top of page

Hilirisasi Baterai Motor Listrik Nasional: Peluang Sektor Nikel di Balik Program Molinas

  • 15 Agu
  • 7 menit membaca
hilirisasi baterai motor listrik

hilirisasi baterai motor listrik nasional adalah proses pengolahan nikel dari bahan mentah menjadi komponen inti baterai kendaraan listrik, mencakup tahapan pemurnian, pembuatan precursor dan cathode active material (CAM), hingga perakitan sel baterai siap pakai untuk kepentingan pasokan motor listrik nasional.


Proses ini menjadi fondasi industri di balik Program Motor Listrik Nasional (Molinas) yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto pada 13 Agustus 2026, karena CEO Danantara, Rosan Roeslani, secara eksplisit menegaskan bahwa baterai untuk Molinas akan didorong penuh menggunakan bahan berbasis nikel. Bagi investor, memahami rantai nilai hilirisasi baterai penting karena inilah yang menentukan apakah Indonesia benar-benar bisa naik kelas dari sekadar penambang nikel menjadi pemain utama industri baterai global.

Key Takeaways

  • Hilirisasi bateraiĀ adalah proses mengubah nikel mentah menjadi komponen baterai jadi, mulai dari precursor, cathode active material (CAM), hingga sel baterai.

  • Pabrik baterai raksasa PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB)Ā di Karawang, hasil patungan Indonesia Battery Corporation (IBC) dengan konsorsium CATL-Brunp-Lygend, resmi mulai berproduksi komersial pada akhir Juli 2026, dengan kapasitas awal 6,9 GWhĀ dan target ekspansi hingga 15 GWhĀ dalam lima tahun.

  • Nilai investasi proyek pabrik Karawang mencapai sekitar US$5,9 miliar (setara Rp96 triliun), ditargetkan menciptakan sekitar 8.000 lapangan kerja.

  • Fakta menarik: meski narasi resminya "nikel", porsi produksi baterai NMC (berbasis nikel) di pabrik Karawang hanya sekitar 20 persen, sementara 80 persenĀ sisanya adalah baterai LFP yang tidak berbasis nikel, mengikuti tren pasar kendaraan listrik global.

  • Indonesia saat ini berada di peringkat ketigaĀ rantai pasok baterai dunia, dengan potensi naik ke posisi kedua pada 2030 jika eksekusi hilirisasi berjalan optimal.

Daftar Isi

Kenapa Hilirisasi Baterai Jadi Fondasi Program Molinas

Dalam sambutannya saat peluncuran Molinas di Cikarang, Rosan Roeslani menegaskan arah kebijakan pemerintah soal baterai: "Terutama kita lihat baterai untuk motor listrik nasional ini, kita akan dorong secara penuh untuk menggunakan nickel-based."Ā 


Pernyataan ini bukan tanpa dasar. Pemerintah lewat Kementerian Keuangan sebelumnya sudah menyiapkan skema insentif berupa pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) sebesar 100 persen untuk kendaraan listrik berbasis baterai nikel, dan hanya 40 persen untuk kendaraan listrik non-nikel, sebagai bagian dari strategi mendorong hilirisasi nikel domestik.


Logika di balik kebijakan ini sederhana: Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia, sehingga mendorong penggunaan baterai berbasis nikel diyakini bisa memperkuat permintaan domestik atas hasil hilirisasi nikel yang selama ini sudah gencar dibangun pemerintah, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap komponen baterai impor, dan mendukung program hilirisasi baterai motor listrik.


Rantai Nilai Hilirisasi Baterai Nikel Indonesia

Proses hilirisasi baterai nikel di Indonesia mengikuti rantai nilai bertahap:

  1. Penambangan bijih nikel:Ā tahap paling hulu, dilakukan berbagai perusahaan tambang nikel di Indonesia.

  2. Pemurnian dan smelter:Ā bijih nikel diolah menjadi bahan setengah jadi.

  3. Precursor dan Cathode Active Material (CAM):Ā bahan setengah jadi diproses lebih lanjut menjadi komponen inti katoda baterai.

  4. Sel baterai (battery cell):Ā precursor dan CAM dirakit menjadi sel baterai siap pakai.

  5. Battery pack:Ā sel baterai dirangkai menjadi unit baterai utuh yang dipasang ke kendaraan, termasuk motor listrik Molinas.

Untuk mengorkestrasi rantai nilai ini, pemerintah membentuk konsorsium Indonesia Battery Corporation (IBC) yang beranggotakan empat BUMN, yaitu PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), PT Pertamina (Persero), dan PT PLN (Persero), di bawah koordinasi BPI Danantara.


Selain itu, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) turut mengeksplorasi pengembangan bahan anoda berbasis artificial graphite, melengkapi sisi katoda yang sudah lebih dulu digarap lewat nikel.


Pabrik Baterai Raksasa Karawang Sudah Mulai Beroperasi

Fondasi fisik dari ambisi hilirisasi baterai ini adalah pabrik sel baterai terintegrasi di Kawasan Artha Industrial Hills, Karawang, Jawa Barat, yang dikelola PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB), perusahaan patungan antara Indonesia Battery Corporation (IBC) dan Ningbo Contemporary Brunp Lygend (CBL), konsorsium yang terdiri dari raksasa baterai asal China, Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL), bersama Brunp dan Lygend.


Kronologi proyek ini:

Periode

Peristiwa

29 Juni 2025

Presiden Prabowo memimpin peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek di Kawasan Artha Industrial Hills, Karawang.

12 Januari 2026

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan pabrik ditargetkan diresmikan pada semester I 2026.

23 Juni 2026

Bahlil melaporkan kepada Presiden bahwa proyek kerja sama CATL-Antam telah selesai dan siap diresmikan akhir Juli 2026.

29 Juli 2026

Bahlil mengonfirmasi pabrik telah rampung dan siap memasuki fase produksi komersial.

13 Agustus 2026

Molinas resmi diluncurkan, dengan pabrik baterai Karawang sudah beroperasi sebagai fondasi pasokan komponen inti.

Pabrik ini memiliki kapasitas produksi awal 6,9 gigawatt hour (GWh), dengan rencana ekspansi hingga 15 GWh dalam lima tahun ke depan. Direktur Utama IBC, Aditya Farhan Arif, menyebutkan kapasitas 15 GWh setara dengan kebutuhan baterai untuk sekitar 250.000 kendaraan listrik. Nilai investasi proyek ini mencapai sekitar US$5,9 miliar atau setara Rp96 triliun, dan diproyeksikan menciptakan sekitar 8.000 lapangan kerja.


Fakta Menarik: Mayoritas Produksi Justru Bukan Baterai Nikel

Meski narasi resmi pemerintah menekankan baterai "berbasis nikel", realitas produksi di pabrik Karawang justru lebih kompleks. Presiden Direktur IBC, Aditya Farhan Arif, mengungkapkan porsi produksi baterai NMC (nickel manganese cobalt, berbasis nikel) di pabrik Karawang hanya sekitar 20 persen dari total kapasitas. Sebaliknya, sekitar 80 persen produksi berupa baterai LFP (lithium iron phosphate) yang justru tidak berbasis nikel sama sekali, mengikuti tren pasar kendaraan listrik global yang saat ini lebih banyak mengadopsi teknologi LFP, terutama dari produsen asal China.


IBC menegaskan tetap mempertahankan porsi produksi NMC karena sejalan dengan cita-cita awal hilirisasi nikel nasional, meski proporsinya kini kalah dominan dibanding LFP. Baterai LFP produksi pabrik ini juga tidak semata untuk kendaraan listrik, tapi turut digunakan untuk battery energy storage system (BESS), termasuk penyimpanan energi di pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB).


Fakta ini penting bagi investor karena menunjukkan bahwa narasi "semua akan berbasis nikel" perlu disikapi dengan nuansa: permintaan pasar global tetap jadi faktor penentu utama, bukan semata arah kebijakan domestik.


Peluang Baru: Daur Ulang Baterai Kendaraan Listrik

Selain produksi baterai baru, IBC turut menyoroti peluang jangka panjang di sisi daur ulang (recycling) baterai kendaraan listrik. Berdasarkan proyeksi yang dikutip IBC dari International Energy Agency (IEA), sekitar 1,2 juta unit baterai kendaraan listrik diperkirakan mencapai akhir masa pakainya secara global pada 2030, dan angka ini melonjak menjadi 14 juta unit pada 2040.


Permintaan bahan baku daur ulang (feedstock recycling) ini diproyeksikan melonjak drastis seiring waktu. Menariknya, dominasi paten teknologi battery circularityĀ saat ini sudah sangat kuat dikuasai Asia, dengan pemohon paten asal Asia menyumbang 63 persen dari total paten internasional di segmen ini pada 2023.

China secara khusus melejit, dengan pangsa paten naik dari hanya 5 persen pada 2013 menjadi 29 persen pada 2023, menggeser dominasi Toyota dan LG yang sebelumnya memimpin. Perusahaan yang kini memuncaki daftar pemohon paten battery circularityĀ global adalah Brunp, mitra IBC sendiri di pabrik Karawang, menunjukkan bahwa mitra strategis Indonesia di sektor ini juga unggul di lini teknologi daur ulang.


Pelajaran untuk Investor terkait hilirisasi baterai motor listrik

  • Pahami rantai nilai hilirisasi baterai motor listrik secara utuh, bukan hanya tahap tambang nikel. Nilai tambah terbesar hilirisasi baterai justru ada di tahap precursor, CAM, dan sel baterai, bukan sekadar ekstraksi bahan mentah.

  • Jangan menyamakan "hilirisasi nikel" dengan "semua baterai pasti nikel".Ā Fakta di lapangan menunjukkan mayoritas produksi pabrik baterai terbesar Indonesia justru LFP, bukan NMC berbasis nikel, sehingga investor perlu cermat membaca detail komposisi produksi, bukan hanya judul berita.

  • Perhatikan siapa saja pemain kunci di rantai nilai ini:Ā ANTM sebagai pemasok nikel, PTBA di sisi bahan anoda, serta mitra asing seperti CATL yang membawa teknologi dan akses pasar ekspor. Kombinasi ini menentukan daya saing jangka panjang industri baterai Indonesia.

  • Pantau perkembangan peluang daur ulang bateraiĀ sebagai segmen bisnis baru yang berpotensi tumbuh signifikan dalam 5 sampai 15 tahun ke depan, seiring makin banyaknya baterai kendaraan listrik yang mendekati akhir masa pakai.

  • Ingat bahwa proyek infrastruktur besar butuh waktu untuk terlihat di laporan keuangan.Ā Pabrik Karawang baru mulai produksi komersial akhir Juli 2026, sehingga kontribusi nyatanya terhadap kinerja keuangan emiten terkait masih perlu dipantau di laporan-laporan mendatang.


Jika Anda merasa penasaran seputar hilirisasi baterai motor listrik dan ingin mempelajari lebih lanjut Anda bisa mengikuti sesi mid-week session bersama Senior Analyst KAF Sekuritas, Tasrul Tanar.



FAQ Section

  1. Apa itu hilirisasi baterai?

    Hilirisasi baterai adalah proses pengolahan nikel dari bahan mentah menjadi komponen inti baterai kendaraan listrik, mencakup tahapan precursor, cathode active material (CAM), hingga perakitan sel baterai siap pakai.

  2. Apa hubungan hilirisasi baterai dengan Molinas?

    CEO Danantara menegaskan baterai untuk Program Motor Listrik Nasional (Molinas) akan didorong penuh menggunakan bahan berbasis nikel, menjadikan hilirisasi baterai sebagai fondasi industri di balik program tersebut.

  3. Di mana lokasi pabrik baterai terbesar Indonesia dan kapan mulai beroperasi?

    Pabrik baterai terintegrasi terbesar berlokasi di Kawasan Artha Industrial Hills, Karawang, dikelola PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB), dan resmi mulai berproduksi komersial pada akhir Juli 2026.

  4. Apakah semua baterai yang diproduksi di Indonesia berbasis nikel?

    Tidak. Berdasarkan pernyataan Direktur Utama IBC, sekitar 80 persen produksi pabrik Karawang justru berupa baterai LFP yang tidak berbasis nikel, sementara hanya 20 persen yang merupakan baterai NMC berbasis nikel.

  5. Emiten apa saja yang terlibat dalam rantai hilirisasi baterai ini?

    Emiten yang terlibat mencakup PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebagai anggota konsorsium Indonesia Battery Corporation (IBC), serta PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang mengeksplorasi pengembangan bahan anoda artificial graphite.

Ditulis oleh : Ridwan Noor Riandi

Disclaimer

Konten dibuat untuk edukasi atau promosi layanan, bukan rekomendasi jual beli Efek tertentu. Setiap risiko dari keputusan investasi yang diambil dari informasi pada publikasi ini menjadi tanggung jawab masing-masing audiens. PT KAF Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Referensi

  1. Kompas.com: "Danantara Dorong Motor Listrik Nasional Pakai Baterai Berbasis Nikel", https://money.kompas.com/read/2026/08/13/165741526/danantara-dorong-motor-listrik-nasional-pakai-baterai-berbasis-nikel

  2. Antara News: "Insentif EV Berbasis Nikel Dinilai Jadi Kunci Penguatan Hilirisasi Nasional", https://m.antaranews.com/amp/berita/5590969/insentif-ev-berbasis-nikel-dinilai-jadi-kunci-penguatan-hilirisasi-nasional

  3. Kumparan.com: "Pabrik Baterai Listrik di Karawang Beroperasi Juli 2026, IBC Mau Ekspor ke Eropa", https://kumparan.com/kumparanbisnis/pabrik-baterai-listrik-di-karawang-beroperasi-juli-2026-ibc-mau-ekspor-ke-eropa-27QJNBrLGR1

  4. Bisnis.com: "Pabrik Baterai Beroperasi Juli 2026, IBC Dorong Penguasaan Teknologi Nikel", https://ekonomi.bisnis.com/read/20260519/257/1974826/pabrik-baterai-beroperasi-juli-2026-ibc-dorong-penguasaan-teknologi-nikel

  5. Kompas.com: "Pabrik Baterai EV di Karawang Siap Diresmikan Semester I 2026", https://otomotif.kompas.com/read/2026/01/13/102200615/pabrik-baterai-ev-di-karawang-siap-diresmikan-semester-i-2026

  6. BUMN.go.id: "Prabowo Resmikan Groundbreaking Pabrik Baterai, Erick Thohir Tegaskan Komitmen BUMN untuk Hilirisasi Energi Hijau", https://bumn.go.id/publikasi/berita/rilis/detail/686b7f6b54d9f

  7. Karawangpos.com: "Pabrik Baterai EV Karawang Siap Beroperasi Akhir Juli 2026, Dorong Investasi Energi Bersih", https://karawangpos.com/2026/06/26/pabrik-baterai-ev-karawang-siap-beroperasi-akhir-juli-2026-dorong-investasi-energi-bersih/

  8. CNBC Indonesia: "Pabrik Baterai EV Raksasa RI Siap Beroperasi, Ini Pemiliknya", https://www.cnbcindonesia.com/news/20260729095910-4-754653/pabrik-baterai-ev-raksasa-ri-siap-beroperasi-ini-pemiliknya

  9. GEBRAK.ID: "Pabrik Baterai EV Raksasa di Karawang Rampung, Langkah Besar Hilirisasi Nikel Indonesia", https://www.gebrak.id/2026/07/pabrik-baterai-ev-raksasa-di-karawang.html

  10. PERHAPI: "Hilirisasi Nikel, Mesin yang Menggerakkan Masa Depan Kendaraan Listrik", https://perhapi.or.id/hilirisasi-nikel-mesin-yang-menggerakkan-masa-depan-kendaraan-listrik/

Komentar


KAF Sekuritas Indonesia

Kontak

Treasury Tower Lantai 28, Unit D, District 8, SCBD Lot 28,
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-54, Jakarta - 12190, Indonesia

Pelayanan Nasabah:

(+62) 21 5012 3175 ext. 002
(+62) 811 8853 175
cs@kafsekuritas.co.id

  • Instagram
  • TikTok
  • LinkedIn
  • YouTube

Pelaporan:

(+62) 81 1853 185
wbs@kafsekuritas.co.id

Tautan Langsung

Saluran Utama:

(+62) 21 50123 175

(+62) 21 50123 185

toko bermain
toko aplikasi
OJK_Logo.png
Logo IDX BEI
Logo KSEI
Logo IDClear KPEI
Logo SIPF
Logo LAPS SJK
Logo Inklusi Keuangan

Copyright 2023 oleh KAF Group

bottom of page