top of page

Saham Apa yang Naik Kalau Harga Emas Naik? Daftar Saham Emas BEI dan Cara Membacanya (Data November 2026)

2 menit yang lalu
10 menit membaca
Saham Apa yang Naik Kalau Harga Emas Naik
Saham Apa yang Naik Kalau Harga Emas Naik

Saham emas adalah saham perusahaan yang pendapatannya bergantung pada emas, baik dari menambang, memurnikan, maupun menjual emas dan perhiasan, dan saham inilah yang paling berpotensi naik saat harga emas naik, Saham emas yang terdaftar di BEI antara lain: ANTM, MDKA, EMAS, AMMN, BRMS, ARCI, PSAB, UNTR, dan HRTA.


Namun, hubungan itu tidak otomatis: per 2 November 2026, saham BRMS turun 67,64% dan AMMN turun 42,72% sejak awal tahun meski harga emas kembali di atas US$4.000 per troy ons pada 4 November 2026, karena harga saham juga dipengaruhi produksi, utang, valuasi, dan aliran dana asing.


Saham emas yang paling sensitif terhadap harga emas adalah produsen dengan porsi pendapatan emas besar, biaya produksi rendah, dan produksi yang sedang naik, sehingga investor perlu memilih emiten satu per satu, bukan membeli semua saham bertema emas.

Diterbitkan: 5 November 2026 | Diperbarui: 5 November 2026 | Ditulis oleh : Ridwan Noor Riandi

Daftar Isi:

Kenapa Pertanyaan "Saham Apa yang Naik Kalau Harga Emas Naik" Ramai Dicari Sekarang?

Pertanyaan soal saham yang ikut naik saat harga emas naik ramai dicari karena harga emas dunia melonjak 3,4% ke US$4.059,74 per troy ons pada penutupan 4 November 2026, menurut data Refinitiv yang dikutip CNBC Indonesia. Kenaikan ini membawa emas kembali di atas US$4.000, setelah sempat turun ke US$3.869,85 pada 30 Oktober 2026.


Pemicu utamanya adalah pelemahan dolar AS setelah Partai Demokrat memenangkan pemilu paruh waktu Amerika Serikat. Indeks dolar turun ke 101,5, level terendah dalam lebih dari sebulan, sehingga emas menjadi lebih murah bagi pembeli di luar AS. Pada pagi 5 November 2026, harga emas spot masih bertahan di kisaran US$4.064 per troy ons.


Sebagai pembanding, harga emas sempat mencetak rekor di atas US$5.100 per ons pada akhir Januari 2026. Artinya, harga saat ini masih jauh di bawah puncak tahun ini, sehingga investor ritel mulai mencari cara ikut menikmati potensi pemulihan harga emas lewat pasar saham.


Saham Emas Apa Saja yang Ada di BEI?

Saham emas di BEI bisa dikelompokkan ke tiga lapis: produsen tambang emas, perusahaan tambang yang emasnya hanya sebagian dari bisnis, dan perusahaan hilir yang mengolah atau menjual emas. Pembagian ini penting karena tiap lapis merespons harga emas dengan cara berbeda.


Tabel 1. Daftar Saham Emas di BEI dan Data Operasional Terbaru

Kode

Nama Perusahaan

Lapis

Aset atau Bisnis Emas Utama

Data Terbaru

ANTM

PT Aneka Tambang Tbk

Tambang + pemurnian + penjualan logam mulia

Tambang Pongkor dan Cibaliung, pemurnian LM Pulogadung

Penjualan emas 9M-2026 Rp68,41 triliun (77% penjualan), laba bersih 9M-2026 Rp9,66 triliun (+46%)

EMAS

PT Merdeka Gold Resources Tbk

Produsen emas murni

Tambang Pani, Gorontalo

Produksi Q3-2026 26.331 oz (+69% QoQ), AISC US$1.281/oz

ARCI

PT Archi Indonesia Tbk

Produsen emas murni

Tambang Toka Tindung, Sulawesi Utara

Produksi 2025 sekitar 122.000 oz, target produksi 2026 naik 15%

BRMS

PT Bumi Resources Minerals Tbk

Produsen emas

Tambang Poboya, Palu

Pendapatan Q3-2026 US$71,79 juta, laba bersih US$11,01 juta

PSAB

PT J Resources Asia Pasifik Tbk

Produsen emas

Tambang Bakan (Sulawesi Utara), Penjom (Malaysia), proyek Doup

Bakan dan Penjom berstatus produksi aktif

AMMN

PT Amman Mineral Internasional Tbk

Tambang tembaga-emas

Tambang tembaga dan emas di NTB

Produksi emas 9M-2026 541.337 oz (+616%), tembaga 332 juta lbs

MDKA

PT Merdeka Copper Gold Tbk

Tambang terdiversifikasi (nikel, emas, tembaga)

Tujuh Bukit dan Pani

Pendapatan emas Q3-2026 US$72,9 juta dari total penjualan US$817,3 juta

UNTR

PT United Tractors Tbk

Konglomerasi (emas salah satu lini)

Tambang Martabe melalui Agincourt Resources

Target produksi Martabe 2026 sekitar 60.000 oz, di bawah kapasitas sekitar 220.000 oz

HRTA

PT Hartadinata Abadi Tbk

Hilir: perhiasan dan emas batangan

Rantai pemurnian, manufaktur, dan distribusi perhiasan

Marjin tipis sekitar 2% (Tim Riset KAF Sekuritas Indonesia, 22 Oktober 2026)

Sumber: Katadata (2 November 2026), Fundamental Snapshot KAF Sekuritas Indonesia (22 Oktober dan 4 November 2026), Infobanknews (7 Mei 2026), Katadata (20 April 2026), situs resmi J Resources. Data per tanggal yang tercantum.


Untuk melihat bobot saham-saham tambang ini di indeks komoditas, baca juga pembahasan IDX Commodity 20, indeks yang menempatkan AMMN, BRMS, MDKA, ANTM, dan ARCI dalam kelompok logam dan mineral.


Kenapa Harga Emas Naik Bisa Mengangkat Saham Emas?

Harga emas naik bisa mengangkat saham emas karena harga jual emas naik, sementara biaya menambang per ons relatif tetap, sehingga marjin laba produsen membesar lebih cepat dibanding kenaikan harga emasnya. Efek pengungkit ini disebut operating leverage.


Ilustrasi hitungan dengan data nyata: biaya produksi menyeluruh (all-in sustaining costĀ atau AISC) tambang Pani milik EMAS tercatat US$1.281 per ons pada kuartal III-2026, menurut Katadata. Dengan harga emas US$4.059,74 per troy ons pada 4 November 2026, selisih harga dan biaya produksinya sekitar US$2.779 per ons.


Jika harga emas naik 10% ke sekitar US$4.466, selisih tersebut naik menjadi sekitar US$3.185 per ons, atau melebar sekitar 14,6%. Jadi, kenaikan harga emas 10% bisa menghasilkan kenaikan marjin per ons yang lebih besar dari 10%. Hitungan ini adalah ilustrasi sederhana dan belum memperhitungkan pajak, royalti, beban bunga, maupun perubahan volume produksi.


Mekanisme ini paling terasa pada produsen emas murni. Untuk perusahaan yang membeli emas dari pihak lain lalu menjualnya kembali, kenaikan harga emas lebih banyak mengangkat pendapatan daripada marjin, karena harga beli bahan baku juga ikut naik.


Saham Emas Mana yang Paling Sensitif terhadap Harga Emas?

Saham emas yang paling sensitif terhadap harga emas adalah emiten yang mayoritas pendapatannya dari emas hasil tambang sendiri, biaya produksinya rendah, dan volume produksinya sedang meningkat. Berikut empat faktor yang bisa dipakai investor untuk membandingkan:

  1. Porsi pendapatan emas.Ā Semakin besar porsi emas, semakin kuat korelasinya. Contohnya, pendapatan emas MDKA pada kuartal III-2026 hanya US$72,9 juta dari total penjualan US$817,3 juta (sekitar 9%), karena penjualan didominasi produk nikel. Sebaliknya, EMAS dan ARCI adalah produsen emas murni.

  2. Sumber emas: tambang sendiri atau beli dari pihak ketiga.Ā Menurut Fundamental Snapshot KAF Sekuritas Indonesia edisi 4 November 2026, produksi tambang sendiri ANTM sekitar 634 kg dari penjualan 25.217 kg, sehingga sebagian besar emas yang dijual dibeli dari pihak ketiga dan marjin bisnis emasnya tipis.

  3. Biaya produksi (AISC).Ā Emiten dengan AISC rendah punya bantalan marjin lebih tebal saat harga emas turun, dan pengungkit lebih kecil secara persentase saat harga naik. Emiten dengan AISC tinggi justru mendapat lonjakan laba persentase yang lebih besar ketika harga emas naik, tetapi lebih rentan saat harga turun.

  4. Tren produksi.Ā Kenaikan harga emas paling berdampak bila volume produksi juga naik. AMMN mencatat lonjakan produksi emas 9M-2026 sebesar 616%, dan EMAS mencatat kenaikan produksi kuartal III-2026 sebesar 69% dibanding kuartal sebelumnya. Sebaliknya, UNTR menargetkan produksi Martabe 2026 hanya sekitar 60.000 oz setelah izin tambangnya sempat dicabut pada Januari 2026 dan operasinya ditargetkan pulih mulai pertengahan Mei 2026.


Emiten hilir seperti HRTA punya profil berbeda. Harga emas yang naik bisa menaikkan nilai penjualan perhiasan dan emas batangan, tetapi marjin HRTA yang sekitar 2% menunjukkan keuntungannya lebih bergantung pada volume dan efisiensi daripada level harga emas.


Kenapa Saham Emas Bisa Turun Padahal Harga Emas Naik?

Saham emas bisa turun padahal harga emas naik karena harga saham juga dipengaruhi produksi, utang, aksi korporasi, valuasi, dan aliran dana asing, bukan hanya harga komoditasnya. Data 2026 menunjukkan paradoks ini dengan jelas.


Tabel 2. Kinerja Saham Emas vs Kondisi Harga Emas 2026

Kode

Harga Saham

Perubahan

Periode

Catatan Kinerja

BRMS

Rp356

-67,64%

5 Januari sampai 2 November 2026

Penjualan emas semester I-2026 turun sekitar 46% karena pushback tambang dan kelebihan pasokan domestik

AMMN

Rp3.690

-42,72%

Year-to-date per 2 November 2026

Produksi emas 9M-2026 justru naik 616%

MDKA

Rp1.935

-15,13%

Year-to-date per 2 November 2026

Pendapatan didominasi nikel

EMAS

Rp5.600

+0,90%

Year-to-date per 2 November 2026

Produksi naik, tetapi rugi semester I-2026 akibat beban keuangan

ANTM

Rp2.400

-22,0% dalam enam sesi sejak 9 Oktober; -6,97% pada 3 November

Oktober sampai 3 November 2026

Laba bersih 9M-2026 rekor Rp9,66 triliun (+46%)

Sumber: Katadata (2 November 2026), Indonesian Mining Association (5 Agustus 2026), Stock Pick Tasrul Tanar KAF Sekuritas Indonesia (20 Oktober, 22 Oktober, dan 4 November 2026).


Contoh paling mencolok adalah ANTM. Menurut Stock Pick Tasrul Tanar edisi 20 Oktober 2026, saham ANTM turun 22,0% dalam enam sesi sejak 9 Oktober, padahal harga emas justru naik ke US$4.186 per ons pada 19 Oktober 2026.


Tim Riset KAF Sekuritas Indonesia menilai penurunan itu terutama didorong aksi jual asing di saham berbobot besar menjelang review MSCI dan koreksi emas, bukan perubahan kinerja.


Lima penyebab umum saham emas tidak mengikuti harga emas:

  1. Gangguan produksi.Ā BRMS mencatat penjualan emas semester I-2026 turun 45,91% menjadi 21.091 oz akibat operasi pushback di tambang Poboya, menurut Indonesian Mining Association.

  2. Harga jual realisasi lebih rendah dari harga global.Ā Harga jual rata-rata BRMS turun dari US$4.512 menjadi US$4.138 per ons pada semester I-2026 karena kelebihan pasokan di pasar domestik.

  3. Beban utang dan dilusi.Ā EMAS masih mencatat rugi bersih US$14,88 juta pada semester I-2026 karena beban keuangan US$12,49 juta, dan rencana private placement hingga 10% menambah dilusi (Tim Riset KAF Sekuritas Indonesia, 22 Oktober 2026).

  4. Aliran dana asing dan rebalancing indeks.Ā Saham emas berkapitalisasi besar seperti ANTM dan AMMN ikut dijual saat investor asing mengurangi porsi di Indonesia menjelang review MSCI 11 November 2026.

  5. Valuasi sudah mahal.Ā Jika harga saham sudah naik jauh lebih dulu, kenaikan harga emas berikutnya bisa dianggap sudah tercermin di harga saham.


Apa Saja Risiko yang Bisa Memutus Hubungan Harga Emas dan Saham Emas?

Risiko utama yang bisa memutus hubungan harga emas dan saham emas dalam jangka pendek adalah ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, arah dolar AS, dan aliran dana asing di pasar saham Indonesia. Ketiga faktor ini sedang aktif per awal November 2026.


  1. Suku bunga The Fed.Ā Pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember 2026 sekitar 79% sampai 83%, menurut data CME FedWatch yang dikutip Suara.com dan CNBC Indonesia. Suku bunga lebih tinggi cenderung menekan harga emas karena emas tidak memberi imbal hasil bunga.

  2. Pemulihan harga emas yang rapuh.Ā Fiona Cincotta, Senior Market Analyst StoneX, menilai reli emas pasca-pemilu AS belum tentu bertahan karena harga emas masih di bawah rata-rata pergerakan 20, 50, dan 200 hari, menurut Suara.com (5 November 2026).

  3. Review MSCI 11 November 2026.Ā Tim Riset KAF Sekuritas Indonesia menyebut review MSCI sebagai faktor penahan utama bagi saham berbobot besar, termasuk ANTM.

  4. Harga minyak dan inflasi.Ā Harga minyak Brent yang bertahan di atas US$100 per barel menjaga tekanan inflasi, yang bisa membuat The Fed lebih ketat, menurut CNBC Indonesia (5 November 2026).


Pembahasan lebih lengkap tentang dampak suku bunga AS ke pasar saham domestik ada di artikel kenapa keputusan The Fed berpengaruh ke IHSG.


Pandangan Tim Riset KAF Sekuritas Indonesia

Tim Riset KAF Sekuritas Indonesia tidak memperlakukan semua saham emas secara sama: rekomendasi fundamental per akhir Oktober sampai awal November 2026 berkisar dari BUY hingga SELL, tergantung kinerja dan valuasi emiten tersebut.


Tabel 3. Rekomendasi Fundamental Saham Emas dari Tim Riset KAF Sekuritas Indonesia

Kode

Harga Acuan

Rekomendasi Fundamental

Target Harga

Alasan Utama

ANTM

Rp2.400 (3 November 2026)

BUY

Rp2.925

Laba 9M-2026 rekor, kas Rp10,54 triliun, P/E 5,0x 2026E

HRTA

Rp1.595 (21 Oktober 2026)

BUY

Rp2.025

Fundamental positif, meski tekanan teknikal dan marjin tipis

EMAS

Rp6.475 (21 Oktober 2026)

SELL

Rp5.550

Rugi bersih semester I-2026, dilusi private placement, PER FY27E sekitar 26x

BRMS

Rp444 (21 Oktober 2026)

SELL

Rp300

Produksi turun, ekspansi pabrik mundur ke awal 2027, PER FY27E sekitar 43x

Sumber: Fundamental Snapshot KAF Sekuritas Indonesia dalam Stock Pick Tasrul Tanar edisi 22 Oktober 2026 dan 4 November 2026. Rekomendasi dapat berubah mengikuti data terbaru.


Menurut Tasrul Tanar, CSA, Senior Analyst KAF Sekuritas Indonesia, melalui Stock Pick edisi 4 November 2026, ANTM direkomendasikan BUY dengan target Rp2.925 dan area akumulasi Rp2.250 sampai Rp2.400, karena kinerja 9M-2026 mencetak rekor dengan penjualan Rp88,48 triliun (+23%) dan laba bersih Rp9,66 triliun (+46%). Koreksi harga ANTM dinilai lebih dipicu aksi jual asing menjelang review MSCI dan koreksi emas, bukan pelemahan kinerja.


Untuk BRMS dan EMAS, Stock Pick edisi 22 Oktober 2026 menempatkan keduanya pada sinyal teknikal Trading Buy, tetapi rekomendasi fundamentalnya SELL. Artinya, posisi pada kedua saham emas tersebut hanya cocok untuk trading jangka sangat pendek dengan disiplin batas rugi, bukan untuk dikoleksi hanya karena harga emas sedang naik.


Rekomendasi harian dan level entry terbaru untuk saham emas dapat dipantau di arsip Stock Pick by Tasrul Tanar.


Pelajaran untuk Investor

Saham emas adalah cara paling langsung untuk ikut menikmati kenaikan harga emas di pasar saham, tetapi investor perlu memilih emiten, bukan sekadar membeli semua saham bertema emas. Beberapa langkah praktis:

  1. Cek porsi pendapatan emasĀ di laporan keuangan terbaru sebelum menganggap sebuah saham sebagai saham emas.

  2. Bandingkan biaya produksi (AISC) dengan harga emas saat iniĀ untuk mengukur seberapa tebal marjin emiten.

  3. Perhatikan tren produksi dan agenda aksi korporasi, termasuk rencana private placement atau rights issue yang bisa menimbulkan dilusi.

  4. Pantau faktor di luar emas, terutama ekspektasi suku bunga The Fed, dolar AS, dan aliran dana asing menjelang review MSCI 11 November 2026.

  5. Pisahkan horizon trading dan investasi.Ā Sinyal teknikal jangka pendek bisa berbeda dengan rekomendasi fundamental, seperti pada BRMS dan EMAS.

  6. Gunakan ukuran posisi kecil dan batas rugiĀ karena saham emas cenderung lebih volatil dibanding IHSG.


FAQ

  • 1. Saham apa yang naik kalau harga emas naik?

    Saham yang berpotensi naik saat harga emas naik adalah saham emas, yaitu emiten tambang dan hilir emas seperti ANTM, MDKA, EMAS, AMMN, BRMS, ARCI, PSAB, UNTR, dan HRTA. Namun, kenaikan setiap saham emas berbeda-beda tergantung porsi pendapatan emas, biaya produksi, dan kondisi masing-masing perusahaan.

  • 2. Apakah saham emas pasti naik saat harga emas naik?

    Saham emas tidak pasti naik saat harga emas naik. Pada 2026, saham BRMS turun 67,64% sejak awal tahun hingga 2 November 2026 karena produksi menurun, meski harga emas sempat mencetak rekor di atas US$5.100 per ons pada Januari 2026.

  • 3. Apa perbedaan saham emas tambang dan saham emas hilir?

    Saham emas tambang seperti EMAS dan ARCI menghasilkan emas dari tambang sendiri, sehingga marjinnya langsung membesar saat harga emas naik. Saham emas hilir seperti HRTA mengolah dan menjual perhiasan serta emas batangan, sehingga keuntungannya lebih bergantung pada volume penjualan dan efisiensi.

  • 4. Kenapa saham ANTM turun padahal harga emas naik?

    Saham ANTM turun 22,0% dalam enam sesi sejak 9 Oktober 2026 meski harga emas naik ke US$4.186 per ons pada 19 Oktober 2026. Tim Riset KAF Sekuritas Indonesia menilai penurunan itu terutama dipicu aksi jual asing menjelang review MSCI dan koreksi emas, bukan pelemahan kinerja.

  • 5. Faktor apa yang bisa menekan saham emas meski harga emas tinggi?

    Faktor yang bisa menekan saham emas meski harga emas tinggi antara lain gangguan produksi, beban utang, dilusi saham, valuasi yang sudah mahal, dan aksi jual investor asing. Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed juga bisa menekan harga emas sekaligus saham emas.

Disclaimer

Konten dibuat untuk edukasi atau promosi layanan, bukan rekomendasi jual beli saham tertentu. Setiap risiko dari keputusan investasi yang diambil dari informasi pada publikasi ini menjadi tanggung jawab masing-masing audiens. PT KAF Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Seputar KAF Sekuritas Indonesia

KAF Sekuritas Indonesia adalah perusahaan finansial multinational yang berpusat di Malaysia, KAF Sekuritas menyediakan layanan investasi dan perdagangan saham bagi investor ritel maupun institusi. Didukung pengalaman di industri pasar modal, KAF Sekuritas Indonesia menghadirkan akses online trading saham, data pasar, riset saham, analisis emiten, sesi konsultasi langsung dengan senior analyst, dan informasi pasar modal Indonesia untuk membantu investor mengambil keputusan investasi secara lebih percaya diri.

Referensi

  1. CNBC Indonesia Research, "Harga Emas Mengamuk 3% Rayakan Kekalahan Trump, Balik ke US$ 4.000", 5 November 2026. https://www.cnbcindonesia.com/research/20261105064921-128-782448/harga-emas-mengamuk-3-rayakan-kekalahan-trump-balik-ke-us--4000

  2. Suara.com, "Harga Emas Sukses Jebol Batas Psikologis, Saatnya Jual atau Beli?", 5 November 2026. https://www.suara.com/bisnis/2026/11/05/070521/harga-emas-sukses-jebol-batas-psikologis-saatnya-jual-atau-beli

  3. Investortrust, "Harga Emas Terbang Cetak Rekor ke US$ 5.100, Investor Cari Aman dari Ketegangan Dunia", 27 Januari 2026. https://investortrust.id/business/92568/harga-emas-terbang-cetak-rekor-ke-us-5100-investor-cari-aman-dari-ketegangan-dunia

  4. Katadata, "Prospek 4 Saham Emas: Adu Ekspansi MDKA, AMMN, EMAS dan BRMS, Mana yang Menarik?", 2 November 2026. https://katadata.co.id/finansial/bursa/6ae8466916403/prospek-4-saham-emas-adu-ekspansi-mdka-ammn-emas-dan-brms-mana-yang-menarik

  5. Indonesian Mining Association, "Adu Siasat Emiten Emas Semester II/2026, Saham Mana Paling Berkilau?", 5 Agustus 2026. https://ima-api.org/adu-siasat-emiten-emas-semester-ii-2026-saham-mana-paling-berkilau/

  6. Infobanknews, "ARCI Targetkan Produksi Emas Naik 15 Persen pada 2026", 7 Mei 2026. https://infobanknews.com/arci-targetkan-produksi-emas-naik-15-persen-pada-2026

  7. RCTI+ / IDX Channel, "ARCI Habiskan Rp100 Miliar Garap Tambang Emas Toka Tindung di Semester I". https://www.rctiplus.com/news/detail/idxchannel/5425571/arci-habiskan-rp100-miliar-garap-tambang-emas-toka-tindung-di-semester-i

  8. Katadata, "Mengintip Manuver UNTR di Tengah Anjloknya Target Produksi Emas Martabe", 20 April 2026. https://katadata.co.id/finansial/bursa/69e592dfb5183/mengintip-manuver-untr-di-tengah-anjloknya-target-produksi-emas-martabe

  9. J Resources Asia Pasifik, situs resmi perusahaan. https://www.jresources.com/

Komentar


KAF Sekuritas Indonesia

Kontak

Treasury Tower Lantai 28, Unit D, District 8, SCBD Lot 28,
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-54, Jakarta - 12190, Indonesia

Pelayanan Nasabah:

(+62) 21 5012 3175 ext. 002
(+62) 811 8853 175
cs@kafsekuritas.co.id

  • Instagram
  • TikTok
  • LinkedIn
  • YouTube

Pelaporan:

(+62) 81 1853 185
wbs@kafsekuritas.co.id

Tautan Langsung

Saluran Utama:

(+62) 21 50123 175

(+62) 21 50123 185

toko bermain
toko aplikasi
OJK_Logo.png
Logo IDX BEI
Logo KSEI
Logo IDClear KPEI
Logo SIPF
Logo LAPS SJK
Logo Inklusi Keuangan

Copyright 2023 oleh KAF Group

bottom of page