top of page

Investasi Saham Pakai Utang, Bijakkah?

Utang secara umum dibagi menjadi dua jenis, yakni utang konsumtif dan utang produktif. Utang konsumtif adalah utang yang habis digunakan untuk membeli barang konsumsi, sementara utang produktif bertujuan menghasilkan pendapatan—misal membangun bisnis atau membeli instrumen yang punya potensi kenaikan nilai seperti saham perusahaan terbuka.


Investasi pakai utang

Berawal dari Buaian


Seseorang yang berutang untuk investasi maupun trading saham biasanya tergoda dengan iming-iming keuntungan besar oleh pihak tertentu. Padahal, tak ada hal yang pasti dalam meraih profit di ranah perdagangan saham. Prosesnya juga butuh analisis matang. Jangan sampai utang yang digunakan justru sia-sia.


Mungkin Bijak, Jikalau…


Segala bentuk investasi memerlukan perhitungan yang tepat. Selalu ada risiko di balik setiap potensi. Oleh karena itu, pastikan Sobat KAF mengelola utang sebagai modal investasi secara bijak dengan langkah-langkah berikut.


  1. Ketahui terlebih dahulu plus dan minus dari suatu saham melalui proses analisis fundamental dan teknikal.

  2. Mulai dari beli sedikit lot dan hitung capital gain-nya, apakah lebih besar dibanding bunga utang atau tidak.

  3. Lindungi portofolio dengan fitur cut loss demi menghindari kerugian yang lebih besar.

  4. Pastikan bisa melunasi utang meski investasi atau trading belum menghasilkan profit hingga habis masa tenor.


Sebaiknya Pakai Uang Dingin


Bagaimanapun, investasi sangat disarankan untuk menggunakan “uang dingin” atau dana yang memang telah dianggarkan sejak awal. Ini juga penting bagi kondisi psikologis investor atau trader supaya tetap rasional selama melakukan perdagangan saham.

 

Disclaimer: Konten dibuat untuk tujuan edukasi, bukan rekomendasi membeli atau menjual saham tertentu. PT KAF Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).



7 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Comentários


bottom of page