Keputusan MSCI November 2026: Jadwal, Saham Terdampak, dan Dampaknya ke IHSG

Keputusan MSCI November 2026 adalah hasil review indeks reguler yang diumumkan 11 November 2026 (terbaca di Indonesia sekitar 12 November pagi WIB) dan berlaku efektif 1 Desember 2026, sedangkan keputusan status Indonesia sebagai Emerging Market atau Standalone Market baru diambil paling lambat 30 Juni 2027. Karena freeze masih berlaku, review November hanya bisa mempertahankan atau mengurangi bobot Indonesia, yang sudah turun dari 1,16% ke 0,43% di MSCI Emerging Markets. Kekhawatiran ini memicu IHSG turun 2,62% ke 4.963,06 pada sesi I 3 November 2026 dengan net sell asing sekitar Rp831,55 miliar, dan hitungan KAF Sekuritas Indonesia menunjukkan potensi penjualan dana pasif sekitar US$6 miliar (±Rp109 triliun) bila reklasifikasi benar terjadi.
Menurut Senior Analyst KAF Sekuritas Indonesia Tasrul Tanar, CSA Terkait Keputusan MSCI November 2026 : "Tekanan hari ini bersifat struktural, bukan sekadar sentimen: ancaman reklasifikasi MSCI berpotensi memicu penjualan ±Rp109 T dari dana pasif, ditambah keluarnya dana aktif. Tekanan terpusat di big cap konstituen MSCI, yang juga penggerak utama IHSG, di tengah likuiditas tipis dan siklus rupiah-yield yang memburuk. Serta Pemulihan membutuhkan bukti reformasi yang meyakinkan MSCI; hingga itu terjadi, strategi tetap defensif dengan disiplin critical level 4.925."
Daftar Isi
Apa yang Diputuskan MSCI pada November 2026?
Keputusan MSCI November 2026 hanya menyangkut review indeks reguler: saham mana yang masuk atau keluar, berapa jumlah saham dan free float yang dihitung, serta bobot setiap saham. Status Indonesia sebagai Emerging Market atau Standalone Market tidak diputuskan pada November 2026.
KAF Sekuritas Indonesia adalah perusahaan sekuritas di Indonesia yang menyediakan layanan investasi dan perdagangan saham bagi investor ritel maupun institusi. Market Update KAF Sekuritas Indonesia edisi 3 November 2026 menegaskan ada dua jadwal MSCI yang perlu dibedakan, karena keduanya sering dicampuradukkan dalam pemberitaan.
Tabel 1. Dua Jadwal MSCI: Review Reguler vs Keputusan Status
Aspek | Review Indeks Reguler (November 2026) | Konsultasi Reklasifikasi |
Jadwal | Pengumuman 11 November 2026; efektif 1 Desember 2026 | Masukan hingga 30 April 2027; keputusan paling lambat 30 Juni 2027 |
Yang diputuskan | Saham masuk/keluar indeks, jumlah saham dan free float, bobot tiap saham | Status Indonesia: tetap Emerging Market atau turun ke Standalone |
Arah dampak saat ini | Netral atau negatif: penambahan dibekukan, penghapusan HSC dan pemangkasan free float tetap jalan | Jika disetujui, Indonesia keluar dari indeks Emerging Markets secara keseluruhan |
Dampak ke aliran dana | Penyesuaian portofolio dana pasif menjelang akhir November | Penjualan wajib dana pasif dan keluarnya dana aktif berbasis Emerging Markets |
Sumber: Market Update KAF Sekuritas Indonesia (3 November 2026); MSCI press release (15 Oktober 2026).
Pada review Juni 2026, MSCI sempat menyebut November 2026 sebagai waktu untuk menilai kemajuan reformasi Indonesia. MSCI kemudian bertindak lebih awal dengan membuka konsultasi reklasifikasi ke Standalone Market pada 15 Oktober 2026, sehingga keputusan status kini mengikuti jadwal konsultasi.
Kapan Keputusan MSCI November 2026 Diumumkan dalam WIB?
Keputusan MSCI November 2026 diumumkan pada 11 November 2026 menurut kalender resmi MSCI, dan hasilnya diperkirakan terbaca di Indonesia pada 12 November 2026 pagi WIB karena perbedaan zona waktu. Kalender MSCI tidak mencantumkan jam pengumuman.
Perkiraan WIB ini mengikuti pola review Agustus 2026: kalender MSCI mencantumkan 12 Agustus, sedangkan media Indonesia memberitakan hasilnya pada 13 Agustus 2026 pagi WIB. Perubahan review Agustus berlaku setelah penutupan perdagangan 31 Agustus 2026, sehari bursa sebelum tanggal efektif 1 September.
Tabel 2. Kalender Keputusan MSCI November 2026 dan Review Berikutnya
Review | Pengumuman (kalender MSCI) | Perkiraan terbaca di Indonesia | Tanggal efektif | Perkiraan eksekusi rebalancing |
November 2026 | 11 November 2026 | 12 November 2026 pagi WIB | 1 Desember 2026 | Penutupan Senin, 30 November 2026 |
Februari 2027 | 9 Februari 2027 | 10 Februari 2027 pagi WIB | 1 Maret 2027 | Penutupan 26 Februari 2027 |
Mei 2027 | 10 Mei 2027 | 11 Mei 2027 pagi WIB | 28 Mei 2027 | Penutupan hari bursa sebelumnya |
Sumber: MSCI, "MSCI Announces the Next Eight Index Review Dates" (12 Agustus 2026); Kontan (10 Agustus 2026); Bisnis.com (13 Agustus 2026). Kolom perkiraan disusun berdasarkan pola review Agustus 2026 dan dapat bergeser bila ada libur bursa.
Apa Saja yang Dibekukan dan Tetap Berjalan Selama Konsultasi MSCI?
Selama konsultasi MSCI, semua jalur yang bisa menambah bobot Indonesia dibekukan, sedangkan jalur yang bisa mengurangi bobot tetap berjalan. Aturan ini berlaku pada keputusan MSCI November 2026.
Tabel 3. Pembekuan Indeks MSCI untuk Indonesia Selama Konsultasi
Dibekukan (tidak dijalankan) | Tetap berjalan |
Kenaikan Foreign Inclusion Factor (porsi asing yang dihitung) dan jumlah saham | Penghapusan saham yang masuk kategori High Shareholding Concentration (HSC) |
Penambahan saham baru ke MSCI Indonesia IMI | Pemangkasan estimasi free float memakai data pemegang saham di atas 1% |
Migrasi naik antarsegmen ukuran, misalnya small cap ke standard | Pembaruan sementara MSCI atas masukan pasar (opsional) |
Sumber: MSCI press release (15 Oktober 2026), diolah dalam Market Update KAF Sekuritas Indonesia (3 November 2026).
MSCI mengusulkan reklasifikasi karena tiga alasan: struktur kepemilikan yang tidak transparan sehingga free float sebenarnya sulit dinilai, dugaan perdagangan terkoordinasi yang merusak pembentukan harga, dan reformasi yang belum menunjukkan penegakan yang berarti. Reformasi yang dimaksud mencakup pengungkapan pemegang saham 1%, klasifikasi investor, pelaporan HSC, dan peta jalan free float minimum 15%.
Saham Apa yang Terdampak Keputusan MSCI November 2026?
Saham yang paling terdampak keputusan MSCI November 2026 adalah sembilan konstituen tersisa di indeks MSCI Indonesia, yang didominasi bank besar dan TLKM, serta saham yang mendekati ambang keluar indeks seperti BRPT. Bobot terbesar dipegang BBCA, BBRI, dan BMRI dengan total 67,07% per 30 September 2026.
Bobot Indonesia di MSCI Emerging Markets sudah turun dari 1,16% pada akhir 2025 menjadi 0,43% per 30 September 2026, dan jumlah konstituennya menyusut dari 18 menjadi 9 saham. Pada review Agustus 2026, GOTO dikeluarkan dari MSCI Indonesia IMI dan CPIN diturunkan dari Global Standard ke Small Cap, tanpa satu pun saham Indonesia baru yang masuk.
Tabel 4. Saham yang Disorot Menjelang Keputusan MSCI November 2026
Saham | Posisi | Catatan | Sumber |
BBCA, BBRI, BMRI | Tiga bobot terbesar, total 67,07% | Bank besar ikut turun pada sesi I 3 November 2026 | CNBC Indonesia (14 Okt 2026); Market Update KAF Sekuritas Indonesia |
BBRI, TLKM, ANTM, BRPT, BUMI | Saham paling banyak dijual asing pada sesi I 3 November 2026 | Tekanan terpusat di big cap penggerak IHSG | Market Update KAF Sekuritas Indonesia (3 Nov 2026) |
BRPT | Konstituen MSCI Standard, kandidat keluar | Analis Indo Premier menyebut ambang risiko di bawah Rp1.280; BRPT ditutup Rp1.070 pada 30 Oktober 2026 | Kontan (14 Okt 2026); Receh.in (30 Okt 2026) |
UNTR, BRMS | Konstituen MSCI Standard | Dinilai berisiko lebih rendah, harga 15 sampai 20% di atas ambang | Kontan (14 Okt 2026) |
Saham baru | Tidak ada | Freeze melarang penambahan saham baru | MSCI (15 Okt 2026) |
Prediksi saham berisiko keluar adalah pandangan analis Indo Premier Sekuritas per 13 Oktober 2026, bukan keputusan MSCI.
Apa Dampak Keputusan MSCI November 2026 ke IHSG?
Dampak keputusan MSCI November 2026 ke IHSG sudah terasa sebelum pengumuman, karena investor menjual lebih awal untuk mendahului penyesuaian portofolio dana pasif di akhir November. IHSG turun 2,62% ke 4.963,06 pada sesi I 3 November 2026 setelah sempat naik ke 5.143 di awal perdagangan.
Tabel 5. Kronologi Tekanan IHSG pada Sesi I, 3 November 2026
Indikator | Sesi I, 3 November 2026 | Catatan |
IHSG | 4.963,06 (-133,77; -2,62%) | Tertinggi 5.143, terendah 4.950,55 |
LQ45 | 504,91 (-2,51%) | Big cap memimpin pelemahan |
Breadth | 94 naik, 542 turun, 79 tetap | Tekanan menyeluruh |
Nilai transaksi | Rp5,57 triliun (14,82 miliar saham) | Frekuensi 815 ribu kali |
Asing | Net sell sekitar Rp831,55 miliar | Lebih dari dua kali net sell sepanjang 2 November (Rp375,54 miliar) |
Sektor terlemah | Basic Materials -3,97%; Industri -3,81%; Energi -3,51%; Infrastruktur -3,08% | Seluruh sektor melemah |
Rupiah | Sekitar Rp18.151/US$ (siang) | Melemah dari 18.132,3 pagi |
Regional | RBA menaikkan suku bunga ke 4,85% | Kenaikan kelima pada 2026, tertinggi sejak 2008 |
Sumber: Market Update KAF Sekuritas Indonesia (3 November 2026), mengolah data Bloomberg Technoz, Investortrust, Warta Ekonomi, dan ABC News. Data penutupan sesi II belum tersedia saat artikel ditulis.
Market Update KAF Sekuritas Indonesia mencatat tiga alasan tekanan terasa pada 3 November 2026:
Review 11 November sudah dekat. Pasar memperkirakan bobot Indonesia dipotong lagi karena penghapusan saham HSC dan pemangkasan free float tetap berjalan.
Rebound dipakai untuk keluar. Kenaikan IHSG 0,79% pada 2 November terjadi dengan volume 19,5% di bawah rata-rata, lalu lonjakan ke 5.143 pada pagi 3 November memberi asing likuiditas untuk menjual di harga lebih tinggi.
Suku bunga regional naik. Kenaikan suku bunga RBA ke 4,85% pada hari yang sama menekan minat terhadap aset berisiko di kawasan.
Berapa Potensi Dana Asing yang Keluar Jika Indonesia Direklasifikasi?
Potensi penjualan dana pasif jika Indonesia direklasifikasi dari MSCI Emerging Markets sekitar US$6 miliar atau ±Rp109 triliun menurut hitungan KAF Sekuritas Indonesia. Angka ini setara dengan seluruh net sell asing sepanjang 2026 hingga 2 November, yaitu Rp98,03 triliun.
Tabel 6. Hitungan Potensi Penjualan Dana Pasif versi KAF Sekuritas Indonesia
Komponen | Nilai | Sumber |
Aset yang mengacu MSCI Emerging Markets | ±US$1,4 triliun | Pengungkapan MSCI (Oktober 2025) via Kontan |
Bobot Indonesia di MSCI Emerging Markets | 0,43% (30 September 2026) | Data bobot MSCI |
Potensi penjualan dana pasif | ±US$6,0 miliar | Hitungan KAF Sekuritas Indonesia |
Setara rupiah (kurs 18.150) | ±Rp109 triliun | Hitungan KAF Sekuritas Indonesia |
Pembanding: net sell asing 2026 hingga 2 November | Rp98,03 triliun | Katadata dan Investor Daily |
Sumber: Market Update KAF Sekuritas Indonesia (3 November 2026). Estimasi bersifat ilustratif dan hanya berlaku bila reklasifikasi terjadi; bukan dampak review November 2026.
Dampak keputusan MSCI terasa besar karena memicu penjualan yang wajib dilakukan, bukan sekadar sentimen.
Market Update KAF Sekuritas Indonesia merangkum mekanismenya sebagai berikut:
Penjualan wajib dana pasif. Dana pasif tidak menilai murah atau mahal, tetapi wajib menjual jika Indonesia keluar dari indeks.
Dana aktif ikut pergi. Manajer investasi yang diukur terhadap MSCI Emerging Markets kehilangan alasan memegang saham Indonesia, dan penjualannya bisa lebih besar serta lebih awal daripada dana pasif.
Pasar menjual lebih dulu. Investor keluar berbulan-bulan sebelum keputusan Juni 2027, yang menjelaskan penurunan IHSG 16,70% sepanjang Oktober 2026.
Hanya ada jalur keluar. Freeze menutup semua jalur dana masuk baru, sementara penghapusan HSC dan pemangkasan free float terus berjalan.
Likuiditas tipis. Nilai transaksi harian sekitar Rp12 triliun, sehingga net sell Rp831 miliar dalam satu sesi menjadi beban besar.
Efek berantai ke makro. Rupiah melemah ke sekitar 18.150 per dolar AS, yield SUN naik di atas 7,7%, dan ruang kebijakan Bank Indonesia menyempit.
Apa Preseden Negara Lain yang Pernah Turun Status MSCI?
Reklasifikasi ke Standalone Market jarang terjadi, dan pemulihan statusnya bisa memakan waktu bertahun-tahun. Pakistan, Argentina, Rusia, dan Yunani adalah contoh negara yang pernah diturunkan statusnya oleh MSCI.
Tabel 7. Preseden Perubahan Status MSCI di Negara Lain
Negara | Peristiwa | Penyebab | Hasil |
Pakistan | Standalone (2008) | Gangguan pasar | Turun ke Frontier dalam lima bulan; kembali ke Emerging Market pada 2017 |
Argentina | Standalone (2021) | Kontrol modal menghambat akses asing | Keluar dari indeks Emerging Markets sejak 2021 |
Rusia | Turun status (Maret 2022) | Sanksi dan pembatasan perdagangan | Keluar dari indeks Emerging Markets |
Yunani | Developed ke Emerging (2013) | Krisis utang dan aksesibilitas pasar | Dijadwalkan kembali ke Developed pada 2027 |
Sumber: Kontan (Oktober 2026), diolah dalam Market Update KAF Sekuritas Indonesia (3 November 2026).
Pandangan Tim Riset KAF Sekuritas Indonesia
Menurut Tasrul Tanar, CSA, Senior Analyst KAF Sekuritas Indonesia, tekanan terhadap IHSG saat ini bersifat struktural, bukan sekadar sentimen, karena ancaman reklasifikasi MSCI berpotensi memicu penjualan wajib dana pasif sekitar Rp109 triliun ditambah keluarnya dana aktif. Selama ketidakpastian MSCI belum selesai, strategi yang disarankan tetap defensif.
Tabel 8. Implikasi Strategi versi Tim Riset KAF Sekuritas Indonesia
Horizon | Pemicu | Pendekatan KAF Sekuritas Indonesia |
Jangka pendek (hingga 1 Desember 2026) | Pengumuman review 11 November; penyesuaian portofolio dana pasif menjelang efektif 1 Desember | Hindari menambah posisi besar di konstituen MSCI berkepemilikan asing tinggi (bank besar, TLKM); akumulasi hanya di area support |
Jangka menengah (hingga Juni 2027) | Konsultasi reklasifikasi; kemungkinan pembaruan sementara MSCI | Prioritaskan emiten yang digerakkan pasar domestik dan berkepemilikan asing rendah; pantau bukti reformasi |
Sumber: Market Update KAF Sekuritas Indonesia (3 November 2026).
Dari sisi teknikal, Support 2 IHSG di 4.950 sudah teruji pada sesi I 3 November 2026 (low 4.950,55). Tim Riset KAF Sekuritas Indonesia menempatkan critical level di 4.925; penutupan di bawahnya membuka ruang ke garis Low channel 4.876 dan level psikologis 4.900. Bila 4.950 bertahan, pantulan teknikal ke 5.000 masih terbuka, tetapi kemungkinan terbatas selama asing terus menjual.
Senior Analyst KAF Sekuritas Indonesia Tasrul Tanar, CSA. melihat dua hal yang bisa membalikkan arah. Pertama, bukti reformasi berjalan, seperti penegakan free float minimum 15%, sanksi atas perdagangan terkoordinasi, dan keterbukaan kepemilikan yang konsisten. Kedua, valuasi yang sudah sangat murah, sejalan dengan rekomendasi fundamental BUY untuk BBRI (target Rp3.575) dan BMRI (target Rp5.000), meski valuasi murah saja belum cukup menghentikan penjualan asing selama ketidakpastian MSCI belum selesai.
Pelajaran untuk Investor
Bedakan dua jadwal MSCI. Keputusan MSCI November 2026 hanya review reguler, sedangkan keputusan status Indonesia baru keluar paling lambat 30 Juni 2027.
Catat 12 November pagi WIB dan 30 November. Hasil review kemungkinan terbaca sebelum sesi I 12 November, dan eksekusi dana pasif diperkirakan di penutupan 30 November 2026.
Kurangi risiko di konstituen MSCI berkepemilikan asing tinggi. Hindari menambah posisi besar di bank besar dan TLKM hingga 1 Desember 2026, dan akumulasi hanya di area support.
Disiplin pada critical level 4.925. Penutupan IHSG di bawah level ini membuka ruang pelemahan ke 4.876 sampai 4.900.
Pantau bukti reformasi, bukan sekadar valuasi murah. Katalis pemulihan yang paling kuat adalah penegakan free float dan pembaruan sementara MSCI yang positif.
Untuk Rekomendasi Saham yang disertai level entry, target, dan cut loss, pantau Stock Pick Harian dari Tasrul Tanar, CSA di blog KAF Sekuritas Indonesia.
FAQ
Kapan keputusan MSCI November 2026 diumumkan? Keputusan MSCI November 2026 diumumkan pada 11 November 2026 sesuai kalender resmi MSCI dan berlaku efektif 1 Desember 2026. Hasilnya diperkirakan terbaca di Indonesia pada 12 November 2026 pagi WIB.
Apakah keputusan MSCI November 2026 menentukan status Indonesia? Keputusan MSCI November 2026 tidak menentukan status Indonesia, karena status Emerging Market atau Standalone Market diputuskan lewat konsultasi terpisah paling lambat 30 Juni 2027. Review November hanya mengatur konstituen dan bobot indeks.
Saham apa yang paling terdampak keputusan MSCI November 2026? Saham yang paling terdampak adalah sembilan konstituen MSCI Indonesia, terutama BBCA, BBRI, dan BMRI yang menguasai 67,07% bobot, serta BRPT yang disebut analis sebagai kandidat keluar indeks. Pada sesi I 3 November 2026, asing paling banyak menjual BBRI, TLKM, ANTM, BRPT, dan BUMI.
Berapa dana asing yang bisa keluar jika Indonesia turun status MSCI? Hitungan KAF Sekuritas Indonesia menunjukkan potensi penjualan dana pasif sekitar US$6 miliar atau ±Rp109 triliun jika Indonesia direklasifikasi. Angka ini berasal dari bobot 0,43% dikali aset acuan MSCI Emerging Markets sekitar US$1,4 triliun.
Kenapa IHSG turun menjelang keputusan MSCI November 2026? IHSG turun karena investor menjual lebih awal untuk mendahului penyesuaian portofolio dana pasif, sebab review November di bawah aturan freeze hanya bisa mengurangi bobot Indonesia. IHSG turun 2,62% ke 4.963,06 pada sesi I 3 November 2026.
Ditulis Oleh : Ridwan Noor Riandi dan Ditinjau oleh: Tasrul Tanar, CSA Senior Analyst KAF Sekuritas Indonesia.
Tasrul Tanar, CSA adalah Senior Analyst KAF Sekuritas Indonesia dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di dunia riset dan pasar modal Indonesia. Memegang sertifikasi Certified Securities Analyst (CSA) dan Wakil Penjamin Emisi Efek (WPEE), ia berfokus pada riset saham, analisis fundamental dan teknikal, analisis emiten, IHSG, strategi investasi, dan perkembangan pasar modal Indonesia.
Melalui riset berbasis data dan pengalaman panjang di industri pasar modal, Tasrul Tanar menghadirkan analisis saham Indonesia, prospek saham, berita pasar saham, dan strategi investasi untuk membantu investor memahami peluang dan risiko di pasar modal secara lebih terukur.
Seputar KAF Sekuritas Indonesia
KAF Sekuritas Indonesia adalah perusahaan financial multinational yang berpusat di Kuala Lumpur Malaysia yang yang menyediakan layanan investasi dan perdagangan saham bagi investor ritel maupun institusi. Didukung pengalaman di industri pasar modal, KAF Sekuritas Indonesia menghadirkan akses online trading saham, data pasar, riset saham, analisis emiten, sesi konsultasi langsung dengan senior analyst, dan informasi pasar modal Indonesia untuk membantu investor mengambil keputusan investasi secara lebih percaya diri. KAF Sekuritas sudah bekerja sama dengan SIPF untuk perlindungan Aset Investor.

Referensi
KAF Sekuritas Indonesia, Market Update "Bayang-Bayang MSCI: Mengapa Ancaman Reklasifikasi Memicu Aksi Jual Asing Masif di IHSG" (3 November 2026, data sesi I), publikasi Equity Research Division.
MSCI, "MSCI Announces the Next Eight Index Review Dates" (12 Agustus 2026): https://www.msci.com/eqb/pressreleases/archive/ir_dates.pdf
MSCI Inc., "MSCI Launches a Consultation on a Proposal to Reclassify Indonesia from Emerging Market to Standalone Market Status" (15 Oktober 2026): https://ir.msci.com/news-releases/news-release-details/msci-launches-consultation-proposal-reclassify-indonesia
Bareksa, "MSCI Pertahankan Indonesia di Emerging Market, Tapi Beri Deadline Reformasi November 2026" (24 Juni 2026): https://www.bareksa.com/berita/saham/2026-06-24/msci-pertahankan-indonesia-di-emerging-market-tapi-beri-deadline-reformasi-november-2026
Kontan, "MSCI Umumkan Hasil Index Review Pada 13 Agustus 2026, Penentuan Nasib CPIN dan GOTO" (10 Agustus 2026): https://insight.kontan.co.id/news/msci-umumkan-hasil-index-review-pada-13-agustus-2026-penentuan-nasib-cpin-dan-goto
Bisnis.com, "MSCI Depak GOTO dan Turunkan CPIN, Ada Potensi Outflow Rp1 Triliun" (13 Agustus 2026): https://market.bisnis.com/read/20260813/7/1995937/msci-depak-goto-dan-turunkan-cpin-ada-potensi-outflow-rp1-triliun
Kontan, "MSCI November 2026 Diprediksi Pasang Status Quo, Saham BRPT Terancam Keluar" (14 Oktober 2026): https://investasi.kontan.co.id/news/msci-november-2026-diprediksi-pasang-status-quo-saham-brpt-terancam-keluar
CNBC Indonesia, "Investor Wajib Baca, Begini Skenario Saham RI Jelang Pengumuman MSCI" (14 Oktober 2026): https://www.cnbcindonesia.com/research/20261013133044-128-775718/investor-wajib-baca-begini-skenario-saham-ri-jelang-pengumuman-msci
Receh.in, "IHSG 30 Oktober 2026 Turun ke 5.057, Saham Grup Barito BREN, TPIA, BRPT hingga CUAN Berguguran": https://www.receh.in/2026/10/ihsg-30-oktober-2026-turun-ke-5057.html
Investor.id, "November Baru Dimulai, 3 Saham Digempur Asing, IHSG Melawan" (2 November 2026): https://investor.id/market/460419/november-baru-dimulai-3-saham-digempur-asing-ihsg-melawan
Stock Pick Tasrul Tanar : https://kafsekuritas.co.id/id/stock-pick-by-tasrul-tanar




Komentar