top of page

IDX Commodity 20 Adalah Indeks Baru BEI: Ini Daftar 20 Saham dan Bobotnya

2 hari yang lalu
8 menit membaca
IDX Commodity 20
IDX Commodity 20

IDX Commodity 20 adalah indeks baru Bursa Efek Indonesia (BEI) berkode IDXCMDTY20 yang mengukur kinerja harga 20 saham perusahaan penghasil komoditas dan rantai pasoknya, diluncurkan pada 30 Oktober 2026. AMMN memiliki bobot terbesar (15,00%, batas maksimum), empat saham teratas menguasai 47,11% bobot, dan saham logam serta mineral mendominasi sekitar 50,18% indeks, lebih besar dari batu bara (18,71%). Konstituen awal berlaku hingga 26 Februari 2027, dan indeks ini paling tepat dipakai sebagai tolok ukur kinerja saham komoditas, bukan daftar rekomendasi beli.


Ringkasan Poin

  • IDX Commodity 20 (IDXCMDTY20) adalah indeks baru Bursa Efek Indonesia yang diluncurkan pada 30 Oktober 2026 untuk mengukur kinerja harga 20 saham komoditas dan rantai pasoknya.

  • AMMN menjadi konstituen dengan bobot terbesar di IDX Commodity 20, yaitu 15,00% atau tepat di batas bobot maksimum indeks.

  • Empat saham teratas IDX Commodity 20 (AMMN, BRMS, BRPT, dan TPIA) menguasai 47,11% bobot indeks per komposisi awal 30 Oktober 2026.

  • Saham logam dan mineral mendominasi IDX Commodity 20 dengan total bobot sekitar 50,18%, lebih besar dari saham batu bara yang hanya sekitar 18,71%.

  • Konstituen awal IDX Commodity 20 berlaku 30 Oktober 2026 sampai 26 Februari 2027, lalu dievaluasi ulang pada Februari 2027.


Indeks IDX Commodity 20 ditetapkan melalui Pengumuman BEI No. Peng-00208/BEI.POP/10-2026 tanggal 29 Oktober 2026, dengan kriteria konstituen berupa kapitalisasi pasar tinggi dan likuiditas transaksi yang baik. Artikel ini membahas daftar 20 sahamnya, bobot masing-masing, komposisi per kelompok bisnis, cara kerja perhitungan, dan jadwal evaluasinya.


Mengapa IDX Commodity 20 Penting bagi Investor Saham Komoditas?

IDX Commodity 20 penting karena untuk pertama kalinya investor punya satu tolok ukur khusus yang merangkum 20 saham komoditas besar dan likuid, mulai dari tambang logam, batu bara, migas, hingga petrokimia. Sebelumnya, saham-saham ini tersebar di beberapa indeks sektoral berbeda, seperti IDXENERGY dan IDXBASIC.


Dengan indeks ini, investor dapat membandingkan kinerja saham komoditas di portofolionya terhadap kelompok saham komoditas utama di BEI. Indeks IDX Commodity 20 juga berpotensi menjadi acuan (benchmark) bagi produk reksa dana atau ETF di masa depan, meskipun penggunaan indeks BEI untuk produk investasi memerlukan lisensi dari BEI.


Bagi investor yang rutin mengikuti saham batu bara, saham nikel, atau saham emas, indeks ini juga memberi gambaran cepat apakah pergerakan satu saham sejalan dengan sektornya atau justru menyimpang.


Apa Saja 20 Saham di IDX Commodity 20 dan Berapa Bobotnya?

Daftar 20 saham IDX Commodity 20 terdiri dari AMMN, BRMS, BRPT, TPIA, MDKA, BUMI, ANTM, ADRO, MBMA, PTRO, ENRG, AADI, INCO, TINS, DEWA, ADMR, MEDC, ARCI, BIPI, dan RAJA. Tabel berikut mengurutkan konstituen dari bobot terbesar hingga terkecil.


Tabel 1. Daftar Saham IDX Commodity 20 dan Bobotnya (Konstituen Awal)

No

Kode

Nama Perusahaan

Rasio Free Float

Jumlah Saham untuk Indeks (Lembar)

Bobot

1

AMMN

PT Amman Mineral Internasional Tbk

22,75%

14.653.415.210

15,00%

2

BRMS

PT Bumi Resources Minerals Tbk

51,03%

72.352.395.784

11,35%

3

BRPT

PT Barito Pacific Tbk

26,96%

25.274.249.985

10,88%

4

TPIA

PT Chandra Asri Pacific Tbk

25,38%

21.956.630.144

9,88%

5

MDKA

PT Merdeka Copper Gold Tbk

47,72%

11.678.507.856

7,86%

6

BUMI

PT Bumi Resources Tbk

43,28%

160.713.957.687

6,99%

7

ANTM

PT ANTAM (Persero) Tbk

34,84%

8.372.318.430

6,02%

8

ADRO

PT Alamtri Resources Indonesia Tbk

26,79%

7.715.652.396

4,52%

9

MBMA

PT Merdeka Battery Materials Tbk

26,80%

28.942.772.533

3,74%

10

PTRO

PT Petrosea Tbk

27,71%

2.794.844.455

3,36%

11

ENRG

PT Energi Mega Persada Tbk

41,17%

10.936.622.662

3,28%

12

AADI

PT Adaro Andalan Indonesia Tbk

18,17%

1.414.878.233

3,21%

13

INCO

PT Vale Indonesia Tbk

20,38%

2.148.008.088

2,58%

14

TINS

PT TIMAH (Persero) Tbk

34,96%

2.603.734.608

2,38%

15

DEWA

PT Darma Henwa Tbk

49,70%

20.221.654.819

2,11%

16

ADMR

PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk

11,89%

4.860.909.215

1,88%

17

MEDC

PT Medco Energi Internasional Tbk

21,86%

5.494.780.152

1,79%

18

ARCI

PT Archi Indonesia Tbk

15,81%

3.989.653.500

1,25%

19

BIPI

PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk

44,75%

28.510.313.120

0,99%

20

RAJA

PT Rukun Raharja Tbk

22,79%

4.816.760.509

0,91%

Sumber: Lampiran 1 Pengumuman BEI No. Peng-00208/BEI.POP/10-2026 tanggal 29 Oktober 2026. Periode efektif konstituen 30 Oktober 2026 sampai 26 Februari 2027. Total bobot 99,98% karena pembulatan.


Jumlah saham untuk penghitungan indeks di atas berlaku 30 Oktober sampai 30 November 2026. BEI dapat menyesuaikan angka tersebut pada tanggal efektif apabila terjadi aksi korporasi seperti IPO, stock split, reverse stock, rights issue, saham bonus, atau dividen saham.


Saham Apa yang Paling Dominan di IDX Commodity 20?

Saham paling dominan di IDX Commodity 20 adalah AMMN dengan bobot 15,00%, disusul BRMS (11,35%), BRPT (10,88%), dan TPIA (9,88%). Keempat saham tersebut menguasai 47,11% bobot indeks per komposisi awal 30 Oktober 2026.


Bobot AMMN berhenti tepat di 15,00% karena IDX Commodity 20 membatasi bobot setiap saham paling tinggi 15%. Tanpa batas ini, porsi saham berkapitalisasi pasar besar bisa jauh lebih dominan.


Konsentrasinya tetap tinggi di papan atas. Lima saham teratas mencakup 54,97% bobot, sedangkan 10 saham teratas mencakup 79,60%. Artinya, pergerakan IDX Commodity 20 akan sangat dipengaruhi oleh segelintir saham besar, sementara 10 saham terbawah hanya berkontribusi sekitar 20,38%.


Sektor Komoditas Apa yang Paling Besar di IDX Commodity 20?

Sektor logam dan mineral adalah kelompok terbesar di IDX Commodity 20 dengan total bobot sekitar 50,18%, sehingga indeks ini bukan sekadar indeks saham batu bara. Kelompok petrokimia menempati posisi kedua, diikuti batu bara serta migas dan jasa energi.


Tabel 2. Komposisi IDX Commodity 20 Berdasarkan Kelompok Bisnis Utama

Kelompok Bisnis Utama

Saham

Total Bobot

Logam dan mineral (tembaga, emas, nikel, timah)

AMMN, BRMS, MDKA, ANTM, MBMA, INCO, TINS, ARCI

50,18%

Petrokimia dan energi (Grup Barito)

BRPT, TPIA

20,76%

Batu bara dan jasa tambang batu bara

BUMI, ADRO, AADI, DEWA, ADMR

18,71%

Migas, jasa pertambangan, dan infrastruktur energi

PTRO, ENRG, MEDC, BIPI, RAJA

10,33%

Sumber: dihitung dari bobot Lampiran 1 Pengumuman BEI No. Peng-00208/BEI.POP/10-2026. Pengelompokan disusun berdasarkan bisnis utama emiten untuk tujuan edukasi dan bukan klasifikasi resmi BEI.


Masuknya BRPT dan TPIA, serta PTRO, BIPI, dan RAJA, menunjukkan cakupan IDX Commodity 20 lebih luas dari perusahaan tambang. Sesuai definisi BEI, indeks ini juga memasukkan perusahaan yang bergerak di rantai pasok industri komoditas.

Bagi investor, komposisi ini berarti IDX Commodity 20 akan lebih sensitif terhadap harga logam seperti tembaga, emas, dan nikel dibanding harga batu bara.


Pembahasan diversifikasi BUMI ke tambang tembaga dan emas dapat dibaca di artikel Saham BUMI Hari Ini: Akuisisi dan Diversifikasi Tambang 2026.


Kenapa BUMI Punya Saham Terbanyak, tapi Bobotnya Hanya 6,99%?

BUMI memiliki jumlah saham untuk indeks terbanyak di IDX Commodity 20, yaitu 160,71 miliar lembar, tetapi bobotnya hanya 6,99% karena bobot indeks ditentukan oleh nilai pasar saham free float, bukan jumlah lembarnya. Nilai pasar tersebut adalah hasil perkalian jumlah saham untuk indeks dengan harga saham.


Sebaliknya, AMMN hanya memakai 14,65 miliar lembar saham untuk indeks, tetapi menyentuh batas bobot 15,00%. Perbedaan ini terjadi karena harga per lembar saham AMMN jauh lebih tinggi dibanding harga per lembar saham BUMI.


Rasio free float juga ikut menentukan. BRMS memiliki rasio free float tertinggi di IDX Commodity 20 (51,03%), sedangkan ADMR memiliki rasio terendah (11,89%), diikuti ARCI (15,81%) dan AADI (18,17%). Semakin kecil free float, semakin sedikit saham yang dihitung dalam indeks.


Penjelasan lengkap soal saham dengan free float rendah tersedia di artikel Daftar Saham Free Float di Bawah 15% Terbaru Oktober 2026.


Bagaimana Cara Kerja Perhitungan IDX Commodity 20?

IDX Commodity 20 dihitung dengan metode Capped Adjusted Free Float Market Capitalization Weighted, yaitu pembobotan berdasarkan kapitalisasi pasar saham free float dengan batas bobot maksimum 15% per saham. Batas bobot tersebut disesuaikan setiap kali indeks dievaluasi.


Berikut ketentuan teknis utama IDX Commodity 20 menurut Pengumuman BEI No. Peng-00208/BEI.POP/10-2026:

  1. Jumlah konstituen:Ā 20 saham perusahaan penghasil komoditas dan perusahaan di rantai pasok industri komoditas.

  2. Kriteria umum:Ā kapitalisasi pasar tinggi dan likuiditas transaksi yang baik.

  3. Metode pembobotan:Ā Capped Adjusted Free Float Market Capitalization Weighted.

  4. Batas bobot:Ā maksimum 15% per saham.

  5. Hari dasar dan nilai dasar:Ā 1 September 2021 dengan nilai dasar 100.

  6. Tanggal peluncuran:Ā 30 Oktober 2026.


Karena hari dasarnya 1 September 2021, IDX Commodity 20 sudah memiliki data historis sejak tanggal tersebut meskipun baru diluncurkan pada 30 Oktober 2026. Nilai indeks terkini belum tercantum dalam pengumuman BEI, sehingga investor perlu memantaunya melalui situs resmi idx.co.id.


Kapan Jadwal Evaluasi IDX Commodity 20?

IDX Commodity 20 dievaluasi empat kali setahun: evaluasi mayor pada Februari dan Agustus, serta evaluasi minor pada Mei dan November. Evaluasi mayor dapat mengganti konstituen, sedangkan evaluasi minor hanya menyesuaikan bobot.


Tabel 3. Jadwal Evaluasi IDX Commodity 20

Jenis Evaluasi

Cakupan

Bulan Evaluasi

Mulai Berlaku

Evaluasi Mayor

Pemilihan konstituen dan penyesuaian bobot

Februari dan Agustus

Hari bursa pertama Maret dan September

Evaluasi Minor

Penyesuaian bobot

Mei dan November

Hari bursa pertama Juni dan Desember

Sumber: Pengumuman BEI No. Peng-00208/BEI.POP/10-2026 tanggal 29 Oktober 2026.


Dengan jadwal tersebut, konstituen awal IDX Commodity 20 berlaku sampai 26 Februari 2027. Perubahan daftar saham paling cepat akan diumumkan dari hasil evaluasi mayor Februari 2027 dan berlaku pada hari bursa pertama Maret 2027. Pola evaluasi berkala seperti ini juga berlaku pada indeks lain, seperti dibahas di artikel Daftar Saham LQ45 Terbaru November 2026.


Apakah Investor Bisa Membeli IDX Commodity 20 Secara Langsung?

Investor tidak bisa membeli IDX Commodity 20 secara langsung karena indeks hanyalah angka acuan yang mengukur kinerja sekelompok saham. Investor dapat membeli saham konstituennya satu per satu, atau menunggu produk reksa dana indeks atau ETF yang mengacu pada IDX Commodity 20 jika kelak diterbitkan.


Hingga 30 Oktober 2026, belum ditemukan informasi resmi mengenai reksa dana atau ETF yang mengacu pada IDX Commodity 20. Manajer investasi yang ingin menggunakan indeks ini untuk produk berbayar wajib memperoleh lisensi atau izin tertulis dari BEI.


Membeli 20 saham secara terpisah dengan bobot persis seperti indeks juga tidak praktis bagi kebanyakan investor ritel, karena membutuhkan modal besar dan penyesuaian rutin setiap kali BEI mengubah bobot.


Kesimpulan untuk Investor

  1. Gunakan IDX Commodity 20 sebagai tolok ukur.Ā Bandingkan kinerja saham komoditas di portofolio Anda terhadap indeks ini untuk menilai apakah saham Anda bergerak lebih baik atau lebih buruk dari kelompoknya.

  2. Perhatikan konsentrasi bobot.Ā Empat saham teratas menguasai 47,11% bobot, sehingga pergerakan AMMN, BRMS, BRPT, dan TPIA akan sangat menentukan arah indeks.

  3. Pahami eksposur komoditasnya.Ā Sekitar 50,18% bobot berasal dari saham logam dan mineral, jadi harga tembaga, emas, dan nikel global lebih berpengaruh dibanding harga batu bara.

  4. Masuk indeks bukan berarti rekomendasi beli.Ā Kriteria IDX Commodity 20 adalah kapitalisasi pasar dan likuiditas, bukan valuasi atau prospek fundamental. Analisis setiap emiten tetap diperlukan.

  5. Catat jadwal evaluasi.Ā Evaluasi mayor Februari 2027 dapat mengubah daftar saham, dan evaluasi minor Mei serta November dapat mengubah bobot.


Pertanyaan Umum

  • 1. IDX Commodity 20 itu apa? IDX Commodity 20 adalah indeks BEI yang mengukur kinerja harga 20 saham perusahaan penghasil komoditas dan perusahaan di rantai pasok industri komoditas. Indeks berkode IDXCMDTY20 ini diluncurkan pada 30 Oktober 2026.

  • 2. Saham apa yang bobotnya paling besar di IDX Commodity 20? Saham dengan bobot terbesar di IDX Commodity 20 adalah AMMN (PT Amman Mineral Internasional Tbk) sebesar 15,00%, yang merupakan batas bobot maksimum indeks. Posisi berikutnya ditempati BRMS (11,35%), BRPT (10,88%), dan TPIA (9,88%).

  • 3. Kapan IDX Commodity 20 mulai berlaku? IDX Commodity 20 mulai berlaku pada 30 Oktober 2026, dengan konstituen awal yang berlaku sampai 26 Februari 2027. Hari dasar indeks adalah 1 September 2021 dengan nilai dasar 100.

  • 4. Apakah BUMI, ANTM, dan MEDC masuk IDX Commodity 20? BUMI, ANTM, dan MEDC termasuk dalam 20 konstituen awal IDX Commodity 20. Bobot masing-masing adalah 6,99% untuk BUMI, 6,02% untuk ANTM, dan 1,79% untuk MEDC.

  • 5. Apakah IDX Commodity 20 bisa dibeli seperti saham? IDX Commodity 20 tidak bisa dibeli secara langsung karena indeks hanya berfungsi sebagai angka acuan. Investor dapat membeli saham konstituennya, atau produk reksa dana indeks atau ETF yang mengacu pada indeks ini jika kelak tersedia.

Disclaimer

Konten dibuat untuk edukasi atau promosi layanan, bukan rekomendasi jual beli Efek tertentu. Setiap risiko dari keputusan investasi yang diambil dari informasi pada publikasi ini menjadi tanggung jawab masing-masing audiens. PT KAF Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Seputar KAF Sekuritas Indonesia

KAF Sekuritas Indonesia adalah perusahaan sekuritas di Indonesia yang menyediakan layanan investasi dan perdagangan saham bagi investor ritel maupun institusi. Didukung pengalaman di industri pasar modal, KAF Sekuritas Indonesia menghadirkan akses online trading saham, data pasar, riset saham, analisis emiten, sesi konsultasi langsung dengan senior analyst, dan informasi pasar modal Indonesia untuk membantu investor mengambil keputusan investasi secara lebih percaya diri.

Referensi

  1. Bursa Efek Indonesia, 29 Oktober 2026. Pengumuman Peluncuran Indeks IDX Commodity 20 (IDXCMDTY20), No. Peng-00208/BEI.POP/10-2026. https://www.idx.co.id

  2. Kontan.co.id, 29 Oktober 2026. BEI Luncurkan Indeks Baru IDX Commodity 20, Ini Daftar Sahamnya. https://investasi.kontan.co.id/news/bei-luncurkan-indeks-baru-idx-commodity-20-ini-daftar-sahamnya

  3. CNBC Indonesia, 30 Oktober 2026. IDX Commodity 20 Jadi Indeks Baru di BEI, Ini Daftar Sahamnya. https://www.cnbcindonesia.com/market/20261030092538-17-780831/idx-commodity-20-jadi-indeks-baru-di-bei-ini-daftar-sahamnya

  4. BertuahPos, Oktober 2026. Indeks IDX Commodity 20 Debut, Didominasi Saham Energi hingga Logam. https://bertuahpos.com/ekonomi/indeks-idx-commodity-20-debut-didominasi-saham-energi-hingga-logam.html


Komentar


KAF Sekuritas Indonesia

Kontak

Treasury Tower Lantai 28, Unit D, District 8, SCBD Lot 28,
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-54, Jakarta - 12190, Indonesia

Pelayanan Nasabah:

(+62) 21 5012 3175 ext. 002
(+62) 811 8853 175
cs@kafsekuritas.co.id

  • Instagram
  • TikTok
  • LinkedIn
  • YouTube

Pelaporan:

(+62) 81 1853 185
wbs@kafsekuritas.co.id

Tautan Langsung

Saluran Utama:

(+62) 21 50123 175

(+62) 21 50123 185

toko bermain
toko aplikasi
OJK_Logo.png
Logo IDX BEI
Logo KSEI
Logo IDClear KPEI
Logo SIPF
Logo LAPS SJK
Logo Inklusi Keuangan

Copyright 2023 oleh KAF Group

bottom of page