Daftar Saham Free Float di Bawah 15% Terbaru Oktober 2026: Data, Tenggat, dan Risikonya

Daftar saham free float di bawah 15% adalah kumpulan emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang porsi saham beredar di publiknya belum mencapai batas minimum baru 15% dari total saham tercatat. Per data terbaru BEI, 327 emiten atau sekitar 35,82% dari total perusahaan tercatat masih berada di bawah batas tersebut, dengan tenggat pemenuhan bertingkat dari 2027 hingga 2029.
Key Takeaways BEI mencatat 327 emiten belum memenuhi free float 15% per 31 Mei 2026 (data sementara). Tenggat tidak seragam: 31 Maret 2027, 31 Maret 2028, atau 31 Maret 2029, tergantung kapitalisasi dan posisi free float per 31 Maret 2026. Saham konglomerat yang paling disorot: BREN (12,3%), PANI (9,51% per Juni 2026), dan CUAN (14,9% per 31 Maret 2026). TPIA sudah lolos di 25,7%. Notasi P untuk emiten yang belum patuh mulai tampil 30 November 2026 (Papan Akselerasi) dan 30 April 2027 (Papan Utama dan Pengembangan). Hasil MSCI November Index Review diumumkan 11 November 2026, efektif 1 Desember 2026.
Catatan data:Ā angka free float bisa berbeda tergantung basis dan tanggalnya, yaitu laporan bulanan registrasi pemegang efek, pengumuman resmi BEI, atau metode penyedia indeks seperti MSCI. Artikel ini selalu mencantumkan basis dan tanggal data di setiap angka.
Daftar Isi
Mengapa Daftar Saham Free Float di Bawah 15% Penting Dicermati Sekarang
Free float sedang menjadi isu paling sensitif di pasar saham Indonesia sepanjang 2026. Ada tiga alasan utamanya.
1. MSCI menyoroti free float Indonesia.Ā Pada 27 Januari 2026, MSCI mengumumkan pembekuan sementara perlakuan indeks untuk saham Indonesia karena kekhawatiran soal transparansi struktur kepemilikan. Dampaknya, IHSG sempat anjlok hingga 8% dan BEI memberlakukan trading halt. MSCI kemudian menahan pembekuan itu di review berikutnya, sehingga saham Indonesia mengalami pembekuan selama tiga periode review berturut-turut hingga Agustus 2026.
2. Aturan baru BEI sudah berlaku.Ā Sejak 31 Maret 2026, BEI mengubah definisi saham free float dan menaikkan batas minimum untuk tetap tercatat menjadi 15% dari total saham tercatat, naik dari sebelumnya 7,5%.
3. Pasar sedang rapuh.Ā IHSG ditutup melemah 2,59% ke level 5.936 pada Senin, 12 Oktober 2026. Di kondisi seperti ini, kabar pelepasan saham oleh pengendali atau perubahan status indeks bisa memicu pergerakan harga yang tajam.
Kronologi singkat isu free float 2026:
Tanggal | Peristiwa |
27 Januari 2026 | MSCI membekukan perlakuan indeks saham Indonesia |
31 Maret 2026 | Aturan free float minimum 15% BEI berlaku efektif |
12 Mei 2026 | MSCI mengeluarkan AMMN, BREN, TPIA, DSSA, dan CUAN dari MSCI Standard Index, sementara AMRT turun ke Small Cap |
24 Juni 2026 | MSCI mempertahankan Indonesia di Emerging Market, dengan tenggat reformasi November 2026 |
3 Agustus 2026 | Ketentuan notasi khusus P berlaku efektif |
13 Agustus 2026 | MSCI mengeluarkan GOTO dan CPIN dari Global Standard, CPIN pindah ke Small Cap |
9 Oktober 2026 | BEI memperluas cakupan HSC ke emiten berkapitalisasi mulai Rp5 triliun |
11 November 2026 | Pengumuman hasil MSCI November Index Review |
Apa Itu Free Float dan Definisi Barunya di 2026
Free float adalah porsi saham yang benar-benar beredar dan bisa diperdagangkan publik, di luar kepemilikan pengendali, pihak terafiliasi, dan saham yang terkunci. Rumus sederhananya:
Free float (%) = jumlah saham free float Ć· total saham tercatat Ć 100%
Yang berubah di 2026 adalah cara menghitung siapa yang masuk "publik".
Banyak artikel lama masih memakai patokan sederhana "pemegang saham di bawah 5%". Padahal, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyampaikan bahwa investor dalam kategori corporate dan others dikecualikan dari perhitungan free float, dan kepemilikan di atas 5% untuk setiap kategori dipublikasikan.
Contoh nyata dampaknya terlihat di PANI. Pada laporan registrasi April 2026, free float PANI turun dari 11,02% menjadi 7,96% padahal porsi pengendalinya tidak berubah. Penyebabnya adalah penyesuaian saham yang dihitung sebagai free float, termasuk kepemilikan ventura dan private equity di bawah 5% serta saham lock-up yang tidak lagi masuk hitungan.
Di sisi lain, BEI juga membuka jalan sebaliknya: perusahaan tercatat dapat mengajukan pemegang saham tertentu agar dikategorikan sebagai saham free float. Artinya, angka free float sebuah saham bisa naik atau turun tanpa ada satu lembar pun saham yang berpindah tangan.
Tenggat Free Float 15%: Tidak Semua Wajib di Tahun yang Sama
Ini bagian yang paling sering disalahpahami. BEI menetapkan tenggat bertingkat berdasarkan kapitalisasi pasar dan posisi free float per 31 Maret 2026.
Kategori emiten (posisi 31 Maret 2026) | Kewajiban | Contoh |
Kapitalisasi minimal Rp5 triliun, free float di bawah 12,5% | 12,5% paling lambat 31 Maret 2027, lalu 15% paling lambat 31 Maret 2028 | BREN, PANI |
Kapitalisasi minimal Rp5 triliun, free float 12,5% sampai di bawah 15% | 15% paling lambat 31 Maret 2027 | CUAN |
Kapitalisasi di bawah Rp5 triliun | 15% paling lambat 31 Maret 2029 | BSWD, RELI, KEJU |
Laporan Kontan menyebut ada 18 emiten berkapitalisasi minimal Rp5 triliun dengan free float 12% sampai 15% yang wajib rampung paling lambat 31 Maret 2027. Kelompok inilah yang paling dekat dengan tenggat.
Soal jumlah totalnya, angka yang beredar memang berbeda-beda karena tanggal datanya berbeda. Direktur Penilaian Perusahaan BEI Saidu Solihin menyebut 327 emiten belum memenuhi per 31 Mei 2026, dan jumlahnya "relatif tidak banyak berubah" dibanding 323 emiten per 31 Maret 2026. Media lain sempat mengutip angka 248, 312, 320, hingga 328 dari periode dan basis data yang berbeda.
Daftar Saham Free Float di Bawah 15% Terbaru: Saham Konglomerat dan Big Cap
Tabel berikut merangkum saham berkapitalisasi besar yang paling disorot. Ini bukan daftar lengkap 327 emiten, melainkan saham dengan dampak terbesar ke IHSG dan indeks global.
Saham | Free float | Basis dan tanggal data | Status dan catatan |
BREN | 12,3% | Pengumuman BEI, data 31 Maret 2026 | Masuk daftar HSC. Wajib 12,5% pada 31 Maret 2027 dan 15% pada 31 Maret 2028 |
PANI | 9,51% | Laporan registrasi Juni 2026 | Naik dari 8,24% (Mei). Manajemen menyebut angka versi internalnya 15,9% |
CUAN | 14,9% | Pengumuman BEI, data 31 Maret 2026 | Wajib 15% pada 31 Maret 2027. Pengendali melepas saham bertahap sejak April 2026 |
TPIA | 25,7% | Keterbukaan perusahaan, Juni 2026 | Sudah lolos setelah SCG Chemicals mengurangi kepemilikan |
AMMN | 22,76% | Laporan registrasi September 2026 | Lolos menurut laporan bulanan, tetapi sudah keluar dari MSCI Standard Index pada Mei 2026 |
Selain nama-nama di atas, MNC Sekuritas menyebut beberapa saham besar lain yang perlu dipantau, yaitu TPIA (10,6% sebelum divestasi), DNET (6,2%), BNLI (10%), BRIS (9,3%), dan HMSP (7,5%), berdasarkan data yang dikutip Bisnis pada Mei 2026.
Saham LQ45 Free Float di Bawah 15%
Pada Februari 2026, enam saham LQ45 tercatat di bawah 15%: BREN (12,29%), NCKL (10,44%), ADMR (11,97%), UNVR (14,05%), PGEO (10,9%), dan SCMA (14,93%). Komposisi ini sudah bergeser. ADMR misalnya naik ke 12,01% pada April 2026, dan saham yang masuk daftar HSC kini otomatis tidak bisa menjadi konstituen LQ45, IDX30, dan IDX80.
Saham Bank Free Float di Bawah 15%
Per laporan Kontan 1 Oktober 2026, ada 26 bank yang free float-nya masih di bawah 15%. Bank QNB Indonesia (BKSW) termasuk yang terendah di 6,67%, sementara Bank Syariah Indonesia (BRIS) berada di 9,33%. BRIS kemudian dikabarkan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 6,8 miliar saham Seri B untuk memperkuat permodalan.
Studi Kasus: Berapa Saham BREN yang Harus Dilepas?
Ilustrasi ini membantu melihat skala tekanan pasokan. Asumsi yang dipakai: total saham BREN 133.786.220.000 lembar (jumlah saham tercatat saat IPO), free float 12,3%, dan harga penutupan Rp2.700 pada 9 Oktober 2026.
Target | Kekurangan | Saham yang perlu dilepas | Nilai pada harga Rp2.700 |
12,5% (31 Maret 2027) | 0,2 poin persen | ±268 juta lembar | ±Rp0,72 triliun |
15% (31 Maret 2028) | 2,7 poin persen | ±3,61 miliar lembar | ±Rp9,75 triliun |
Pada harga yang sama, kapitalisasi pasar BREN sekitar Rp361,2 triliun. Hitungan ini adalah estimasi penulis dengan asumsi pelepasan saham lama tanpa penerbitan saham baru.
Angka sebenarnya bisa berbeda jika ada aksi korporasi, perubahan jumlah saham, atau reklasifikasi pemegang saham. Sebagai perbandingan, Green Era Energy (afiliasi Prajogo Pangestu) menjual 350 juta saham BREN di harga Rp4.510 pada April 2026 dengan nilai sekitar Rp1,6 triliun.
Cara Emiten Memenuhi Free Float 15% dan Dampaknya ke Harga Saham
Pengendali punya beberapa jalur untuk menambah porsi publik. Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menyebut pemenuhan bisa ditempuh lewat penerbitan saham baru, pelepasan saham pengendali, transaksi di pasar, secondary offering atau placement, hingga distribusi saham ke investor publik. Ia juga menilai penerbitan saham baru tidak otomatis berdampak negatif ke harga.
Jalur | Cara kerja | Potensi tekanan ke harga (analisis penulis) | Contoh |
Rights issue | Emiten menerbitkan saham baru | Harga tebus sering jadi acuan; pemegang yang tidak menebus terdilusi | Rencana BRIS hingga 6,8 miliar saham |
Private placement atau divestasi blok | Saham dijual langsung ke investor tertentu | Cepat dan terukur, tetapi harga transaksi jadi acuan baru | SCG Chemicals di TPIA |
Penjualan bertahap di pasar | Pengendali menjual saham sedikit demi sedikit | Tekanan jual berulang dalam waktu panjang | Prajogo Pangestu di CUAN, Green Era di BREN |
Reklasifikasi pemegang saham | Pengajuan pemegang tertentu agar dihitung free float | Tidak ada pasokan baru, tetapi perlu disetujui bursa | Mekanisme yang dibuka BEI sejak Maret 2026 |
Dalam jangka menengah, Head of Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan penutupan gap free float pada saham big cap bisa menaikkan suplai saham secara signifikan pada 2027 sampai 2029. Investor sebaiknya memperhatikan rasio antara volume pelepasan dan rata-rata transaksi harian: semakin besar porsinya, semakin terasa tekanannya.
Notasi P, HSC, dan Papan Pemantauan Khusus: Apa Bedanya?
Empat istilah ini sering tertukar, padahal artinya berbeda.
Istilah | Apa artinya | Dampak utama |
Free float di bawah 15% | Porsi saham publik belum memenuhi batas minimum BEI | Emiten wajib memenuhi sesuai tenggat 2027 sampai 2029 |
Notasi P | Penanda di kode saham bagi emiten yang tidak memenuhi ketentuan free float untuk tetap tercatat | Informasi publik; BEI menegaskan ini bukan hukuman atau sanksi |
HSC (High Shareholding Concentration) | Saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi, ditambah indikator price impact ratio | Otomatis tidak bisa menjadi konstituen LQ45, IDX30, dan IDX80, serta dikeluarkan MSCI |
Papan Pemantauan Khusus (notasi X) | Papan untuk emiten dengan kondisi tertentu sesuai Peraturan I-X | Mekanisme perdagangan khusus |
Kapan Notasi P Saham Mulai Muncul?
Notasi P berlaku bertahap. Untuk Papan Akselerasi, penerapannya mulai 30 November 2026. Untuk Papan Utama dan Papan Pengembangan, mulai 30 April 2027.
Notasi ini akan dihapus jika laporan registrasi kepemilikan saham menunjukkan syarat free float kembali terpenuhi. Pada tanggal yang sama, 30 November 2026, notasi lama E, D, A, dan S juga dihapus.
Artinya, saham besar di Papan Utama seperti BREN belum akan bernotasi P tahun ini.
Daftar Saham HSC Terus Bertambah
BEI dan KSEI memperluas cakupan pemantauan HSC dengan menurunkan ambang kapitalisasi dari Rp10 triliun menjadi Rp5 triliun. Per daftar yang dirangkum Bisnis pada 9 Oktober 2026, jumlah saham HSC mencapai 63 emiten, termasuk BREN.
Saat menambah daftar pada Juli 2026, Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menegaskan saham dengan price impact ratio tinggi akan disaring untuk indikasi HSC.
Free Float dan MSCI November 2026: Jadwal yang Perlu Dipantau
MSCI menghitung bobot saham dari kapitalisasi yang disesuaikan dengan free float, bukan kapitalisasi penuh. Dana pasif seperti ETF mengikuti bobot ini. Akibatnya:
Saham dengan free float kecil mendapat bobot kecil, meski nilai perusahaannya besar.
Selama pembekuan, MSCI tidak menaikkan Foreign Inclusion Factor dan jumlah saham, tidak menambah saham Indonesia baru ke indeks, dan tidak menaikkan klasifikasi saham ke segmen lebih tinggi.
Saham yang masuk kerangka HSC terus dikeluarkan dari indeks MSCI.
Hasil MSCI November Index Review akan diumumkan pada 11 November 2026Ā dan efektif 1 Desember 2026. Momen ini krusial karena MSCI sudah memberi tenggat reformasi hingga November 2026.
Jika kemajuan dinilai belum cukup, MSCI membuka kemungkinan memulai konsultasi reklasifikasi Indonesia dari Emerging Market ke Frontier Market. Konsultasi berbeda dengan reklasifikasi: kalaupun konsultasi dimulai, reklasifikasi aktual paling cepat baru efektif pada review 2027.
Tiga skenario yang perlu dipahami, sebagai kerangka berpikir dan bukan prediksi:
Skenario | Yang mungkin terjadi |
Pembekuan berlanjut | Saham free float tipis tetap tanpa arus masuk dana pasif baru |
Pembekuan dicabut atau dilonggarkan | Sentimen membaik, terutama untuk emiten yang sudah melewati 15% |
Konsultasi reklasifikasi dimulai | Tekanan jual asing berpotensi meningkat |
Apakah Saham Free Float Rendah Bisa Delisting?
Pertanyaan ini sering muncul. OJK menyebut emiten yang tidak dapat memenuhi aturan free float 15% akan dikenai kebijakan keluar atau exit policy melalui pengawasan.
Namun, masa transisi masih panjang, hingga 31 Maret 2029 untuk emiten berkapitalisasi kecil. Notasi P sendiri bukan sanksi, melainkan penanda informasi.
Yang lebih relevan bagi investor saat ini adalah risiko harga, bukan risiko delisting jangka pendek:
Tekanan pasokan.Ā Pelepasan saham pengendali menambah suplai di pasar.
Risiko indeks.Ā Saham HSC keluar dari indeks utama BEI dan indeks MSCI, sehingga kehilangan permintaan dari dana pasif.
Volatilitas tinggi.Ā Sedikit saham beredar membuat harga mudah bergerak tajam ke dua arah.
Angka free float bisa berubah karena reklasifikasi.Ā Contohnya PANI yang turun dari 11,02% ke 7,96% lalu naik ke 9,51% dalam tiga bulan.
Harga belum tentu mencerminkan fundamental.Ā Kepemilikan terkonsentrasi membuat pembentukan harga lebih mudah dipengaruhi transaksi dalam jumlah tertentu.
Syarat Free Float IPO 2026
Aturan baru juga berlaku untuk calon emiten. Persyaratan free float untuk pencatatan awal kini berbasis kapitalisasi pasar dengan tiering 15%, 20%, dan 25% dari jumlah saham yang dicatatkan.
Dalam rancangannya, calon emiten berkapitalisasi Rp50 triliun ke atas wajib minimal 15%, dan Rp5 triliun sampai Rp50 triliun wajib minimal 20%. Semakin kecil kapitalisasinya, semakin besar porsi publik yang diwajibkan.
Cara Cek Free Float Saham Sebelum Membeli
Sebelum membeli saham yang ada di daftar saham free float di bawah 15%, lakukan langkah berikut:
Cek laporan bulanan registrasi pemegang efekĀ di keterbukaan informasi BEI. Laporan ini wajib disampaikan emiten setiap bulan dan memuat jumlah saham free float terbaru.
Cek pengumuman status pemenuhan free float dari BEI, yang memuat persentase free float, kategori, dan tenggat tiap emiten.
Cek status HSCĀ pada daftar yang diterbitkan BEI dan KSEI, yang dievaluasi tiap tiga bulan.
Bandingkan beberapa basis data.Ā Angka versi laporan emiten, klasifikasi bursa, dan metode MSCI bisa berbeda jauh.
Pantau rencana aksi korporasiĀ seperti rights issue, private placement, atau penjualan pengendali, karena harga eksekusinya sering jadi acuan pasar.
Untuk membaca apakah tekanan jual pengendali terserap pasar, investor bisa memadukan data ini dengan analisis volume. Panduan cara membaca volume saham di blog KAF Sekuritas bisa menjadi titik awal.
Pelajaran untuk Investor
Jangan pakai daftar lama.Ā Daftar saham free float di bawah 15% berubah setiap bulan. Selalu cek tanggal dan basis datanya sebelum menarik kesimpulan.
Kenali tenggat saham yang Anda pegang.Ā Emiten dengan tenggat 31 Maret 2027 punya waktu kurang dari enam bulan, sehingga kemungkinan aksi korporasi dalam waktu dekat lebih besar.
Hitung skala pelepasan.Ā Bandingkan kebutuhan pelepasan saham dengan rata-rata nilai transaksi harian untuk menilai potensi tekanan pasokan.
Tandai kalender.Ā 11 November 2026 (pengumuman MSCI), 30 November 2026 (notasi P Papan Akselerasi), 31 Maret 2027 (tenggat pertama), dan 30 April 2027 (notasi P Papan Utama).
Atur porsi dan disiplin risiko.Ā Batasi porsi saham free float tipis dalam portofolio dan tetapkan batas cut loss sebelum masuk.
Pisahkan isu struktur dari fundamental.Ā Saham free float rendah tidak otomatis buruk, dan free float tinggi tidak otomatis aman. Tetap periksa kinerja keuangan emitennya.
Untuk ide saham harian yang disertai level entry dan target, pantau juga Stock Pick Harian dari Tasrul Tanar, CSA di blog KAF Sekuritas.
FAQ
Apa itu daftar saham free float di bawah 15%? Kumpulan emiten BEI yang porsi saham publiknya belum mencapai minimum 15% dari total saham tercatat. Per 31 Mei 2026, jumlahnya 327 emiten.
Kapan batas akhir pemenuhan free float 15%? Tergantung kategori: 31 Maret 2027 untuk emiten besar dengan free float 12,5% sampai di bawah 15%, 31 Maret 2028 untuk emiten besar di bawah 12,5% (dengan target antara 12,5% pada 2027), dan 31 Maret 2029 untuk emiten berkapitalisasi di bawah Rp5 triliun.
Apa arti notasi P pada kode saham? Notasi P menandai emiten yang belum memenuhi ketentuan free float untuk tetap tercatat. Mulai muncul 30 November 2026 di Papan Akselerasi dan 30 April 2027 di Papan Utama serta Pengembangan. Notasi ini bukan sanksi.
Apa bedanya saham HSC dengan saham free float rendah? Free float rendah menyangkut kepatuhan terhadap batas 15%. HSC menyangkut konsentrasi kepemilikan yang tinggi. Saham HSC otomatis tidak bisa masuk LQ45, IDX30, dan IDX80.
Apakah saham dengan free float kecil berbahaya? Tidak otomatis berbahaya, tetapi lebih rentan terhadap volatilitas tajam, tekanan pasokan saat pengendali melepas saham, dan keluarnya dana pasif dari indeks. Cek data kepemilikan dan rencana aksi korporasi sebelum membeli.
Referensi
Investortrust: BEI Sebanyak 327 Emiten Belum Penuhi Ketentuan Free Float 15% hingga Mei 2026. https://investortrust.id/market/109000/bei-sebanyak-327-emiten-belum-penuhi-ketentuan-free-float-15-hingga-mei-2026
Investortrust: BEI Resmi Ubah Aturan Pencatatan Saham, Free Float Minimum 15% Diterapkan Mulai Hari Ini. https://investortrust.id/market/98587/bei-resmi-ubah-aturan-pencatatan-saham-2026-free-float-minimum-jadi-15-diterapkan-mulai-hari-ini
Katadata: BEI Resmi Berlakukan Aturan Free Float Saham 15%, Bagaimana Ketentuannya? https://katadata.co.id/finansial/bursa/69cc4bfa759d7/bei-resmi-berlakukan-aturan-free-float-saham-15-bagaimana-ketentuannya
Bisnis.com: BEI Catat 10 Bank Papan Utama Belum Penuhi Free Float. https://finansial.bisnis.com/read/20260508/90/1972344/bei-catat-10-bank-papan-utama-belum-penuhi-free-float-ada-bnga-bdmn-hingga-bris
Kontan: 328 Emiten Berjibaku Penuhi Ketentuan Minimal Free Float 15%. https://investasi.kontan.co.id/news/328-emiten-berjibaku-penuhi-ketentuan-minimal-free-float-15
Bisnis.com: Bos OJK: BEI Akan Revisi Aturan Free Float Saham jadi 15%. https://market.bisnis.com/read/20260129/7/1948331/bos-ojk-bei-akan-revisi-aturan-free-float-saham-jadi-15
Infobanknews: MSCI Buka Opsi Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market. https://infobanknews.com/msci-buka-opsi-turunkan-kasta-pasar-modal-ri-ke-frontier-market
Katadata: MSCI Tetap Bekukan Rebalancing Saham RI di Periode Agustus 2026. https://katadata.co.id/finansial/bursa/6a4c8af4bb09e/msci-tetap-bekukan-rebalancing-saham-ri-di-periode-agustus-2026
Bisnis.com: MSCI Pertahankan Freeze Saham RI hingga Review November 2026. https://market.bisnis.com/read/20260707/7/1986188/msci-pertahankan-freeze-saham-ri-hingga-review-november-2026
Bareksa: MSCI Mei 2026, AMRT Turun ke Small Cap, AMMN hingga BREN Keluar dari MSCI Standard Index. https://www.bareksa.com/berita/saham/2026-05-13/msci-mei-2026-amrt-turun-ke-small-cap-ammn-hingga-bren-keluar-dari-msci-standard-index
Bareksa: MSCI Pertahankan Indonesia di Emerging Market, Tapi Beri Deadline Reformasi November 2026. https://www.bareksa.com/berita/saham/2026-06-24/msci-pertahankan-indonesia-di-emerging-market-tapi-beri-deadline-reformasi-november-2026
Investortrust: MSCI Agustus 2026, CPIN dan GOTO Keluar dari Global Standard. https://investortrust.id/market/112681/msci-agustus-2026-cpin-dan-goto-keluar-dari-global-standard-ini-daftarnya
Bisnis.com: MSCI Umumkan Jadwal 8 Index Review hingga Agustus 2028. https://market.bisnis.com/read/20260813/7/1995834/msci-umumkan-jadwal-8-index-review-hingga-agustus-2028
RCTI+: IHSG Hari Ini Ditutup Melemah ke Level 5.936. https://www.rctiplus.com/news/detail/ekonomi/5492007/ihsg-hari-ini-ditutup-melemah-ke-level-5936
Bareksa: BEI Rilis Status Free Float 956 Emiten, BREN Masih Transisi, DSSA Sudah Memenuhi. https://www.bareksa.com/berita/saham/2026-05-07/bei-rilis-status-free-float-956-emiten-bren-masih-transisi-dssa-sudah-memenuhi
KabarBursa: Free Float PANI Turun Jadi 7,96 Persen. https://www.kabarbursa.com/syariah/free-float-pani-turun-jadi-796-persen-struktur-saham-disorot
Bisnis.com: PIK2 (PANI) Beberkan Penyebab Susutnya Saham Free Float. https://market.bisnis.com/read/20260611/192/1980316/pik2-pani-beberkan-penyebab-susutnya-saham-free-float
Stockwatch: Free Float PANI Naik ke 9,51%. https://stockwatch.id/free-float-pani-naik-ke-951-ini-daftar-ultimate-beneficial-owner/
Emitennews: Pelan tapi Pasti, Emiten Jagoan Prajogo Penuhi Free Float 15 Persen. https://www.emitennews.com/news/pelan-tapi-pasti-emiten-jagoan-prajogo-penuhi-free-float-15-persen
Bisnis.com: SCGC Kurangi Kepemilikan di Chandra Asri (TPIA), Free Float Naik Jadi 25,7%. https://market.bisnis.com/read/20260608/7/1979235/scgc-kurangi-kepemilikan-di-chandra-asri-tpia-free-float-naik-jadi-257
KabarBursa: AMMN Kedatangan 5.791 Investor pada September 2026, Free Float Naik Tipis. https://www.kabarbursa.com/market-hari-ini/ammn-kedatangan-5791-investor-pada-september-2026-free-float-naik-tipis
Bisnis.com: Ratusan Emiten Belum Free Float 15%, Siap-Siap Banjir Suplai Saham. https://market.bisnis.com/read/20260508/7/1972426/ratusan-emiten-belum-free-float-15-siap-siap-banjir-suplai-saham
Bisnis.com: Daftar Saham LQ45 Belum Penuhi Free Float 15%. https://market.bisnis.com/read/20260222/7/1954679/daftar-saham-lq45-belum-penuhi-free-float-15-bren-scma-hingga-unvr
KabarBursa: Free Float ADMR Naik 12,01 Persen. https://www.kabarbursa.com/syariah/free-float-admr-naik-1201-persen-ini-nama-penerima-manfaat-terakhir
Kontan: Free Float Saham 26 Bank Masih di Bawah Ketentuan 15%. https://keuangan.kontan.co.id/news/free-float-saham-26-bank-masih-di-bawah-ketentuan-15-begini-efeknya-ke-harga-saham
Kontan Insight: Hambatan Penuhi Batas Minimum Free Float. https://insight.kontan.co.id/news/hambatan-penuhi-batas-minimum-free-float
ASEAN Exchanges: New Listing of PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN). https://www.aseanexchanges.org/content/new-listing-of-pt-barito-renewables-energy-tbk-bren-on-indonesia-stock-exchange/
Journalarta: BREN Menguat 1,50% pada 9 Oktober 2026. https://journalarta.com/news/2026/10/12/bren-momentum-melemah-saham-menguat-1-50-9-oktober-2026/
IDN Financials: Green Era Energy Jual 350 Juta Saham BREN. https://www.idnfinancials.com/news/62737/terus-tingkatkan-free-float-green-era-energy-jual-350-juta-saham-bren
Investortrust: BEI Terbitkan Aturan Baru: Emiten Belum Penuhi Free Float Bakal Dapat Notasi P. https://investortrust.id/market/111581/bei-terbitkan-aturan-baru-emiten-belum-penuhi-free-float-bakal-dapat-notasi-p
CNBC Indonesia: BEI Perbarui Notasi Khusus Saham, Kini Ada Penanda Free Float Kurang. https://www.cnbcindonesia.com/market/20260803153844-17-756144/bei-perbarui-notasi-khusus-saham-kini-ada-penanda-free-float-kurang
Bisnis.com: Bursa Perluas Cakupan Saham HSC Mulai Rp5 Triliun. https://market.bisnis.com/read/20261009/7/2011334/bursa-perluas-cakupan-saham-hsc-mulai-rp5-triliun-cek-daftarnya
IDX Channel via RCTI+: BEI Rilis Daftar 51 Saham HSC, Simak Dampaknya bagi Investor. https://www.rctiplus.com/news/detail/idxchannel/5428974/bei-rilis-daftar-51-saham-hsc--simak-dampaknya-bagi-investor
Bisnis.com: BEI Rilis Rancangan Aturan Free Float Perusahaan IPO Minimal 15% Sampai 25%. https://market.bisnis.com/read/20260205/7/1950501/bei-rilis-rancangan-aturan-free-float-perusahaan-ipo-minimal-15-sampai-25




Komentar