Peta Lengkap Saham Hermanto Tanoko dan TanCorp Group 2026: Struktur Kepemilikan, Kinerja, dan Risiko per Emiten

Saham Hermanto Tanoko adalah sebutan untuk sembilan emiten Bursa Efek Indonesia (BEI) yang berada di bawah payung bisnis TanCorp Group milik konglomerat Hermanto Tanoko, yaitu AVIA, CLEO, RISE, CAKK, DEPO, PEVE, BLES, ZONE, dan MERI.
Kesembilan saham Hermanto Tanoko ini tersebar di sektor yang berbeda, mulai dari cat, air minum kemasan, properti, keramik, ritel bahan bangunan, distribusi farmasi, bata ringan, fesyen, hingga pendidikan, dengan struktur kepemilikan dan profil risiko yang tidak seragam.
Artikel ini memetakan struktur kepemilikan, kinerja terbaru, dan risiko utama masing-masing saham Hermanto Tanoko berdasarkan data dan laporan resmi terkini.
Kenapa Peta Saham Hermanto Tanoko Ini Penting Diketahui Investor Sekarang
Publik cukup sering menemukan artikel daftar saham Hermanto Tanoko, tapi sebagian besar hanya berupa listicle singkat tanpa data kepemilikan, kinerja terbaru, dan risiko yang jelas per emiten. Padahal, memahami peta ini penting karena beberapa alasan konkret yang sedang berjalan.
Pertama, Hermanto Tanoko melalui TanCorp secara terbuka menyatakan tengah menyiapkan calon emiten ke-10 dari sektor kimia B2C beraset sekitar Rp1 triliun untuk IPO dalam horizon satu hingga dua tahun sejak pengumuman awal Juli 2025, artinya realisasinya berpotensi terjadi pada 2026-2027 (1).
Kedua, kesembilan saham yang sudah tercatat menunjukkan performa yang sangat variatif, mulai dari lonjakan laba ratusan hingga ribuan persen di beberapa emiten kecil hingga tekanan kerugian berkelanjutan di emiten lain, sehingga investor perlu peta yang jelas sebelum menilai satu per satu, bukan menyamaratakan seluruh grup sebagai "saham konglomerat yang pasti aman".
Struktur Kepemilikan TanCorp Group
TanCorp Group adalah nama payung bisnis Hermanto Tanoko yang menaungi lebih dari 200 entitas usaha dan sekitar 100 brand aktif di delapan subholding, dengan salah satu entitas holding, Tancorp Abadi Nusantara, didirikan pada 2016 menurut profil bisnis yang dipublikasikan pertengahan 2026 (2).
Dari sembilan emiten yang tercatat di BEI, Hermanto Tanoko secara langsung tercatat sebagai penerima manfaat akhir (ultimate beneficial owner/UBO) pada enam saham, yaitu AVIA, CLEO, RISE, CAKK, DEPO, dan PEVE, sementara pada BLES, ZONE, dan MERI, namanya tidak tercantum sebagai UBO langsung, melainkan diwakili oleh entitas TanCorp seperti PT Tancorp Investama dan PT Tancorp Investama Mulia (3).
Tabel berikut merangkum entitas pengendali TanCorp yang berhasil diverifikasi untuk masing-masing saham Hermanto Tanoko.
Kode | Nama Perusahaan | Sektor | Entitas Pengendali TanCorp | Kepemilikan | Hermanto Tanoko Tercatat sebagai UBO (Ultimate Beneficial Owner) |
AVIA | PT Avia Avian Tbk | Cat dan pelapis | PT Tancorp Surya Sentosa | 36,60% | Ya |
RISE | PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk | Properti | PT Tancorp Global Sentosa | 80,30% | Ya |
BLES | PT Superior Prima Sukses Tbk | Bata ringan | PT Tancorp Investama | 18,05% | Tidak, diwakili entitas TanCorp |
ZONE | PT Mega Perintis Tbk | Ritel fesyen | PT Tancorp Investama | 23,65% | Tidak, diwakili entitas TanCorp |
MERI | PT Merry Riana Edukasi Tbk | Pendidikan | PT Tancorp Investama Mulia | 19,32% (pasca-IPO) | Tidak, diwakili entitas TanCorp |
CLEO | PT Sariguna Primatirta Tbk | Air minum kemasan | PT Tancorp Global Abadi | 55,79-56,12% | Ya |
CAKK | PT Cahayaputra Asa Keramik Tbk | Keramik | PT Kobin Keramik Industri | 88,64% | Ya |
DEPO | PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk | Ritel bahan bangunan | PT Tancorp Surya Sukses | 23,50% (entitas TanCorp terbesar, tanpa mayoritas tunggal) | Ya |
PEVE | PT Penta Valent Tbk | Distribusi farmasi dan alat kesehatan | PT Tancorp Mega Buana | 56% | Ya |
Catatan: seluruh angka kepemilikan di atas berasal dari data Cermati Invest dan Pluang yang diakses dalam riset ini, dengan tanggal snapshot yang bervariasi (2025-2026, rincian per emiten ada di bagian Referensi).
Komposisi kepemilikan bisa berubah sewaktu-waktu, misalnya CAKK pernah dilaporkan dikuasai entitas TanCorp berbeda (PT Tancorp Bangun Indonesia) pada 2023 sebelum berpindah ke PT Kobin Keramik Industri pada data terbaru yang ditemukan, sehingga investor tetap disarankan mengecek keterbukaan informasi terbaru di situs BEI sebelum mengambil keputusan.
Kinerja dan Profil Bisnis 9 Saham Hermanto Tanoko
1. AVIA - PT Avia Avian Tbk
AVIA adalah fondasi awal bisnis keluarga Tanoko di industri cat, dirintis sejak 1978 oleh ayah Hermanto, Soetikno Tanoko, dan resmi melantai di BEI pada 8 Desember 2021 dengan melepas 6,2 miliar saham di harga Rp930 per saham, menghimpun dana sekitar Rp5,76 triliun (4).
Per 9 September 2026, harga saham AVIA tercatat Rp368 (-1,00%), dengan rentang 52 minggu Rp288-Rp530, kapitalisasi pasar sekitar Rp21,3-21,8 triliun, dan indikasi dividend yield sekitar 6,5-6,7% (5). Menurut laporan Bisnis.com per 23 Oktober 2025, AVIA menguasai sekitar 24% pangsa pasar cat nasional (6).
2. CLEO - PT Sariguna Primatirta Tbk
CLEO bergerak di industri air minum dalam kemasan (AMDK) dengan merek Cleo, beroperasi di pasar yang persaingannya tergolong tinggi (7).
Berdasarkan pemberitaan Bisnis.com pertengahan Februari 2026, CLEO berencana mengoperasikan tiga pabrik baru sepanjang 2026 sebagai bagian dari ekspansi kapasitas produksi (8).
Data harga saham terkini dan rasio keuangan spesifik CLEO tidak ditemukan dalam riset ini sehingga tidak dicantumkan agar tidak menyesatkan.
3. RISE - PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk
RISE, dikenal juga dengan nama usaha Tanrise Property, adalah pengembang properti yang memulai usaha sebagai Tritan Point Warehouse di Sidoarjo sejak 2003 (9). Saham ini tercatat memiliki rentang 52 minggu yang sangat lebar, yakni Rp669 hingga Rp10.203, mengindikasikan volatilitas harga yang ekstrem dalam setahun terakhir (10).
Sebagai perbandingan dua titik data yang tersedia: harga RISE tercatat Rp12.225 pada penutupan 26 November 2025, sejalan dengan laporan kenaikan year-to-date yang disebut menembus lebih dari 1.000% sepanjang 2025 (11), sementara pada 22 Juli 2026 harga penutupan RISE tercatat jauh lebih rendah di level Rp1.080 (12).
Riset ini tidak menemukan konfirmasi resmi penyebab selisih besar antara kedua titik data tersebut (misalnya aksi korporasi seperti pemecahan saham), sehingga investor disarankan memverifikasi langsung riwayat aksi korporasi RISE ke BEI sebelum menarik kesimpulan.
Dari sisi fundamental, RISE membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp97,16 miliar pada kuartal I 2026, melonjak 495,34% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, dengan total aset naik 2,97% menjadi Rp4,16 triliun per 31 Maret 2026 (13).
Perusahaan ini juga membagikan 5,2 miliar saham bonus pada awal 2026 dan sedang menggarap sejumlah proyek baru, termasuk Taman Dayu dan TANRISE CITY (14).
4. CAKK - PT Cahayaputra Asa Keramik Tbk
CAKK adalah produsen dan distributor keramik lantai dan dinding yang berdiri sejak 1995 (15). Per data pertengahan September 2026, harga saham CAKK berada di sekitar Rp158-160 dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp192-195 miliar, sementara laporan keuangan terakhir yang tersedia menunjukkan EPS negatif dan Return on Equity minus 23,7%, dengan auditor sempat mencatatkan keraguan going concern pada laporan yang dipublikasikan akhir Maret (16).
Meski demikian, data pendapatan kuartalan CAKK menunjukkan tren kenaikan dari Rp82,52 miliar (September 2025) menjadi Rp144,99 miliar (Juni 2026) (17), sehingga gambaran kinerjanya campuran: pendapatan tumbuh tapi profitabilitas masih tertekan.
5. DEPO - PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk
DEPO bergerak di ritel bahan bangunan dan pernah mengalami episode volatilitas signifikan: saham ini melesat 61,74% dalam sepekan pada akhir September 2025 hingga disematkan status Unusual Market Activity (UMA) oleh BEI (18). Pada 29 Juni 2026, DEPO membagikan dividen senilai Rp10,2 miliar kepada pemegang saham (19), menjadi data korporasi terbaru yang berhasil diverifikasi dalam riset ini.
6. PEVE - PT Penta Valent Tbk
PEVE adalah distributor produk konsumer dan alat kesehatan dengan visi menjadi distributor pilihan alat kesehatan di Indonesia (20). Per 1 September 2026, harga saham PEVE tercatat Rp310 (-0,64%) dari penutupan sebelumnya Rp312 (21).
Perusahaan meluncurkan merek sendiri NOMBY yang berfokus pada produk kesehatan ibu dan bayi (22). Pada Februari 2026, pemberitaan Bisnis.com mencatat salah satu anggota keluarga Hermanto Tanoko mundur dari jajaran PEVE, sebuah perubahan manajemen yang perlu dipantau investor (23).
7. BLES - PT Superior Prima Sukses Tbk
BLES memproduksi bata ringan dengan merek BLESSCON dan SUPERIORE BLOCK, dan melantai di BEI pada 2024 dengan valuasi IPO sekitar 100 juta dolar AS menurut Forbes (24). Pada kuartal I 2026, BLES membukukan lonjakan laba bersih yang dilaporkan mencapai sekitar 4.000% secara tahunan, meski total aset perseroan justru turun tipis 1,64% menjadi Rp2,005 triliun dibandingkan posisi Desember 2025 sebesar Rp2,038 triliun, terutama akibat penyusutan aset (25).
Manajemen menyebut kapasitas produksi telah mencapai sekitar 5,6 juta meter kubik per tahun setelah pabrik kelima di Banjarnegara mulai beroperasi (26).
8. ZONE - PT Mega Perintis Tbk
ZONE adalah representasi TanCorp di sektor ritel fesyen pria dengan merek Manzone, Ollo, dan MOC, melantai di BEI pada 12 Desember 2018 dengan harga penawaran Rp298 per saham dan berhasil menghimpun dana Rp58,70 miliar (27).
Berdasarkan data per 26 November 2025, harga saham ZONE berada di Rp535 dengan kinerja year-to-date terkoreksi -35,15% (28). Manajemen ZONE dilaporkan melakukan diversifikasi usaha ke bisnis ritel alas kaki sebagai langkah memperkuat pendapatan (29).
9. MERI - PT Merry Riana Edukasi Tbk
MERI adalah emiten TanCorp yang paling baru melantai di BEI, resmi IPO pada 10 Juli 2025 dengan harga penawaran Rp128 per saham, melepas lebih dari 235 juta saham dan menghimpun dana sekitar Rp30,09 miliar (30).
Pada hari debutnya, saham MERI melonjak 34,38% ke level Rp172 (31). Hermanto Tanoko lewat PT Tancorp Investama Mulia tercatat sebagai investor MERI dengan saham yang terkunci (lock-up) hingga 2030 (32). Perusahaan ini kemudian mendirikan anak usaha baru, PT Meri Mitra Edukasi, untuk memperluas cakupan layanan penunjang pendidikan dan konsultasi manajemen (33).
Risiko yang Perlu Diperhatikan Investor per Emiten
Setiap saham Hermanto Tanoko punya profil risiko yang berbeda, bukan risiko generik "saham grup konglomerat". Berikut risiko utama yang perlu dicermati berdasarkan data yang berhasil diverifikasi:
Risiko volatilitas ekstrem dan likuiditas rendah (RISE, DEPO):Ā RISE tercatat memiliki rentang harga 52 minggu yang sangat lebar (Rp669-Rp10.203), sementara DEPO pernah masuk status UMA BEI setelah lonjakan 61,74% dalam sepekan pada 2025. Saham dengan pola pergerakan seperti ini rawan terhadap risiko harga tidak wajar dan free float terbatas.
Risiko kelangsungan usaha (CAKK):Ā laporan auditor CAKK sempat mencatatkan keraguan going concern, dengan ROE negatif dan EPS negatif pada periode pelaporan terakhir yang tersedia dalam riset ini. Ini adalah sinyal risiko fundamental yang lebih serius dibanding sekadar fluktuasi harga.
Risiko perubahan manajemen dan keluarga pengendali (PEVE):Ā mundurnya salah satu anggota keluarga Tanoko dari jajaran PEVE pada awal 2026 adalah perubahan tata kelola yang perlu dipantau dampaknya terhadap arah bisnis ke depan.
Risiko ketergantungan pada satu segmen bisnis (ZONE):Ā kinerja ZONE tertekan secara year-to-date, sehingga langkah diversifikasi ke ritel alas kaki masih perlu dibuktikan hasilnya sebelum dianggap sebagai katalis pemulihan.
Risiko data dan transparansi terbatas (CLEO, sebagian data CAKK/DEPO/PEVE):Ā untuk sejumlah emiten, riset ini tidak menemukan data kepemilikan atau kinerja terkini yang cukup rinci di sumber publik yang mudah diakses, sehingga investor perlu usaha ekstra mengecek langsung ke laporan keuangan resmi sebelum mengambil keputusan.
Pelajaran untuk Investor
Peta saham Hermanto Tanoko di atas menunjukkan satu hal penting: label "saham grup konglomerat" tidak berarti seragam dari sisi kualitas maupun risiko. Sebelum memutuskan mempelajari atau memantau salah satu dari sembilan saham ini, ada beberapa langkah konkret yang bisa diambil investor.
Pertama, jangan menyamaratakan performa AVIA yang sudah mapan dengan volatilitas ekstrem RISE atau tekanan fundamental CAKK, karena ketiganya berada di titik siklus bisnis dan tingkat risiko yang sangat berbeda. Kedua, untuk emiten dengan data publik terbatas seperti CLEO, DEPO, dan PEVE, luangkan waktu mengecek laporan keuangan resmi dan keterbukaan informasi di situs BEI, bukan hanya mengandalkan artikel ringkasan. Ketiga, pantau perkembangan rencana IPO perusahaan kimia B2C TanCorp sebagai indikator ekspansi grup ke depan, sekaligus pertanda potensi munculnya emiten ke-10 di ekosistem ini.
Keempat, untuk saham dengan riwayat status UMA atau catatan going concern auditor, perlakukan sebagai sinyal untuk melakukan riset tambahan, bukan alasan untuk otomatis menghindar atau otomatis memburu.
Pertanyaan Umum
Ada berapa saham milik Hermanto Tanoko di Bursa Efek Indonesia?
Sampai riset ini disusun, ada sembilan saham Hermanto Tanoko yang tercatat di BEI, yaitu AVIA, CLEO, RISE, CAKK, DEPO, PEVE, BLES, ZONE, dan MERI, dengan rencana penambahan satu emiten baru dari sektor kimia B2C yang masih dalam tahap persiapan.
Apa perbedaan antara saham yang Hermanto Tanoko tercatat sebagai UBO dan yang tidak?
Pada AVIA, CLEO, RISE, CAKK, DEPO, dan PEVE, nama Hermanto Tanoko tercatat langsung sebagai penerima manfaat akhir (ultimate beneficial owner). Pada BLES, ZONE, dan MERI, kepemilikannya diwakili oleh entitas TanCorp seperti PT Tancorp Investama dan PT Tancorp Investama Mulia, sehingga namanya tidak tercantum langsung sebagai UBO meski tetap berada di bawah ekosistem TanCorp Group.
Saham Hermanto Tanoko mana yang paling berisiko tinggi?
Berdasarkan data yang berhasil diverifikasi, RISE dan DEPO memiliki catatan volatilitas harga, sementara CAKK memiliki catatan risiko fundamental berupa going concern dari auditor. Masing-masing risiko ini berbeda sifatnya, sehingga perlu dievaluasi terpisah, bukan disamaratakan.
Apakah rencana IPO perusahaan kimia TanCorp sudah pasti terjadi?
Belum. Berdasarkan pernyataan Hermanto Tanoko pada Juli 2025, rencana ini masih berupa horizon satu hingga dua tahun dan bergantung pada kesiapan kinerja perusahaan tersebut, sehingga statusnya masih berupa rencana, bukan kepastian jadwal.
Apakah artikel ini merupakan rekomendasi membeli saham Hermanto Tanoko?
Tidak. Artikel ini bersifat pemetaan struktur kepemilikan, kinerja, dan risiko berdasarkan data publik, bukan rekomendasi jual beli Efek tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.
Disclaimer
Konten dibuat untuk edukasi atau promosi layanan, bukan rekomendasi jual beli Efek tertentu. Setiap risiko dari keputusan investasi yang diambil dari informasi pada publikasi ini menjadi tanggung jawab masing-masing audiens. PT KAF Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Referensi
CNBC Indonesia, "Ada Bocoran Perusahaan Konglomerat Mau IPO", https://www.cnbcindonesia.com/market/20250712185551-17-648596/ada-bocoran-perusahaan-konglomerat-mau-ipo
journalarta.com, "Daftar Perusahaan Hermanto Tanoko 2026: 9 Emiten BEI & Bisnis Tancorp Lengkap", https://journalarta.com/news/2026/06/27/daftar-perusahaan-hermanto-tanoko-2026-tancorp-emiten-bei/
IDXChannel, "8 Saham Milik Hermanto Tanoko di Bursa Efek Indonesia, Intip Daftarnya", https://www.idxchannel.com/market-news/8-saham-milik-hermanto-tanoko-di-bursa-efek-indonesia-intip-daftarnya/2
IDN Times, "9 Saham Milik Hermanto Tanoko yang Melantai di Bursa Efek", https://www.idntimes.com/business/finance/saham-milik-hermanto-tanoko-yang-melantai-di-bursa-efek-c1c2-01-tg1j7-cs53g6
IDN Financials, "PT. Avia Avian Tbk [AVIA]", https://www.idnfinancials.com/avia/pt-avia-avian-tbk
Bisnis.com, "Avian (AVIA) Kuasai 24% Pasar Cat di Indonesia, Perkuat Penetrasi", https://market.bisnis.com/read/20251023/192/1922814/avian-avia-kuasai-24-pasar-cat-di-indonesia-perkuat-penetrasi
IDN Times, op. cit. (profil bisnis CLEO)
Bisnis.com, topik Hermanto Tanoko (rencana 3 pabrik baru CLEO 2026), https://www.bisnis.com/topic/55599/hermanto-tanoko
IDN Financials, "PT. Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk [RISE]", https://www.idnfinancials.com/rise/pt-jaya-sukses-makmur-sentosa-tbk
Google Finance, "Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk PT (RISE)", https://www.google.com/finance/beta/quote/RISE:IDX
IndoPremier, "Deretan Saham Hermanto Tanoko, Ada RISE Terbang 1.000 Persen YTD", https://www.indopremier.com/ipotnews/newsDetail.php?jdl=Deretan_Saham_Hermanto_Tanoko__Ada_RISE_Terbang_1_000_Persen_YTD&news_id=480431
Investing.com, "Harga Historis Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk PT (RISE)", https://www.investing.com/equities/jaya-sukses-makmur-historical-data
StockWatch.id, "Jaya Sukses Makmur Sentosa (RISE) Cetak Laba Rp97,16 Miliar di Kuartal I 2026", https://stockwatch.id/jaya-sukses-makmur-sentosa-rise-cetak-laba-rp9716-miliar-di-kuartal-i-2026-melambung-49534/
detik.com, tag Hermanto Tanoko (proyek Taman Dayu dan TANRISE CITY), https://www.detik.com/tag/hermanto-tanoko
Pluang, "Buy & Sell Cahayaputra Asa Keramik Tbk - CAKK Share Price Today", https://pluang.com/en/asset/indo-stock/CAKK?assetTab=fundamentals
Marketscreener, "PT Cahayaputra Asa Keramik Tbk Stock (CAKK)", https://www.marketscreener.com/quote/stock/PT-CAHAYAPUTRA-ASA-KERAMI-64310829/
Google Finance, "Cahayaputra Asa Keramik Tbk PT (CAKK)", https://www.google.com/finance/beta/quote/CAKK:IDX?hl=en
IDN Financials, "Saham DEPO milik Hermanto Tanoko melesat 61% sepekan, kini masuk UMA", https://www.idnfinancials.com/id/news/57530/saham-depo-milik-hermanto-tanoko-melesat-61-sepekan-kini-masuk-uma
Bisnis.com, "Depo Bangunan (DEPO) Milik Hermanto Tanoko Tebar Dividen Rp10,2 Miliar", https://market.bisnis.com/read/20260629/192/1984139/depo-bangunan-depo-milik-hermanto-tanoko-tebar-dividen-rp102-miliar
Ajaib, "Harga Saham PEVE - Penta Valent Tbk. Hari Ini", https://ajaib.co.id/saham/aset/PEVE
Makmur.id, "Cek Harga Saham PEVE Hari Ini", https://www.makmur.id/id/saham/PEVE
IndoPremier, op. cit. (peluncuran merek NOMBY)
Bisnis.com, "Putri Crazy Rich Surabaya Hermanto Tanoko Mundur dari Penta Valent (PEVE)", https://www.bisnis.com/topic/55599/hermanto-tanoko
Forbes, "Hermanto Tanoko" profile, https://www.forbes.com/profile/hermanto-tanoko/
investor.id, "Emiten Afiliasi Hermanto Tanoko Buka-bukaan soal Laba Ngacir 4.000%", https://investor.id/market/437035/emiten-afiliasi-hermanto-tanoko-bukabukaan-soal-laba-ngacir-4000
investor.id, op. cit. (kapasitas produksi dan pabrik kelima Banjarnegara)
IDN Times, op. cit. (profil IPO ZONE)
IndoPremier, op. cit. (harga dan kinerja YTD ZONE)
IndoPremier, op. cit. (diversifikasi ritel alas kaki ZONE)
IDN Times, op. cit. (detail IPO MERI)
Indopremier/CNBC Indonesia, "Usai MERI, Hermanto Tanoko Bakal Bawa Perusahaan Lagi ke BEI untuk IPO", https://www.indopremier.com/ipotnews/newsDetail.php?jdl=Usai_MERI__Hermanto_Tanoko_Bakal_Bawa_Perusahaan_Lagi_ke_BEI_untuk_IPO&news_id=468536
Bisnis.com, "Hermanto Tanoko Siap Tambah Saham di MERI, Merry Riana Lock-Up hingga 2030", https://market.bisnis.com/read/20250711/192/1892391/hermanto-tanoko-siap-tambah-saham-di-meri-merry-riana-lock-up-hingga-2030
IndoPremier, op. cit. (pendirian PT Meri Mitra Edukasi)




Komentar