60 menit sebelum masuk ke tahap trading suspend.
Contoh nyata dari Januari 2026:
Tanggal | Halt dimulai (waktu JATS) | Perdagangan dilanjutkan | Durasi |
28 Januari 2026 | 13.43.13 (awal sesi II) | 14.13.13 | 30 menit |
29 Januari 2026 | 09.26.01 | 09.56.01 | 30 menit |
Pada kedua kejadian tersebut, BEI menyatakan perdagangan dilanjutkan tanpa perubahan jadwal perdagangan. Artinya, waktu penutupan sesi tidak diperpanjang untuk mengganti waktu yang hilang selama halt.
Berbeda dengan trading halt, durasi trading suspend tidak dibatasi 30 menit. Perdagangan bisa berhenti sampai akhir sesi, bahkan lebih dari satu sesi jika disetujui atau diperintahkan OJK.
Kenapa Batas Trading Halt Naik Jadi 8 Persen?
BEI dan OJK menaikkan ambang trading halt dari 5% menjadi 8% pada 8 April 2025, hari pertama perdagangan setelah libur panjang Idulfitri. Pada hari yang sama, IHSG dibuka anjlok 9,19% dan langsung terkena trading halt di bawah aturan baru.
Berikut alasan-alasan yang disampaikan regulator:
Merespons kondisi pasar yang tidak biasa.Ā Saat itu pasar global bergejolak akibat kebijakan tarif resiprokal Presiden AS Donald Trump. Direktur Pengembangan BEI saat itu, Jeffrey Hendrik, menyebut kondisinya belum pernah terjadi sebelumnya. Menurutnya, pasar seharusnya bergerak berdasarkan fundamental, teknikal, dan informasi yang memadai, bukan karena "ketidakpastian, kondisi ketakutan, dan kebingungan."
Memberi ruang likuiditas bagi investor.Ā Direktur Utama BEI saat itu, Iman Rachman, menjelaskan kebijakan ini dibuat untuk memberikan ruang likuiditas lebih bagi investor dan memberi waktu dalam mengambil keputusan investasi. Dengan ambang 5%, pasar berisiko terlalu sering berhenti sehingga investor kesulitan bertransaksi.
Menjaga pembentukan harga tetap rasional.Ā Deputi Komisioner OJK, Aditya Jayaantara, menyatakan pihaknya ingin memastikan proses penetapan harga tetap rasional dan wajar, sehingga investor terlindungi namun tetap bertanggung jawab.
Mengikuti praktik bursa regional.Ā Thailand dan Korea Selatan menerapkan trading halt bertahap pada penurunan 8%, 15%, dan 20%. BEI menyesuaikan struktur yang sama.
Tetap dinilai konservatif.Ā Iman Rachman menilai ambang 8% masih tergolong konservatif karena beberapa bursa lain menetapkan batas di 10%.
Masukan pelaku pasar.Ā BEI menyebut telah melakukan survei kecil dan mendengarkan masukan pelaku pasar selama masa libur sebelum aturan diterapkan.
Trading Halt, Trading Suspend, Auto Rejection, dan Suspensi Emiten
Empat istilah ini sering tertukar, padahal cakupan dan pemicunya berbeda.
Istilah | Cakupan | Pemicu | Dampak |
Trading halt | Seluruh pasar | IHSG turun lebih dari 8% atau 15% dalam satu hari | Jeda 30 menit, order tetap tersimpan |
Trading suspend | Seluruh pasar | IHSG turun lanjutan lebih dari 20% | Berhenti sampai akhir sesi atau lebih, order ditarik otomatis |
Auto rejection (ARA/ARB) | Satu saham | Harga menyentuh batas naik atau turun harian (ARB 15%) | Order di luar batas ditolak, saham lain berjalan normal |
Suspensi saham emiten | Satu saham | Alasan yang ditetapkan bursa, misalnya pergerakan harga tidak wajar | Saham tersebut tidak bisa ditransaksikan sampai suspensi dicabut |
Studi Kasus: Trading Halt Dua Hari Beruntun, Januari 2026
Pada 27 Januari 2026, MSCI mengumumkan perlakuan sementara untuk pasar Indonesia dengan membekukan sejumlah perubahan terkait index review, termasuk review Februari 2026. Pengumuman ini memicu aksi jual besar.
Keterangan | 28 Januari 2026 | 29 Januari 2026 |
Halt dimulai | 13.43 WIB (sesi II) | 09.26 WIB |
Level IHSG saat halt | 8.261,79 (turun 718,44 poin atau 8,00%) | 7.654,66 (turun sekitar 8%) |
Perdagangan dilanjutkan | 14.13 WIB | 09.56 WIB |
Pada 28 Januari, sektor infrastruktur menjadi penekan terdalam dengan penurunan 10,69%, disusul energi 9,82% dan material dasar 8,42%. Setelah halt berakhir, IHSG ditutup terkoreksi 7,35%. Keesokan harinya, tekanan berlanjut hingga halt kembali terjadi kurang dari satu jam setelah pembukaan. Pada hari yang sama, Goldman Sachs menurunkan peringkat pasar saham Indonesia menjadi underweight.
Kasus ini menunjukkan satu pelajaran penting: trading halt hanya memberi jeda, bukan menghentikan tren penurunan. Meski begitu, tahap trading suspend tidak sampai terjadi karena penurunan tidak menembus 15% maupun 20% dalam satu hari.
Pelajaran untuk Investor
Hafalkan tiga angka: 8%, 15%, 20%.Ā Abaikan sumber yang masih menyebut ambang 5%. Hitung sendiri level IHSG yang memicu halt dari penutupan hari sebelumnya agar tidak mudah terpancing berita "nyaris trading halt".
Cek order saat halt terjadi.Ā Order Anda masih tersimpan. Gunakan 30 menit jeda untuk memutuskan apakah order tersebut masih relevan dengan kondisi pasar yang berubah, lalu tarik atau ubah melalui aplikasi sekuritas jika perlu.
Bersiap memasukkan order ulang jika masuk tahap suspend.Ā Pada trading suspend, order ditarik otomatis. Catat rencana transaksi Anda agar tidak lupa memasukkan order baru saat pasar dibuka.
Gunakan jeda untuk membaca informasi resmi.Ā Cari penyebab penurunan dari pengumuman BEI, OJK, atau keterbukaan informasi emiten, bukan dari rumor media sosial.
Pantau risiko jika memakai pembiayaan.Ā Harga bisa bergerak tajam setelah perdagangan dibuka kembali. Investor yang menggunakan fasilitas pembiayaan perlu memeriksa kecukupan dananya.
Jangan anggap halt sebagai sinyal beli atau jual.Ā Data Januari 2026 menunjukkan IHSG bisa kembali terkena halt pada hari berikutnya. Keputusan tetap perlu didasarkan pada analisis dan tujuan investasi masing-masing.
Untuk memperdalam pemahaman, baca juga panduan cara membaca volume sahamĀ agar Anda bisa membedakan aksi jual panik dan distribusi besar, serta ulasan daftar saham free float di bawah 15%Ā yang berkaitan dengan kebijakan lanjutan OJK pasca kejadian Januari 2026.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa perbedaan trading halt dan trading suspend yang paling mudah diingat? Trading halt adalah jeda 30 menit saat IHSG turun lebih dari 8% atau 15%, dan order tetap tersimpan. Trading suspend adalah penghentian sampai akhir sesi atau lebih saat IHSG turun lebih dari 20%, dan order ditarik otomatis.
Berapa lama trading halt berlangsung? Setiap tahap berlangsung 30 menit. Dalam satu hari bisa terjadi maksimal dua kali halt (total 60 menit) sebelum masuk ke trading suspend.
Kenapa batas trading halt naik jadi 8 persen? Untuk memberi ruang likuiditas bagi investor, menjaga pembentukan harga tetap wajar di tengah gejolak tarif AS pada April 2025, serta mengikuti praktik bursa seperti Thailand dan Korea Selatan.
Apakah saham saya hilang saat trading halt atau trading suspend? Tidak. Kepemilikan saham tidak berubah. Yang berhenti hanya kemampuan untuk membeli dan menjual sementara waktu.
Apakah trading suspend pernah terjadi di BEI dengan aturan 20%? Hingga Oktober 2026, belum ada catatan trading suspend seluruh pasar di bawah aturan ambang 20%. Kejadian terdalam pada Januari 2026 berhenti di tahap trading halt pertama.
Disclaimer
Konten dibuat untuk edukasi atau promosi layanan, bukan rekomendasi jual beli Efek tertentu. Setiap risiko dari keputusan investasi yang diambil dari informasi pada publikasi ini menjadi tanggung jawab masing-masing audiens. PT KAF Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Referensi
Investortrust (8/4/2025). BEI Ungkap Alasan Revisi Regulasi Trading Halt, Salah Satunya Kondisi Darurat. https://investortrust.id/market/62088/bei-ungkap-alasan-revisi-regulasi-trading-halt-salah-satunya-kondisi-darurat
IDN Financials (8/4/2025). Apa alasan BEI dan OJK naikkan batas trading halt jadi 8%? https://www.idnfinancials.com/id/news/53658/why-did-idx-and-ojk-raise-trading-halt-limit-to-8
Bisnis.com (8/4/2025). IHSG Trading Halt, Saham Big Caps BBCA, BREN, hingga DCII Anjlok Belasan Persen. https://market.bisnis.com/read/20250408/7/1867329/ihsg-trading-halt-saham-big-caps-bbca-bren-hingga-dcii-anjlok-belasan-persen
Bisnis.com (8/4/2025). Pengertian Trading Halt, Alarm BEI saat IHSG Ambrol Lebih dari 8%. https://market.bisnis.com/read/20250408/7/1867350/pengertian-trading-halt-alarm-bei-saat-ihsg-ambrol-lebih-dari-8
IDN Financials (18/3/2025). BEI temporarily halts trading; what is a trading halt? https://idnfinancials.com/news/53228/bei-temporarily-halts-trading-what-is-a-trading-halt
IDX Channel (20/7/2024). Investor, Begini Cara Melihat Bursa Sedang Trading Halt. https://www.idxchannel.com/market-news/investor-begini-cara-melihat-bursa-sedang-trading-halt/all
Investortrust (28/1/2026). 'Trading Halt' Diberlakukan Akibat MSCI, Ini Penjelasan BEI. https://investortrust.id/market/92762/trading-halt-diberlakukan-akibat-msci-ini-penjelasan-bei
Kabarbursa (28/1/2026). Breaking News! BEI Terapkan Trading Halt. https://www.kabarbursa.com/market-hari-ini/breaking-news-bei-terapkan-trading-halt
BCA Sekuritas / IQPlus (29/1/2026). BEI Kembali Lakukan Trading Halt. https://bcasekuritas.co.id/latest-news/news/bei-kembali-lakukan-trading-halt
CNBC Indonesia (29/1/2026). Breaking News! IHSG Trading Halt Lagi. https://www.cnbcindonesia.com/market/20260129092218-17-706230/breaking-news-ihsg-trading-halt-lagi
Bisnis.com (28/1/2026). Jejak Trading Halt IHSG di Era Pemerintahan Prabowo Subianto. https://market.bisnis.com/read/20260128/7/1948098/jejak-trading-halt-ihsg-di-era-pemerintahan-prabowo-subianto
Bisnis.com (28/1/2026). IHSG Dibuka Jeblok Imbas Pengumuman MSCI, Bakal Sentuh Trading Halt? https://market.bisnis.com/read/20260128/7/1947861/ihsg-dibuka-jeblok-imbas-pengumuman-msci-bakal-sentuh-trading-halt
Liputan6 (4/6/2026). IHSG Sempat Anjlok 5%, BEI Pastikan Tak Ubah Aturan Trading Halt. https://www.liputan6.com/saham/read/7661720/ihsg-sempat-anjlok-5-bei-pastikan-tak-ubah-aturan-trading-halt
Investortrust (4/6/2026). IHSG Anjlok 4,35% dalam 40 Menit, Trading Halt Mengintai. https://investortrust.id/market/105264/ihsg-anjlok-4-35-dalam-40-menit-trading-halt-mengintai
Kabarbursa (12/10/2026). IHSG Rebound, Asing Masih Jual, Ada Ruang ke 6.297. https://www.kabarbursa.com/market-hari-ini/ihsg-rebound-asing-masih-jual-rp244-triliun-ada-ruang-ke-6297
Kabarbursa (13/10/2026). IHSG Dibuka Merosot ke Level 5.896, Seluruh Sektor Berkutat di Zona Merah. https://www.kabarbursa.com/market-hari-ini/ihsg-dibuka-merosot-ke-level-5896-seluruh-sektor-berkutat-di-zona-merah
CNBC Indonesia (21/3/2025). Ini Perbedaan Trading Halt & Suspend. https://www.cnbcindonesia.com/research/20250321144153-128-620668/ini-perbedaan-trading-halt-suspend




Komentar