top of page

Saham MEDC hari ini: Mengakuisisi Blok Migas Eni di Kutai: Analisis Lengkap Dampak ke Saham (Oktober 2026)

20 jam yang lalu
10 menit membaca

Diterbitkan: 22 Oktober 2026 | Diperbarui: 22 Oktober 2026 | Ditinjau oleh: Tasrul Tanar, CSA, Senior Analyst KAF Sekuritas Indonesia

Saham MEDC hari ini
Saham MEDC hari ini

Ringkasan Poin Saham MEDC hari ini

  • PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) pada 12 Oktober 2026 menyepakati pengambilalihan 10% participating interest (PI) nonoperator di empat PSC milik Eni di Cekungan Kutai, Kalimantan Timur.

  • Keempat PSC (Muara Bakau, Ganal, West Ganal, East Ganal) mencakup lapangan produksi Jangkrik, proyek South Hub, dan penemuan gas Geliga yang diperkirakan berisi sekitar 5 Tcf gas dan 300 juta barel kondensat.

  • Nilai transaksi dan tanggal penyelesaian belum diumumkan per 22 Oktober 2026, dan transaksi masih menunggu persetujuan regulator.

  • MedcoEnergi membukukan laba bersih USD275,31 juta pada semester I 2026 dengan produksi migas 170 mboepd, di batas atas panduan 165 sampai 170 mboepd.

  • Tim Riset KAF Sekuritas Indonesia memetakan support MEDC di Rp1.420 dan Rp1.350 serta resistance di Rp1.585 dan Rp1.645 (data per 14 Oktober 2026).

  • Saham MEDC hari ini menjadi sorotan setelah PT Medco Energi Internasional Tbk mengumumkan akuisisi 10% participating interest (PI) nonoperator di empat PSC milik Eni di Cekungan Kutai, Kalimantan Timur, pada 12 Oktober 2026. Paket aset ini mencakup produksi berjalan, proyek pengembangan gas, dan penemuan raksasa Geliga, sementara nilai transaksinya belum diungkap.

Bagi investor, transaksi ini menyentuh dua tema sekaligus: perluasan basis gas bumi jangka panjang dan masuknya MEDC ke rantai nilai gas alam cair (LNG) yang sudah mapan. Artikel ini disusun bersama Tim Riset KAF Sekuritas Indonesia. KAF Sekuritas Indonesia adalah perusahaan sekuritas di Indonesia yang menyediakan layanan investasi dan perdagangan saham bagi investor ritel maupun institusi.

Daftar Isi:

Apa Isi Kesepakatan MEDC Mengkuisisi Blok Migas Eni?

Isi kesepakatan MEDC akuisisi blok migas Eni adalah pengambilalihan 10% PI nonoperator di empat PSC Cekungan Kutai, yaitu Muara Bakau, Ganal, West Ganal, dan East Ganal, menurut siaran pers MedcoEnergi tanggal 12 Oktober 2026. Keempat PSC tersebut kini dioperasikan Searah, perusahaan patungan Eni dan PETRONAS dengan kepemilikan masing-masing 50% sejak Juni 2026.


Aset Apa Saja yang Masuk dalam Empat PSC Tersebut?

Empat PSC yang diambil MEDC berisi kombinasi aset produksi, pengembangan, dan eksplorasi, menurut Offshore Magazine (12 Oktober 2026):

  1. Lapangan gas Jangkrik yang sudah berproduksi.

  2. Proyek gas Maha, Gendalo, dan Gandang yang dikembangkan dalam proyek South Hub.

  3. Penemuan gas raksasa Geliga yang baru diumumkan.


Sebagai pemegang PI nonoperator, MEDC tidak menjalankan operasi harian. Peran operator tetap berada di tangan Searah, sedangkan MEDC menanggung porsi biaya dan menerima porsi hasil sesuai 10% PI-nya.


Bagaimana Skema Pelepasan Aset Eni di Indonesia?

Eni melepas porsi 10% di tujuh PSC Indonesia melalui dua perjanjian mengikat terpisah kepada Pertamina dan MedcoEnergi, menurut ChemAnalyst (12 Oktober 2026). Rinciannya sebagai berikut.


Tabel 1. Skema Pelepasan Aset Eni di Cekungan Kutai

Pembeli

PSC

Porsi dari Eni

Aset Kunci

MedcoEnergi (MEDC)

Muara Bakau, Ganal, West Ganal, East Ganal

10%

Jangkrik, South Hub (Maha, Gendalo, Gandang), Geliga

Pertamina

East Sepinggan, North Ganal, Rapak

10%

Merakes, East Merakes, North Hub (Geng North, Gehem)

Sumber: Offshore Magazine dan ChemAnalyst, 12 Oktober 2026. Menurut Reuters, Pertamina Hulu Energi akan memegang total 25% PI di East Sepinggan setelah transaksi.


Apa Itu Participating Interest dalam Saham Migas?

Participating interest adalah hak partisipasi atau porsi kepemilikan sebuah perusahaan dalam satu wilayah kerja migas (PSC), yang menentukan berapa bagian biaya yang ditanggung dan berapa bagian hasil produksi yang diterima. Dalam kasus ini, PI 10% berarti MEDC menanggung 10% biaya dan berhak atas 10% bagian kontraktor dari empat PSC Eni di Cekungan Kutai.


Apa Bedanya PI Operator dan Nonoperator?

PI operator dan nonoperator dibedakan dari siapa yang menjalankan kegiatan harian di wilayah kerja migas tersebut. Berikut perbandingannya.

Tabel 2. Perbandingan PI Operator dan PI Nonoperator

Aspek

PI Operator

PI Nonoperator

Peran

Menjalankan eksplorasi, pengembangan, dan produksi harian

Ikut memiliki dan mendanai, tanpa menjalankan operasi

Kendali keputusan

Besar, memimpin rencana kerja dan anggaran

Terbatas, lewat hak suara sesuai porsi PI

Risiko operasional

Lebih tinggi

Lebih rendah

Contoh di MEDC

Corridor (70%), Lematang (100%), Tarakan (100%)

Empat PSC Eni di Kutai (10%, operator Searah)

Sumber: siaran pers MedcoEnergi 12 Oktober 2026 dan Bisnis.com 28 Juli 2025; penjelasan konsep oleh Tim Riset KAF Sekuritas Indonesia.


Bagaimana Investor Membaca Participating Interest di Saham Migas?

Investor membaca participating interest saham migas dengan mengalikan porsi PI terhadap cadangan, produksi, dan kebutuhan belanja modal wilayah kerja tersebut. Semakin besar PI, semakin besar kontribusi ke pendapatan, tetapi juga semakin besar kewajiban pendanaan yang harus ditanggung emiten.

  1. Cek porsi PI dan status operator di keterbukaan informasi emiten.

  2. Hitung porsi cadangan dan produksi yang menjadi hak emiten sesuai persentase PI.

  3. Bandingkan nilai transaksi dengan cadangan yang diperoleh untuk menilai mahal atau murahnya akuisisi.

  4. erhatikan jenis kontraknya, karena skema PSC memengaruhi bagi hasil yang diterima kontraktor.


Seberapa Besar Potensi Gas Geliga di Cekungan Kutai?

Lapangan gas Geliga diperkirakan mengandung sekitar 5 triliun kaki kubik (Tcf) gas dan 300 juta barel kondensat, menurut Reuters (12 Oktober 2026). Secara gabungan, penemuan Geng North dan Geliga telah membuktikan lebih dari 10 Tcf gas dan 650 juta barel kondensat, menurut ChemAnalyst.


Keputusan investasi akhir (FID) untuk proyek North Hub dan South Hub sudah diumumkan pada Maret 2026, menurut ChemAnalyst. Artinya, aset yang dimasuki MEDC bukan sekadar wilayah eksplorasi, tetapi juga proyek yang sudah memasuki fase pengembangan.


Dengan PI 10%, volume yang dapat diatribusikan kepada MEDC bersifat proporsional dan relatif kecil dibanding Searah sebagai pemilik mayoritas. Namun, masuk ke kawasan gas yang sudah punya operator dan infrastruktur LNG mapan memberi MEDC eksposur dengan risiko operasional lebih rendah dibanding menjadi operator baru.


Mengapa MEDC Akuisisi Blok Migas Eni Sekarang?

MEDC akuisisi blok migas Eni untuk melengkapi portofolio gas di Indonesia dan memperluas kehadiran di rantai nilai LNG yang sudah mapan, menurut CEO MedcoEnergi Ronald Gunawan dalam siaran pers 12 Oktober 2026. Manajemen juga menyebut transaksi ini memperkuat basis produksi jangka panjang lewat produksi berjalan dan pengembangan gas berskala besar, sekaligus membuka peluang eksplorasi di Cekungan Kutai.


Langkah ini konsisten dengan pipeline gas MedcoEnergi yang sedang berjalan, menurut 2026 First Half Operational Update:

  1. Sakakemang: menargetkan gas perdana pada kuartal III 2027 dengan produksi bruto sekitar 85 MMscfd.

  2. Sambar di PSC Corridor: tiga sumur pengembangan ditargetkan berproduksi sebagian pada kuartal IV 2026, menambah sekitar 85 MMscfd bruto saat puncak.

  3. Senoro Fase 2A: beroperasi penuh sejak Juni 2026 untuk menjaga plateau produksi sekitar 340 MMscfd bruto hingga 2031.


Bagaimana Kinerja MedcoEnergi pada Semester I 2026?

Kinerja MedcoEnergi pada semester I 2026 menguat, dengan laba bersih USD275,31 juta atau hampir sembilan kali lipat dari USD30,71 juta pada semester I 2025, menurut IDN Financials (22 September 2026). Produksi migas mencapai 170 mboepd, di batas atas panduan perseroan.


Tabel 3. Ringkasan Kinerja MedcoEnergi Semester I 2026

Indikator

Semester I 2026

Pembanding

Produksi migas

170 mboepd

Panduan 2026: 165 sampai 170 mboepd

Produksi kuartal II 2026

Rata-rata 171 mboepd, puncak 173 mboepd

n/a

Cadangan 2P

541 mmboe

Naik 12% secara tahunan

Sumber daya 2C

Sekitar 1,2 miliar boe

n/a

Pendapatan

USD1,41 miliar

USD1,14 miliar (naik 23,35%)

Laba bersih

USD275,31 juta

USD30,71 juta

Laba entitas asosiasi dan ventura bersama

USD124,11 juta

Rugi USD11,81 juta

Sumber: MedcoEnergi 2026 First Half Operational Update; IDN Financials, 22 September 2026.


Lonjakan laba MedcoEnergi semester I 2026 tidak semata berasal dari produksi migas, karena laba entitas asosiasi dan ventura bersama menyumbang USD124,11 juta setelah sebelumnya rugi. MedcoEnergi juga menaikkan panduan belanja modal segmen minyak dan gas 2026 menjadi USD450 sampai 475 juta, menurut Ajaib (22 September 2026).


Cadangan 2P (proven and probable) adalah cadangan migas terbukti dan terduga yang dinilai layak diproduksi secara komersial, sedangkan sumber daya 2C (contingent) adalah volume yang sudah ditemukan tetapi belum memenuhi syarat komersial. Bagi investor, kenaikan cadangan 2P MedcoEnergi sebesar 12% menjadi 541 mmboe menunjukkan umur produksi yang makin panjang.


Seperti Apa Portofolio PSC MedcoEnergi Sebelum Transaksi Ini?

Portofolio PSC MedcoEnergi di Indonesia sebelum transaksi Eni didominasi kepemilikan mayoritas sebagai operator, seperti di Corridor (70%), Lematang (100%), dan Tarakan (100%). PI Corridor naik dari 46% menjadi 70% setelah MEDC menuntaskan akuisisi porsi Repsol pada 28 Juli 2025, menurut Bisnis.com.


Tabel 4. Portofolio PSC MedcoEnergi di Indonesia (sebelum transaksi Eni efektif)

PSC atau Aset

Jenis Kontrak

PI MEDC

Status

Corridor

PSC Cost Recovery

70%

Produksi

Senoro-Toili

PSC Cost Recovery

30%

Produksi

South Natuna Sea Block B

PSC Cost Recovery

40%

Produksi

South Sumatra

PSC Cost Recovery

65%

Produksi

Block A, Aceh

PSC Cost Recovery

85%

Produksi

Madura Offshore, Meliwis

PSC Cost Recovery

77,5%

Produksi

Madura Offshore, Peluang dan Maleo

PSC Cost Recovery

67,5%

Produksi

Rimau

PSC Gross Split

60%

Produksi

Lematang

PSC Cost Recovery

100%

Produksi

Bangkanai

PSC Cost Recovery

70%

Produksi

Tarakan

PSC Gross Split

100%

Produksi

Sampang

PSC Cost Recovery

45%

Produksi

Sakakemang

PSC Cost Recovery

45%

Pengembangan

Beluga

PSC Cost Recovery

100%

Eksplorasi

Amanah

PSC Cost Recovery

40%

Eksplorasi

Sumber: Data Portofolio Migas MedcoEnergi 2026, dihimpun Tim Riset KAF Sekuritas Indonesia; PI Corridor dikonfirmasi Bisnis.com, 28 Juli 2025.


MedcoEnergi juga menandatangani PSC Nawasena (cost recovery) pada 30 Juni 2026 setelah diumumkan dalam IPA Convex Mei 2026, menurut 2026 First Half Operational Update.


Empat PSC Kutai akan menjadi entri dengan karakter berbeda dalam portofolio ini: PI minoritas nonoperator, bukan kepemilikan mayoritas sebagai operator.


Apa Bedanya PSC Cost Recovery dan Gross Split?

PSC cost recovery dan gross split dibedakan dari cara biaya operasi dikembalikan kepada kontraktor migas. Pada skema cost recovery, biaya operasi yang disetujui dikembalikan dari hasil produksi sebelum dibagi dengan negara; pada skema gross split, produksi bruto langsung dibagi tanpa pengembalian biaya, sehingga kontraktor menanggung biayanya sendiri. Mayoritas PSC MedcoEnergi menggunakan skema cost recovery, sedangkan Rimau dan Tarakan memakai gross split.


Apa Dampak Akuisisi Blok Migas Eni terhadap Saham MEDC?

Dampak akuisisi blok migas Eni terhadap saham MEDC saat ini masih bersyarat, karena nilai transaksi, estimasi tambahan produksi, dan tanggal penyelesaian belum diumumkan per 22 Oktober 2026. Bagi investor yang memantau saham MEDC hari ini, dampak ke valuasi baru bisa dihitung setelah angka-angka tersebut tersedia.


Apa Saja Potensi Katalis Positif bagi MEDC?

  • Eksposur cadangan gas jangka panjang: MEDC ikut memiliki porsi di Geliga dan proyek South Hub yang sudah melewati FID.

  • Akses rantai nilai LNG: aset Kutai terhubung ke infrastruktur LNG yang mapan, berpotensi memperluas sumber pendapatan dan arus kas jangka panjang.

  • Risiko operasional lebih rendah: sebagai pemegang PI nonoperator, MEDC tidak mengelola operasi harian, meski tetap menanggung porsi biaya sesuai PI.


Apa Saja Risiko dan Hal yang Belum Pasti?

  • Nilai transaksi belum diungkap, sehingga kebutuhan pendanaan dan dampaknya ke neraca MEDC belum dapat dihitung.

  • Penyelesaian bergantung pada persetujuan regulator pemerintah Indonesia, dan belum ada target waktu yang diumumkan.

  • Kontribusi produksi baru bersifat proporsional terhadap PI 10%, dan sebagian besar nilai Geliga serta South Hub masih bergantung pada jadwal pengembangan.


Pandangan Tim Riset KAF Sekuritas Indonesia

Tim Riset KAF Sekuritas Indonesia memetakan support pertama saham MEDC di Rp1.420 dan resistance pertama di Rp1.585, berdasarkan analisis teknikal per 14 Oktober 2026. Pada tanggal yang sama, MEDC ditutup di Rp1.545 atau naik 6,55% dalam sehari, menurut data bursa yang dihimpun JournalArta.

Tabel 5. Level Teknikal Saham MEDC per 14 Oktober 2026

Level Teknikal

Harga

Resistance 2 (R2)

Rp1.645

Resistance 1 (R1)

Rp1.585

Support 1 (S1)

Rp1.420

Support 2 (S2)

Rp1.350

Sumber: Tim Riset KAF Sekuritas Indonesia, analisis teknikal per 14 Oktober 2026.


Untuk investor yang mencermati pergerakan saham MEDC hari ini, area Rp1.420 menjadi support pertama, dengan support lanjutan di Rp1.350 bila tekanan jual meningkat. Di sisi atas, Rp1.585 adalah resistance pertama; jika harga mampu menembus dan bertahan di atasnya, resistance berikutnya berada di Rp1.645. Level ini bersifat informatif dan bukan rekomendasi beli atau jual.


Kesimpulan untuk Investor

MEDC akuisisi blok migas Eni menambah eksposur perseroan ke gas Cekungan Kutai lewat kombinasi aset produksi, pengembangan, dan eksplorasi, meski dengan porsi minoritas 10%.


Berikut hal yang dapat dilakukan investor saat memantau saham MEDC hari ini dan ke depan:

  • Pantau keterbukaan informasi MEDC di BEI untuk pengumuman nilai transaksi dan sumber pendanaannya.

  • Cermati persetujuan regulator sebagai syarat utama penyelesaian transaksi.

  • Evaluasi laporan keuangan kuartal berikutnya untuk melihat apakah laba tetap kuat tanpa bantuan besar dari entitas asosiasi.

  • Gunakan level support dan resistance dari Tim Riset KAF Sekuritas Indonesia sebagai acuan manajemen risiko, bukan sebagai sinyal pasti arah harga.


Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apa itu participating interest nonoperator dalam akuisisi MEDC?

Participating interest (PI) nonoperator adalah porsi kepemilikan dalam sebuah PSC tanpa peran sebagai pengelola operasi harian. Dalam transaksi ini, MEDC memegang 10% PI dan menanggung porsi biaya serta menerima porsi hasil sesuai persentase tersebut, sedangkan operasi dijalankan oleh Searah sebagai operator.


Berapa nilai transaksi MEDC akuisisi blok migas Eni?

Nilai transaksi MEDC akuisisi blok migas Eni belum diumumkan per 22 Oktober 2026. Siaran pers MedcoEnergi tanggal 12 Oktober 2026 juga belum menyebut estimasi tambahan produksi dari empat PSC tersebut.


Kapan akuisisi empat PSC Eni oleh MEDC selesai?

Tanggal penyelesaian akuisisi empat PSC Eni oleh MEDC belum diumumkan. Penyelesaian transaksi bergantung pada syarat penutupan yang lazim, termasuk persetujuan regulator pemerintah Indonesia.


Apa itu lapangan gas Geliga?

Geliga adalah penemuan gas raksasa di Cekungan Kutai, Kalimantan Timur, yang diperkirakan mengandung sekitar 5 Tcf gas dan 300 juta barel kondensat menurut Reuters (12 Oktober 2026). Geliga termasuk dalam paket empat PSC yang 10% PI-nya diambil MEDC dari Eni.


Apakah akuisisi ini langsung menambah laba MEDC?

Akuisisi ini belum langsung menambah laba MEDC karena transaksinya belum selesai dan masih menunggu persetujuan regulator. Kontribusi finansial baru dapat dihitung setelah nilai transaksi, tanggal efektif, dan porsi produksi yang diatribusikan ke MEDC diumumkan.

Ditinjau oleh: Tasrul Tanar, CSA

Senior Analyst KAF Sekuritas Indonesia

Tasrul Tanar, CSA adalah Senior Analyst KAF Sekuritas Indonesia dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di dunia riset dan pasar modal Indonesia. Memegang sertifikasi Certified Securities Analyst (CSA) dan Wakil Penjamin Emisi Efek (WPEE), ia berfokus pada riset saham, analisis fundamental dan teknikal, analisis emiten, IHSG, strategi investasi, dan perkembangan pasar modal Indonesia.

Melalui riset berbasis data dan pengalaman panjang di industri pasar modal, Tasrul Tanar menghadirkan analisis saham Indonesia, prospek saham, berita pasar saham, dan strategi investasi untuk membantu investor memahami peluang dan risiko di pasar modal secara lebih terukur.

Seputar KAF Sekuritas Indonesia

KAF Sekuritas Indonesia adalah perusahaan sekuritas di Indonesia yang menyediakan layanan investasi dan perdagangan saham bagi investor ritel maupun institusi. Didukung pengalaman di industri pasar modal, KAF Sekuritas Indonesia menghadirkan akses online trading saham, data pasar, riset saham, analisis emiten, sesi konsultasi langsung dengan senior analyst, dan informasi pasar modal Indonesia untuk membantu investor mengambil keputusan investasi secara lebih percaya diri.

Disclaimer

Konten dibuat untuk edukasi atau promosi layanan, bukan rekomendasi jual beli Efek tertentu. Setiap risiko dari keputusan investasi yang diambil dari informasi pada publikasi ini menjadi tanggung jawab masing-masing audiens. PT KAF Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Daftar Referensi

Komentar


KAF Sekuritas Indonesia

Kontak

Treasury Tower Lantai 28, Unit D, District 8, SCBD Lot 28,
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-54, Jakarta - 12190, Indonesia

Pelayanan Nasabah:

(+62) 21 5012 3175 ext. 002
(+62) 811 8853 175
cs@kafsekuritas.co.id

  • Instagram
  • TikTok
  • LinkedIn
  • YouTube

Pelaporan:

(+62) 81 1853 185
wbs@kafsekuritas.co.id

Tautan Langsung

Saluran Utama:

(+62) 21 50123 175

(+62) 21 50123 185

toko bermain
toko aplikasi
OJK_Logo.png
Logo IDX BEI
Logo KSEI
Logo IDClear KPEI
Logo SIPF
Logo LAPS SJK
Logo Inklusi Keuangan

Copyright 2023 oleh KAF Group

bottom of page