top of page

Saham Komponen Kendaraan Listrik di BEI

  • 18 Agu
  • 8 menit membaca
saham komponen kendaraan listrik

Saham komponen kendaraan listrik adalah saham emiten yang bisnis intinya memproduksi suku cadang dan perangkat pendukung otomotif, kemudian memperluas portofolio produknya ke kebutuhan spesifik kendaraan listrik (electric vehicle/EV), berbeda dari saham perakit atau pemilik merek kendaraan listrik itu sendiri.

Di Bursa Efek Indonesia (BEI), dua nama yang paling sering disebut di segmen ini adalah PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) dan PT Astra Otoparts Tbk (AUTO), keduanya sama-sama memperluas lini bisnis konvensional menuju ekosistem elektrifikasi sepanjang 2026. Bagi investor yang ingin eksposur ke sektor kendaraan listrik tanpa bertaruh penuh pada satu merek EV tertentu, memahami karakter saham komponen ini penting sebagai alternatif yang relatif lebih terdiversifikasi.

Key Takeaways

  • Saham komponen kendaraan listrik seperti DRMA dan AUTO berbeda dari saham EV pure-play karena pendapatannya masih didominasi komponen kendaraan konvensional, EV baru jadi segmen pertumbuhan tambahan.

  • DRMA membukukan pendapatan Rp3,157 triliun (naik 14% YoY) dan laba bersih Rp288,383 miliar (naik 18% YoY) pada semester I 2026, dengan kemitraan pasokan komponen ke BYD yang mulai berjalan sejak kuartal II 2026.

  • AUTO membukukan laba bersih Rp1,2 triliun (naik 22,6% YoY) pada semester I 2026, mengoperasikan 70 unit stasiun pengisian Astra Otopower, dan mendapat pelanggan baru VinFast serta BYD di luar basis OEM Grup Astra.

  • Kontribusi pendapatan lini bisnis EV terhadap total pendapatan konsolidasi kedua emiten belum dipisahkan secara rinci di laporan keuangan publik, sehingga klaim "saham EV" untuk keduanya masih bersifat naratif pertumbuhan jangka panjang.

Daftar Isi

Kenapa Investor Perlu Melirik Saham Komponen Kendaraan Listrik, Bukan Cuma Perakit EV

Sorotan media selama ini banyak tertuju ke emiten perakit atau pemilik merek kendaraan listrik seperti VKTR, INDY lewat ALVA, atau WIKA lewat Gesits, sebagian di antaranya juga terekspos program MolinasĀ yang baru diluncurkan pemerintah. Namun, di balik gegap gempita peluncuran motor dan mobil listrik, ada lapisan bisnis lain yang justru menikmati permintaan dari seluruh pemain di industri ini: produsen komponen.


Momentum ini terlihat jelas dari rangkaian pameran otomotif sepanjang 2026. Baik DRMA maupun AUTO sama-sama memperkenalkan lini produk baru khusus kendaraan elektrifikasi di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 pada 5 sampai 15 Februari, dan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 pada akhir Juli hingga awal Agustus. Karakter bisnis komponen ini penting dipahami investor karena permintaannya tidak bergantung pada satu merek EV saja, melainkan mengikuti pertumbuhan keseluruhan industri, baik kendaraan berbasis baterai penuh (BEV), hibrida (HEV), maupun plug-in hybrid (PHEV).


Profil DRMA: Dharma Polimetal dan Ekosistem Dharma Connect

PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) merupakan perusahaan manufaktur komponen otomotif yang menjadi bagian dari Triputra Group, dengan fokus historis pada komponen kendaraan roda dua dan roda empat.


Perusahaan ini memperluas eksposurnya ke kendaraan listrik lewat unit usaha bernama Dharma Connect, yang dirancang sebagai ekosistem terintegrasi dari komponen kendaraan listrik hingga infrastruktur pendukungnya, ditampilkan dalam ajang IIMS 2026 yang digelar selama 5 sampai 15 Februari 2026.

Beberapa produk konkret DRMA di ranah EV sepanjang 2026:

  1. Fast Charging 2W dan Buffer Charging: diluncurkan di GIIAS 2026, diproduksi anak usaha PT Dharma Electrindo Manufacturing (DEM) dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) mencapai 50 persen.

  2. Battery Lithium 12V: diperkenalkan di IIMS 2026 untuk kendaraan listrik roda dua, tersedia dalam dua varian kapasitas, yakni 12V 6 Ah dan 12V 3,5 Ah.

  3. Battery Energy Storage System (BESS): dikembangkan anak usaha PT Dharma Controlcable Indonesia sejak awal 2025, ditujukan untuk menyimpan dan memasok energi bagi kebutuhan rumah tinggal, pusat perbelanjaan, industri, hingga ekosistem kendaraan listrik.

  4. Battery pack dan komponen BLDC (Brushless Direct Current): diproduksi lewat Dharma Polimetal dan Dharma Controlcable, sementara Dharma Precision Tools memproduksi charging station dan Dharma Precision Parts menghasilkan komponen BLDC hub drive serta mid drive yang bisa diterapkan untuk konversi sepeda motor bahan bakar minyak menjadi motor listrik.


Langkah paling baru DRMA yang relevan bagi investor adalah kemitraan dengan produsen mobil listrik asal China, BYD. Kerja sama pasokan komponen antara DRMA dan BYD sudah berjalan sejak kuartal II 2026, seiring mulai beroperasinya pabrik BYD di Indonesia. Presiden Direktur DRMA, Irianto Santoso, menyebut langkah ini "diharapkan membuka peluang yang lebih besar bagi industri komponen dalam negeri untuk berperan dalam rantai pasok kendaraan listrik nasional."


Dari sisi kinerja keuangan, DRMA mencatatkan pendapatan Rp3,157 triliun pada semester I 2026, naik 14 persen secara tahunan dari Rp2,774 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya, dengan laba bersih naik 18 persen menjadi Rp288,383 miliar. Segmen roda dua tetap jadi kontributor terbesar dengan pendapatan Rp1,847 triliun (naik 7 persen), sementara segmen roda empat mencatat pertumbuhan tercepat sebesar 36 persen menjadi Rp848 miliar.


Manajemen menyebut pertumbuhan yang terjadi merata di seluruh lini usaha menunjukkan ketahanan bisnis perseroan di tengah dinamika industri otomotif. Sebagai catatan pergerakan harga, saham DRMA sempat diperdagangkan di posisi Rp935 per saham pada penutupan 29 Juli 2026, dengan kenaikan 11,98 persen dalam sebulan terakhir meski masih turun 10,95 persen sejak awal tahun 2026.


Profil AUTO: Astra Otoparts dan Ekspansi Komponen xEV

PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) merupakan produsen komponen otomotif terbesar di bawah Grup Astra, dengan basis pelanggan yang jauh lebih luas dibanding DRMA, mencakup produsen kendaraan global seperti Toyota, Daihatsu, dan Honda. Sepanjang 2026, AUTO secara eksplisit menyebut arah pengembangan komponennya menyasar kendaraan elektrifikasi atau xEV, mencakup general parts maupun specific parts untuk mendukung perkembangan kendaraan elektrifikasi.

Beberapa langkah konkret AUTO di segmen EV:

  1. EV Auxiliary Battery dan layanan GS Care: diluncurkan lewat merek GS Astra di GIIAS 2026, dirancang untuk mendukung sistem kelistrikan 12 Volt pada kendaraan Hybrid Electric Vehicle (HEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), dan Battery Electric Vehicle (BEV), dengan integrasi plug and play sesuai spesifikasi OEM.

  2. Mesin pengisian daya lewat merek ALTRO: bagian dari pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional.

  3. Infrastruktur Astra Otopower: telah mengoperasikan 70 unit Astra Otopower di 60 lokasi strategis di Indonesia hingga semester I 2026, dengan kapasitas pengisian daya ultra-fast hingga 240 kW.

  4. Komponen spesifik EV lainnya: mencakup HEV battery cover sub-assembly, HEV battery hose assembly, wireless charger, hybrid damper, dan EV battery box, serta komponen lintas platform seperti caliper assembly dan head lamp yang bisa dipakai baik untuk kendaraan mesin pembakaran internal maupun EV.

Yang menarik, AUTO juga berhasil mendapatkan VinFast dan BYD sebagai pelanggan baru, menandai perluasan rantai pasok di luar basis pelanggan OEM Grup Astra. Ini indikasi bahwa saham komponen kendaraan listrik seperti AUTO tidak hanya bergantung pada satu grup otomotif saja.


Dari sisi kinerja, AUTO membukukan laba bersih Rp1,2 triliun pada semester I 2026, naik 22,6 persen secara tahunan dari Rp939 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, dengan pendapatan bersih naik 13,2 persen menjadi Rp10,9 triliun. Analis MNC Sekuritas, M. Rudy Setiawan, mempertahankan rekomendasi beli saham AUTO dengan target harga Rp3.200 per saham, dengan proyeksi pendapatan 2026 mencapai Rp21,01 triliun atau tumbuh 5,6 persen, didukung antara lain oleh pengembangan bisnis baru di komponen kendaraan listrik.


Tabel Perbandingan DRMA vs AUTO

Aspek

DRMA (Dharma Polimetal)

AUTO (Astra Otoparts)

Grup usaha

Triputra Group

Grup Astra

Fokus historis

Komponen roda dua dan roda empat

Komponen otomotif skala luas (OEM & aftermarket)

Produk EV utama

Fast Charging 2W, Buffer Charging, Battery Lithium 12V, BESS, battery pack, komponen BLDC

EV Auxiliary Battery (GS Astra), charger ALTRO, komponen HEV/PHEV/BEV spesifik

Infrastruktur charging

Melalui Dharma Precision Tools

Astra Otopower, 70 unit di 60 lokasi (semester I 2026)

Kemitraan OEM baru terkait EV

BYD (mulai kuartal II 2026)

VinFast dan BYD

Pendapatan semester I 2026

Rp3,157 triliun (+14% YoY)

Rp10,9 triliun (+13,2% YoY)

Laba bersih semester I 2026

Rp288,383 miliar (+18% YoY)

Rp1,2 triliun (+22,6% YoY)

Catatan: kedua emiten sama-sama masih mencatat mayoritas pendapatan dari komponen kendaraan berbasis bahan bakar minyak, kontribusi lini bisnis EV secara spesifik belum dipisahkan secara rinci dalam laporan keuangan publik, sehingga belum bisa dijadikan angka pasti kontribusi EV terhadap total pendapatan.


Perbedaan Saham Komponen dengan Saham EV "Pure-Play"

Penting bagi investor untuk membedakan karakter risiko saham komponen kendaraan listrik seperti DRMA dan AUTO dengan saham EV pure-play seperti VKTRĀ yang bisnisnya murni berputar di kendaraan listrik, dan dengan saham berbasis bahan baku seperti saham nikelĀ yang punya karakter risiko berbeda lagi.


Saham komponen relatif lebih terdiversifikasi karena pendapatannya masih ditopang mayoritas oleh kendaraan konvensional, sehingga fluktuasi sentimen EV jangka pendek (misalnya terkait program Molinas) tidak akan langsung mengguncang seluruh pendapatan perusahaan. Di sisi lain, potensi kenaikan harga saham akibat euforia EV pun cenderung tidak akan sedramatis saham pure-play, karena pasar menilai kedua emiten ini lebih dulu sebagai saham komponen otomotif konvensional, bukan sebagai saham EV murni.

Pelajaran untuk Investor

  1. Cek proporsi pendapatan riil dari lini EV, jangan hanya terpaku pada berita peluncuran produk di pameran otomotif. Baik DRMA maupun AUTO belum memisahkan kontribusi pendapatan EV secara eksplisit di laporan keuangan, sehingga klaim "saham EV" untuk keduanya masih bersifat naratif pertumbuhan jangka panjang, bukan kontribusi laba yang sudah terbukti besar saat ini.

  2. Manfaatkan sebagai diversifikasi, bukan taruhan penuh.Ā Saham komponen cocok untuk investor yang ingin eksposur ke tren elektrifikasi tanpa risiko konsentrasi tinggi seperti pada saham EV pure-play.

  3. Pantau kemitraan OEM baru.Ā Masuknya BYD sebagai mitra DRMA dan AUTO, serta VinFast untuk AUTO, adalah indikator konkret perluasan pasar yang bisa dipantau lewat keterbukaan informasi resmi perusahaan.

  4. Bandingkan valuasi dan rekomendasi analis secara berkala, karena target harga seperti yang diberikan MNC Sekuritas untuk AUTO bisa berubah mengikuti perkembangan kinerja kuartalan.


Jika Anda merasa penasaran seputar Emiten yang terdampak dari Molinas dan ingin mempelajari lebih lanjut Anda bisa mengikuti sesi mid-week session bersama Senior Analyst KAF Sekuritas, Tasrul Tanar.


Pertanyaan yang Sering Diajukan Investor terkait Saham Komponen Kendaraan Listrik

  1. Apa itu saham komponen kendaraan listrik? Saham komponen kendaraan listrik adalah saham emiten yang memproduksi suku cadang, baterai, atau perangkat pendukung kendaraan listrik, tapi bukan perakit maupun pemilik merek kendaraan listrik itu sendiri. Contohnya DRMA dan AUTO di BEI.

  2. Apa beda DRMA dan AUTO dari sisi bisnis EV? DRMA lebih banyak menyasar komponen roda dua lewat unit usaha Dharma Connect, sementara AUTO punya basis pelanggan lebih luas termasuk OEM global dan mengembangkan komponen xEV untuk kendaraan roda dua maupun roda empat lewat merek GS Astra dan ALTRO.

  3. Apakah saham komponen kendaraan listrik lebih aman dibanding saham EV pure-play seperti VKTR? Relatif lebih terdiversifikasi karena pendapatan DRMA dan AUTO masih didominasi komponen kendaraan konvensional, tapi ini bukan jaminan bebas risiko. Keputusan investasi tetap harus mempertimbangkan fundamental dan valuasi masing-masing emiten secara menyeluruh.

  4. Apakah kontribusi bisnis EV DRMA dan AUTO sudah signifikan terhadap pendapatan? Berdasarkan data yang tersedia hingga semester I 2026, kedua perusahaan belum memisahkan kontribusi pendapatan EV secara rinci di laporan keuangan publik, sehingga belum bisa dipastikan seberapa besar porsinya terhadap total pendapatan konsolidasi.

  5. Apakah membeli saham DRMA atau AUTO sama dengan berinvestasi langsung di industri EV? Tidak sepenuhnya. Investor tetap membeli saham perusahaan komponen otomotif secara umum, dengan EV sebagai salah satu segmen pertumbuhan baru, bukan bisnis inti tunggal perusahaan.

Disclaimer

Konten dibuat untuk edukasi atau promosi layanan, bukan rekomendasi jual beli Efek tertentu. Setiap risiko dari keputusan investasi yang diambil dari informasi pada publikasi ini menjadi tanggung jawab masing-masing audiens. PT KAF Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Referensi

  1. Kontan, "DRMA Perkuat Bisnis Kendaraan Listrik melalui Dharma Connect di IIMS 2026", https://industri.kontan.co.id/news/drma-perkuat-bisnis-kendaraan-listrik-melalui-dharma-connect-di-iims-2026

  2. Bisnis.com, "Dharma Polimetal (DRMA) Rambah Segmen Kendaraan Listrik, Luncurkan 2 Produk Baru", https://market.bisnis.com/read/20260802/192/1992850/dharma-polimetal-drma-rambah-segmen-kendaraan-listrik-luncurkan-2-produk-baru

  3. Kontan, "Dharma Polimetal (DRMA) Perkuat Rantai Pasok EV Lewat Produksi Baterai Lithium Lokal", https://industri.kontan.co.id/news/dharma-polimetal-drma-perkuat-rantai-pasok-ev-lewat-produksi-baterai-lithium-lokal

  4. KabarBursa, "Dharma Polimetal (DRMA) Perkenalkan BESS di GIIAS 2026, Bisnis Baru di Ekosistem EV", https://www.kabarbursa.com/ekonomi-hijau/dharma-polimetal-drma-perkenalkan-bess-di-giias-2026-bisnis-baru-di-ekosistem-ev

  5. Kontan Insight, "Dengan ESG, Dharma Polimetal (DRMA) Berinovasi ke Komponen Baterai Kendaraan Listrik", https://insight.kontan.co.id/news/dengan-esg-dharma-polimetal-drma-berinovasi-ke-komponen-baterai-kendaraan-listrik

  6. Kompas.com, "DRMA Pasok Komponen BYD: Perkuat Rantai Pasok Kendaraan Listrik", https://otomotif.kompas.com/new-energy-vehicles/read/2026/08/06/083200115/drma-pasok-komponen-byd--perkuat-rantai-pasok-kendaraan-listrik

  7. FORTUNE Indonesia, "Seluruh Segmen Bisnis Tumbuh, Pendapatan DRMA di Paruh-I Naik 14%", https://www.fortuneidn.com/market/seluruh-segmen-bisnis-tumbuh-pendapatan-drma-di-paruh-i-naik-14-00-3dhnm-wyy6qd

  8. TopBusiness, "DRMA Optimistis Capai Target Pertumbuhan Pendapatan 10 Persen Tahun Ini", https://www.topbusiness.id/125898/drma-optimistis-capai-target-pertumbuhan-pendapatan-10-persen-tahun-ini.html

  9. IDN Financials, "DRMA posts IDR 282.9 billion net profit in H1 2026, up 17.8%", https://www.idnfinancials.com/news/66732/drma-posts-idr-282-9-billion-net-profit-in-h1-2026-up-17-8

  10. Kontan Industri, "Astra Otoparts (AUTO) Luncurkan Baterai EV dan Layanan Baru di GIIAS 2026", https://industri.kontan.co.id/news/astra-otoparts-auto-luncurkan-baterai-ev-dan-layanan-baru-di-giias-2026

  11. Kompas.com, "Laba Astra Otoparts Naik 22,6 Persen Semester I/2026", https://otomotif.kompas.com/read/2026/07/27/134100015/laba-astra-otoparts-naik-22-6-persen-semester-i-2026

  12. Astra Otoparts, "Kinerja Positif Astra Otoparts Berlanjut, Laba Bersih Naik 22,6% pada Semester I 2026", https://www.astra-otoparts.com/media/siaran-pers/kinerja-positif-astra-otoparts-berlanjut-laba

  13. Investor Trust, "Kinerja Solid dan Ekspansi EV Jadi Katalis, Saham Astra Otoparts (AUTO) Ditargetkan Menuju Level Ini", https://investortrust.id/market/112412/kinerja-solid-dan-ekspansi-ev-jadi-katalis-saham-astra-otoparts-auto-ditargetkan-menuju-level-ini

  14. Bisnis.com, "Ekspansi ke Kendaraan Listrik Bisa Jadi Harapan Emiten Komponen Otomotif", https://market.bisnis.com/read/20250114/189/1831459/ekspansi-ke-kendaraan-listrik-bisa-jadi-harapan-emiten-komponen-otomotif

Komentar


KAF Sekuritas Indonesia

Kontak

Treasury Tower Lantai 28, Unit D, District 8, SCBD Lot 28,
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-54, Jakarta - 12190, Indonesia

Pelayanan Nasabah:

(+62) 21 5012 3175 ext. 002
(+62) 811 8853 175
cs@kafsekuritas.co.id

  • Instagram
  • TikTok
  • LinkedIn
  • YouTube

Pelaporan:

(+62) 81 1853 185
wbs@kafsekuritas.co.id

Tautan Langsung

Saluran Utama:

(+62) 21 50123 175

(+62) 21 50123 185

toko bermain
toko aplikasi
OJK_Logo.png
Logo IDX BEI
Logo KSEI
Logo IDClear KPEI
Logo SIPF
Logo LAPS SJK
Logo Inklusi Keuangan

Copyright 2023 oleh KAF Group

bottom of page