top of page

Daftar Saham Minyak Terbaru di BEI 2026: Dari Hulu, Hilir, Jasa, dan Logistik (Data Terbaru Oktober)

1 hari yang lalu
11 menit membaca
Daftar Saham Minyak
Daftar Saham Minyak

Saham minyak adalah saham perusahaan tercatat yang pendapatannya bergantung pada rantai bisnis minyak dan gas bumi (migas), mulai dari produksi di hulu, distribusi di hilir, jasa penunjang, hingga logistik dan kapal tanker. Per Oktober 2026, daftar saham minyak di BEI mencakup nama seperti MEDC, ENRG, RATU, AKRA, PGAS, ELSA, dan BULL, yang masing-masing punya sensitivitas berbeda terhadap harga minyak dunia yang masih bertahan di kisaran USD100 per barel.

Daftar Isi:

Kenapa Daftar Saham Minyak Penting Dipahami oleh Investor?

Tahun 2026 menjadi tahun yang luar biasa bagi pasar minyak. Konflik bersenjata AS-Israel dengan Iran yang pecah pada akhir Februari 2026 mengubah peta pasokan global. Iran kembali menutup Selat Hormuz pada 12 Juli 2026 hingga waktu yang belum ditentukan (Kontan, 19 Juli 2026), padahal sekitar seperlima minyak dunia melintasi jalur tersebut.


Dampaknya terlihat jelas pada harga:

Tanggal

Data Harga Minyak

Sumber

9 September 2026

Brent sempat menyentuh USD113,48 per barel

5 Oktober 2026

Brent berjangka turun 66 sen ke USD101,59 per barel setelah OPEC+ menahan target produksi November

Juli 2026

Harga minyak mentah Indonesia (ICP) turun ke USD81,68 per barel

Masalahnya, banyak daftar "saham minyak terbaik 2026" yang beredar di internet disusun dengan asumsi lama, yaitu harga minyak turun ke sekitar USD60 per barel akibat kelebihan pasokan. Asumsi itu sudah tidak relevan. Selain itu, investor sering menyamaratakan semua saham migas, padahal saham hulu, hilir, jasa, dan logistik bereaksi berbedaĀ terhadap naik-turunnya harga minyak.


Memahami pembagian ini adalah langkah pertama sebelum memilih saham.

Satu catatan penting: saham minyak dalam artikel ini adalah saham minyak bumi dan gas (migas), bukan saham minyak sawit (CPO) seperti AALI atau LSIP, yang punya penggerak harga berbeda.


Peta Rantai Bisnis Saham Minyak: Hulu vs Hilir vs Jasa vs Logistik

Sebelum masuk ke daftar, pahami dulu empat segmen utama saham migas di BEI:

  1. Hulu (upstream):Ā perusahaan yang mengeksplorasi dan memproduksi minyak dan gas. Pendapatannya paling langsung terpengaruh harga minyak.

  2. Hilir dan midstream (downstream):Ā perusahaan yang mendistribusikan, memperdagangkan, atau mengolah BBM dan gas. Marginnya lebih bergantung pada volume dan struktur kontrak, bukan semata harga minyak.

  3. Jasa penunjang (oil services):Ā kontraktor pengeboran, perawatan sumur, inspeksi, dan kapal pendukung. Mendapat manfaat tidak langsungĀ saat perusahaan hulu menambah belanja eksplorasi.

  4. Logistik dan tanker:Ā pemilik kapal tanker minyak, LPG, dan LNG. Penggeraknya adalah tarif sewa kapal (charter rate), yang melonjak ketika jalur pelayaran terganggu.

Segmen

Sensitivitas ke Harga Minyak

Penggerak Utama

Contoh Emiten

Hulu

Tinggi, langsung

Harga realisasi minyak, volume produksi, cadangan

MEDC, ENRG, RATU

Hilir/Midstream

Sedang, campuran

Volume distribusi, margin kontrak, kuota impor

AKRA, PGAS, RAJA

Jasa Penunjang

Sedang, tertunda

Belanja eksplorasi dan kontrak baru dari KKKS

ELSA, RUIS, APEX, SUNI

Logistik/Tanker

Tinggi saat krisis jalur

Tarif sewa kapal, gangguan rute pelayaran

BULL, SOCI, HUMI, GTSI


Daftar Saham Minyak Hulu di BEI

Saham hulu adalah kelompok yang paling sering dicari dengan keyword "saham minyak terbaik 2026", karena labanya paling cepat merespons harga minyak.


1. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)

  • Produksi:Ā sekitar 170 ribu barel setara minyak per hari (mboepd) pada semester I 2026.

  • Laba bersih semester I 2026:Ā USD275 juta (KabarBursa, 22 September 2026).

  • Neraca:Ā utang konsolidasi USD4.128 juta dengan kas dan setara kas USD1.402 juta per akhir Juni 2026.

  • Harga realisasi minyak kuartal I 2026:Ā sekitar USD75,1 per barel, jauh di bawah harga Brent saat ini.

  • Penopang non-migas:Ā kontribusi investasi di AMMN sebesar USD34 juta pada kuartal I 2026 (Kontan).


MEDC disebut sebagai saham migas yang paling sensitifĀ terhadap volatilitas harga minyak (Kontan Insight, 29 Juli 2026). Contohnya, saat harga minyak terkoreksi tajam, saham MEDC ditutup melemah 4,01% ke Rp1.315 pada 5 Agustus 2026. Ini menjadikan MEDC "barometer" yang baik untuk membaca korelasi harga minyak dan saham migas.


2. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG)

  • Kinerja 2025:Ā pendapatan USD498 juta (naik 7%) dan laba bersih USD91,5 juta (naik 21%) (Kontan, 12 April 2026).

  • Katalis:Ā penemuan minyak baru di wilayah kerja Selat Malaka pada 26 Januari 2026, serta posisi sebagai pemilik tunggal dan operator KKS Kangean.

  • Pergerakan saham:Ā pada 20 Juli 2026, ENRG sempat naik 4,03% ke Rp1.420 di sesi I saat harga minyak menembus USD90 (KabarBursa).


3. PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU)

  • Profil:Ā anak usaha Rukun Raharja (RAJA) yang bertransformasi ke hulu migas, termasuk lewat akuisisi SMS Development Limited (SMSDL).

  • Arus kas:Ā RATU mencatat kenaikan bersih kas dan setara kas Rp994,63 miliar pada kuartal I 2026, tertinggi di antara emiten migas murni dalam daftar sektor minyak, gas, dan batu bara (Databoks Katadata).


Kenapa saham RATU bisa naik padahal harga minyak turun?Ā Analis Infovesta Utama Ekky Topan menilai pergerakan RAJA dan RATU cenderung terlepas (decoupled) dari tren komoditas global, karena didorong sentimen spesifik emiten dan ekspektasi sinergi bisnis di dalam grup (Bisnis.com). Artinya, untuk saham hulu yang agresif berekspansi lewat akuisisi, aksi korporasiĀ bisa lebih dominan daripada harga minyak.


4. Emiten hulu lain yang perlu dipantau

PT Super Energy Tbk (SURE) juga termasuk emiten migas yang kerap bergerak bersama sektor saat sentimen harga minyak berubah. Data kinerja 2026 untuk SURE belum kami temukan dari sumber yang dapat diverifikasi, sehingga sebaiknya investor merujuk langsung ke laporan keuangan di situs BEI.


Daftar Saham Minyak Hilir dan Midstream di BEI

1. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA)

  • Kinerja kuartal I 2026:Ā pendapatan Rp12,94 triliun (naik 26% yoy) dan laba bersih Rp656 miliar (naik 16% yoy) (Kontan Insight, 28 April 2026).

  • Dividen:Ā AKRA membagikan dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp50 per saham, setara yield 3,5% berdasarkan harga penutupan Rp1.410 pada 23 Juli 2026, dengan pembayaran 14 Agustus 2026 (Mandiri Sekuritas, 24 Juli 2026). Ini menjadikan AKRA salah satu contoh saham minyak yang bagi dividenĀ secara rutin.

  • Ekspansi:Ā masuk ke infrastruktur gas lewat proyek FSRU senilai USD319 juta.


Mengapa AKRA relatif tahan terhadap fluktuasi harga minyak? Analis CGS International Sekuritas Indonesia, Bob Setiadi, menjelaskan bahwa segmen distribusi AKRA memperoleh "margin distribusi dalam persentase yang tetap" (Kontan, 4 Juni 2026). Inilah perbedaan mendasar saham migas hulu vs hilir: hilir lebih bergantung pada volume dan struktur margin.


2. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)

Distributor gas alam terbesar di Indonesia. PGAS mencatat kenaikan bersih kas dan setara kas Rp532,58 miliar pada kuartal I 2026 (Databoks Katadata). Analis Kiwoom Sekuritas sebelumnya menilai AKRA dan PGAS relatif lebih defensif saat harga minyak turun karena diuntungkan biaya energi yang lebih rendah.


3. PT Rukun Raharja Tbk (RAJA)

Induk usaha RATU yang bergerak di bisnis energi dan infrastruktur gas. RAJA mencatat kenaikan bersih kas Rp783,17 miliar pada kuartal I 2026.


Daftar Saham Jasa Migas di BEI

Saham jasa migas sering terlupakan, padahal perannya penting dalam siklus harga minyak tinggi.

Kode

Nama Emiten

Bisnis Utama

Data Terbaru

ELSA

PT Elnusa Tbk

Jasa hulu migas terintegrasi, anak usaha Pertamina

Naik 25% dalam sebulan ke Rp700 (per 23 Juli 2026); kenaikan kas bersih Rp692,79 miliar di kuartal I 2026

RUIS

PT Radiant Utama Interinsco Tbk

Jasa penunjang migas, inspeksi dan NDT

Disebut ikut diuntungkan tidak langsung oleh harga minyak tinggi

APEX

PT Apexindo Pratama Duta Tbk

Jasa pengeboran migas

Disebut ikut diuntungkan tidak langsung oleh harga minyak tinggi

SUNI

PT Sunindo Pratama Tbk

Jasa penunjang migas

Mendapat kontrak baru dari Pertamina (Juli 2026)

LEAD

PT Logindo Samudramakmur Tbk

Kapal pendukung lepas pantai

Pernah disebut analis Stockbit sebagai penunjang migas yang sensitif harga minyak

Logika bisnisnya: harga minyak yang tinggi mendorong perusahaan hulu meningkatkan eksplorasi, pengeboran, dan perawatan sumur, sehingga membuka peluang kontrak baru bagi perusahaan jasa (Kontan, 23 Juli 2026). Efeknya biasanya tertunda, karena kontrak jasa baru diteken setelah KKKS menaikkan anggaran.


Daftar Saham Logistik Energi dan Kapal Tanker Minyak

Ini segmen yang paling "panas" selama krisis Selat Hormuz 2026.

Kode

Nama Emiten

Fokus Armada

Data Terbaru

BULL

PT Buana Lintas Lautan Tbk

Tanker minyak mentah, LPG, LNG

Naik 44,44% dalam sebulan (per 5 Agustus 2026); UOB Kay Hian pertahankan rekomendasi beli dengan target Rp750

SOCI

PT Soechi Lines Tbk

Tanker minyak

Termasuk emiten tanker dengan pendapatan dan laba relatif besar

HUMI

PT Humpuss Maritim Internasional Tbk

Tanker migas

Disebut analis ikut diuntungkan kenaikan harga minyak

GTSI

PT GTS Internasional Tbk

Kapal LNG dan FSRU

Memenangkan tender BP untuk tanker LNG domestik Tangguh (Juni 2026)

Seberapa besar dampak krisis jalur pelayaran? Tarif spot kapal tanker raksasa (VLCC) rute Teluk Arab ke Tiongkok tercatat melonjak 1.402% sejak awal tahun menjadi USD502.595 per hari per 13 Maret 2026 (Kontan, 16 Maret 2026).

Head of Research Korea Investment and Sekuritas Indonesia, Muhammad Wafi, menilai bahwa jika Selat Hormuz terganggu, "perusahaan logistik energi dalam negeri berpeluang menjadi pihak yang paling diuntungkan" (Bisnis.com, 2 Maret 2026).


Namun Wafi juga mengingatkan bahwa saham-saham ini bersifat high beta, sehingga ikut jatuh cepat saat sentimen berbalik. Manajemen BULL sendiri memperkirakan kenaikan tarif tanker minyak "akan tetap kuat" didukung pertumbuhan armada global yang rendah (IDN Financials).


Saham yang Diuntungkan dan Dirugikan Saat Harga Minyak Naik

Kenaikan harga minyak tidak menguntungkan semua emiten. Berikut peta ringkasnya:

Saham yang diuntungkan harga minyak naik:

  1. Produsen huluĀ (MEDC, ENRG, RATU): harga jual minyak naik, margin melebar.

  2. Tanker dan logistik energiĀ (BULL, SOCI, HUMI, GTSI): tarif sewa kapal naik saat rute terganggu.

  3. Jasa migasĀ (ELSA, RUIS, APEX): efek tertunda dari naiknya belanja eksplorasi.

  4. Distributor dengan margin tetapĀ (AKRA): relatif netral sampai positif, karena nilai penjualan ikut naik.


Saham yang dirugikan harga minyak naik:

  1. Maskapai penerbanganĀ seperti PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), karena avtur adalah komponen biaya terbesar.

  2. PetrokimiaĀ seperti PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), yang menggunakan turunan minyak sebagai bahan baku (Kontan).

  3. Emiten dengan beban BBM dan logistik darat besar, yang sulit meneruskan kenaikan biaya ke konsumen. Ini kesimpulan analitis berdasarkan struktur biaya, bukan daftar resmi dari analis.


Dampak harga minyak USD100 ke IHSG

Secara makro, harga minyak tinggi adalah pedang bermata dua bagi Indonesia sebagai negara pengimpor minyak. Kiwoom Sekuritas mencatat pemerintah sebelumnya memakai asumsi harga minyak USD90 per barel (KabarBursa), sehingga harga di atas level itu menambah tekanan pada subsidi energi dan persepsi disiplin fiskal.


Meski demikian, Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata menilai investor sudah terbiasa dengan berita Hormuz, dan pasar "baru akan melakukan broad-based sell-off apabila ada bukti gangguan fisik" yang lebih parah (Kontan, 19 Juli 2026).


Sampai Kapan Saham Migas Naik? Prospek Saham Minyak 2027

Ini pertanyaan yang mulai sering muncul dari investor yang sudah mencatat keuntungan. Ada tiga data yang perlu dicermati:

  1. Proyeksi EIA:Ā dalam Short-Term Energy Outlook September 2026, EIA memperkirakan Brent rata-rata sekitar USD91 per barel pada 2026, lalu turun ke USD74 per barel pada 2027 (KabarBursa).

  2. Tambahan pasokan:Ā EIA memperkirakan produksi minyak mentah AS naik dari 13,8 juta barel per hari pada 2026 menjadi 14,3 juta barel per hari pada 2027.

  3. Kebijakan darurat:Ā negara G7 menyepakati pelepasan sekitar 100 juta barel minyak dan produk minyak dari cadangan darurat (KabarBursa, 5 Oktober 2026).

Saham minyak turun karena apa?Ā Pola 2026 menunjukkan pemicu utamanya adalah sinyal damai. Pada 3 Agustus 2026, harga minyak Brent dan WTI anjlok hingga sekitar 7% setelah Presiden AS Donald Trump menunda serangan ke Iran (KabarBursa). Pemicu lain yang perlu dipantau adalah keputusan kuota OPEC+, pembukaan kembali Selat Hormuz, dan rilis cadangan strategis.


Kesimpulannya, lingkungan harga minyak 2026 belum tentu bertahan dengan intensitas yang sama pada 2027. Saham hulu yang labanya paling sensitif terhadap harga minyak juga paling berisiko saat harga normal kembali.


Cara Analisis Saham Minyak: 5 Metrik yang Wajib Dicek

Daftar saham saja tidak cukup. Gunakan lima metrik berikut untuk menilai kualitas emiten migas:

  1. Volume produksi (boepd/mboepd):Ā berapa barel setara minyak yang diproduksi per hari, dan apakah tumbuh. Contoh: MEDC menargetkan produksi 165.000-170.000 boepd di 2026.

  2. Lifting cost:Ā biaya untuk mengangkat satu barel minyak dari perut bumi. Lifting cost adalah indikator efisiensi; semakin rendah, semakin besar margin saat harga minyak turun. Angka ini biasanya tersedia di laporan tahunan atau materi paparan publik emiten.

  3. Harga realisasi vs harga acuan:Ā jangan langsung memakai harga Brent. Perhatikan harga realisasi emiten dan ICP (Indonesian Crude Price), harga acuan minyak mentah Indonesia yang ditetapkan Kementerian ESDM. Harga realisasi MEDC di kuartal I 2026 misalnya hanya sekitar USD75,1 per barel.

  4. Porsi gas dan kontrak jangka panjang:Ā emiten dengan porsi gas berkontrak take-or-pay cenderung lebih stabil pendapatannya dibanding yang bergantung pada harga spot minyak.

  5. Neraca dan cadangan:Ā cek rasio utang terhadap kas serta umur cadangan (reserve life). Ekspansi lewat akuisisi blok baru menambah cadangan, tetapi juga bisa menambah utang.


Brent vs WTI, mana yang lebih relevan untuk saham Indonesia?Ā Brent adalah acuan minyak global dari Laut Utara, sedangkan WTI adalah acuan minyak Amerika Serikat. Untuk saham migas Indonesia, Brent dan ICP biasanya lebih relevan karena struktur harga minyak Asia lebih dekat ke Brent. Namun keduanya bergerak searah dalam jangka pendek, sehingga sama-sama berguna sebagai indikator sentimen.


Konteks domestik juga penting: produksi minyak, kondensat, dan NGL Indonesia hingga akhir Mei 2026 sekitar 576,2 ribu barel per hari, masih di bawah target lifting APBN 2026 sebesar 610 ribu barel per hari (KabarBursa).


Pelajaran untuk Investor

  1. Pisahkan segmen sebelum memilih saham.Ā Saham hulu, hilir, jasa, dan tanker punya pemicu berbeda. Jangan membeli ELSA atau AKRA dengan ekspektasi bergerak secepat MEDC saat harga minyak naik.

  2. Gunakan MEDC sebagai barometer, bukan satu-satunya pilihan.Ā Karena paling sensitif terhadap harga minyak, MEDC berguna untuk membaca arah sentimen sektor. Untuk eksposur yang lebih stabil, pertimbangkan karakter distributor bermargin tetap atau emiten dengan porsi kontrak gas jangka panjang.

  3. Waspadai saham yang naik karena aksi korporasi.Ā RATU dan RAJA menunjukkan bahwa harga saham bisa terlepas dari harga minyak. Pastikan Anda tahu katalis sebenarnya sebelum masuk.

  4. Saham tanker adalah permainan high beta.Ā BULL, SOCI, HUMI, dan GTSI bisa melonjak saat jalur pelayaran terganggu, tetapi juga turun cepat saat ada kabar damai. Gunakan ukuran posisi yang lebih kecil dan batas kerugian yang jelas.

  5. Siapkan skenario 2027.Ā Dengan proyeksi Brent turun ke USD74 pada 2027, evaluasi ulang saham migas di portofolio Anda secara berkala. Pantau tiga sinyal: kabar perundingan AS-Iran, keputusan OPEC+, dan status Selat Hormuz.

  6. Cek laporan keuangan langsung di BEI.Ā Harga saham dan data kinerja bergerak cepat. Gunakan artikel ini sebagai peta awal, lalu verifikasi angka terbaru di situs BEI atau keterbukaan informasi emiten.


FAQ Seputar Saham Minyak di BEI

  • 1. Apa saja saham minyak di BEI? Saham minyak di BEI terbagi menjadi empat kelompok: hulu (MEDC, ENRG, RATU), hilir dan midstream (AKRA, PGAS, RAJA), jasa penunjang (ELSA, RUIS, APEX, SUNI, LEAD), serta logistik dan tanker (BULL, SOCI, HUMI, GTSI).

  • 2. Apa bedanya saham minyak bumi dengan saham minyak sawit? Saham minyak bumi (migas) bergerak mengikuti harga minyak mentah seperti Brent dan ICP. Saham minyak sawit seperti AALI dan LSIP bergerak mengikuti harga CPO, yang punya penggerak berbeda seperti cuaca dan kebijakan ekspor.

  • 3. Saham minyak mana yang paling terpengaruh harga minyak? Saham hulu adalah yang paling langsung terpengaruh. Di antara emiten hulu, MEDC disebut sebagai yang paling sensitif terhadap volatilitas harga minyak sepanjang 2026.

  • 4. Apakah saham minyak cocok untuk investasi jangka panjang? Saham minyak bersifat siklikal, artinya kinerjanya naik-turun mengikuti siklus harga komoditas. Untuk jangka panjang, pilih emiten dengan produksi yang tumbuh, lifting cost efisien, neraca sehat, dan sumber pendapatan yang terdiversifikasi.

  • 5. Apa yang terjadi pada saham minyak jika Selat Hormuz dibuka kembali? Pembukaan Selat Hormuz berpotensi menurunkan harga minyak dan tarif sewa kapal tanker. Saham hulu dan tanker biasanya paling tertekan dalam skenario ini, sementara saham yang dirugikan oleh harga minyak tinggi, seperti maskapai, berpotensi pulih.

Disclaimer

Keputusan investasi dan trading sepenuhnya ada di tangan investor. Artikel ini bersifat edukasi dan informasi, bukan rekomendasi beli/jual. Data harga dan kinerja dalam artikel ini mengacu pada tanggal yang disebutkan dan dapat berubah sewaktu-waktu. Investasi saham mengandung risiko, termasuk risiko kehilangan sebagian atau seluruh modal.

Referensi

  1. Kontan: IHSG Kembali Dibayangi Penutupan Selat Hormuz (19 Juli 2026)

  2. KabarBursa: OPEC+ Pertahankan Produksi November, Harga Minyak Mulai Turun (5 Oktober 2026)

  3. KabarBursa: Laba Medco (MEDC) Tembus USD275 Juta di Semester I 2026 (22 September 2026)

  4. KabarBursa: ICP Turun, Kenapa Saham Energi Tak Kompak Melemah (12 Agustus 2026)

  5. Kontan Insight: Pilah-Pilih Saham Migas, MEDC Paling Sensitif (29 Juli 2026)

  6. Kontan Insight: Ditekan Harga Minyak, Prospek MEDC Masih Menarik

  7. Kontan: Cek Rekomendasi Saham Migas untuk Perdagangan Senin 13/4 (12 April 2026)

  8. KabarBursa: MEDC hingga ENRG Perkasa di Tengah Lonjakan Harga Minyak (20 Juli 2026)

  9. Bisnis.com: Peluang Penguatan Lanjutan Saham Emiten Migas MEDC, RAJA, ENRG

  10. Databoks Katadata: 10 Emiten Sektor Energi dengan Arus Kas Bersih Tertinggi Kuartal I 2026

  11. Kontan Insight: Prospek AKRA 2026 (28 April 2026)

  12. Kontan: AKRA Kantongi Pasokan BBM hingga Juni (4 Juni 2026)

  13. Mandiri Sekuritas: Rangkuman Pasar Sore 24 Juli 2026

  14. Kontan: Saham Migas Diproyeksi Tetap Bersinar hingga Akhir 2026 (23 Juli 2026)

  15. Kontan: Eskalasi Geopolitik Kerek Tarif Kapal, Prospek BULL (16 Maret 2026)

  16. IDX Channel: Tenaga Saham BULL di Tengah Prospek Industri (5 Agustus 2026)

  17. IDN Financials: BULL Transformasi Bisnis ke Transportasi LNG dan Minyak Mentah

  18. Bisnis.com: Krisis Selat Hormuz, Saham Emiten Logistik-Energi Siap Melaju (2 Maret 2026)

  19. Kontan: Rekomendasi Saham Emiten Minyak Setelah Kilang Saudi Aramco Diserang

  20. KabarBursa: Proyeksi IHSG Semester II 2026 dari Kiwoom

  21. KabarBursa: Pernyataan Trump Soal Iran Bikin Harga Minyak Anjlok Tujuh Persen (4 Agustus 2026)

Ā 
Ā 
Ā 

Komentar


KAF Sekuritas Indonesia

Kontak

Treasury Tower Lantai 28, Unit D, District 8, SCBD Lot 28,
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-54, Jakarta - 12190, Indonesia

Pelayanan Nasabah:

(+62) 21 5012 3175 ext. 002
(+62) 811 8853 175
cs@kafsekuritas.co.id

  • Instagram
  • TikTok
  • LinkedIn
  • YouTube

Pelaporan:

(+62) 81 1853 185
wbs@kafsekuritas.co.id

Tautan Langsung

Saluran Utama:

(+62) 21 50123 175

(+62) 21 50123 185

toko bermain
toko aplikasi
OJK_Logo.png
Logo IDX BEI
Logo KSEI
Logo IDClear KPEI
Logo SIPF
Logo LAPS SJK
Logo Inklusi Keuangan

Copyright 2023 oleh KAF Group

bottom of page