top of page

Habis Window Dressing, Terbit January Effect

  • Jan 5, 2024
  • 2 min read

Updated: Apr 2

Setelah ditutup pada 30 Desember, perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali resmi dibuka per 2 Januari. Ketika hendak membuka lembaran baru portofolio yang lebih menguntungkan, investor biasanya memanfaatkan fenomena pasar modal di pergantian tahun untuk meraih keuntungan jangka pendek.


Fenomena yang berkaitan erat dengan pergantian tahun bursa antara lain adalah window dressing dan January effect. Lantas, apa sebenarnya makna dari kedua istilah tersebut?


Window dressing & January effect

Window Dressing: Kiat Percantik Kinerja


Setiap kuartal, perusahaan terbuka (emiten) merilis laporan keuangan mereka. Laporan keuangan adalah salah satu indikator analisis fundamental yang menjadi pertimbangan investor dalam memilih saham suatu perusahaan.


Oleh karena itu, khususnya di kuartal terakhir alias akhir tahun, emiten sebisa mungkin akan “memoles” laporan keuangan perusahaan dengan upaya-upaya berupa penundaan pembayaran kewajiban, pengakuan pendapatan, dan lain-lain demi bisa mempertahankan maupun menarik investor baru. Itulah yang disebut window dressing.


Window dressing tak hanya dilakukan oleh emiten, tetapi juga manajer investasi. Dalam hal ini, seorang manajer investasi “mempercantik” portofolio klien mereka jika kinerjanya dalam satu tahun tidak sesuai target. Manajer investasi akan menjual saham yang mengalami penurunan nilai dan berusaha menutup kerugian dengan membeli saham baru yang bisa menghasilkan return dalam jangka pendek.


January Effect sebagai Efek Domino


Dampak window dressing akan berlanjut hingga setidaknya dua pekan pertama Januari di mana harga saham cenderung mengalami kenaikan, termasuk saham dari perusahaan dengan kapitalisasi pasar yang kecil. Hal ini dikenal dengan istilah January effect sesuai waktu terjadinya fenomena tersebut.


Selain efek dari window dressing, January effect juga memiliki beberapa pemicu lain seperti optimisme dan sentimen positif investor terhadap pasar modal, ketersediaan dana investasi dari bonus akhir tahun, dan sebagainya.


Menyikapi Window Dressing & January Effect


Penting dicatat bahwa fenomena window dressing dan January effect harus disikapi secara bijak oleh investor. Pasalnya, baik window dressing ataupun January effect merupakan anomali yang bisa terjadi dan bisa juga tidak. Investor dapat melakukan langkah-langkah berikut untuk menghadapinya.


  1. Perkuat analisis fundamental selain laporan keuangan perusahaan, misalnya bagaimana prospek pertumbuhan sektor.

  2. Tentukan momen entry dan exit yang tepat melalui analisis teknikal mendalam.

  3. Teliti likuiditas dari saham-saham dengan kapitalisasi pasar kecil.

  4. Diversifikasi portofolio untuk mengurangi risiko volatilitas harga saham.

  5. Evaluasi ulang portofolio agar tetap sesuai dengan tujuan awal investasi.


Disclaimer: Konten dibuat untuk tujuan edukasi, bukan rekomendasi membeli atau menjual saham tertentu. PT KAF Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).



 
 
 
Logo KAF Sekuritas Indonesia

Contact

Treasury Tower 28th Floor, Unit D,

District 8, SCBD Lot 28,

Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-54, Jakarta - 12190, Indonesia

Customer Service:

(+62) 21 5012 3175 ext. 002
(+62) 811 8853 175
cs@kafsekuritas.co.id

  • Instagram
  • TikTok
  • LinkedIn
  • Youtube

Whistle Blowing &

Ethics Hotline:

(+62) 81 1853 185
wbs@kafsekuritas.co.id

Quick Links

Main Line:

(+62) 21 50123 175

(+62) 21 50123 185

Logo PlayStore
Logo AppStore
Logo OJK
Logo IDX BEI
Logo KSEI
Logo IDClear KPEI
Logo SIPF
Logo LAPS SJK
Logo Inklusi Keuangan

Copyright 2023 by KAF Group

bottom of page