Riset & Stock Pick Tasrul Tanar, CSA 14 Oktober 2026: Rekomendasi Saham Hari Ini AALI, AADI & BFIN, IHSG Oversold

Ringkasan Rekomendasi Saham Hari Ini
IHSG ditutup di level 5.926 pada Selasa, 13 Oktober 2026, terkoreksi tipis 0,17% dengan volume di bawah rata-rata dan net sell asing. Dalam stock pick Tasrul Tanar edisi Rabu, 14 Oktober 2026, tiga saham yang menjadi perhatian adalah AALI, AADI, dan BFIN, ketiganya bersinyal Buy on Weakness dengan indikator oversold yang membuka peluang rebound teknikal. Untuk stock pick hari ini, entry dilakukan di Support 1, dan seluruh harga entry tersebut berada di dalam area akumulasi fundamental KAF Sekuritas Indonesia.
Daftar Isi Stock Pick Tasrul Tanar
Konteks Pasar
Artikel ini disusun dari riset first-party Tim Riset KAF Sekuritas, yaitu Technical Daily 14 Oktober 2026 serta Fundamental Snapshot AALI, AADI, dan BFIN yang ditandatangani Tasrul Tanar, CSA. Seluruh harga yang dicantumkan dalam stock pick Tasrul Tanar ini adalah harga penutupan Selasa, 13 Oktober 2026.
IHSG melemah tipis ke 5.926. Volume transaksi 294,69 juta saham, di bawah rata-rata 325,11 juta saham (rasio 0,91 kali), yang mencerminkan partisipasi pasar relatif rendah, dan net sell asing menunjukkan tekanan distribusi masih berlangsung. Data performa sektoral tidak tersedia dalam riset yang diberikan.
Sorotan makro yang tercatat dalam Technical Daily KAF:
Peringatan IMF.Ā Dalam Global Financial Stability Report 13 Oktober 2026, IMF memperingatkan risiko koreksi saham teknologi berbasis AI dan kenaikan imbal hasil obligasi global. Bagi Indonesia, kondisi ini berpotensi memicu risk-off, arus modal keluar, tekanan pada rupiah, serta volatilitas IHSG dan SBN.
Danantara jajaki kilang sawit di Mesir.Ā Danantara berencana mengembangkan hilirisasi kelapa sawit di Mesir bersama SWF negara tersebut. KAF menilai rencana ini berpotensi menjadi sentimen positif jangka panjang bagi industri sawit, tetapi nilai investasi dan jadwal pembangunan belum diumumkan.
Cadangan beras aman di tengah ancaman El Niño. Pengadaan beras PSO Bulog hingga Oktober 2026 mencapai 4.115.014 ton atau 102,88% dari target 4 juta ton, yang berpotensi membantu menjaga stabilitas harga pangan dan inflasi.
Prediksi IHSG Hari Ini
Berdasarkan analisa teknikal saham dari Technical Daily KAF, IHSG berada dalam fase konsolidasi di zona Buy on Weakness dengan target 6.025. Harga berada di antara lower line dan center line, dan pergerakan positif di tengah tren negatif dibaca sebagai rebound teknikal, bukan pembalikan tren. R-squared 0,921 menunjukkan tren sangat kuat, sementara slope -26,62 mengindikasikan tren turun dengan tekanan jual yang meningkat.
Z-score -1,76 menunjukkan kondisi oversold, didukung MFI 0,76, RSI 9,82, dan CMO -80,35 yang juga berada di zona oversold. W%R -71,90 bergerak naik dari zona oversold menuju area tengah. Namun MACD Optimized masih mengonfirmasi momentum bearish kuat (MACD -17,32, signal -10,42, histogram -6,90).
Level IHSG | Harga |
Resistance 2 | 6.025 |
Resistance 1 | 5.950 |
Support 1 | 5.825 |
Support 2 | 5.750 |
Critical level | 5.725 |
Peluang penguatan terbuka bila IHSG menembus Resistance 1 di 5.950, sedangkan risiko pelemahan meningkat bila indeks menembus Support 2 di 5.750. Tim Riset KAF menyarankan pengelolaan risiko yang disiplin dan menunggu konfirmasi penguatan sebelum menambah eksposur. Karena itu, seluruh stock pick hari ini menggunakan pendekatan Buy on Weakness dengan entry di Support
Selebihnya Anda bisa download file ini:
Tabel Rekomendasi Saham Hari Ini
Ringkasan level stock pick hari ini (harga per 13 Oktober 2026). Persentase dihitung dari harga entry di Support 1.
Kode Saham | Sinyal | Harga Terakhir | Entry (S1) | Target Harga (TP1āTP2) | Batas Rugi | Rekomendasi Fundamental KAF |
AALI | Buy on Weakness | Rp8.200 | Rp8.100 | Rp8.375 (+3,40%) ā Rp8.500 (+4,94%) | Rp7.950 (-1,85%) | ACCUMULATE, target Rp9.000 |
AADI | Buy on Weakness | Rp11.600 | Rp11.300 | Rp11.725 (+3,76%) ā Rp11.925 (+5,53%) | Rp11.050 (-2,21%) | ACCUMULATE, target Rp13.200 |
BFIN | Buy on Weakness | Rp920 | Rp895 | Rp935 (+4,47%) ā Rp950 (+6,15%) | Rp870 (-2,79%) | BUY, target Rp1.080 |
1. AALI ā PT Astra Agro Lestari Tbk
Data per 13 Oktober 2026:
Sinyal:Ā Buy on Weakness
Harga Terakhir:Ā Rp8.200 (-0,60%)
Entry (Support 1):Ā Rp8.100
Target Harga:Ā TP1 Rp8.375 (Resistance 1) | TP2 Rp8.500 (Resistance 2)
Batas Rugi / Cut Loss:Ā Rp7.950
Support 2:Ā Rp7.975
Analisa Saham AALI Hari Ini
Saham AALI hari ini berada di bawah lower line, yang mengindikasikan pullback dalam yang mengancam tren naik, sehingga Tim Riset KAF menilai akumulasi belum ideal sebelum ada konfirmasi pemulihan. Meski begitu, slope 34,76 masih mencerminkan tren naik yang kuat, z-score -1,47 menunjukkan oversold, dan RSI 1,84, W%R -76,98, serta CMO -96,32 berada di zona jenuh jual.
Volume 2,44 juta saham atau 1,33 kali rata-rata dengan net buy asing, sementara histogram MACD -24,20 menunjukkan momentum bearish menguat. Beta 0,50 menjadikan AALI saham paling defensif di antara ketiga pilihan.
Fundamental: ACCUMULATE, Target Harga Saham AALI Rp9.000
Fundamental Snapshot KAF memberi rekomendasi saham AALI ACCUMULATEĀ dengan target fundamental Rp9.000 (+9,8% dari Rp8.200) dan area akumulasi Rp7.900 sampai Rp8.100. Entry teknikal Rp8.100 berada di batas atas area tersebut.
Laba bersih entitas induk semester I-2026 Rp1,10 triliun (+56,5% YoY), pendapatan Rp15,26 triliun (+5,6%), dan laba kotor Rp2,53 triliun (+12,5%).
Laba kuartal II sekitar Rp727 miliar, hampir dua kali kuartal I (Rp373 miliar). Pendorongnya efisiensi, pengendalian biaya, dan harga CPO, karena volume penjualan hanya naik 1,7%.
Neraca kuat: kas Rp5,15 triliun melebihi total liabilitas Rp4,25 triliun.
Valuasi: PER FY26E 7,7x, P/BV sekitar 0,64x, dan yield dividen FY26E sekitar 7,8%.
Selebihnya Anda bisa mendownload file ini:
Anda bisa juga membeli saham AALI dengan cara Buka Rekening Saham di KAF Sekuritas
2. AADI ā PT Adaro Andalan Indonesia Tbk
Data per 13 Oktober 2026:
Sinyal:Ā Buy on Weakness
Harga Terakhir:Ā Rp11.600 (-0,85%)
Entry (Support 1):Ā Rp11.300
Target Harga:Ā TP1 Rp11.725 (Resistance 1) | TP2 Rp11.925 (Resistance 2)
Batas Rugi / Cut Loss:Ā Rp11.050
Support 2:Ā Rp11.075
Analisa Saham AADI Hari Ini
Saham AADI hari ini berada di antara lower line dan center line dalam tren positif, yang dibaca Tim Riset KAF sebagai pullback sehat menuju kelanjutan tren. Slope 60,08 mencerminkan tren naik kuat, z-score -1,56 menunjukkan oversold, dan MFI 2,50, RSI 11,88, serta CMO -76,24 berada di zona jenuh jual.
Namun volume hanya 3,61 juta saham atau 0,36 kali rata-rata, ada net sell asing, dan histogram MACD -27,11 menunjukkan momentum bearish menguat. Strategi yang disarankan adalah akumulasi selektif sambil menunggu konfirmasi penguatan.
Fundamental: ACCUMULATE, Target Harga Saham AADI Rp13.200
Fundamental Snapshot KAF memberi rekomendasi saham AADI ACCUMULATEĀ dengan target fundamental Rp13.200 (+13,8% dari Rp11.600) dan area akumulasi Rp11.000 sampai Rp11.400. Entry teknikal Rp11.300 berada di dalam area tersebut.
Laba bersih semester I-2026 US$474 juta (+10,5% YoY) dengan pendapatan US$2,55 miliar (+6,1%). Laba kuartal II US$331 juta (+131% QoQ) karena harga jual, volume, dan biaya tunai yang lebih baik.
Divestasi 47,99% saham Kestrel Coal Group ke Yancoal rampung 1 Oktober 2026 dengan dana bersih setelah pajak US$734,8 juta, plus potensi pembayaran bersyarat hingga US$550 juta.
Valuasi: PER FY26E 4,8x, EV/EBITDA sekitar 2,6x, dan yield dividen FY26E sekitar 9,3%.
Penahan rating: Harga Batu Bara Acuan periode I Oktober turun ke US$122,52/ton.
Selebihnya Anda bisa mendownload file ini:
Anda bisa juga membeli saham AALI dengan cara Buka Rekening Saham di KAF Sekuritas
3. BFIN ā PT BFI Finance Indonesia Tbk
Data per 13 Oktober 2026:
Sinyal:Ā Buy on Weakness
Harga Terakhir:Ā Rp920 (+0,54%)
Entry (Support 1):Ā Rp895
Target Harga:Ā TP1 Rp935 (Resistance 1) | TP2 Rp950 (Resistance 2)
Batas Rugi / Cut Loss:Ā Rp870
Support 2:Ā Rp875
Analisa Saham BFIN Hari Ini
Saham BFIN hari ini berada di bawah lower line, tetapi pergerakan positif dalam tren positif mengindikasikan false breakdown yang berpotensi mendahului kelanjutan tren naik. Slope 3,58 menunjukkan tren naik, z-score -1,32 menandakan oversold, dan MFI 9,21 berada di zona jenuh jual.
Di sisi lain, volume hanya 5,62 juta saham atau 0,25 kali rata-rata, ada net sell asing, dan MACD (-0,88, signal -0,34, histogram -0,54) mengonfirmasi momentum bearish kuat.
Fundamental: BUY, Target Harga Saham BFIN Rp1.080
Fundamental Snapshot KAF memberi rekomendasi saham BFIN BUYĀ dengan target fundamental Rp1.080 (+17,4% dari Rp920) dan area akumulasi Rp880 sampai Rp910. Entry teknikal Rp895 berada di dalam area tersebut.
Laba bersih semester I-2026 Rp828,9 miliar (+8,7% YoY). Laba kuartal II Rp475 miliar (+33,9% QoQ) karena biaya kredit turun dari Rp378 miliar ke Rp196 miliar.
Kualitas aset: NPF gross 1,55% dan net 0,27%, di bawah rata-rata industri 3,06% dan 0,85%.
Valuasi: PER FY26E 7,8x, P/BV 1,24x, ROE semester I 15,1%, dan gearing 1,2x.
Tantangan: pembiayaan baru semester I turun 1,8% ke Rp10,7 triliun, sementara piutang industri multifinance hanya tumbuh 1,68% YoY per Agustus.
Selebihnya Anda bisa download file ini:
Anda bisa juga membeli saham AALI dengan cara Buka Rekening Saham di KAF Sekuritas
Faktor Risiko Utama
IHSG masih dalam tren bearish.Ā MACD indeks mengonfirmasi momentum bearish kuat dan asing masih net sell. Penembusan Support 2 di 5.750 dapat menekan seluruh posisi.
Momentum MACD negatif di ketiga saham.Ā Histogram MACD AALI, AADI, dan BFIN sama-sama negatif, sehingga sinyal oversold belum menjamin pembalikan arah.
Volume rendah di AADI dan BFIN.Ā Rasio volume 0,36 kali dan 0,25 kali disertai net sell asing menandakan partisipasi pasar melemah.
AALI:Ā harga di bawah lower line sehingga akumulasi belum ideal sebelum ada konfirmasi pemulihan. Stok minyak sawit Malaysia 3,51 juta ton menekan harga CPO, volume produksi datar, dan liabilitas naik 47% sejak Desember 2025 tanpa rincian.
AADI:Ā HBA cenderung melemah, target penjualan 65 juta ton mensyaratkan volume semester II sekitar 31,5 juta ton, serta risiko pemangkasan RKAB dan tekanan transisi energi.
BFIN:Ā pembiayaan baru stagnan, biaya kredit semester I 4,4% masih di atas panduan sekitar 4,1%, dan kepemilikan asing 74,5% rentan tekanan jual saat rupiah melemah.
Kesimpulan
Stock pick Tasrul Tanar 14 Oktober 2026 berisi tiga saham Buy on Weakness yang oversold dengan entry teknikal di dalam area akumulasi fundamental KAF: AALI (entry Rp8.100, TP1 Rp8.375, TP2 Rp8.500, cut loss Rp7.950) paling defensif dengan fundamental ACCUMULATE tetapi masih di bawah lower line; AADI (entry Rp11.300, TP1 Rp11.725, TP2 Rp11.925, cut loss Rp11.050) didukung tren naik kuat dan fundamental ACCUMULATE, dengan catatan volume rendah dan net sell asing; serta BFIN (entry Rp895, TP1 Rp935, TP2 Rp950, cut loss Rp870) memiliki rekomendasi fundamental BUY dan kualitas aset di atas rata-rata industri. Dengan IHSG yang masih bearish, pasang antrean di Support 1 dan disiplin pada cut loss.
Pertanyaan Umum
1. Apa bisnis utama PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)? AALI adalah perusahaan perkebunan kelapa sawit bagian dari Grup Astra. Per akhir 2025, perseroan mengelola 280.325 hektare kebun di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi, 32 pabrik kelapa sawit, serta 2 pabrik pemurnian.
2. Apa bisnis utama PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI)? AADI adalah induk bisnis batu bara termal Grup Adaro dengan tambang utama di Kalimantan Selatan dan rantai pasok terintegrasi dari penambangan, logistik, hingga jasa dan penyewaan aset ketenagalistrikan. Setelah divestasi Kestrel, AADI menjadi produsen batu bara termal murni yang fokus di Indonesia.
3. Apa bisnis utama PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN)? BFIN adalah perusahaan pembiayaan dengan 341 jaringan outlet. Portofolionya didominasi pembiayaan multiguna beragunan BPKB mobil, dilengkapi pembiayaan kendaraan via dealer, sewa guna alat berat dan mesin, pembiayaan beragunan properti, serta roda dua.
4. Kenapa stock pick hari ini memakai sinyal Buy on Weakness? Karena IHSG dan ketiga saham masih dalam tekanan momentum bearish meskipun indikatornya oversold. Dengan Buy on Weakness, entry dilakukan di Support 1, bukan di harga terakhir, sehingga jarak ke cut loss lebih pendek dan rasio potensi untung terhadap risiko lebih baik.
5. Saham mana yang paling selaras antara analisa teknikal saham dan fundamental? Ketiganya selaras karena entry teknikal (AALI Rp8.100, AADI Rp11.300, BFIN Rp895) berada di dalam area akumulasi fundamental KAF. BFIN memiliki potensi terbesar menuju target fundamental Rp1.080 (+17,4%), sedangkan AALI dengan beta 0,50 paling defensif.
6. Bagaimana cara memakai rekomendasi saham hari ini dari KAF Sekuritas? Pasang order beli di Support 1, ambil untung bertahap di TP1 dan TP2, dan pasang cut loss sesuai level yang dicantumkan. Sesuaikan ukuran posisi dengan profil risiko masing-masing.
Author Box
Tasrul TanarĀ adalah Research Analyst KAF Sekuritas dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di dunia riset dan pasar modal Indonesia.
Memegang sertifikasi Certified Securities Analyst (CSA) dan Wakil Penjamin Emisi Efek (WPEE), ia berfokus pada riset saham, analisis fundamental dan Teknikal, analisis emiten, IHSG, strategi investasi, dan perkembangan pasar modal Indonesia.
Melalui riset berbasis data dan pengalaman panjang di industri pasar modal, Tasrul Tanar menghadirkan analisis saham Indonesia, prospek saham, berita pasar saham, dan strategi investasi untuk membantu investor memahami peluang dan risiko di pasar modal secara lebih terukur.
Seputar KAF Sekuritas
KAF Sekuritas adalah perusahaan sekuritas di Indonesia yang menyediakan layanan investasi dan perdagangan saham bagi investor ritel maupun institusi. Didukung pengalaman di industri pasar modal, KAF Sekuritas menghadirkan akses online trading saham, data pasar, riset saham, analisis emiten, dan informasi pasar modal Indonesia untuk membantu investor mengambil keputusan investasi secara lebih percaya diri.
Disclaimer
Konten dibuat untuk edukasi atau promosi layanan, bukan rekomendasi jual beli Efek tertentu. Setiap risiko dari keputusan investasi yang diambil dari informasi pada publikasi ini menjadi tanggung jawab masing-masing audiens. PT KAF Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Komentar