top of page

Perbedaan Saham dan Obligasi: Mana yang Lebih Menguntungkan bagi Investor?

9 jam yang lalu
7 menit membaca
perbedaan saham dan obligasi
perbedaan saham dan obligasi

Saham dan obligasi merupakan dua instrumen investasi di pasar modal yang menawarkan karakteristik keuntungan dan risiko berbeda. Keduanya dapat menjadi pilihan untuk mengembangkan dana, tetapi memiliki mekanisme, hak investor, serta sumber imbal hasil yang tidak sama.


Memahami perbedaan saham dan obligasi membantu investor menentukan instrumen yang lebih sesuai dengan tujuan keuangan, jangka waktu investasi, dan toleransi terhadap risiko. Saham memberikan kesempatan untuk memiliki sebagian perusahaan, sedangkan obligasi memberikan hak kepada investor untuk menerima pembayaran berdasarkan ketentuan utang yang diterbitkan.


Lantas, mana yang lebih menguntungkan? Jawabannya bergantung pada kinerja aset, harga pembelian, kondisi pasar, dan strategi investor. Sebelum menentukan pilihan, penting untuk memahami cara kerja kedua instrumen tersebut.


Apa Itu Saham?

Saham adalah bukti penyertaan modal seseorang atau badan usaha dalam suatu perusahaan. Ketika membeli saham, investor menjadi pemilik sebagian perusahaan dan memiliki hak tertentu sesuai dengan jenis saham serta ketentuan yang berlaku. Pemegang saham memiliki klaim atas pendapatan dan aset perusahaan serta hak untuk menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).


Keuntungan investasi saham dapat berasal dari dua sumber utama:

  • Capital gain:Ā keuntungan dari penjualan saham pada harga yang lebih tinggi daripada harga pembelian.

  • Dividen saham:Ā pembagian keuntungan perusahaan kepada pemegang saham berdasarkan keputusan perusahaan dan ketentuan yang berlaku.


Namun, perusahaan tidak selalu membagikan dividen. Harga saham juga dapat mengalami kenaikan maupun penurunan akibat perubahan kinerja perusahaan, kondisi industri, suku bunga, dan sentimen pasar.


Dengan demikian, investor saham perlu mempertimbangkan potensi pertumbuhan bisnis sekaligus risiko penurunan nilai investasi.


Apa Itu Obligasi?

Obligasi adalah surat utang jangka menengah hingga panjang yang diterbitkan oleh pemerintah atau korporasi untuk memperoleh pendanaan dari investor. Dengan membeli obligasi, investor memberikan pinjaman kepada pihak penerbit berdasarkan kesepakatan yang telah ditetapkan. Sebagai imbalannya, penerbit wajib membayar bunga atau kupon secara berkala dan melunasi pokok utang pada saat tanggal jatuh tempo.


Instrumen ini dapat diterbitkan oleh negara maupun perusahaan. Contohnya meliputi Obligasi Negara Ritel (ORI) yang diterbitkan oleh pemerintah serta obligasi korporasi yang diterbitkan oleh perusahaan swasta atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN).


Keuntungan berinvestasi obligasi umumnya bersumber dari pembayaran kupon berkala serta potensi capital gainĀ (selisih harga jual yang lebih tinggi dari harga beli) di pasar sekunder. Namun, harga obligasi di pasar sekunder bersifat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu sebelum tanggal jatuh tempo.


Oleh karena itu, investor perlu menganalisis kemampuan bayar penerbit (risiko kredit), besaran kupon, tenor (jangka waktu), serta kondisi pasar sebelum melakukan pembelian.


Perbedaan Saham dan Obligasi yang Perlu Dipahami

Secara mendasar, perbedaan saham dan obligasi terletak pada hubungan investor dengan penerbit. Pemegang saham memiliki bagian kepemilikan perusahaan, sedangkan pemegang obligasi merupakan pihak yang memberikan pinjaman kepada penerbit.


Berikut perbandingan karakteristik keduanya.

Aspek

Saham

Obligasi

Status investor

Pemilik sebagian perusahaan

Pemberi pinjaman kepada penerbit

Penerbit

Perusahaan (Tbk)

Pemerintah atau perusahaan

Sumber keuntungan

Dividen dan capital gain

Kupon (bunga) dan potensi capital gain

Jadwal pendapatan

Dividen bergantung pada keputusan perusahaan

Kupon mengikuti ketentuan penerbitan (bulanan/tiap 3/6 bulan)

Jatuh tempo

Tidak memiliki tanggal jatuh tempoĀ 

Memiliki tanggal jatuh tempo (tenor)

Hak investor

Hak tertentu sebagai pemegang saham, termasuk hak suara sesuai ketentuan

Hak menerima pembayaran sesuai ketentuan obligasi

Risiko utama

Capital loss, risiko likuidasi, & suspensi pasar

Gagal bayar (default) & risiko suku bunga

Faktor yang memengaruhi harga

Kinerja emiten, sentimen pasar, & ekonomi makro

Tingkat suku bunga acuan, credit rating, & tenor


Investasi saham dan obligasi tidak boleh dinilai dari potensi keuntungannya saja. Investor wajib mempertimbangkan hak-hak hukum yang diperoleh, mekanisme pembayaran imbal hasil, serta profil risiko unik yang menyertai masing-masing instrumen sebelum mengalokasikan modalnya.


Contoh Perhitungan Keuntungan Saham dan Obligasi

Untuk memahami perbedaan hasil investasi, berikut simulasi menggunakan modal awal yang sama, yaitu Rp10 juta. Seluruh angka merupakan ilustrasi, bukan data investasi atau penawaran produk tertentu.

1. Simulasi keuntungan investasi saham

Misalnya, investor membeli saham PT ABC dengan rincian berikut:


Komponen

Nilai

Dana investasi

Rp10.000.000

Harga beli per saham

Rp2.000

Jumlah saham

5.000 lembar

Harga jual per saham

Rp2.200


Jika seluruh saham dijual pada harga Rp2.200 per lembar, perhitungan keuntungannya adalah:


Capital gainĀ = (Harga jual āˆ’ Harga beli) Ɨ Jumlah saham

Capital gain = (Rp2.200 āˆ’ Rp2.000) Ɨ 5.000

Capital gain = Rp1.000.000


Artinya, investor memperoleh keuntungan Rp1 juta atau 10% dari modal awal, sebelum biaya transaksi dan pajak.

Investor juga berpotensi menerima dividen apabila perusahaan memutuskan pembagian dividen dan investor memenuhi persyaratan untuk menerimanya. Sebagai ilustrasi, jika dividen yang dibagikan sebesar Rp100 per saham, investor akan menerima:


Dividen = 5.000 Ɨ Rp100 = Rp500.000


Dengan demikian, total keuntungan berpotensi lebih besar jika investor menerima dividen. Namun, dividen tidak dijamin dan harga saham dapat turun sehingga investor juga berpotensi mengalami kerugian.


2. Simulasi keuntungan investasi obligasi

Sekarang, misalnya investor membeli obligasi dengan ketentuan berikut:


Komponen

Nilai

Nilai nominal obligasi

Rp10.000.000

Harga pembelian

Rp10.000.000

Tingkat kupon tetap

6% per tahun

Jangka waktu

3 tahun


Kupon tahunan dapat dihitung menggunakan rumus:


Kupon tahunan = Nilai nominal obligasi Ɨ Tingkat kupon

Kupon tahunan = Rp10.000.000 Ɨ 6%

Kupon tahunan = Rp600.000


Apabila ketentuan pembayaran tetap sama, investor akan menerima kupon Rp600 ribu per tahun sebelum pajak. Selama tiga tahun, total kupon secara sederhana mencapai Rp1,8 juta, dengan asumsi investor memegang obligasi sepanjang periode tersebut dan penerbit memenuhi seluruh kewajibannya.


Pokok obligasi sebesar Rp10 juta juga akan dikembalikan ketika jatuh tempo sesuai ketentuan penerbitan, dengan asumsi tidak terjadi gagal bayar. Perlu diperhatikan bahwa perhitungan ini belum memasukkan pajak, biaya transaksi, serta kemungkinan perubahan harga jika obligasi dijual sebelum jatuh tempo.


Apakah hasil kedua investasi bisa dibandingkan langsung?

Dalam ilustrasi tersebut, saham menghasilkanĀ capital gainĀ Rp1 juta ketika harga naik 10%, sedangkan obligasi dengan kupon tetap 6% menghasilkan kupon Rp600 ribu per tahun atas nilai nominal Rp10 juta.


Namun, angka tersebut tidak berarti saham selalu memberikan hasil lebih tinggi atau obligasi selalu lebih stabil. Perhitungan saham menggunakan asumsi perubahan harga, sedangkan perhitungan obligasi menggunakan kupon yang telah ditetapkan. Untuk membandingkan hasil secara lebih adil, investor perlu memperhatikan periode kepemilikan, biaya, pajak, perubahan harga, dan risiko masing-masing instrumen.


Risiko Investasi Saham dan Obligasi

Selain potensi imbal hasil, investor perlu memahami risiko yang dapat memengaruhi nilai investasinya.

Risiko investasi saham

Risiko utama saham adalah penurunan harga. Apabila investor menjual saham di bawah harga pembelian, kerugian yang terjadi disebutĀ capital loss.


Harga saham dapat dipengaruhi oleh penurunan kinerja perusahaan, perubahan prospek industri, kondisi ekonomi, suku bunga, hingga sentimen pasar. Risiko lainnya muncul ketika perusahaan mengalami kebangkrutan atau likuidasi. Dalam kondisi tersebut, pemegang saham berada pada urutan terakhir dalam klaim atas sisa kekayaan setelah kewajiban perusahaan diselesaikan.


Oleh sebab itu, investor perlu mempelajari kondisi keuangan, prospek bisnis, dan valuasi perusahaan sebelum mengambil keputusan.


Risiko investasi obligasi

Obligasi memiliki risiko kredit atau gagal bayar, yaitu ketika penerbit tidak mampu membayar kupon maupun mengembalikan pokok utang sesuai ketentuan.


Obligasi juga menghadapi risiko suku bunga. Ketika suku bunga pasar meningkat, harga obligasi berkupon tetap umumnya cenderung turun. Investor yang menjual obligasi sebelum jatuh tempo berpotensi mengalami kerugian apabila harga jualnya lebih rendah daripada harga pembelian.


Risiko setiap obligasi berbeda-beda. Obligasi korporasi bergantung pada kemampuan perusahaan penerbit memenuhi kewajibannya. Sementara itu, pembayaran pokok dan bunga Surat Utang Negara dijamin oleh negara sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Meski demikian, investor tetap perlu memahami karakteristik, ketentuan, dan risiko produk yang dibeli.


Mana yang Lebih Menguntungkan, Saham atau Obligasi?

Tidak ada jawaban tunggal yang berlaku untuk semua investor. Menentukan instrumen yang lebih menguntungkan antara saham dan obligasi harus didasarkan pada prinsip high risk, high return, serta disesuaikan dengan tujuan investasi, waktu (time horizon), kebutuhan arus kas, dan toleransi investor terhadap risiko kerugian.


Saham dapat dipertimbangkan apabila:

  • Investor memiliki tujuan pertumbuhan modal dalam jangka panjang.

  • Investor siap menghadapi fluktuasi harga.

  • Investor bersedia mempelajari kinerja dan prospek perusahaan.

  • Investor memahami bahwa dividen maupun kenaikan harga tidak dijamin.

Obligasi dapat dipertimbangkan apabila:

  • Investor menginginkan pembayaran kupon sesuai jadwal yang ditentukan.

  • Investor ingin merencanakan arus kas berdasarkan ketentuan instrumen.

  • Investor memahami jangka waktu dan tanggal jatuh tempo.

  • Investor bersedia menilai risiko kredit, perubahan suku bunga, dan likuiditas obligasi.


Perlu diingat, kupon yang telah ditetapkan tidak menghilangkan risiko gagal bayar atau perubahan harga. Begitu pula, potensi pertumbuhan saham tidak menjamin keuntungan.

Investor sebaiknya tidak memilih instrumen hanya karena melihat tingkat imbal hasil yang lebih tinggi. Imbal hasil perlu dinilai bersama risiko, jangka waktu, serta kebutuhan dana.


Bisakah Saham dan Obligasi Dimiliki Bersamaan?

Investor tidak harus memilih satu instrumen saja. Saham dan obligasi dapat dimiliki bersamaan sebagai bagian dari strategi diversifikasi portofolio.


Diversifikasi berarti menyebarkan dana ke beberapa instrumen keuangan agar hasil investasi tidak sepenuhnya bergantung pada satu aset. Sebagai contoh, saham dapat digunakan untuk mengejar pertumbuhan modal, sementara obligasi dapat memberikan pembayaran kupon sesuai ketentuan penerbitannya.


Komposisi portofolio perlu disesuaikan dengan tujuan keuangan, jangka waktu investasi, kebutuhan likuiditas, dan toleransi risiko. Tidak ada satu komposisi yang cocok untuk semua orang.


Diversifikasi juga tidak menjamin keuntungan atau sepenuhnya menghilangkan risiko kerugian. Namun, dengan memahami karakteristik setiap aset, investor dapat membuat keputusan yang lebih terukur dan tidak hanya berfokus pada potensi imbal hasil.


Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Berinvestasi

Sebelum membeli saham atau obligasi, ada beberapa hal yang sebaiknya diperiksa:

  1. Tujuan investasi.Ā Tentukan apakah dana ditujukan untuk pertumbuhan modal, pendapatan berkala, atau kebutuhan keuangan tertentu.

  2. Jangka waktu.Ā Sesuaikan pilihan instrumen dengan kapan dana akan digunakan.

  3. Kemampuan menghadapi risiko.Ā Pertimbangkan seberapa besar penurunan nilai yang dapat ditoleransi tanpa mengganggu kebutuhan keuangan.

  4. Kualitas penerbit dan aset.Ā Pelajari kinerja perusahaan untuk saham, serta kemampuan penerbit memenuhi kewajiban untuk obligasi.

  5. Biaya dan pajak.Ā Perhitungkan biaya transaksi serta pajak yang berlaku agar estimasi hasil investasi lebih realistis.

  6. Dokumen dan informasi resmi.Ā Baca informasi perusahaan, prospektus atau dokumen penawaran yang relevan, serta ketentuan instrumen sebelum melakukan transaksi.


Memilih Instrumen Berdasarkan Tujuan Keuangan

Memahami perbedaan saham dan obligasi merupakan langkah awal sebelum menentukan strategi investasi. Saham memberikan hak kepemilikan perusahaan dengan potensi keuntungan dari perubahan harga dan pembagian dividen. Obligasi memberikan hak atas pembayaran kupon dan pelunasan pokok berdasarkan ketentuan penerbitannya.

Keduanya memiliki peluang sekaligus risiko. Oleh karena itu, keputusan investasi sebaiknya didasarkan pada analisis, tujuan keuangan, dan profil risiko, bukan semata-mata pada anggapan bahwa satu instrumen selalu lebih menguntungkan daripada yang lain.


Disclaimer

Konten dibuat untuk edukasi atau promosi layanan, bukan rekomendasi jual beli Efek tertentu. Setiap risiko dari keputusan investasi yang diambil dari informasi pada publikasi ini menjadi tanggung jawab masing-masing audiens. PT KAF Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).


Referensi

Bursa Efek Indonesia - Saham. https://www.idx.id/id/produk/saham/Ā 

Bursa Efek Indonesia - Surat Utang (Obligasi). https://www.idx.id/id/produk/surat-utang-obligasi/Ā 

PT Pegadaian - Kupon Obligasi: Jenis-Jenis, Cara Kerja, dan Perhitungannya. https://pegadaian.co.id/artikel/investasi/kupon-obligasi-adalahĀ 

Komentar


KAF Sekuritas Indonesia

Kontak

Treasury Tower Lantai 28, Unit D, District 8, SCBD Lot 28,
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-54, Jakarta - 12190, Indonesia

Pelayanan Nasabah:

(+62) 21 5012 3175 ext. 002
(+62) 811 8853 175
cs@kafsekuritas.co.id

  • Instagram
  • TikTok
  • LinkedIn
  • YouTube

Pelaporan:

(+62) 81 1853 185
wbs@kafsekuritas.co.id

Tautan Langsung

Saluran Utama:

(+62) 21 50123 175

(+62) 21 50123 185

toko bermain
toko aplikasi
OJK_Logo.png
Logo IDX BEI
Logo KSEI
Logo IDClear KPEI
Logo SIPF
Logo LAPS SJK
Logo Inklusi Keuangan

Copyright 2023 oleh KAF Group

bottom of page